Monthly Archives: September 2009

Mahasiswi Trisakti Dibunuh di Apartemen Meditarenia Tower 2

Mahasiswi Trisakti ditemukan tewas di Apartemen Meditarenia Tower 2,  Jakarta Barat, Sabtu tengah malam tadi. Diduga kuat, Novita Purnamasari jadi korban pembunuhan sekaligus perampokan.

Pasalnya di leher korban ada dua luka bekas tusukan senjata tajam dan di paha depan dan belakang. Sementara HP Blackberry nya hilang dan hingga sekarang sulit dihubungi.

Korban diduga dibunuh tiga hari lalu.Saat ditemukan tertelungkup di apartemennya Nomor 31 EJ sudah membusuk. Tidak itu saja, sejak Kamis lalu teman-teman dan keluarga sudah tidak bisa menghubungi gadis berusia 19 tahun ini lewat selulernya.

Olehkarena itulah, curiga ada apa-apa terhadap Novi beberapa temannya tadi malam sekitar pukul 24.00 mendatangi kamar Novi di Apartemen Mediterania tersebut.

Namun, baru saja mau masuk ke kamar korban, bau busuk langsung menyengat dari dalam . Hal itu lalu dilaporkan kepada keamanan apartemen.

Yakin ada yang tidak beres, kejadian itu juga dilaporkan ke Polres Jakarta Barat,

Polisi lalu membuka kamar tersebut dan ternyata Novi sudah menjadi mayat. Untuk pengusutan lebih lanjut jenazahnya dikirim ke RSCM

Empat Teroris Tewas Ditembak Densus 88 Termasuk Nurdin Top … Horee

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan meskipun mastermind, pemimpin dan arsitek teroris sudah dapat dilumpuhkan, tapi tidak berarti sel-sel atau jaringan terorisme sudah menghentikan kegiatan atau gerakannya.

Itu disampaikan SBY dalam jumpa pers, semalam di Istana Negara, Jakarta, yang dimulai pukul 19:20 dan berakhir pukul 20:20 usai acara buka puasa bersama dengan wartawan di lingkungan Kompleks Istana Kepresidenan.

Menurut SBY masih diperlukan langkah pencegahan yang optimal dan terus mengejar bagi jaringan dan tokoh-tokoh yang sekarang masih dalam pencarian.

Sebagai Kepala Negara, kata SBY, dirinya memiliki perasaan (feeling)  bahwa banyak anak-anak Indonesia, putra-putri kita untuk melakukan aksi teror berikutnya lagi, termasuk dengan merakit bahan peledak. “Mereka menjadi teroris tetapi sesungguhnya mereka menjadi korban dari orang seperti mendiang Dr Azhari dan Noordin M Top,” kata dia.

Karena itu, tambah SBY, dirinya merasa prihatin atas generasi muda kita serta anak-anak kita menjadi korban teroris. Karena itu, ke depan perlu pendekatan dan langkah yang tepat, di mana dalam menangani teroris bukan hanya membarantas semata tapi juga mencegah dengan mengatasi akar dari permasalahan penyebab kejahatan teroris tersebut di Indonesia, di Asia Tenggara dan dunia.

Pada bagian lain dalam keterangannya SBY juga mengucapkan terima kasih Polri yang telah berhasil melumpuhkan mastermind, gembong dan arsitek teroris seperti Noordin M Top. Ini merupakan keberhasila yang harus kiat syukuri semua karena mastermind dari perencanaan pembunuhan atas dirinya telah tewas.

Empat orang diduga jaringan teroris tewas ditembak anggota  Densus 88 Antiteror Mabes Polri dalam aksi penggerebekan di satu rumah kontrakan di Kampung Kpeuh Sari, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Jawa Tengah. Empat mobil ambulan polisi sudah memasuki lokasi penyergapan dan mengevakuasi korban.

Keempat korban itu disebut-sebut 3 pria dan satu wanita. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian, termasuk  benar atau tidaknya ada korban maupun identitas sasaran tembak polisi itu.

Sebagai mana dimaklumi, penggerebekan ini berlangsung sejak pukul 23:00 Wib, sempat diwarnai suara tembakan dan ledakan yang kemungkinan dari bahan peledak atau sejenisnya. Suara ledakan itu terdengar ratusan meter dari lokasi.

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, didampingi sejumlah petinggi Mabes Polri, segera memberi keterangan pers tentang identitas 4 korban yang diduga teroris.

Keterangan berlangsung di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Kamis (17/9) sekitar pukul 16:00 Wib.

Sebelumnya diberitakan, dugaan yang mengarah satu dari empat jasad teroris yang tewas di Solo, Jateng, adalah Noordin M Top semakin kuat saat sejumlah pejabat negara dan petinggi Polri datang ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (17/9) siang, untuk melihat keempat jasad tersebut.

Pejabat yang datang antara lain Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Menteri Perhubungan Jusman Safii Jamal dan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri. kendati belum ada pernyataan resmi terkait identitas keempat jasad terkait, namun santer dikabarkan kalau satu dari mereka adalah gembong teroris Noordin M Top.

Kapolri BHD hanya bisa mengangkat kedua jempolnya ketika sejumlah wartawan menanyakan kepastian telah tewasnya Noordin M Top. Dari balik kaca mobil dinasnya, orang nomor satu di Polri itu hanya tersenyum sambil terus mengangguk ketika pertanyaan tersebut dilontarkan kepadanya.

Sebagai mana diberitakan, 4 orang yang diuga teroris tewas ditembak anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri di kawasan Solo, Jawa Tengah, tadi pagi, setelah dikepung selama 6,5 jam lebih.

Suara tembakan seliweran yang diarahkan anggota Densus 88. hasilnya 4 tewas dan dua luka tembak. Hingga kini wartawan masih menunggu keterangan resmi soal kepastian identitas korban.

Selain itu, terdengar suara rentetan senjata yang diduga dilepaskan oleh anggota Densus 88 Antiteror. Sedangkan lokasi sudah dikosongkan dengan cara mengevakuasi warga sekitar ke lokasi aman.

Seperti di tempat penyergapan lain, usai sahur dan Salat Subuh, warga mulai berdatangan ke sekitar lokasi. Tujuannya, tidak lain untuk menyaksikan secara dekat penyergapan yang dilakukan anggota Densus 88.

Rumah kontrakan itu disebut-sebut Totok, dan sejak dua bulan lalu dihuni oleh Susilo alias Adeb dan kemungkinan menjadi tempat perseumbunyian Bagus Budi Pranata alias Urwah, satu di antara buronan Polisi pasca ledakan bom di JW Marriott dan Rizt Carlton, kawasan Megakuningan, Jakarta Selatan.

Mabes Polri memastikan korban tewas penggrebekan sarang teroris di Desa Kertosari Mojosongo Jebres Solo Jawa Tengah oleh tim Densus 88, empat orang tewas dan tiga hidup.

“Dua orang ditangkap siangnya yang masih selamat dan seorang perempuan juga masih hidup yang ada dalam rumah, namun dia sedang hamil atau tidak belum bisa dipastikan,” tegas Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Nanan Soekarna, Kamis (17/9).

Masalah detailnya siapa para korban , kata Nanan masih menunggu tim dari Solo. Sedangkan korban meninggal akan dibawa ke RS Polri untuk dilakukan pengecekan secara forensik agar bisa dipertanggung jawabkan.

Ia juga mengatakan di lokasi penggrebekan petugas menemukan delapan karung bahan peledak, granat maupun senjata. Diduga mereka terkait jaringan peledakan JW Marriot.

“Penggrebekan ini serangkaian terkait aksi terorisme dan rumah tersebut merupakan persinggahan yang disewa oleh Susilo,” sambungnya.

Nanan juga menambahkan jika korban tewas adalah seorang yang di DPO belum bisa memastikan. Sebab petugas masih akan melakukan tes DNA untuk memastikan para korban

Keluarga Bagus Budi Pranoto alias Urwah di Kudus Jawa-Tengah mengaku ikhlas bila salah satu anggota keluarganya itu akhirnya tewas dalam aksi penyergapan terhadap kelompok teroris di Solo , Rabu malam ( 16/9) . Hanya saja pihak keluarga sangat berharap jenasah Urwah bisa dikuburkan di Kudus .

Ismanto, ayah Urwah ketika dihubungi wartawan mengaku belum menerima kabar soal kematian anaknya . Ismanto juga belum yakin anaknya tewas dalam penyergapan terhadap kelompok teroris yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri . ” Ya kalau dari empat korban tewas itu salah satunya anak saya Urwah , kami minta jasadnya bisa dikuburkan di Kudus , ujar Ismanto kepada sejumlah wartawan yang menemuinya pasca penggerebekan yang dilakukan di Kampung Kepuh Sari RT 3 RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.

Dalam penggerebekan tersebut dilaporkan empat orang tewas . Menurut sumber empat korban tewas yang jasadnya langsung diterbangkan ke Jakarta itu adalah gembong teroris Noordin M Top , Bahridin , Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Susilo .

Menurut Ismanto, warga di Kudus juga tidak keberatan bila jasad Urwah dimakamkan di Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus , tempat asalnya. Hingga kini pihak keluarga masih berkumpul di rumah Ismanto untuk menunggu kepastian kabar tewasnya Urwah .

Selain pihak keluarga, sejumlah tetangga juga terlihat berada di rumah Ismanto

Anggota Brimob Aktif Mengeksekusi Sesama Anggota Brimob Demi Uang 2 Milyar

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, mengatakan, Kusdarmanto, tersangka upaya perampokan uang bank yang mengakibatkan tiga korban tewas adalah anggota brigade mobil (brimob) yang masih dinas aktif.

“Kami tidak susah menyimpulkan, pasti pelakunya salah satu kawan ketiga korban,” katanya didampingi Kepala Kepolisian Wilayah Kedu, Kombes Pol Agus Sofyan Abadi, dan Kepala Kepolisian Resor (Polres) Magelang, AKBP Mustaqim, di Magelang, Kamis malam.

Tersangka berusia 50 tahun yang berpangkat brigadir itu bertugas di Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tiga korban tewas dalam upaya perampokan di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (15/9) sore itu adalah Arif Wirohadi (30), pegawai PT Kelola Jasa Artha (Kejar), perusahaan jasa pengangkut uang yang berkantor cabang di Yogyakarta.

Selain itu, Agus Sutrimo (27), sopir mobil kijang Isuzu Panther warna biru yang mengangkut uang sekitar Rp2,068 miliar milik Bank Danamon dari Magelang ke Yogyakarta, dan Brigadir Murdiyono, anggota Satbrimob Polda DIY, yang mengawal pengangkutan uang dengan mobil itu.

Tersangka, katanya, tidak sempat membawa kabur uang dari bagasi mobil karena relatif banyak warga berkerumun di lokasi kejadian setelah mendengar suara tembakan dari dalam mobil yang mengakibatkan mobil menabrak tiang telepon di tepi jalan itu.

Ia menjelaskan, tersangka menumpang mobil PT Kejar dari tempat parkir Bank Danamon Kota Magelang dengan singgah ke Bank Danamon Muntilan Kabupaten Magelang menuju Yogyakarta.

“Dia itu teman satu angkatan dengan korban Murdiyono, bahkan rumahnya ada di belakang korban, sehingga kenal baik, tidak kesulitan untuk meminta tumpangan,” katanya.

Polda Jateng berkoordinasi dengan Polda DIY untuk mengusut kasus itu dan menangkap tersangka pada Selasa (15/9) malam untuk selanjutnya pada Rabu (17/9) malam dibawa ke Markas Polres (Mapolres) Magelang.

Saat mobil PT Kejar melaju dari Magelang ke Yogyakarta, katanya, mobil Suzuki APV berwarna hitam yang dikemudikan kawan tersangka yakni Edy membuntuti. Hingga saat ini Edy yang warga Yogyakarta itu masih dalam pencarian polisi.

Ia mengatakan, perampokan telah direncanakan tersangka sejak sebulan lalu karena tersangka juga sering bertugas sebagai pengawal pengangkutan uang bank melalui PT Kejar.

Secara berturut-turut tersangka menembak Arif, Murdiyono, dan Agus, masing-masing di bagian kepala dari jarak relatif dekat.

“Beberapa lubang bekas tembakan di kaca mobil menunjukan bahwa tembakan dari dalam mobil, sembilan selongsong peluru ditemukan di dalam mobil, di dalam mobil itu ada empat orang yakni satu tersangka dan tiga korban. Saat berada di dalam mobil, senjata dititipkan Murdiyono kepada tersangka yang duduk di belakang sopir. Murdiyono duduk di sebelah kiri sopir,” katanya.

Setelah menembak para korban, katanya, tersangka membuang senjata laras panjang jenis AK 101 ke aliran Sungai Opak, Kalasan, Yogyakarta dan membakar seragam brimobnya di Desa Glagah Harjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.

Sejumlah barang bukti yang diamankan kepolisian antara lain senjata api, 13 butir peluru, sisa seragam brimob dengan berbagai atribut, telepon seluler, dan uang pecahan kertas Rp50 ribu dalam dua karung senilai Rp2,068 miliar.

Ia mengatakan, enam di antara tujuh saksi yang telah diminta keterangan polisi memastikan bahwa Kus adalah orang berseragam brimob berlumuran darah yang keluar dari mobil dengan nomor polisi B 8339 MW itu.

Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati.

Pada Jumat (18/9) malam terlihat seorang pegawai PT Kejar di hadapan Alex dan wartawan membuka salah satu kantong uang yang masih berada di mobil Isuzu Panther yang kini diamankan di Mapolres Magelang.

Pada kesempatan itu Alex juga bertemu secara tertutup selama beberapa saat dengan Kus dalam kondisi tangan diborgol di ruang Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Magelang.

“Meskipun tersangka adalah oknum anggota polisi, tetap ditindak sesuai dengan aturan hukum, hukum harus ditegakkan,” katanya

Pasangan Suami Istri Di Kediri Menginap Dihotel Ditangkap Polisi Karena Dianggap Penyakit Masyarakat

Tak pandang di bulan Ramadan, pasangan kumpul kebo yang indehoi di hotel ternyata masih marak. Sabtu(5/9), kepolisian kembali menggerebek sejumlah hotel di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Hasilnya, petugas menemukan pasangan pelajar asyik bobok siang di hotel.

Pelajar “mesum” itu diketahui GY,17, salah satu siswa SMA di wilayah Kabupaten Kediri dan TZ ,15, siswi SMP asal Kota Kediri. Mereka ditemukan dalam satu kamar di Hotel Crown Jalan Mayor Bismo,  oleh anggota Polresta Kediri yang tengah menggelar razia penyakit masyarakat (pekat).

Dengan menunduk malu, dan menutupi wajahnya dengan jaket, keduanya digelandang petugas menuju mobil truk, untuk dibawa ke Mapolresta Kediri.

“Mereka akan kita bawa ke Mapolresta Kediri untuk didata, kedua orang tuanya akan kita panggil, dan kita lakukan pembinaan,” kata Kaur Bina Operasional (KBO) Reskrim Polresta Kediri Iptu Surono, Sabtu (5/9).

Usai merazia Hotel Crown, petugas beralih ke Hotel Pardikan Asri, Kecamatan Mojoroto. Di tempat itu, tidak ada satupun penginap. Sehingga, petugas melanjutkan perjalanan ke Hotel Salma, di Jalan Semeru, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto.
Kembali, petugas mendapati dua orang laki-laki dan perempuan tengah menginap. Meski mereka mengaku pasangan suami-istri, namun petugas tetap menyeretnya ke truk bersama pasangan pelajar.

Setelah dipemeriksa, ternyata benar keduanya adalah pasutri, akhirnya petugas melepas mereka kembali.

Dikatakan Surono, razia bertujuan untuk menekan penyakit masyarakat (pekat) yang terjadi di bulan Ramadan 1430 H. “Razia ini digelar serempak, menjangkau seluruh hotel dan penginapan yang ada di wilayah Kota Kediri. Anggota sudah diploting, dengan tujuan menekan penyakit masyarakat di bulan ramadan ini,” katanya