Monthly Archives: Januari 2010

Pencuri Dana Nasabah BCA Lewat ATM Tertangkap

Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya awal Januari lalu mengungkap sekaligus menangkap kelompok pencuri uang di ATM milik nasabah BCA. Kelompok beranggota enam orang itu mengaku memakai cara membuka sebagian mesin lalu bersembunyi di dalamnya.

Tindak pidana tersebut diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar pada Selasa (26/1). Polisi juga mengumumkan penanganan pelaku pembobolan rekening nasabah di BCA yang terjadi pada Agustus 2009. Kelompok ini diduga melibatkan pelaku yang berdomisili di Kanada dan Australia.

Perihal kelompok pencuri yang memakai cara bersembunyi di bagian belakang mesin ATM, Boy menyatakan, mereka terdiri atas enam orang, salah satu di antaranya, Aluntono, masih dalam pengejaran. Tersangka lain yang ditangkap adalah Eko (24), Dedi (22), Badrun (22), Risky (26), dan Fuat (24). Mereka mantan karyawan yang bertugas di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Barat.

Cara kerja kelompok yang dipimpin Aluntono, mantan karyawan perusahaan rekanan PT BCA, dibagi tiga. Kelompok pertama bertugas mengawasi keadaan, kelompok kedua pura-pura menjadi nasabah bank, ikut antre mengambil uang di ATM di Pasar Pagi Mangga Dua.

Adapun kelompok ketiga, yakni Aluntono, yang tahu seluk-beluk mesin ATM, membuka bagian belakang ATM, lalu bersembunyi di bagian dalam menunggu nasabah memasukkan kartu ATM untuk mengambil uang.

Saat nasabah memasukkan kartu ATM, Aluntono mengaturnya seolah-olah kartu tertelan, tetapi sebenarnya diambil olehnya.

Kelompok pengantre lalu mencatat nomor PIN calon korban. Nomor PIN lalu diserahkan ke anggota lain untuk digunakan mengambil uang di ATM bersama di tempat lain. ”Mesin ATM yang bisa dibuka itu jenis lama,” kata seorang polisi.

Tentang kelompok pembobol rekening nasabah yang melibatkan orang di mancanegara, polisi menangkap delapan tersangka. Namun, tim yang dipimpin Kasat Kejahatan dengan Kekerasan Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Nico Afinta masih memburu Ming-ming dan Val yang diduga tersangkut perkara itu.

Boy menambahkan, Kepolisian RI bekerja sama dengan Interpol untuk mengungkap pelaku di Kanada dan Australia. Pelaku tersebut menerjemahkan data dari skimmer yang dikirim Alex kepada orang di dua negara tersebut.

Skimmer berisi data ratusan nasabah itu sebelumnya dipasang kelompok penjahat tersebut di beberapa ATM di Jakarta. Data dari skimmer lalu dipindahkan ke kartu ATM baru untuk membobol rekening para korban.

Cek ATM

Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota dan sejumlah bank di Kota Tangerang kemarin memeriksa sejumlah mesin ATM. Pemeriksaan dilakukan di ATM Bank Danamon, Bank Mandiri, Bank Jabar, Bank BNI, serta BCA di Jalan Daan Mogot dan M Toha.

Sejumlah ATM yang diperiksa sudah dilengkapi alat penangkal duplikasi kartu atau anti-skimming sehingga sulit dibobol. Umumnya, mesin ATM baru sudah terpasang alat tersebut.

Meski demikian, Kepala Cabang Pembantu Bank Mandiri Daan Mogot Achmad R Suriaputra mengatakan, belum semua mesin ATM dipasang alat tersebut. ”Kami akui belum semua mesin ATM dipasang anti-skimming,” kata Achmad.

Ia mengimbau, masyarakat tidak perlu panik karena mengambil uang melalui ATM sekarang sudah aman. Sebagian besar mesin ATM milik Bank Mandiri dilengkapi dengan alat tersebut.

Adapun Kiki Zulkifli dari Bank Jabar menyatakan, banknya aman dari pembobolan.

Pemantauan Kompas, dari lima ATM di kantor cabang Bank BNI Jalan Daan Mogot terlihat dua mesin di antaranya, terutama pada tempat memasukkan kartu, agak longgar, terlihat sekrupnya kendur. Pemeriksaan mesin ATM ini karena polisi dan bank tak mau terlena dan kecolongan seperti kasus di kota lain

Penipuan ILP International Language Programs Berhadiah Honda Jazz

Penipu sekarang benar-benar canggih dan punya modal.Seperti yang dilakukan oleh penipu yang mengatasnamakan lembaga kursus bahasa Inggris, International Language Programs (ILP). Dengan mengirim surat ke alamat perserta kursus disebutkan bahwa yang bersangkutan telah mendapat hadian mobil Honda Jazz.

Seperti yang dialami Binardho, Rabu kemarin telah mendapat surat bahwa yang bersangkutan mendapat hadiah Honda Jazz. Surat itu terdiri dari tiga rangkap di mana rangkap pertama lengkap dengan kop surat dari ILP, lalu rangkap kedua dari Notaris lengkap dengan lambang Garuda, lalu rangkap ketika pernyataan dari Polda Metro Jaya lengkap dengan tanda tangan Kapolda Metro jaya Drs. Wahyono.

Bahkan dalam blangko pengesahan pemenang undian yang dikeluarkan notaris tersebut lengkap dengan stempel dari ILP, Kantor Departemen Sosial DKI dan dari Kantor Lelang Indonesia.

Melihat begitu lengkapnya surat-surat tersebut tentu masyarakat akan cepat percaya. Untungnya Binardho segera mengecek ke lembaga kursus ILP di mana dia ikut kursus. Jawabannya seperti diduga. Ternyata itu hanya tipuan belaka. Sebab menurut ILP cabang Harapan Indah tidak pernah ada undian berhadiah mobil. Yang pernah ada adalah hadiah jalan-jalan ke Singapura. Itupun bagi perserta kursus yang masih aktif sementara Binardho sudah hampir dua tahun tidak ikut kursus.

Yang membuat ragu bahwa itu adalah penipuan, adanya pernyataan di surat tersebut bahwa pajak 25 persen ditanggung oleh ILP namun biaya PENGIRIMAN dan biaya ASURANSI serta biaya BBN ditanggung pemenang. Dari sinilah diduga penipu akan mengeruk tabungan korbannya. Misalnya dengan cara mentransfer uang. Untuk itu diimbau kepada masyarakat agar hati-hati. Jangan cepat percaya

Hati Hati Teror Perampok Di Kelapa Gading … Dua Kasus Dalam Satu Hari

Secara beruntun terjadi perampokan di Jalan Boulevard, Peganggsaan Dua Jakarta Utara, Kamis malam. Pelaku yang membawa senjata api  merampok klinik dan restoran .

Sekitar pukul 21.30 Wib   Restoran ‘Bakmi Ny. Oey’ di Jalan  Boulevard Raya Blok PD 9 No. 01 Pegangsaan Dua, Kepala Gading Jakarta Utara disantroni dua perampok bersenjata api

Andriano, 17, dan Dwiatmiko ketika  sedang merapikan daganganya di TKP, tiba-tiba pelaku datang dengan menodongkan senjata api sambil berkata ” Diam kalian semua mana duit!”

Kemudian Andriano dan Dwiatmiko  dikumpulkan di meja kasir. Korban sempat dipukul oleh pelaku dengan menggunakan gagang pistol sehingga kepalanya berdarah. Setelah itu, pelaku mengambil uang milik korban Rp 617.000 kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor bersama  satu orang pelaku lainnya. Kasusnya ditangai Polsek Kelapa Gading.

Rupanya tidak hanya di restoan bakmi tersebut pelaku beraksi. Seperti diberitakan sebelumnya Klinik yang ada di Blok PA Jalan Boulevard Raya, juga disatroni perampok. Setelah melumpuhkan karyawati klinik dan pengunjung, kedua pelaku merampas uang tunai Rp 7 juta, laptop dan HP. Kasus ini pun dilaporkan ke Polsek Kelapa Gading. Rupanya Kamis malam tadi, warga Jalan Boulevard Kepala Gading benar-benar diteror rampok. (

Tuhan Tantowi Menciptakan Agama Sesat Surga Eden Agar Bisa Bebas Lakukan Hubungan Seks

Sang Tuhan beserta isteri dan Malaikat Jibril, Kamis malam resmi dijadikan tersangka terkait kasus penyebaran aliran sesat Surga Eden, di daerah Mundu, Kabupaten Cirebon.

Ketiga tersangka Ahmad Tantowi,57, sebagai Tuhan, dan sietrinya Endang,34, dan Imam Junaedi,36, yag memiliki jabatan Malaikat Jibril. ” Hasil pemeriksaan penyidik telah menetapkan tiga orang ini resmi menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Dade Achmad, Kamis malam.

Dia mengutarakan, ketiga tersangka berdasar hasil penyidikan bisa dijerat dengan pasal 156 KUH Pidana tentang Penodaan Agama yang ancaman hukumannya lima tahun penjara. Kemudian pasal 285 KUH Pidana tentang melakukan Persetubuhan secara paksa. ” Tersangka dijerat pasal berlapis terkait kasus ini,” lanjutnya. Sedang sepuluh pengikutnya kini masih menjalani pemeriksaan intensif.

Dade mengakui, dalam kasus ini penyidik baru bekerja berdasar bukti yang ada. Untuk lebih meyakinkan apakah aliran itu betul sesat, pihaknya akan mendatangkan saksi ahli berkaitan kasus tersebut.” Kami akan segera menghadirkan saksi ahli daam menangani kasus ini,” ucapnya lagi.

Sebelumnya Polda Jabar menggerebeg singgasana aliran sesat Surga Eden di Kabupaten cirebon Kamis petang. Dalam penggerbegan itu sejumlah barang bukti berhasil diamankan, termasuk dokumen Surga Eden, lima buku tata cara hubungan seksual, Injil, 60 lembar kuitansi setoran para donatur.

Sebanyak 13 pegikut aliran sesat itu, dalam pemeriksaan mengaku dala prakteknya setiap hari selalu mengajarkan akidah Islam. Namun, dalam aliran itu Tantowi merupakan sosok yang disembah karena dinobatkan sebagai Tuhan sekalugus Imam. ” Apapun yang diinginkan da diperintahkan Tantowi harus dilaksanakan karea dia Tuhan,” kata sejumlah pengikut saat diperiksa penyidik, Kamis malam.

Dalam menjalankan tugasnya, kata mereka Tuhan Tantowi mengangkat seorang pembantu Agus, da memiliki jabatan sebagai malaikat Jibril. ” Kami tak perlu salat lima waktu, tak perlu puasa Ramadan, termasuk membaca Al-Quran,” ujarnya lagi. Namun, dia mengaku diwajibkan membayar zakat 10 persen dari penghasilan. Zakat itu diberikan langsung ke Tuhan Tantowi.

Salah seorang penyidik mengutarakan, hasil pemeriksaan dari 13 pengikut, tercatat bahwa aliran ini memang sangat sesat jika ditinjau dari Islam. Diantaranya, mereka mengangap kafir terhadap orang yang tak menganut aliran itu. Bahkan, mereka menghalalkan melakukan perampokan terhadap  harta orang lain yang bukan pengikut Surga Eden, termasuk harta orang tua. ” Harta hasil rampokan wajib disetorkan ke Sang Tuhan Tantowi,” ujarnya.

Penyidik di Mapolda Jabart kembali menjelaskan, yang paling mengejutkan diantaranya Tantowi memiliki kebebasan untuk menggauli setiap pengikut perempuan yang hendak menikah. Ritual itu merupakan bentuk penyucian diri agar calon mempelai menjadi bidadari. ” Tantowi yang disebut sebagai Tuhan selalu bercumbu dan memutar film porno untuk merayu dan merangsang wanita yang akan menikah. Pengikut lain turut memegangi wanita saat disetubuhi Tantowi,”