Monthly Archives: Oktober 2010

Tetangga Nekat Menggorok Temannya Karena Kesal Melihat Kebiasaan Buruknya Yang Suka Bersetubuh Dengan Hewan Ternaknya

Itulah kebiasaan buruk Jaime Pires (68), warga Portugal yang memiliki hobi menyetubuhi dengan hewan ternak. Karena saking keranjingannya, Jaime Pires dijuluki Jaime Domba oleh warga kampungnya di Proenca-a-Velha, Portugal.

Gara-gara warga sekitarnya muak, Jaime pun kabur dari kampungnya. Namun sial bagi Jaime. Saat kembali ke kampung halamannya lagi, ia tergoda ketika melihat keledai betina bernama Russo milik Jose Gomes Pinto (55).

Tanpa pikir panjang, Jaime pun langsung membidik binatang yang mirip kuda kecil itu di kandang pemiliknya. Nahas. Aksi bejat itu ketahuan Pinto si pemilik keledai.

Karena jengkel dan sudah mengetahui tabiat buruk si Jaime, Pinto pun emosi dan langsung menggorok tenggorokan Pires.

Pinto berdalih, tindakanya membunuh manusia adalah demi membela binatang dari keberingasan dan perilaku bejat lelaki tersebut.
dengan pisau cukur.

Saat melakukan hubungan seks dengan keledai, Pires mengenakan pakaian dalam perempuan dan bersandal. Dia tewas bersimbah darah.

Masalah pencabulan terhadap binatang ini terungkap saat Jose Gomes Pinto, si peternak keledai itu, mengungkapkan di persidangan karena tuduhan pembunuhan terhadap Jaime tersebut.

Pinto berdalih, tindakanya membunuh manusia adalah demi membela binatang dari keberingasan dan perilaku bejat lelaki tersebut.

Di persidangan juga terungkap, memang si Pires dikenal oleh masyarakat setempat sebagai pria yang hobi ngeseks dengan hewan ternak.

Beberapa warga membenarkan, hobi Pires sudah sejak 12 tahun silam. Pires sering tepergok ngeseks dengan ayam, domba, keledai atau hewan lain, sebagaimana dilaporkan media Inggris, The Sun edisi 29 Oktober.

Wali Kota Proenca-a-Velha, Francisco Silva, mengatakan, pembunuhan itu sangat menyedihkan. Walau begitu si walikota juga heran mengapa ada pria yang keranjingan terhadap binatang.

Tren Baru Genk ABG Mengajak dan Menentukan Lokasi Duel Lewat Facebook

Tren genk remaja di Kalimantan Selatan ini sudah canggih. Sebelum mereka beradu adu fisik di lapangan mereka berperang dulu di facebook. Klub motor Genk Aborsi juga memiliki puluhan anggota yang mayoritas pelajar.

Penuturan Muda — pelajar yang bukan nama sebenarnya –, untuk gabung dengan genk tersebut hanya mengganti biaya kaos Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu. Kaos itu bergambar tengkorak bersayap warna kuning.

“Anggotanya, pelajar dari Martapura dan Banjarbaru,” sebut Muda.

Muda mengakui, genk itu memang kerap bikin onar. Bahkan dirinya nyaris jadi korban pemukulan mereka. Beruntung, berhasil melarikan diri.

“Genk Aborsi biasa mangkal di Bundaran Simpang Empat, juga taman Martapura,” imbuhnya.

Kelompok itu muncul pula di facebook. Nama akunnya “Genk Aborsi” dengan foto profil bendera putih gambar tengkorak bersayap warna kuning. Anggotanya di facebook sampai 2.000-an. Mayoritas pelajar. Ternyata, di facebook pun banyak musuhnya. Tatangan berkelahi kerap terlontar di sana.

Seorang Ibu Membunuh Bayinya Karena Sang Bayi Menggangu Ibu Ketika Main Facebook dan Farm Ville

Gara-gara mengganggu sang ibu yang tengah asyik ber-Facebook ria, dengan gelap mata ia menghabisi bayinya. Padahal, yang dilakukan bayinya hanya menangis, saat ibunya fokus berselancar di situs jejaring sosial tersebut.

Sang Ibu sendiri bernama Alexandra V. Tobias. Ia terbukti bersalah atas dua tingkatan pembunuhan pada Rabu (27/10) kemarin. Dan ia pun terancam dipenjara.

The Florida Times-Union melaporkan bahwa sang ibu mengatakan kepada investigator kalau dirinya marah ketika menderang bayinya yang berkelamin laki-laki itu menangis, ketika dirinya bermain game Farm Ville. Koran tersebut juga melaporkan bahwa Alexandra mendiamkan bayinya yang tengah menangis dengan menggendongnya dan mengayunkannya dengan kencang.

Kemudian dirinya merokok guna menenangkan dirinya dan kemudian ia menenangkan bayinya lagi sama seperti perlakuan sebelumnya. Alexandra bakal menjalani persidangan dan terancam hukuman penjara yang akan dilaluinya pada Desember mendatang.

Menurut undang-undang setempat, Alexandra terancam hukuman 25 hingga 50 tahun penjara. Namun kemungkinan, masa tahanan yang akan dilalui Alexandra bakal kurang dari itu.

Penemuan Ular Berkepala Manusia Di Bogor Ternyata Adalah Kebohongan Publik

Setelah melewati kajian ilmiah berupa uji laboratorium, pihak kepolisian mengatakan, ular berkepala manusia yang menghebohkan warga Bogor, ternyata benar-benar palsu.

Kepastian ular siluman menyerupai manusia itu palsu, diketahui setelah pemeriksaan uji laboratorium yang dilakukan Dokter Kehewanan dari Fakultas Kehewanan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Berdasarkan pemeriksaan lab, hasilnya sangat lain dengan apa yang dianggap oleh pemilik ular yang katanya manusia berbadan ular adalah tidak benar. Karena tidak ada satu kesatuan antara badan dan kepala. Kepala ular yang menyerupai manusia, ternyata ada sambungan di bagian leher,” kata dr. Arni Diana Putri, dokter Kehewanan bagian Klinik IPB kepada wartawan.

dr. Arni memaparkan, badan memang benar ular jali (Ptyos Mucosus), namun pada bagian leher hingga kepala, adalah boneka yang dirancang pemiliknya hingga menyerupai asli. Karena menurutnya, dari hasil scan di lab, dalam tengkorak kepala ular tidak ada rongga otak. Sedangkan di bagian atas kepala sejenis rambut kuda atau sapi, tidak memiliki akar rambut.

“Menurut tim bagian anatonomi hewan, bagian atas pada kepala sejenis rambut kuda atau sapi, sedangkan ular tidak mempunyai rambut. Jadi semacam ditempel pakai lem,” papar Arni.

Kapolsek Dramaga, AKP Adang Sumpena mengatakan, dengan hasil uji laboratorium tersebut, pihaknya hanya menjadikan Nana Sutarna sebagai saksi, karena menurutnya belum ada tindakan yang mengarah ke aksi penipuan yang merugikan masyarakat banyak.
“Untuk sementara, Nana masih kami jadikan saksi, karena kami belum melihat adanya korban yang dirugikan,” ujar Kapolsek.

Polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk Kepala Desa Sukawening, Husen. Jika nantinya ada yang merasa dirugikan, kata Kapolsek, polisi akan menjerat sesuai pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Banyak yang kami minta keterangan sebagai saksi mulai dari RT, RW, masyarakat, Lurah, hingga Mis, pemilik rumah yang mengaku sering di datangi mahluk sejenis ular jadi-jadian. Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, penemuan seekor ular menyerupai sosok manusia  sempat menghebohkan warga Kampung Cibereum Kalong, Desa Sukawening, Kecamatan Dramaga, Minggu (24/10) lalu.

Istri Tua dan Istri Muda Baku Hantam Memperebutkan Nafkah Suami

Berani berpoligami, berarti harus siap bersikap adil. Jika tidak, mungkin harus siap melihat para istri berkelahi, seperti yang terjadi di Trenggalek, Jawa Timur. Di sana dua istri seorang saudagar kaya saling berkelahi.

Perkelahian ini benar-benar adu fisik dan menyebabkan pihak yang kalah terluka. Makanya perkelahian dalam rumah tangga ini berujung ke kantor polisi, tepatnya ke Polsek Watulimo. Bahkan pihak polsek meneruskan kasus ini ke Kepolisian Resor (Polres) Trenggalek.

“Kasus ini sudah kami limpahkan ke Polres agar bisa ditangani unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak),” kata Kapolsek Watulimo AKP Hariyanto.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Trenggalek pun tengah menyelidiki kasus penganiayaan yang melibatkan dua perempuan di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo. Keterangan polisi, dua perempuan yang sama-sama menjadi istri seorang saudagar kaya-raya itu terlibat cekcok mulut dan berujung pada perkelahian.

Tuinem (40), nama istri muda, kalah dalam adu fisik tersebut setelah tubuhnya didorong keras oleh Jumiatun (50) si istri tua. Tuinem terjengkang ke belakang dan kepalanya membentur selokan.

“Tuinem ini lantas melaporkan kejadian ini karena merasa telah menjadi korban penganiayaan,” kata Hariyanto.

Hasil pemeriksaan sementara polisi, kronologi kejadian diawali pelapor berjalan hendak belanja ke pasar. Saat berada di Dusun Karangsono, Desa Karanggandu, dia dihadang Jumiatun. Dalam sekejap keduanya terlibat pertikaian mulut hingga terjadilah kontak fisik.

Jumiatun yang pagi itu kebetulan sedang menyapu di halaman rumahnya langsung memukul madunya dengan sapu lidi. Tidak berhenti di situ, Jumiatun yang diduga telah memiliki rasa dendam sejak awal akibat diduakan suaminya semakin brutal. Dengan penuh emosi dia menjambak rambut Tuinem lalu mendorong tubuh Tuinem hingga jatuh ke tanah.

Kejadian itu berulang sampai dua kali, dan akibatnya fatal. Kepala Tuinem terluka akibat terbentur selokan di lokasi kejadian.

“Korban yang tak terima dengan aksi penganiayaan pelaku melapor ke polsek,” kata Hariyanto

Dua Gadis ABG Dirobek Perutnya Karena Minta Pertanggung Jawaban Pacar Atas Kehamilannya

Kasus penyerangan dua pria bergolok ke kamar kosan dua gadis ABG di Kiaracondong Bandung, hingga Rabu malam masih jadi bahan perbincangan warga setempat. Dikabarkan, Riski,19, yang ditusuk di perut hingga ususnya keluar dikabarkan sedang hamil lima bulan. Warga menduga kuat, pria yang menyerang diduga kuat pacarnya atau suruhanya dengan rencvana akan membunuh korban.

“Kami sempat melihat korban itu sedang hamil. Tapi tak berani nanya karena korban baru beberapa bulan ini kos di pemukiman padat penduduk di Kiaracondong,” kata sejumlah ibu rumah tangga.

Dengan adanya kejadian itu, warga semakin kuat dugaan korban rencananya akn dibunuh karena hamil.  Selama ini tak, kata warga,  tak ada pria yang bertamu ke kosan korban. rabu siang, ada kabar jika korban ada yang menusuk. ” Kelihatanya korban minta pertanggungjawaban,” kata Yoyoh,36, seorang ibu rumah tangga.

Diberitakan, dua pria berhelm menyerang kamar kosan Riski, di Jalan Kiaracondong, Bandung. dalam peristiwa itu, korban luka serius karena ditusuk golok, kemudian temannya Sirti,19, mengalami luka robek di paha akibat tusukan senjata tajam. Akibat insiden tadi, kedua ABG kini dirawat di RS Pinda dan RSHS Bandung. Terkait kasus tadi, polisi dari jajaran Polsek Kiaracondong meduga kuat motifnya pribadi. ” Kami masih melakukan penyeldikan,” kata Wakapolsek AKP Sharlu Sollu.

Sejumlah petugas Unit Gawat Darurat (UGD) RSHS Bandung, yang menangani korban Riski, menyebutkan, korban masuk rumah sakit sekira pukul 17.00. Berdasar hasil pemeriksan kolrban mengalami luka serius di bagian perut. ” Meski perutnya luka namun kondisi janin yang ada dikandungan korban selamat,” katanya. Petugas mengakui, tusukan senjata tajam di perut korban tak tembus ke rahim sehingga kondisi janin normal

Devie Kabur Bersama Pria Kenalannya Di Facebook yang Ganteng

Devie Permatasari (13), siswi kelas VIII SMPN 28 Bandung amat tertegun dengan ketampanan Reno Tofik (21), alias Tofih Hidayat. Tapi, tampang Reno yang keren itu baru ia lihat di jejaring sosial Facebook. Wajah aslinya dia belum mengetahuinya.

Devie pun masih antusias saat Reno menjemputnya, usai pulang sekolah pada Selasa (5/10/2010) lalu. Devie mengaku melihat wajah Reno tampan. Dia tak mneyadari bahwa wajah asli Reno tidak sama dengan wajah Reno yang dipampang di Facebook. Remaja kelahiran Bandung 23 Agustus 1987 ini mau saja ketika diajak jalan-jalan.

Hari berganti. Devie mulai menyadari kalau Reno tidaklah sama dengan Reno yang ia idamkan selama ini, Reno yang tampan seperti yang tergambar di Facebook.

“Waktu itu mah da kelihatannya cakep banget. Tapi sekarang mah, kok jadi lain,” kata Devie.

Reno yang memiliki nama asli Tofik Hidayat bin Suwandi, adalah pria yang berpofesi sebagai sopir. Dia selalu merayu Devie agar tetap bersamanya hinggga pada akhirnya Polisi berhasil menguak niat jahatnya.

Reno sengaja mengubah foto aslinya dengan foto orang lain dengan tampang lebih ganteng. Tujuannya agar Devie takluk dalam pelukannya. Jurusnya terbukti ampuh karena Devie pun bisa dibawa kabur hingga 15 hari.

Polisi berhasil mengembalikan Devie ke pangkuan orangtuanya setelah melakukan penyamaran sebagai keluarga Devie yang hendak menemui keluarga Reno.

Kapolsektabes Lengkong Bandung, AKP Philemon Ginting di Mapolsektabes Bandung, Kamis (21/10/2010), mengatakan, Tofik ditangkap karena membawa pergi seorang wanita yang belum cukup umur tanpa dikehendaki orangtuanya. Yang menjadi modus operandinya, serangkaian kata-kata bohong untuk bisa berkenalan melalu jejaring sosial facebook.

“Tipu muslihat agar korban mengikuti kehendaknya. Reno atau si Tofik ini mencari korban dengan cara tipu muslihat untuk dibawa pergi melalui facebook itu,” ungkap Philemon.

Usdi Ruswandi (52), ayah Devie Permatasari (13) mengaku benar-benar ingin menghajar Reno Tofik yang membawa lari selama 15 hari anaknya. Ia tak rela anaknya dinikahi pria yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir ini.

Saat ditemui di Mapolsektabes Lengkong, Bandung, Kamis (21/10/2010), selain kedua tangannya gemetaran menahan marah. Nada suara Usdi pun terdengar pelan dan bergetar karena saking menahan amarah. Ia tak mau menemui Reno yang memiliki nama asli Tofik Hidayat itu.

“Saya tidak rela anak saya dinikahin sama dia. Dengan dalih apa pun. Saya tak rela. Sudah, cukup. Saya marah dan rasanya ingin gimana sama orang itu. Keuheul pisan. Teungteuingeun,” kata Usdi dengan nada suara gemetaran seolah menahan amarah.

Tak terlukiskan perasaan bahagia Usdi saat menerima kabar dari kepolisian bahwa anak bungsunya sudah diketemukan. Pada Rabu (20/10) malam, sekitar pukul 20.00, pegawai Pos dan Giro bagian Kemitraan itu dijemput petugas. Tepatnya usai menggelar pengajian keluarga yang mulai rutin yang dilakukan ba’da Isya guna mendapat pertolongan dan kemudahan dari Allah SWT.

Siti Aisyah, ibunda Devie histeris memeluk anaknya. Sambil menangis, ia seakan mengungkapkan rasa penyesalannya. Devie hanya sesenggukan berada dalam pelukan ibunya. Dalam tangisannya, Aisyah mengungkapkan betapa dia sangat menyayangi putri bungsunya itu.

“Vie, mamah teh sayang pisan sama Devie. Entong, entong deui-deui ninggalkeun mamah nya. Mamah sayang pisan sama Devie. Sayang,” ujar Aisyah sambil berurai air mata.

Usdi mencoba menenangkan istri dan anaknya yang tengah melepas rindu di ruang Kapolsektabes Bandung disaksikan wartawan. Aisyah duduk disofa disamping Usdi dengan mata sembab karena selama ini ia mengaku hampir setiap saat dirinya menangis teringat Devie.

“Kami sekeluarga berterimakasih kepada pak polisi dan media yang telah membantu hingga Devie bisa pulang kembali. Sekarang mah saya serahkan semua sama yang berwajib. Yang penting anak saya sekarang sudah kembali,” kata Usdi.