Pak Haji Umur 62 Tahun Ditembak Karena Melarang Orang Kencing Dipagar Rumahnya

Pistol alias beceng banyak beredar di tangan orang tak bertanggungjawab. Nyawa Pak Haji nyaris melayang akibat ditembak seorang pria hanya karena dilarang kencing di depan rumahnya di  Jl. Tipar Cakung, RT10/01, Sukapura, Cilincing, Jakut, Senin (8/11) subuh.

H. Domin, 62, ambruk akibat peluru  bersarang di lutut kanannya. Sebelum ditembak, bos bengkel ini sempat berkelahi dengan pelaku namun ia kalah tenaga. Lelaki misterius itu kabur pakai dua motor Suzuki Satria bersama tiga temannya yang menunggu di seberang jalan.

Informasi yang dihimpun, sekira Pk. 04.30 Domin yang akrab disapa Pak Haji, keluar rumah untuk berolahraga. Sedang istrinya, Hj. Badriah,50, sedang salat. Saat ia membuka rolling door,  di pagi buta itu Pak Haji melihat pria berbadan gempal mengenakan jaket hitam, buang air seenaknya di pohon yang menempel di dinding rumah merangkap bengkel miliknya.

Ayah lima anak ini lalu menegur orang tersebut, namun lelaki itu malah marah sehingga terjadi cekcok. “Emangnya nggak boleh kencing di sini ?” kata pria itu seperti ditirukan Pak Haji.  “Ya jelas, yang kamu kencingin ini tempat usaha saya,” balas Pak Haji.

Mendengar ucapan itu, pelaku langsung memukul wajah korban. Meski usianya cukup tua, Pak Haji melawan bahkan membenturkan kepala pria tersebut tiga kali ke tembok.    “Dia terus menyerang saya dengan tendangan dan pukul. Tapi dapat saya tangkis,” ingatnya.

Perlawanan Pak Haji membuat pria tadi marah. Pelaku mencabut senjata api dari pinggangnya lalu menembakkan ke arah kepala Pak Haji, tapi tak meletus. Kembali pelatuk senjata ditarik dan moncongnya di arahkan ke perut dan dada korban, tidak meletus juga.

“Saya kira yang dia keluarin pisau dari balik bajunya. Saya hanya bisa pasrah,” ujar Pak Haji, sembari menyebutkan ia bisa selamat hanya karena izin Allah.

LUTUT DITEMBAK

Lantaran pistolnya mecet, pria tersebut berlari ke arah ke tiga rekannya yang menunggu di seberang jalan. “Itu pistol pelurunya ada, kamu tembak aja dia biar mati,” kata Pak Haji menirukan ucapan lelaki yang di seberang.

Suasana yang sepi membuat pelaku makin beran. Ia kembali berlari ke arah Pak Haji, lalu kembali menyerang pakai senjata api. H Domin dengan sigap menangkap tangan pelaku, saat itulah terdengar letusan. “Lutut saya kena tembak,” ujar korban.

Teriakan Pak Haji membuat anak bungsunya, Zainal,25, keluar rumah dan langsung menolong bapaknya. Sementara para pelaku sudah kabur. Dokter RSUD Koja yang mengoperasi korban menemukan proyektil peluru diduga dari jenis senjata revolver.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s