Para Senior Paskibra Pelaku Pelecehan Seksual Yang Mengalami Kelainan Seksual Sampai Saat Ini Belum Di Proses Secara Hukum

Hingga kini Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka dalam peristiwa kekerasan dan pelecehan seksual dalam pelatihan Paskibra DKI Jakarta angkatan 2010, di Cibubur, Jakarta Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyampaikan, belum ada pihak yang dinyatakan harus bertanggungjawab dalam kejadian ini.

Pemeriksaan saksi-saksi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Disorda) DKI Jakarta dan Purna Paskibra Indonesia (PPI) terus dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait kejadian itu.

“Baru periksa saksi-saksi, tersangka belum ditetapkan,” ujar Boy saat dihubungi VIVAnews, Miggu malam, 21 Noveber 2010.

Sementara itu orangtua korban pelatihan Paskibra 2010, Jusuf Ginting, membenarkan kalau proses penyidikan yang dilakukan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya sangat lamban.

Menurut Ginting, sejak tiga bulan lalu saat kasus ini dilaporkan ke polisi, dirinya hanya satu kali mendapat informasi resmi dari polisi mengenai perkembangan kasus ini.

“Memang proses di Polda lambat. Sebulan lalu saya ke sana baru empat yang diperiksa,” ujar Ginting.

Namun Ginting sadar tidak dapat menghakimi polisi karena proses yang lamban itu. Dirinya hanya berharap kasus ini selesai dengan tuntas, dengan dilaksanakannya persidangan.

Terkait hal ini, Ginting bersama dengan orangtua korban yang lain akan mendatangi Polda Metro Jaya, Senin 22 November 2010, untuk mempertanyakan kasus ini kepada penyidik.

Ginting menambahkan, terkait kasus kekerasan pada anggota paskirab laki-laki, dirinya kembali menambahkan tersangka dalam kasus tersebut. Ada enam nama baru yang ditambahkan menjadi telapor.

“Mereka tentu saja pengurus dan senior. Semua orang-orang yang terlibat dalam kejadian push up dingin,” ujar Ginting.

Usaha untuk mediasi kasus ini menurut Ginting juga terus dilakukan pihak yang menjadi terlapor. Mereka berusaha untuk mengajak memediasikan lagi kasus ini.

“Tidak mau saya. Sudah saja biar proses hukum berjalan. Biar saja terungkap di persidangan,” ujar Ginting lagi.

Tanggap miring lain datang juga datang dari Loreen Neville Djunidi, orangtua korban paskibra putri. Berbeda dengan Ginting, Loreen telah mendapatkan informasi dari polisi satu pekan lalu.

Penyidik telah memintai ketarangan terhadap delapan saksi dan Kepala Bidang Kepemudaan, Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Firmasyah.

Lorren berharap proses hukum berjalan sampai persidangan, agar hal ini tidak terjadi lagi. Menurut dirinya, banyak pihak yang harusnya berterima kasih atas terbongkarnya kejadian ini.

Bayangkan bila tidak terbongkar. Tahun depan anak saya akan jadi pelakunya. Ada orangtua lain yang melaporkan anak saya ke polisi,” ujarnya.

Seperti dalam dokumen pengakuan anggota Paskibraka yang didapat VIVAnews, misalnya mengisahkan sebuah peristiwa pada Minggu 4 Juli 2010.

Ketika itu sejumlah peserta wanita, oleh para senior mereka yang juga sama-sama perempuan, kembali diminta berbaris di depan pintu kamar tidur.

Pada hitungan kesepuluh diminta membuka seluruh baju mereka lagi. Sembari membawa gayung dan sikat gigi, mereka diminta berbaris dengan sikap sempurna di depan pintu kamar mandi, masih dalam keadaan telanjang bulat. Perpeloncoan di luar batas kepatutan ini terjadi hingga keesokan harinya.

Sementara kekerasan yang diterima anggota paskibra lelaki berupa push up bertumpuk atau ngetren dengan nama push up dingin di kalangan anggota paskibra.

Paskibraka putra diminta untuk membuka seluruh pakaian mereka. Mereka kemudian dikumpulkan dan berbaris di depan pintu kamar mandi.

Di sela-sela mereka mandi, sejumlah senior memerintahkan mereka untuk melakukan push-up dingin. Ini dilakukan dalam keadaan tanpa busana dan bertumpuk hingga empat orang, sambil disirami air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s