Siswi SMP Umur 13 Tahun Kabur Bersama Tukang Sate Yang Biasa Mangkal Di Depan Rumah

SEORANG siswi kelas dua SMP di Cileungsi, Bogor, dua kali diculik oleh seorang penjual sate yang kerap mangkal di dekat rumahnya, Taman Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Siswi berwajah cantik bernama Marsha Rianda Putri (13) itu dinyatakan hilang pertama kali pada 23 Oktober lalu. Pelaku sempat mengembalikan korban kepada orangtuanya, namun sekitar dua pekan kemudian diculik lagi.

Menurut Achyat Riyadi (40), ayah korban, tudingan bahwa tukang sate itu adalah pelaku penculikan karena pria tersebut menghilang dan tak pernah berdagang lagi bersamaan dengan hilangnya Marsha. Selain itu, Marsha sebelumnya sempat terlihat ngobrol dengan tukang sate tersebut.

Achyat mengisahkan, saat kejadian pertama pada Sabtu, 23 Oktober, dia bersama istrinya gelisah karena sampai sore anaknya belum juga pulang sekolah. Akhirnya mereka mendapat kabar dari teman Marsha bahwa putrinya itu tak masuk sekolah karena dijemput seorang pria.

“Kami kaget bukan kepalang. Teman anak saya bilang, penjemput masuk sampai ke halaman sekolah,” ujarnya.

Setelah menunggu sampai malam, putrinya tak juga muncul, Achyat lantas melaporkan kejadian itu ke Polres Bogor. Namun, setelah berhari-hari menunggu, tak juga ada kabar dari kepolisian. Saat ditanya, polisi malah terkesan menyepelekan laporannya itu.

“Alasannya aneh. Katanya masih koordinasilah atau SP2-nya belum turun. Jawaban ini, membuat kami tambah khawatir tentang keselamatan anak kami,” tuturnya.

Akhirnya, Achyat bersama saudara-saudaranya berupaya sendiri mencari Marsha ke berbagai tempat. Sebulan kemudian, atau sekitar pertengahan November, pihaknya mendapat kabar bahwa anaknya berada di Madura bersama pedagang sate yang biasa mangkal di dekat rumahnya itu.

Guna menjemput si buah hati, Achyat lantas berkoordinasi dengan polisi. Namun, sebelum berangkat ke Madura, Achyat mendapat kabar dari polisi bahwa pelaku dan anaknya sudah meninggalkan rumah di Madura dengan menggunakan angkutan kota. “Kami heran, mengapa pelaku tahu bahwa kami akan berangkat ke Madura,” lanjutnya.

Pria ini tetap nekat membawa pulang putrinya. Setelah berkoordinasi dengan Polres Sampang, Madura, Achyat berangkat ke sana. Sesampainya di Madura, pria ini langsung menuju ke rumah salah satu anggota Polsek Sreseh untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut. Sialnnya, Polsek Sreseh tak berani melakukan pengamanan dengan alasan belum memiliki dasar.

Achyat akhirnya mendatangi rumah Kepala Desa Sreseh untuk mendapat informasi.

“Aneh sekali, Kepala Desa mengatakan anak kami selalu menolak untuk diantar pulang. Jadi, dari situlah saya berkesimpulan bahwa anak saya berada di bawah pengaruh guna-guna karena anak saya tidak mungkin ganjen apalagi mau sama tukang sate yang miskin,” katanya.

Diculik di Bandung

Pria itu akhirnya pulang dengan tangan hampa ke Bogor. Pada 22 November, dia mendapat telepon dari penyidik Polres Bogor agar segera menuju Polres Sampang karena anaknya sudah ditemukan.

Setelah berangkat ke sana, Achyat berhasil bertemu putri tercintanya, walau sang anak dalam kondisi kurang sehat dan langsung dibawanya ke Bogor.

Marsha dibawa ke Bogor dan beberapa hari kemudian diungsikan ke rumah neneknya di Bandung. “Yang kami sayangkan, pelaku tidak diamankan polisi, sehingga pelaku berusaha kembali mencari anak saya,” katanya.

Beberapa hari kemudian, Achyat kaget karena neneknya menghubungi bahwa Marsha diculik lagi. “Anak saya pada 2 Desember lalu dibawa lari lagi oleh pelaku yang sama. Sampai saat ini kami tidak mengetahui di mana anak kami berada,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah anaknya berpacaran dengan pelaku, Achyat mengatakan tidak. “Anak saya tidak pacaran karena sudah saya larang,” tegasnya.

Sementara itu, M Rizki Nasution dari bagian Pengaduan Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus mengikuti proses yang tengah dilakukan aparat kepolisian. “Kami tetap melakukan monitor apa yang bisa kami bantu terhadap kasus itu, tapi ini kan masih dalam ranah mereka (penyidik kepolisian),” paparnya.

Rizki sudah menyampaikan saran kepada orangtua korban untuk memeriksakan fisik Marsha agar diketahui ada-tidaknya kekerasan. “Kami proaktif dengan penyidik dan mendesak polisi untuk menjadikan tersangka ke dalam daftar pencarian orang. Kami curiga kasus ini ada kaitannya dengan trafficking (penjualan anak),” urainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s