Preman Pasar Cisoka Mantan Napi Nusakambangan Tewas Setelah Kalah Duel Dengan Bocah Ingusan

Tidak terima melihat orantuanya sering dianiaya seorang pemuda nekat membacok preman Pasar Cisoka, Tangerang hingga tewas.

Peristiwa yang terjadi di Kampung Saga, Desa Caringin, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Jumat (17/12) dinihari. Usai membunuh korban, pelaku langsung melarikan diri.

Korban M. Hubudinalias Abudin,32, warga Kampung Saga Desa Caringin Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang ini meregang nyawa ketika akan dibawa ke rumah sakit oleh warga.

Korban yang dikenal sebagai preman pasar Cisoka ini menderita luka bacok di bagian kepala, punggung dan dada sebelah kiri. Korban kemudian dibawa petugas ke RSU Tangerang untuk di otopsi.

Informasi yang diperoleh, kejadian naas ini terjadi sekitar pukul 00.30, saat itu mantan napi kasus pembunuhan ini nongkrong di warung kopi di Kampung Saga Desa Caringin RT 03/03, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Tiba-tiba, pelaku yang bernama Indra,22, mendatangi korban. Dengan membawa sebilah golok, pelaku langsung membacok kepala, punggung dan dada sebelah kiri setelah sebelumnya sempat cekcok mulut dengan korban.

Melihat korban bersimbah darah, pelaku kemudian kabur meninggalkan korban.

Menurut Kapolsek Cisoka, AKP Panut, motif pembacokan terhadap mantan napi itu diduga dikarenakan pelaku sakit hati terhadap korban yang sering menganiaya Dayat, 50, orangtua pelaku.

Dayat yang bekerja sebagai keamanan Pasar Cisoka, Kabupaten Tangerang ini sering dianiaya oleh korban. “Ayah pelaku sering dianiaya oleh korban dengan ditendang, dijambak, sepertinya pelaku tidak senang melihat penganiayaan yang terus dilakukan korban, sehingga korban dendam,”kata Panut.

Menurut warga sekitar, korban yang pernah mendekam di LP Nusakambangan ini sering berbuat onar di Pasar Cisoka.

Kesal sering menganiaya orangtuanya, Indra kemudian membuat perhitungan terhadap Abudin. “Kalo berani, jangan sama orangtua,”ujar Kapolsek meniru ucapan pelaku.

Mendengar tantangan dari pelaku, korban kemudian mengejek Indra. Saat itu Abudin mengatakan kalau Indra hanyalah anak kecil dan tidak punya nyali untuk melawan dirinya. Mendengar ucapan korban, Indra kemudian mendatangi Abudin yang tengah nongkrong di warung kopi.

Di tempat tersebut, Indra membacok korban hingga ambruk. Usai membunuh preman pasar tersebut, Indra bersama ayahnya itu langsung menghilang. “Pelaku dan orangtuanya hingga kini menghilang,” ungkap Panut.

Berdasarkan kejadian itu, pelaku diancam pasal 353 ayat 3 yakni tentang penganiayaan yang direncanakan sehingga mengakibatkan orang meninggal. Serta diancam juga dengan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggalnya orang.

“Pelaku terancam pasal351 ayat 3 dengan ancaman 9 tahun penjara,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s