Sopir Koasi Rawa Lumbu Berkomplot Dengan Tukang Ojek Rampok Rumah Wanita Di Depan Tempat Mangkalnya

Dua dari lima perampok yang menganiaya wanita lajang di Jalan Bojong Megah Raya, Bojong Rawa Lumbu, Bekasi Timur, roboh ditembak petugas Polsek Bekasi Timur, Senin(27/12) pagi. Terbongkarnya kawanan ini karena salah satu tersangka menyerahkan diri lantaran dihantui dosa.

Kini tersangka Supriyanto (kaki kanan ditembak), Trimo, Ismail, Wahyu (paha kiri ditembak) dan Ahmad Hamdani diperiksa intensif, barang bukti berupa mobil Toyota Inova B 8151 DY, 3 lembar fotocopy STNK dan sebuah kunci mobil disita.

Perampokan yang dilakukan komplotan ini pada Sabtu, 11 Desember 2010 sekitar pukul 01.30 di rumah Lyly Miliani,45, di Jalan Bojong Megah Raya Blok C 31 RT 3/17, Bojong Rawa Lumbu, Bekasi Timur. Wanita karyawati perusahaan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok ini dianiaya penjahat lalu diikat di kamar mandi dengan mulut disumpal kain pel. Sejumlah BH, celana dalam dan lain lain serta mobil dibawa kabur pelaku. Luka berdarah di kening akibat pukulan kayu, membuat korban melapor ke Polsek Bekasi Timur. (Pos Kota 12/12).

Menurut tersangka Wahyu, ia diminta tersangka Supriyanto menjualkan mobil Inova hasil kejahatan. Mobil tersebut dibawa Wahyu ke arah Cihampelas, Bandung . Namun mobil tersebut tak jua ada yang mau membelinya. Bahkan janji Supriyanto yang akan memberinya uang Rp 3 juta tak jua terealisasi sampai janji memberi uang makan Rp 150 ribu Wahyu belum menerimanya.

” Mobil saya parkir di depan gang rumah orangtua saya. Saya selama itu selalu tidur di mobil menunggu pembeli. Makan minta sama orangtua, Istri dan seorang anak saya tinggal di Bekasi,” papar Wahyu tertunduk.

Jumat(24/12) siang, anggota Polda Jabar datang meneliti mobil Innova abu-abu metalik yang plat nomornya sudah diganti dengan nomor palsu B 8181 Y. Saat ditanya petugas soal kelengkapan surat kendaraan, Wahyu tak bisa berbuat apa-apa. Kemudian mobil itu diamankan di Polda Jabar.

Minggu (26/12) karena takut selalu dihantui dosa, lelaki karyawan percetakan dan kuli bangunan ini lari ke Bekasi. Ia menyerahkan diri ke Polsek Bekasi Timur. “Semula saya menutupi teman-teman saya. Namun akhirnya saya memberitahu lantaran tak tahan,” paparnya.

Senin(27/12) sekitar pukul 08.00 Wahyu dibawa menunjukkan tempat persembunyian para perampok ini. Empat temannya itu pun ditangkapi di pangkalan koasi K 11 B maupun di Rawa Lumbu. Mereka sopir koasi berkomplot dengan pengojek.Awal beraksi, Supriyanto bersama Ismail, Ahmad Hamdani dan Trimo, menyusun rencana berkumpul di depan bengkel motor Antusias. Supriyanto masuk rumah korban setelah memanjat pohon di belakang rumah kosong dekat rumah sasaran.

Lewat genteng yang dibukanya, Supriyanto masuk ke rumah lalu mencari barang yang bisa diambil. Namun ketika hendak mengambil HP korban terbangun lalu digetoknya kepala wanita itu pakai kayu. Emas, HP dan peralatan kecantikan serta tas berisi uang Rp 400 fribu disikatnya. Sementara teman-temannya yang menunggu di luar ada yang megawasi dari mobil angkot, dari motor ojek maupun membukakan pintu gerbang.

Ahmad Hamdani masuk setelah pintu dibuka Supriyanto. Darah yang tercecer di lantai ruang tengah dibersihkan Ahmad termasuk darah yang mengucur di kening korban. Berhasil menyandera korban di kamar mandi, Supriyanto menggunakan tangga naik ke lantai atas menutup genting yang dibukanya saat masuk.

Kemudian Ahmad membuka pintu garasi dan Supriyanto mengenakan pakaian wanita termasuk mengenakan mukenah korban untuk mengelabui warga.

Setelah mengeluarkan mobil, Ahmad menutup pintu garasi, Mobil dibawa ke Perumahan Mutiara Gading untuk dijual. “Pakaian maupun tas saya buang di Kali Malang,” tukas tersangka Supriyanto. Kemudian mobil tersebut dibawa lagi ke daerah Jatimulya, selanjutnya oleh Wahyu dibawa ke Cihampelas.

“Gelang korban saya jual laku Rp 200 ribu di pembeli emas keliling di Rawa Panjang. Saya kebagian Rp 100 ribu,” papar Trimo, seraya uang penjualan tersebut dibagi dua sama Supriyanto. Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kompol Ade Ary Syam Indradi mengatakan tersangka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman seumur hidup karena mekakukan aksi bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s