Karena Ketika Kecil Pernah Disodomi, Sartono Balas Dendam Dengan Menyodomi 69 Anak dan Menjadikannya Pelacur Bagi Kaum Homoseksual

Anak remaja laki-laki yang jadi korban sodomi Sartono (34) bertambah. Jika awalnya Sartono, tersangka pencabulan serta perdagangan anak remaja, mengaku hanya mencabuli 39 anak, dalam penyidikan ia kemudian mengaku telah mencabuli 96 anak.

Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Metro Kepulauan Seribu Ajun Komisaris Reynold E P Hutagalung, Rabu (12/1) di Cilincing, Jakarta Utara. ”Dua tahun terakhir tersangka mengaku telah menyodomi 54 anak dan sebelumnya 42 anak. Rata-rata korban berumur sekitar 14 tahun hingga 17 tahun,” ucapnya.

Menurut Reynold, dari pengakuan tersangka, hampir seluruh korbannya adalah anak jalanan yang tinggal di sekitar stasiun kereta. Beberapa stasiun kereta yang sering menjadi daerah incaran Sartono adalah Jatinegara, Serang, Karawang, Cikampek, Purwakarta, dan Bandung.

”Tersangka sering beraksi memperdaya anak-anak remaja korbannya di gerbong-gerbong kereta rusak. Selain melakukan sodomi, tersangka juga melakukan kekerasan fisik dan psikis pada anak-anak remaja itu,” ujarnya.

Korban

Melihat kecenderungan tindakan pencabulan yang dilakukan tersangka, polisi menduga Sartono juga pernah jadi korban pencabulan. Untuk memperkuat dugaan itu, Polres Metro Kepulauan Seribu kemudian berinisiatif memeriksakan kondisi fisik tersangka ke Rumah Sakit Polri. Hasilnya, ternyata Sartono sering melakukan hubungan seksual lewat anus.

”Setelah kami telusuri, ternyata tersangka mengaku pernah menjadi korban sodomi sejak berusia 13 tahun. Hal ini diperkuat dengan hasil pemeriksaan Rumah Sakit Polri yang menyatakan anus tersangka telah rusak,” kata Reynold.

Sebelumnya, tersangka tak pernah mengaku apabila dirinya pernah menjadi korban sodomi. Bahkan, Sartono yang merupakan warga Dusun Wage RT 03/ RW 01, Dusun Sinarancang, Kecamatan Mundu, Cirebon, itu memiliki seorang istri dan empat anak.

Dengan latar belakang itu, polisi menduga Sartono memiliki kecenderungan biseksual. Artinya, ia memiliki ketertarikan seksual kepada wanita maupun laki-laki.

Sartono tertangkap polisi di Stasiun Kota, Jakarta Barat, setelah sempat melarikan seorang remaja berinisial HR (14), asal Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Selama diculik, HR disodomi sebanyak 18 kali. Karena tak punya uang, tersangka menjual korban kepada para lelaki homoseksual dengan imbalan Rp 25.000 hingga Rp 50.000 per transaksi.

Di bawah ancaman tersangka, HR dipaksa melayani para laki-laki homoseksual. Sementara uang hasil transaksi seluruhnya diminta Sartono.

Selama 1,5 bulan, korban dibawa Sartono berkeliling ke beberapa kota, mulai Serang, Cikampek, Purwakarta, hingga Bandung. ”Ketika singgah lagi di sebuah hotel di Serang, korban dimarahi tersangka karena uang hasil transaksi, Rp 50.000, ternyata palsu. Korban lalu diminta mengembalikan uang itu. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan korban untuk kabur,” kata Kepala Polres Metro Kepulauan Seribu Ajun Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar.

Dalam kondisi tertekan dan takut, korban akhirnya berhasil lolos hingga ke Muara Angke, Jakarta Utara. Polisi kemudian membantu HR dan mengantar ke keluarganya di Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.

Dari penemuan inilah aksi pencabulan Sartono kemudian terungkap. Pencarian Sartono sempat terkendala karena dia sering berpindah-pindah dan berganti nomor telepon.

Dari keterangan korban, Sartono diduga telah melakukan tindak pidana sesuai Pasal 328 KUHP dan Pasal 83 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

One response to “Karena Ketika Kecil Pernah Disodomi, Sartono Balas Dendam Dengan Menyodomi 69 Anak dan Menjadikannya Pelacur Bagi Kaum Homoseksual

  1. Ping-balik: Kasus Sodomi Anak dan Perilaku Homoseksual Anak « Fight For Freedom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s