SIswi Madrasah Tsanawiyah Diperkosa Ayah Tiri Selama Empat Tahun

Bejat sekali perbuatan Misdana Saputra (58). Bapak tiga anak ini tega mencabuli anak tirinya, Mawar (14)—bukan nama sebenarnya, sejak duduk di kelas V sekolah dasar (SD). Selama empat tahun perbuatan keji Misdana tidak ketahuan karena Mawar tidak berani bercerita.

Peristiwa itu berawal ketika Mawar masih duduk di SD. Ayah tirinya yang tinggal serumah di Desa Jamil, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, memerkosa gadis ingusan tersebut tidak hanya sekali, tetapi berulang-ulang.

Mawar dinodai petani serabutan itu saat seisi rumah sedang tidur. Tak tahan dengan perlakuan ayahnya, siswi kelas IX sebuah madrasah tsanawiyah di Pantai Hambawang itu mencurahkan isi hatinya kepada ibunya, Hap (32), hingga kasus ini terbongkar.

Setelah kasus ini dilaporkan ke polisi, Misdana kabur. Beruntung, tujuh bulan setelah ia melarikan diri, polisi berhasil membekuknya di rumah kontrakannya, Jalan Pendidikan, Sangatta, Kutai Timur, Rabu (26/1/2011) malam lalu.

“Kami sedang meluncur ke Barabai dari Kutai untuk membawa pelaku,” kata Kapolres Hulu Sungai Tengah AKBP Hendro Wahyudin melalui Kapolsek Labuan Amas Selatan Ipda Nur Alam, yang memimpin langsung penangkapan.

“Saat ditangkap, Misdana sedang santai di rumah kontrakannya. Misdana hendak kabur, tetapi kami berhasil mencegahnya,” tambahnya.

Menurut dia, tersangka biasanya tidur seranjang dengan korban, sedangkan ibunya justru tidur dengan adik korban di bawah. Pencabulan dilakukan tersangka sejak korban masih duduk di kelas V SD. Awalnya korban disuruh memijat, lama-kelamaan tersangka bernafsu dan menyetubuhi korban. “Korban terpaksa menerima ajakan ayah tirinya karena diancam pelaku,” katanya.

Kejadian itu berulang-ulang hingga korban duduk di kelas III madrasah tsanawiyah. Perbuatan pelaku baru terbongkar pada 27 Juli 2010. Saat itu pelaku yang kembali ingin mengulang perbuatannya ditolak korban.

“Pelaku lalu marah-marah dan bahkan hendak mengusir korban serta mengancam memberhentikan sekolah yang dibiayainya,” terang Nur Alam.

Ibu korban, Hap, yang mencoba membela Mawar, kena imbas. Tidak hanya dimarahi, tetapi Hap juga dipukuli Misdana. “Keesokan harinya, ibunya bertanya kepada Mawar penyebab ayah tirinya marah. Mawar pun bercerita soal penolakannya untuk kembali disetubuhi,” sebut Alam.

Mendengar pengakuan polos Mawar, Hap langsung kaget. Ibu tiga anak ini tidak percaya suami yang menjadi tulang punggung keluarganya tega melakukan hal itu. “Namun, setelah itu ibu korban belum melapor ke polisi karena diancam pelaku. Setelah ibunya bercerita kepada keluarganya, lalu diperintahkan langsung melapor,” kata Nur Alam.

Atas perbuatannya, pelaku diancam pasal berlapis, yakni Pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak mengenai Pencabulan dan Pasal 47 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

3 responses to “SIswi Madrasah Tsanawiyah Diperkosa Ayah Tiri Selama Empat Tahun

  1. pateni wae pak tirine

  2. itu mah bukan diperkosa kali 4tahun mah bilanx aja nafsu sama” pngen iya gx

  3. subhnallah bapa macam apa seperti itu ..
    sungguh terlalu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s