Seorang Pembantu PRT Yang Baru Bekerja 6 Jam Mencoba Meracuni Majikannya Dengan Obat Nyamuk

Iroh, pembantu rumah tangga ini menjadi pergunjingan warga Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, akhir pekan lalu. Dia mengaku memasukkan sekeping obat pengusir nyamuk elektrik ke dalam termos minuman milik majikannya, Tioma boru Hotasoit (32).

Akibatnya, Tioma, bukan Tomia seperti dalam Kompas, Minggu (20/2), merasa mual dan muntah. Merasa keselamatannya terancam, Tioma melaporkan Iroh ke Markas Kepolisian Resor Metro Depok.

Peristiwa itu mengejutkan Tioma. Betapa tidak, dia baru saja menerima Iroh sebagai pembantu, Jumat (18/2) pukul 08.30. Enam jam kemudian Tioma menenggak air gula berisi kepingan obat pengusir nyamuk buatan Iroh.

Saat minum air gula itu, Tioma merasa ada yang aneh dengan bau dan rasanya. Karena curiga, Tioma menuangkan air gula dalam termos tersebut di kamar mandi. Saat itulah dia menemukan sekeping obat pengusir nyamuk di dalam termos. Seketika dia melarang Iroh memegang termos itu karena akan melaporkan hal tersebut ke polisi.

Mendengar kata ”polisi”, Iroh langsung mengaku bahwa dia yang memasukkan kepingan obat pengusir nyamuk ke dalam termos minuman. Tioma langsung menyuruh Iroh keluar rumah seraya memanggil tetangga untuk mengawasinya sambil menunggu kedatangan suaminya, B Sianturi (38).

Bermacam-macam spekulasi muncul dalam benak Tioma dan Sianturi. Pembantu yang baru mereka kenal sudah berani memasukkan barang berbahaya di dalam termos minuman gula.

Sianturi dan Tioma yakin Iroh sengaja melakukan itu. Pasalnya, termos dan obat pengusir nyamuk terletak di ruangan berbeda. Termos terletak di meja makan, sedangkan obat pengusir nyamuk berada di dalam gudang yang terpisah jarak empat meter. Selain itu, obat pengusir nyamuk itu sudah hampir setahun belakangan tidak pernah dipakai.

”Apalagi kejadian siang hari, buat apa memasang obat pengusir nyamuk. Tidak mungkin dia tidak sengaja,” kata Sianturi.

Sianturi menduga ada orang lain yang menyuruh Iroh untuk berbuat jahat. Tujuannya melumpuhkan orang yang ada di dalam rumah. Ketika kejadian memang hanya ada Tioma dan anaknya, Stefan (5), tetapi siapakah yang menyuruh Iroh.

Kepada penyidik, Iroh mengaku tidak kerasan bekerja di rumah Tioma. Karena itu, dia sengaja membuat kesalahan agar diberhentikan dari pekerjaannya. Bagi Sianturi, pengakuan ini terasa aneh karena Iroh baru saja bekerja bahkan belum sampai satu hari.

Tioma mengenal Iroh dari tetangganya bernama Mpok Asih. Karena membutuhkan pembantu, Tioma menerima Iroh tanpa syarat berbelit. Kepada Tioma, dia mengaku berumur 20 tahun. Sementara kepada penyidik polisi, dia mengaku berumur 16 tahun. Tidak ada bukti tertulis mengenai umur Iroh karena dia tak memiliki kartu tanda penduduk. Keluarga Tioma hanya tahu Iroh berasal dari Brebes, sesuai pengakuan Iroh.

Iroh semula tinggal di rumah pacarnya, Amir, di Kampung Sugutamu, Kecamatan Sukmajaya, sekitar dua kilometer dari rumah Tioma. Karena digunjingkan tetangga, Amir meminta tolong Mpok Asih untuk mencarikan Iroh pekerjaan. Mpok Asih-lah yang membawa Iroh ke keluarga Tioma.

Mengenai identitas Iroh, polisi juga masih bingung. Untuk memastikan identitas Iroh, penyidik meminta keluarga Iroh datang ke Mapolres Metro Depok. Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Depok Ajun Komisaris I Gusti Ayu mengatakan, kepastian identitas Iroh penting sebagai dasar perlakuan hukum terhadapnya.

Tetangga Tioma, Afrida (34), mengaku tak mengenal Iroh. Dia baru tahu setelah peristiwa ini muncul.

Kasus keping obat pengusir nyamuk Iroh ini bisa jadi peringatan bahwa kewaspadaan harus tetap ada di rumah kita. Seminggu sebelummya, kejahatan oleh pembantu rumah tangga juga terjadi di rumah Diana (36) di Kecamatan Cimanggis, Depok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s