Pembunuh Satu Keluarga Di Probolinggo Tertangkap Dan Karena Ingin Uang Mudah Sebanyak 500 Ribu

Empat tersangka pembunuhan satu keluarga pemilik Toko Pusaka Jaya di Kota Probolinggo, Jawa Timur, dan satu tersangka penadah barang-barang milik korban tertangkap, Rabu (23/2) sore. Pembunuhan pada Minggu (20/2) tersebut dilatarbelakangi dendam.

Empat tersangka pembunuhan tersebut adalah MNR (29), MT (31), M (24), dan R (17). Adapun tersangka penadah barang curian milik korban adalah P (31), istri MT.

Mereka ditangkap di rumah masing-masing. MNR dan M adalah warga Desa Randupakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. MT dan P adalah warga Desa Umbul, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. Adapun R adalah warga Sumbertaman, Kota Probolinggo.

”Motif pembunuhan adalah dendam setelah MNR tidak dipinjami uang oleh korban Freddy Yuwono,” kata kepala Polresta Probolinggo Ajun Komisaris Besar Agus Wijayanto, Kamis (24/2), di Markas Polresta Probolinggo.

Freddy Yuwono (22) adalah anak Mulyani A Kardjono (58), keponakan pemilik Toko Pusaka Jaya, Liem Soe Niang alias Sri Murni (76). Mereka bersama Yuli Melyanti (28), anak Mulyani, ditemukan tewas dengan luka bacokan di toko yang sekaligus rumah mereka di Jalan Panglima Besar Sudirman 28, Kota Probolinggo, Minggu (20/2).

Kepada polisi, MNR mengaku, awalnya dia berniat utang Rp 500.000 kepada Freddy, tetapi Freddy menolak. MNR kenal dengan Freddy dan juga anggota keluarganya karena dia sudah lama bekerja

di toko bangunan milik Mulyono, adik Mulyani. Dia tidak meminjam uang kepada Mulyono karena memiliki utang hampir Rp 400.000 kepada bosnya itu.

Merasa tersinggung tidak diberi utang, MNR mengajak MT, R, dan M membunuh Freddy dan keluarganya. ”Saya waktu itu pokoknya tidak punya pikiran apa-apa. Yang ada pokoknya pikiran gelap saja. Saat ini, setelah semua terjadi, ya saya menyesal,” kata MNR.

Setelah mematangkan rencana, MNR pun memimpin rencana pembunuhan itu. Dengan berboncengan satu motor, mereka berangkat dari rumah MNR pada Sabtu (19/2) pukul 10.00 WIB menuju rumah korban.

Masuk lewat atap

R dan M bertugas mengawasi situasi dari luar rumah korban, sementara MNR dan MT masuk ke rumah korban pada Minggu sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka memanjat tanaman di depan rumah korban dan naik ke atap. Mereka masuk rumah dengan cara membuka enam genteng dan menjebol eternit.

Pertama, mereka mendatangi Siti Aisyah (25), pembantu keluarga tersebut, dan menyekap Siti di kamarnya. Kemudian mereka ke kamar Mulyani, Freddy, dan Yuli. Saat mereka hendak beraksi, Yuli bangun sehingga dia dibunuh terlebih dahulu, baru kemudian Mulyani dan Freddy. Terakhir mereka membunuh Sri Murni yang berada di kamar sebelah.

Eksekutor utama adalah MT, dia menggunakan celurit dalam aksinya. MNR yang menjadi otak pembunuhan sekaligus pemilik celurit bertugas memegangi para korban.

Selain membunuh, mereka juga mengambil sejumlah barang milik korban, antara lain sepeda motor, enam buah HP, uang, dan rokok. Barang-barang tersebut disimpan di rumah P dan MT di Lumajang.

Agus Wijayanto mengatakan, MNR, MT, R, dan M diancam dengan Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang pembunuhan berencana, Pasal 365 tentang tindakan kekerasan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, serta Pasal 338 tentang pembunuhan.

”Ancaman hukumannya adalah hukuman mati,” kata Agus.

Mulyono mengaku tidak menduga pelaku pembunuhan keluarganya adalah karyawannya. ”Ia ikut saya sejak kecil. Ia juga kenal keluarga kakak saya,” ujar Mulyono

2 responses to “Pembunuh Satu Keluarga Di Probolinggo Tertangkap Dan Karena Ingin Uang Mudah Sebanyak 500 Ribu

  1. Ping-balik: Satu Keluarga Tewas Pemilik Toko Pusaka Jaya Dibantai Perampok Di Probolinggo | Berita Informasi Kriminal Terkini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s