Ibu dan Mahasiswi Di Rampok, Dibunuh dan Mayatnya Diperkosa Oleh Mantan Karyawan

Pembunuhan yang dilakukan Kurniawan Edy Dhusiyanto alias Yanto dan Bagus Martin terhadap mahasiswi Widya Mandala (WM) Surabaya, Mariana Siniwati Bintoro dan ibunya, Tan Pratiwi Dewi Bintoro, benar-benar keji. Setelah dijerat hingga tewas, sebagian pelaku diduga mencabuli mayat Mariana.

Empat dari lima pelaku sudah diringkus polisi. Selain Yanto (20), warga Jl Putat Jaya V, tiga tersangka lain yang tertangkap adalah Agung Adi Nugroho (26), warga Jl Kalianak Gg Bunga Rampai; Ahmad Firmansyah alias Mamat (25), warga Jl Kedung Anyar II; dan Zirad Maulana (22) alias Siro, warga Jl Maspati VI. Sedangkan Bagus Martin, warga Jl Pacar Kembang, masih buron.

Berdasarkan pemeriksaan polisi terungkap, pembunuhan itu bermotif dendam terhadap mantan majikannya itu. Korban Tan Pratiwi adalah mantan majikan Yanto dan Martin. Keduanya keluar dari pekerjaan sekitar Lebaran 2010 lalu.

“Saya bunuh Tacik (panggilan Tan Pratiwi) karena dia sering menghina saya. Dia selalu membodoh-bodohkan saya,” ujar Yanto ditemui di Polsek Tambaksari, Minggu (27/2).

Selain itu, Yanto mengaku tak pernah diberi minum berupa teh botol atau sirup selama tiga tahun bekerja hanya air putih saja, sehingga setiap kali kehausan dan ingin teh botol atau coke, mereka selalu membeli minuman di luar.

Di mata Yanto, majikannya juga pelit. Gajinya per hari Rp 29.000 dan tiap tahun hanya naik Rp 3.000. Saat meminjam uang pun sekitar 5 jutaan, Tan Pratiwi tidak mau memberi.

Rasa dendam itu akhirnya mereka lampiaskan dengan merencanakan pembunuhan sekitar dua bulan lalu. Keduanya pun mengajak Agung, Sirad, dan Mamat. Agung itu masih sepupu Yanto. Ketiga tersangka mengaku ikut jengkel setelah mendengar curhat Yanto dan Martin tentang perilaku majikannya.

Selain itu, tiga tersangka juga tergiur hasil rampokan, karena Yanto dan Martin awalnya merencanakan perampokan terhadap mantan majikannya itu. “Kami mau ikut karena ingin dapat banyak uang dari hasil ngrampok di rumah korban,” kata Agung di Mapolsek.

Seperti diberitakan (Surya, 27/2), mahasiswi Widya Mandala (WM) Surabaya, Mariana Siniwati Bintoro (21) bersama ibunya, Tan Pratiwi Dewi Bintoro (49), dibunuh mantan karyawannya sendiri. Tak hanya dibunuh, tubuhnya dibakar kemudian dibuang di Gresik.

Pembunuhan itu diawali penganiayaan di toko dan gudang material bangunan milik korban di Jl Lebak Permai Utara III/11. Keduanya lalu diculik oleh pelaku berjumlah lima orang, lalu dinaikkan paksa ke mobil Daihatsu Luxio nopol L 1781 CV. Setelah dibunuh, mayat keduanya dibuang di wilayah Gresik.

Kedua jenazah warga Jl Lebak Timur Gg IV/5 Surabaya itu saat ditemukan, Sabtu (26/2), kondisinya sangat mengenaskan. Setelah dianiaya dan dibunuh, keduanya dibakar dalam kondisi kaki dan tangan terikat.

Mariana, mahasiswi jurusan akuntansi perguruan tinggi swasta ternama di Jl Dinoyo itu ditemukan di sekitar pertokoan Perumahan Alam Bukit Raya (ABR), Bunder. Dia dua bulan lagi diwisuda. Sedangkan ibunya ditemukan di persawahan dekat pintu masuk Perumahan Morowudi Village di Dusun Tendegan, Morowudi, Kecamatan Cerme.

Hendak Dibuang ke Tretes

Kepada polisi, para tersangka sebenarnya hanya mengincar Tan Pratiwi. Namun, saat menghajar perempuan usia 49 tahun itu, Mariana tiba-tiba muncul. Tersangka pun panik hingga Mariana menjadi sasaran berikutnya. Keduanya lantas disekap di bagian belakang mobil sewaan Daihatsu Luxio L 1781 CV dan hendak dibuang ke kawasan Tretes, Pasuruan.

“Rencana ke Tretes batal karena takut di jalan ada razia polisi. Akhirnya berbalik arah ke Sidoarjo lalu ke Gresik,” kata Mamat yang ditugasi nyetir mobil.

Di sepanjang perjalanan, kedua korban mengalami penyiksaan.

Yanto sempat memaksa Tan Pratiwi menandatangani giro kosong. Maksud tersangka, giro itu nanti akan dicairkan. Dalam kondisi setengah sadar akibat pukulan linggis, Tan Pratiwi pun menandatanganinya.

Namun, setelah itu Yanto mengaku bingung cara mencairkan uang yang nominalnya nanti akan dia tulis setelah membunuh korban. Setelah itu, tersangka meminta ATM milik Tan Pratiwi beserta nomer PIN-nya. Mereka juga merampas ponsel Tan.

Suasana di mobil semakin tegang ketika Tan Pratiwi sadar kalau salah satu pelaku adalah Yanto, mantan karyawannya. “Koen ta To (Yanto). Kok tego koen. Aku ojo dipateni yo. Sakno anak-anakku. Aku njaluk sepuro karo awakmu. Ampun (Ternyata kamu. Kok tega kamu. Aku jangan dibunuh ya, kasihan anak-anakku. Aku minta maaf, ampun),” ujar Yanto menirukan Tan Pratiwi sebelum dibunuh.

Bukannya mengampuni korban, Mamat malah menyela agar keduanya dibunuh saja. Pasalnya, identitas Yanto dan Martin sudah diketahui korban. Di kawasan Krian, Sidoarjo, Sirad dan Agung akhirnya menjerat leher Mariana dan ibunya dengan tali rafia hingga tewas.

Awalnya Agung duduk di bagian tengah mobil. Setelah itu dia bertukar tempat duduk dengan Yanto. Bersama Martin, Agung kemudian mencabuli Mariana yang sudah tak bernyawa.

Setelah itu, Martin meminta untuk berhenti guna membeli bensin dan tinner di kawasan Menganti dan Kedamean, Gresik. Para tersangka mengaku terlebih dulu membuang mayat Mariana di kawasan ruko dekat gerbang Perumahan Alam Bukit Raya, Kebomas, Bunder. Mamat yang membuang mayat Mariana sebelum dibakar oleh Martin.

Kemudian, para tersangka membuang mayat Tan Pratiwi di Perumahan Morowudi Village, Morowudi, Cerme, Gresik. Mayat Tan Pratiwi juga dibakar Martin. “Kami membakarnya untuk menghilangkan sidik jari,” kata Agung.

Dijelaskan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung, terkuaknya kasus ini berawal dari pengakuan keluarga korban, termasuk suami Tan Pratiwi, Yahya Bintoro. “Ada informasi pada Lebaran tahun lalu beberapa karyawan korban keluar dari pekerjaan, antara lain, ya Yanto dan Martin,” ujarnya saat gelar perkara di Polsek Tambaksari, Minggu (27).

Dua tim dibentuk untuk menyelidiki kasus ini. Satu tim dipimpin Kapolsek Tambaksari Kompol Suhartono untuk mengejar Yanto dan Martin. Sedangkan tim lainnya di bawah komando Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi, mengorek informasi dari mantan karyawan korban yang lain, Hanafi dan Iksan.

Penyelidikan terhadap Hanafi dan Iksan mentok. Keduanya memiliki alibi kuat tidak terlibat aksi penculikan dan pembunuhan ini. Terlebih, penyelidikan lain menyebutkan Yanto dan Martin-lah yang terlibat.

Yanto dan Mamat kemudian ditangkap anggota Polsek Tambaksari. Disusul penangkapan Zirad alias Siro di Jl Tembaan atau Maspati. Dari keterangan ketiga tersangka, anggota Unit Resmob kemudian meringkus Agung di rumah kerabatnya di Trenggalek.

“Aksi para tersangka ini sudah dipersiapkan secara rapi,” ungkap Coki. Ini dibuktikan dengan peran para tersangka yang sudah dibagi-bagi. “Mamat yang bertugas menyewa mobil dengan jaminan motor Suzuki Smash W 3446 SD miliknya,” imbuhnya.

Sedangkan Agung kebagian tugas menyurvei lokasi, dan Zirad mengawasi aksi teman-temannya saat aksi penculikan. Yanto dan Martin merupakan penyedia dana. Yanto mengaku sudah mengeluarkan uang untuk sewa mobil dan membeli bensin untuk motor serta bensin untuk membakar korban.

Terkait Martin yang masih buron, Kapolsek Tambaksari Kompol Suhartono mengatakan sudah melacaknya. “Masih pengejaran, tapi sudah bisa kita lacak,” katanya tanpa menyebut lokasi persembunyiannya.

Terkait ancaman hukuman, menurut Kapolrestabes Coki Manuruing, kelima tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati sesuai Pasal 340 subsider Pasal 328 subsider Pasal 365 KUHP terkait pembunuhan yang direncanakan.

One response to “Ibu dan Mahasiswi Di Rampok, Dibunuh dan Mayatnya Diperkosa Oleh Mantan Karyawan

  1. Pelaku pembunuhan yg keji seperti ini hrs di hukum tembak sampai mati di depan umum atau org banyak saja، biar smuanya menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak melakukan pembunuhan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s