Seorang Pria Menikan Demi Kuasai Harta Janda Berakhir Dengan Tewas Digantung

Kematian Susanti (39) yang ditemukan gantung diri bersama suaminya, Minggu (20/3) ternyata bukan karena bunuh diri. Dari hasil visum, ditemukan luka lebam cukup banyak di tubuhnya, seperti bekas penganiayaan pada perut, lengan, dan kakinya.

Dipastikan, perempuan yang dikenal pendiam di kampungnya, Jl Bandulan VI B, Kecamatan Sukun Kabupaten Malang, tewas setelah dianiaya suaminya, Rustam (49), yang baru menikahinya sekitar setahun lalu.

Dugaan petugas, sehabis menganiaya istrinya, Rustam ketakutan karena tahu istrinya akhirnya tewas di tangannya sendiri. Dalam kondisi panik itu, pria asal Dusun Wangkal RT 37/RW 11, Desa Bedalisodo, Kecamatan Wagir ini memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dekat mayat istrinya. Biar dianggap orang, kematiannya itu atas kehendaknya berdua, seperti kisah Romeo-Juliet, yang bunuh diri bersama demi keabadian cintanya.

“Dipastikan, perempuan itu meninggal bukan karena bunuh diri, tetapi karena dianiaya. Itu diperkuat dengan ditemukannya banyak luka lebam di tubuhnya,” kata AKP Hartoyo SH SIK, Kasat Reskrim Polres Malang, Minggu (20/3).

Namun, kasus ini, papar Hartoyo, akhirnya tak bisa dilanjutkan karena diangap gugur demi hukum. Sebab, Rustam yang diduga pelakunya itu juga tewas, dengan gantung diri. Lehernya terjerat tali, yang diikatkan pada kayu rangka platfon di kamarnya, Dusun Wangkal. Mayat Rustam mengantung tak jauh dari mayat Susanti yang posisinya seperti orang duduk, dengan kepala tersandar pada tempat tidurnya.

Curiga Sejak Awal

Suyitno (49), kakak ipar korban, sebenarnya sudah sejak awal curiga kalau kematian Suspanggilannya itu bukan karena bunuh diri. Sebab, saat menemukan mayat Sus pertama, tak ditemukan luka lebam akibat bekas jeratan tali, meski ada tali yang melingkar di lehernya. Namun kondisi tali yang melingkar di leher Sus itu sepertinya kendor dan hanya diikatkan pada jendela kamarnya, dengan ketinggian tak sampai 2 meter.

“Masak, orang gantung diri, posisi mayatnya seperti orang duduk dan kepalanya tersandar pada tempat tidur. Justru saat kami temukan, terlihat luka menghitam pada jari kaki kanannya,” ujar pria yang tinggal Jl Bandulan Gang VI ini.

Seperti diketahui, sepasang suami ini ditemukan tewas di kamar rumah Rustam, di Dusun Wangkal, Desa Dalisodo, Jumat (18/3) malam. Kematian Sus, masih membuat keluarganya syok karena Sus yang pendiam itu tak bakalan senekat itu. Apalagi, hanya demi cintanya ke Rustam. Justru, itu dipastikan karena prahara rumah tangganya, yang sering ada masalah. Malah jauh-jauh hari, sempat tersiar kalau Rustam menikahi Sus itu karena hanya ingin menguasai harta peninggalan almarhum, suami Sus yang tak lain kakak kandungnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s