Tren Baru Penculikan Anak Kecil Untuk Dijadikan Teman Para Pengamen

Matheus Ellyas Dias (4), anak balita keluarga polisi yang diculik pada Kamis lalu, ditemukan di Panti Asuhan Anak-anak Ceger, Jakarta Timur, Sabtu (19/3). Saat ditemui di rumahnya di Kompleks Polri di lingkungan RT 8 RW 5, Kampung Rambutan, Ciracas, Jaktim, Minggu (20/3), ia tampak riang bermain bola.

Suprapti (36), ibu Theo, panggilan akrab Matheus, menjelaskan, awalnya ia bersama Tika (17), anak sulungnya; dan Theo pergi berbelanja ke Pasar Kramatjati.

”Sore itu di rumah kami akan diadakan ibadah bersama lingkungan. Kami tiba di rumah pukul 15.30,” kata Suprapti.

Sementara Suprapti memasak, Tika dan Glory (3) anak bungsunya ke luar rumah bermain bersama. Theo pun ikut ke luar. ”Dia sempat minta uang kepada saya dua kali, masing-masing Rp 1.000 buat beli makanan dan gangsing,” tutur Suprapti didampingi suaminya, Brigadir Rafel Dias (38).

Mau dimandikan

Pukul 17.30, jalanan lingkungan mulai sepi. Suprapti pun memanggil Theo untuk mandi. Ternyata Theo hilang. ”Kami sekeluarga mencari. Peristiwa ini membuat saya membatalkan niat memasak. Apa boleh buat, peserta ibadah pun hanya mendapat air mineral,” katanya.

Seusai ibadah, Suprapti pergi dengan kendaraan umum di Kampung Rambutan, Jaktim, mencari Theo. Dengan senter di tangan, ia bolak-balik menyusuri gorong-gorong di lingkungan kompleks. ”Saya khawatir anak saya hanyut dan tersangkut gorong-gorong,” ujarnya.

Keesokan harinya, seluruh keluarga, para tetangga, dan saudari suaminya yang bekerja di Penjinak Bom Gegana Brimob Polda Metro Jaya, menyebarkan pengumuman anak hilang lewat Facebook, Twitter, dan selebaran.

Ditelepon penculik

Hari Jumat, saat Suprapti berdiri di halte bus depan Hotel Nikko, Bundaran HI, ia menerima telepon dari seorang perempuan, Sri, yang mengaku melihat Theo mengamen di bus kota 43, Cililitan-Tanjung Priok.

”Saya menduga dia penculiknya. Sebab, setelah itu diketahui perempuan yang mengaku bernama Sri itu menelepon saya setelah ia meninggalkan Theo di persimpangan Pusat Grosir Cililitan, Jaktim. Ia melepas Theo setelah melihat tayangan Theo di sebuah stasiun televisi,” papar Suprapti. Theo kemudian dibawa seorang polisi ke Panti Asuhan Ceger.

Hari Sabtu, Suprapti diberi tahu Ketua RT Suwondo bahwa anaknya dipastikan ada di panti asuhan. ”Saat diberi tahu, Bu RT sudah tiba di panti asuhan. Punggung Theo merah semua karena dikerok pengasuh panti asuhan. Dia masuk angin karena kurang makan waktu diajak mengamen,” ujar Suprapti. Menurut Theo, selama mengamen, ia hanya mendapat sepotong roti dan satu susu ultra kemasan kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s