Agnes Kaharisma Primadona Penyanyi Jalan Jaksa Tewas Dibunuh dan Diperkosa Oleh Pembunuh Bayaran Suruhan Ibunya Sendiri

Tindakan Milly Patti alias Nenek memang di jauh dari batas kewajaran. Setelah 17 tahun lalu berjuang bertaruh nyawa melahirkan anak perempuannya, ia justru membunuhnya saat anak itu berangkat dewasa.

Mayat Risma sempat didiamkan dua hari di rumah kontrakan. Dua hari kemudian, menjelang subuh Milly dibonceng motor oleh lelaki pembunuh bayaran, membawa mayat itu pakai motor lalu dibuang ke selokan.

Tidak tampak penyesalan pada wajah Milly. Ibu tiga anak ini terlihat santai bahkan terkesan seenaknya saat dikonfirmasi tentang tindakan sadisnya.“Ngapain dipikirin. Namanya juga sudah terjadi,” ujarnya di Polres Jakarta Selatan, Selasa (23/3) siang.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan Msi, menjelaskan dalam pemeriksaan Milly dan dua pembunuh bayaran yang disewanya, Sonny dan Warto, menghabisi Risma pada Senin (7/2) sekitar Pk. 20:30. “Saat itu, ketiga tersangka datang ke kontrakan Risma di Jl. Sirsak, Jagakarsa,” ungkapnya.

Milly yang telah diusir Risma dari tempat kos itu, mengetuk pintu rumah dengan alasan akan mengambil sabun dan sikat gigi. Tak curiga, remaja 17 tahun itu membiarkan ibunya masuk.Sesaat setelah Milly berada dalam dalam, ia memberi kode kepada Sonny dan Warto agar cepat masuk. “Tersangka Warto langsung mencekik leher Risma, sedangkan Sonny membekap mulutnya pakai handuk. Korban tewas di tempat,” ungkap Budi Irawan.

DIBUNGKUS SELIMUT

Setelah Risma tak lagi bernyawa, Sonny dan Warto menelanjangi korban lalu memandikan mayat gadis cantik itu dengan kain basah untuk menghilangkan sidik jari mereka. Bahkan, Sonny sempat beberapa kali bersetubuh dengan mayat gadis yang cantik itu.

Selanjutnya, jenazah Risma dibiarkan hingga dua hari di kamar rumah kontrakannya itu. Selama itu pula ketiga pembunuh itu tinggal di rumah tersebut sambil menikmati tubuh telanjang gadis malang tersebut.

Ketika mayat anaknya mulai membusuk, Milly berinisiatif membuangnya. Maka, Kamis (10/2) sekitar Pk. 02:00, Milly dan Sonny membawa mayat Risma yang sudah dibungkus kain selimut dan sprei itu naik motor Honda Vario.
Agar tidak diketahui warga, jenazah dibuang agak tersembunyi di got yang berjarak sekitar 2 Km dari rumah kontrakan Risma. Mayat itu ditemukan pada Minggu (13/2) oleh warga yang mencium bau busuk. Namun sepandai-pandainya Milly menutupi aksi busuknya, polisi tetap bisa mencium jejak kejahatannya.

Bagi pelanggan tempat hiburan malam di Jl. Jaksa, Jakpus, nama Agnes Kharisma yang ngetop dengan panggilan Risma amat dikenal. Gadis cantik 17 tahun ini adalah primadona yang namanya banyak disebut warga setempat dan wisatawan mancanegara.

Tak sekedar karena kecantikan dan kesupelannya dalam bergaul, tetapi juga karena sikapnya yang baik hati. Bungsu dari tiga bersaudara ini tumbuh di kawasan Kebon Sirih yang letaknya berdekatan dengan Jl. Jaksa.

Anak pasangan Budiasih, 60, dan Mely, 55, ini menghabiskan masa kecil hingga remajanya di jalan yang kesohor sampai manca negara itu. Jalan yang dilengkapi dengan banyak penginapan dan kafe itu memang menjadi favorit turis gaya backpacker. Risma pernah bekerja sebagai freelancer di beberapa kafe di tempat tersebut.

Kerapnya berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara membuat Risma mahir cas-cis-cus Bahasa Inggris. Ia juga memiliki kekasih seorang pria Amerika berusia 50 tahun. Selain itu, dalam akun facebooknya, Risma tampak sangat akkrab dengan Candy yang menjadi teman dekatnya.

Keduanya kerap saling sapa di situs pertemanan itu dalam Bahasa Inggris. Dalam menulis status, Risma yang sangat menyayangi anjing yang diberi nama Egi itu juga hampir selalu mengunakan bahasa internasional itu.

BERI SUMBANGAN

Kerabat dekatnya mengenal Risma sebagai gadis yang selalu ingin berbagi. Tak jarang, ia menyerahkan sebagian uang yang didapat untuk diberikan ke panti sosial. Alasannya, ia sudah berpenghasilan sendiri hingga harus dibagi ke orang yang berkekurangan.

“Kalau ada arisan keluarga yang datang juga si Risma itu,” kata Pardi, warga setempat. “Anaknya memang nggak sombong. Dia ramah dan sering menegur orang duluan. Dandanannya memang kayak artis.”

Setiap malam, Jl. Jaksa tetap hingar bingar. Namun, Risma tak ada lagi disana. Namanya tetap disebut-sebut. Tidak lagi sebagai bunga jalan itu tetapi sebagai mantan primadona yang tewas mengenaskan di tangan ibunya sendiri.

Sejahat-jahatnya hewan tidak akan memakan anaknya sendiri. Tapi pepatah ini tidak berlaku bagi ibu tiga anak ini. Ia tega membunuh putri kandungnya, Agnes Kaharisma yang akrab dipanggil Risma. Bahkan untuk aksi sadisnya itu, wanita pecandu narkoba ini menyewa dua pembunuh bayaran.

Jasad Risma,17, ditemukan membusuk di selokan Jl. Joe, Jagakarsa, Jaksel, pada Minggu (13/2). Kematian Risma sempat menjadi buah bibir di masyarakat. Soalnya, gadis cantik ini memiliki pergaulan luas.

Misteri pembunuhan cewek primadona Jalan Jaksa tersebut akhirnya terungkap. Aksi sadis itu ternyata diotaki oleh ibu kandungnya, Milly Patti alias Nenek. Wanita 57 tahun ditangkap polisi di rumah kos Jl. Sirsak, Jagakarsa, Jaksel, Selasa (22/3). Ia berdalih terpaksa membunuh darah dagingnya sendiri lantaran sakit hati diusir dari rumah kos itu.

Ia juga mengaku kerap diperlakukan kasar. “Saya siap menerima hukuman terberat sekalipun. Semua sudah terjadi, ibarat nasi sudah jadi bubur, saya juga harus siap bertanggung jawab,” kata wanita yang seluruh rambutnya sudah memutih ini.

PECANDU NARKOBA

Milly enggan mengungkapkan alasan pengusiran yang dilakukan anaknya. Namun Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan Msi, mengatakan keributan ibu dan anak itu terjadi lantaran Milly pecandu narkoba.

“Ia sering minta uang untuk beli narkoba kepada Risma. Akibatnya Risma menjadi marah karena merasa dirinya diperas oleh ibunya,” uangkapnya.

Keributan antara Risma dan ibunya kerap terjadi lantaran gadis 17 tahun itu kesal sang ibu menggunakan uang hasil keringatnya untuk beli barang terlarang. Padahal Risma bekerja keras untuk menghidupi keluarga, bahkan ia rela menjadi wanita malam yang kerap mangkal di Jalan Jaksa.

Berkali-kali Risma menasehati ibunya untuk berhenti menjadi budak narkoba, tapi tak pernah digubris malah sebaliknya sang ibu marah-marah pada anak bungsunya itu.

PANDAI BERAKTING

Pembunuhan Risma menjadi perhatian utama Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Gatot Eddy Pramono. Upaya mengungkap kasus ini, ia membentuk dua tim khusus beranggotan polisi pilihan dari polres dan Polsek Jagakarsa.

Pada awalnya, petugas kesulitan untuk mengungkap kasus ini. Soalnya, Milly pandai bersandiwara. Ia membuat alibi kuat saat pertama kali dimintai keterangan. Milly mengaku anaknya dijemput sopir kekasihnya seminggu sebelum ditemukan tewas. Katanya, anak dan pacarnya itu pergi ke Puncak, Jawa Barat.

Aktingnya yang penuh kesungguhan membuat petugas mempercayai keterangannya. Selanjutnya, pencarian diarahkan pada sopir kekasih Risma. Setelah pencarian ke berbagai tempat hiburan, sopir itu ditemukan. Pemeriksaan menunjukkan sopir pribadi Clark, pacar Risma yang warga Amerika, itak terlibat dalam pembunuhan.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, polisi menemukan petunjuk bahwa semua cerita Milly hanya bualan. Empat kali diperiksa, Milly akhirnya tak bisa berkelit. Ia mengakui telah membunuh anak kandungnya lewat tangan pembunuh bayaran yakni Sinyo Ebenhaezer alias Sonny, 28, dan Warto alias Uwa, 32.

“Mereka saya kasih uang masing-masing Rp2 juta untuk membunuh Risma. Setelah Risma tewas, saya bersikap biasa agar tidak membuat warga sekitar curiga,” ungkap Milly.

Sonny diringkus di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sedangkan Warto ditangkap di Malang, Jawa Timur. “Mereka semuanya mengaku telah membunuh Risma,” kata Kombes Gatot.

Terungkapnya kasus pembunuhan sadis itu membuat Budiasih, ayah Risma, geram. Pria 60 tahun ini mengaku sulit memahami tindakan istrinya itu.

“Saya kecewa sekali. Saya juga tidak akan membesuk dia di tahanan. Dia tega membunuh anak kandung kami. Biarlah hakim yang memutuskan hukuman sesuai dengan perbuatannya,” ujar Budi yang ditemui di rumah kos di Jl. Sirsak, kemarin sore.

Saat pembunuhan itu terjadi, Budi mengaku ia sedang berkunjung ke rumah kerabat di Bogor, Jawa Barat. Karenanya, ia mengaku sangat terpukul saat diberitahu anaknya tewas. “Padahal dia anak yang baik dan berbakti pada orangtua,” katanya.

Tindakan sadis Milly juga membuat tetangga terheran-heran. Apalagi, mereka melihat bagaimana wanita itu tampak kehilangan anaknya ketika Risma ditemukan tewas.

“Artis sinetron juga kalah kalau disuruh berakting sama dia. Saya nggak habis pikir, kok bisa-bisanya dia mengarang cerita anaknya dijemput sopir pacarnya. Padahal dia yang membunuhnya,” kata Ny. Syifa, warga.

Hal senada disampaikan Ny. Rahmat. Meski pernah melihat ibu dan anak itu bertengkar, ia tak menyangka wanita itu tega membunuh anaknya. “Saya pernah melihat mereka cekcok. Tapi kejadian itu sudah lama,” katanya. “Bener-bener, saya nggak habis pikir kok bisa setega itu.”

Milly dan dua eksekutor yang menghabisi nyawa Risma kini mendekam dalam tahanan. Mereka dijerat dengan pasal 340 KUHP dengan tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

One response to “Agnes Kaharisma Primadona Penyanyi Jalan Jaksa Tewas Dibunuh dan Diperkosa Oleh Pembunuh Bayaran Suruhan Ibunya Sendiri

  1. Mirissssssssssssss………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s