Selly Yustiawati Penipu Lewat Facebook Tertangkap Di Bali Setelah Buron Selama Setahun

Masih ingat Selly? Penipu cantik yang tahun lalu menjadi topik hangat di jejaring sosial Facebook. Sepak terjang buronan yang diperkirakan telah menipu ratusan orang di sejumlah kota besar di Indonesia ini akhirnya terhenti di tangan Polsek Denpasar Selatan.

Selly Yustiawati alias Rassellya Rahman Taher dibekuk aparat Polsek Densel saat sedang berlibur bersama kekasihnya, Bima, di hotel the Amaris, Kuta, Bali, Sabtu kemarin.

“Setelah kita pastikan ciri-cirinya sama seperti DPO yang kita terima, akhirnya kita tangkap,” ujar Kepala Polsek Denpasar Selatan AKP Leo Martin Pasaribu kepada wartawan di Mapolsek Densel, Minggu (27/3/2011).

Wanita berusia 26 tahun ini kini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Densel dan rencananya akan segera dilimpahkan ke Polres Bogor malam ini. “Untuk kasusnya akan ditangani di sana,” jelas Leo Pasaribu.

Sementara Bima, sang kekasih, dibebaskan oleh polisi karena tak terbukti terlibat aksi kejahatan Selly.

Sekadar mengingatkan, Selly sempat menjadi perbincangan para “facebooker” lebih dari setahun silam setelah dia memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk melakukan penipuan.

Salah satu modusnya adalah menawarkan investasi melalui bisnis pulsa dengan menjanjikan keuntungan berlipat kepada korbannya. Namun, setelah si korban mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya, Selly langsung melancarkan jurus kaki seribu alias kabur.

Korban Selly berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Tangerang, dan beberapa kota lainnya. Modus lainnya yang sempat terendus polisi adalah pada tahun 2009 Selly pernah berpura-pura menjadi wartawati Kompas dan melakukan penipuan kepada karyawan Hotel Grand Mahakam dan Kompas Gramedia.

Terkuak motif Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher, wanita yang dituduh melakukan serangkaian penipuan di beberapa kota, yang baru saja tertangkap oleh aparat Polsek Denpasar Selatan.

Wanita berparas cantik ini mengaku uang yang selama ini dipinjam dari para korban dihabiskan untuk berfoya-foya. ”Saya meminjam uang kepada teman-teman dan menghabiskan bersama mereka juga, yang dipikirkan hanya kesenangan saja,” kata Selly saat ditemui Kompas.com di Mapolsek Denpasar Selatan, Senin (28/03/2011) pagi.

”Saya tidak pernah memakai uang itu untuk diri saya, misalnya membeli motor, enggak pernah,” tutur wanita berusia 27 tahun ini.

Selly juga menceritakan bagaimana hubungannya dengan korban yang tak lain adalah temannya, yakni Vika dan Mia. ”Kalau sama Vika, saya pinjam uang sama dia, tapi saya juga belikan dia baju, HP, dan uangnya kami habiskan sama-sama,” jelasnya.

Lulusan Universitas Padjajaran Bandung ini mengaku, gaya hidup glamor yang membuatnya terjerumus dalam kasus ini. ”Karena emosi, karena pengen terus-menerus berteman dengan mereka dan berhura-hura, jadi gelap mata,” tuturnya.

Sekadar mengingatkan, Selly sempat menjadi pergunjingan para facebooker lebih dari setahun silam setelah dia memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk melakukan penipuan.

Salah satu modusnya adalah menawarkan investasi melalui bisnis pulsa dengan menjanjikan keuntungan berlipat kepada korbannya. Namun, setelah si korban mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya, Selly langsung melancarkan jurus kaki seribu alias kabur.

Korban Selly berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Tangerang, dan beberapa kota lainnya. Modus lainnya yang sempat terendus polisi, pada tahun 2009 Selly pernah berpura-pura menjadi wartawan Kompas dan melakukan penipuan kepada karyawan Hotel Grand Mahakam dan Kompas Gramedia.

Nama Selly Yustiawati beberapa hari terakhir menjadi pembicaraan forum dan jejaring sosial di internet. Bukan karena paras cantiknya, melainkan karena kelicikannya menipu banyak orang selama bertahun-tahun dan di banyak kota.

Facebook pun digunakan untuk menyebarkan peringatan waspada terhadap perempuan licin tersebut. Jejaring sosial itu dimanfaatkan pula sebagai sarana tukar informasi untuk memburu Selly yang keberadaannya kini bak hilang ditelan Bumi. Selly kini masuk daftar pencarian orang (DPO) di internet.

Salah satu grup diskusi “PENIPUUUUUUUUUU SELLY YUSTIAWATI” kini sudah diikuti lebih dari 1.600 orang. Di situ ditampilkan foto-foto Selly dalam berbagai pose. Juga ada diskusi yang membicarakan seluk-beluknya, seperti modus aksi penipuannya dan informasi untuk melacak keberadaannya.

Pengguna Kaskus juga saling tukar informasi mengenai penipu ulung ini dalam salah satu thread berjudul “Hati-hati Dengan Selly Yustiawati”. Laporan penipuan yang dilakukan Selly pun banyak mendapat tanggapan, termasuk dari orang-orang yang pernah merasa menjadi korban Selly.

Selly memang dikenal licin dan sering berganti nama. Ia tercatat pernah menipu puluhan mahasiswi universitas swasta di Jakarta pada tahun 2006 dengan modus sebagai agen SPG dan meminta uang sebagai pelicin. Tahun ini, ia dua kali melancarkan aksinya dengan “menyusup” sebagai karyawan. Ia menjadi staf HRD sebuah hotel di Jakarta dan mulai meminjam uang dari para karyawan, tetapi menghilang begitu saja. Selly juga pernah menjadi karyawan di surat kabar terbesar dan berhasil mengelabui banyak karyawan hingga Rp 30 juta. Terakhir, pelaku dilaporkan melancarkan aksinya di Bandung, lagi-lagi dengan melarikan pinjaman.

Kepolisian meminta kepada masyarakat yang merasa menjadi korban penipuan Selly Yustiawati untuk segera melapor agar mereka bisa menindaklanjuti kasus tersebut. Polisi tidak dapat bertindak tanpa adanya laporan dari korban.

“Beri kepercayaan kepada polisi untuk melakukan penyelidikan,” ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar di Polda Metro Jaya, Senin (22/2/2010), saat ditanyai mengenai kasus Selly.

Boy menjelaskan, berdasarkan data di kepolisian, Selly pernah diperiksa di Polsek Metro Tanah Abang saat tertangkap oleh korban yang merupakan karyawan surat kabar besar. Namun, saat itu terjadi perjanjian antara korban dan pelaku bahwa pelaku bersedia mengganti seluruh uang hasil penipuannya.

“Polisi tidak patut campur tangan atas kasus itu karena ada kesepakatan antara korban dan pelaku. Kalau dipercayakan kepada polisi, akan dibuatkan berita acara pemeriksaan lalu ditangani dan akan kelihatan tindak pidananya,” ungkap Boy.

Seperti diberitakan, Selly menjadi pembicaraan di forum dan jejaring sosial di internet lantaran kelicikannya menipu banyak orang selama bertahun-tahun dan di banyak kota. Keberadaannya kini tidak diketahui.

Selly pernah menipu puluhan mahasiswa salah satu universitas swasta di Jakarta pada tahun 2006. Ia juga menipu banyak karyawan saat menjadi staf HRD di salah satu hotel di Jakarta. Aksi selanjutnya, ia menjadi karyawan di sebuah surat kabar terbesar lalu mengelabui banyak karyawannya hingga Rp 30 juta.

Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher membantah dirinya adalah seorang penipu. Ia berdalih selama ini hanya meminjam uang rekan bisnisnya dan sebagian telah dikembalikan.

“Aku enggak nipu, aku cuma pinjam, karena semua enggak ada barang bukti, enggak ada yang tertulis, karena semua dari teman,” tegas Selly saat ditemui di Mapolsek Denpasar Selatan, Senin (28/3/2011).

Selly menolak disebut penipu. Lagi pula, menurut pengakuannya, uang yang selama ini ia pinjam sudah dikembalikan. “Ada beberapa yang aku kembalikan, ada yang sudah membuat surat pernyataan, dan ada yang sudah lunas,” imbuh wanita berusia 26 tahun ini.

Saat ditanya kenapa selama ini menghilang, ia mengaku takut karena opini masyarakat telah memandang dirinya negatif. “Sekarang bukan menyesal, tapi lebih dijelasin biar terungkap semua, karena selama ini wartawan hanya melihat satu sisi korban, tapi enggak melihat dari saya juga,” ungkap Selly.

Seperti diberitakan, Selly yang selama ini terkenal sebagai penipu ulung tertangkap aparat Polsek Denpasar Selatan saat sedang berlibur di Bali bersama kekasihnya, Sabtu (26/3/2011) lalu.

Lebih dari setahun yang lalu, Selly sempat menjadi bahan pergunjingan para facebooker setelah dia memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk melakukan penipuan.

Salah satu modusnya adalah menawarkan investasi melalui bisnis pulsa dengan menjanjikan keuntungan berlipat kepada korbannya. Namun, setelah si korban mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya, Selly langsung kabur.

Korban Selly berasal dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Tangerang, dan beberapa kota lainnya. Modus lainnya yang sempat terendus polisi adalah pada tahun 2009 Selly pernah berpura-pura menjadi wartawati Kompas dan melakukan penipuan kepada karyawan Hotel Grand Mahakam dan Kompas Gramedia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s