Pembunuh Sopir aksi Trans Cab Ditangkap Di Palembang dan Membunuh Karena Sakit Hati Tidak Punya Uang Buat Bayar Taksi

Kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya sopir Taksi Trans Cab, Zulkarnaen (43), di Tanahabang pada 26 Maret lalu akhirnya terungkap. Polisi menangkap pembunuh Zulkarnaen di Palembang, Sumatera Selatan.

Sumber di Polda Metro Jaya menyebutkan tersangka diketahui bernama Muhamad Geger Buana (20). Dia tak lain adalah penumpang taksi yang dikemudikan Zulkarnaen.

“Ditangkapnya Jumat kemarin di Kenten Laut, Talang Kelapa, Banyuasin, Palembang, Sumatera Selatan,” kata sumber tersebut.

Berdasarkan pengakuan Geger kepada petugas, dia nekat menganiaya sopir taksi karena sakit hati dimaki-maki oleh Zulkarnaen.Sopir taksi itu, tuding Geger, mengeluarkan kata-kata kotor kepadanya. Geger tersinggung dan geram untuk membalasnya.

Di rumah Geger mengambil uang untuk membayar kekurangan ongkos taksi, sekaligus membawa sebilah senjata tajam untuk membantai Zulkarnaen yang telah menghinanya.

Kepada petugas, Geger mengaku melakukan perbuatan itu bukan untuk merampok harta benda korban. “Bukan mau merampok, tapi pengakuannya lantaran sakit hati saja,” ucap sumber tersebut.

Berdasarkan pengakuan tersangka kepada petugas, tanggal 26 Maret lalu dia naik taksi yang dikemudikan oleh Zulkarnaen. Dari Tanahabang, Geger minta diantar ke Jembatan Jembatan Tinggi, Bongkaran, Tanahabang. Begitu sampai di tempat tujuan, ongkos taksi yang tercatat di argonya sebesar Rp 12.700. Ketika itu Geger cuma bawa uang Rp 10.000. Kepada Geger, Zulkarnaen terus meminta kekurangan ongkosnya.

Akhirnya Geger meminjam uang kepada teman wanitanya berinisial D yang saat itu ada di lokasi sebesar Rp 5.000. Geger lalu gantian meminta uang kembaliannya.

Karena ditagih kembalian, Zulkarnaen malah marah-marah. “Makanya kalau nggak punya uang jangan belagu pakai naik taksi segala,” kata Geger menirukan ucapan korban.

Tidak terima dengan perkataan korban, Geger geram setengah mati. Dia mengeluarkan pisau belati yang sudah dibawanya itu dan menghunuskannya ke bagian dada kiri Zulkarnaen. Setelah itu Geger melarikan diri.

Atas perbuatannya, Geger dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ancamannya bisa 15 tahun penjara. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, membenarkan informasi penangkapan itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s