Mobil Pengawal Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad Melanggar Lalu Lintas dan Menabrak Pengendara Motor HIngga Tewas

Isnawati (30) tak berpikiran buruk ketika suaminya, Mulyadi (32), menelepon, Rabu (6/4) sekitar pukul 18.00. Sang suami berkabar akan segera tiba di rumah. Namun, tiga jam kemudian, ketika ketukan pintu terdengar, ia malah mendapat kabar suaminya meninggal dunia.

Tangisnya langsung pecah di rumah sederhana yang berada di kaki Gunung Salak di Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu. Hingga selesai penguburan, Kamis pagi, ibu dua anak itu hanya bisa tergolek lemas di ruang tamu rumah orangtuanya dan masih kalut. ”Jangan bicara itu (kecelakaan) di sini,” tutur Isnawati sambil terisak. Kedua telapak tangannya menutup kedua daun telinga.

Ia lalu dipapah masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Namun, baru beberapa langkah, Isnawati ambruk. Ia dibopong ke dalam kamar. Sementara dua anaknya, Vina Listiana (7) dan Robi Yusla (9), diajak para kerabat menjauh. ”Vina belum tahu bahwa ayahnya sudah meninggal. Dari tadi dia tanya ayah di mana. Robi sudah tahu,” tutur Dayat (40), kakak Isnawati.

Mulyadi sudah tiga hari tidak pulang ke rumah. Ia bersama sepupunya, Wahyu (27), mendapat panggilan kerja sebagai tukang bangunan pada pengerjaan sebuah rumah di Cibinong, Kabupaten Bogor. Pada hari naas itu ia pulang dengan mengendarai sepeda motor Supra Fit F 3020 KR. Mulyadi di depan, sementara Wahyu membonceng. Saat melintas di jalan alternatif Bogor-Sukabumi di Cijeruk, tak jauh dari Jembatan Cigenting, sekitar pukul 20.00, sepeda motor mereka ditabrak mobil Nissan Terano B 1300 GQ yang melaju dari arah berlawanan.

Wahyu langsung tewas di lokasi, sementara Mulyadi meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Palang Merah Indonesia di Kota Bogor.

Fadel beri santunan

Kendaraan yang menewaskan Wahyu dan Mulyadi itu merupakan mobil pengawal Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad. Mobil itu dikendarai Brigadir Satu Anggara Ari Wibawa (25) yang merupakan pengawal pribadi menteri dan anggota Polda Metro Jaya. ”Memang pengawal pribadi menteri, tapi saat kejadian tidak sedang mengawal menteri. Yang bersangkutan kini sedang diperiksa,” tutur Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Hari Santoso.

Fadel Muhammad dalam kesempatan terpisah membenarkan terjadinya kecelakaan itu. Menurut dia, saat itu mobil melaju dari Palabuhanratu ke Jakarta selepas acara Sedekah Laut di Palabuhanratu, Kamis (6/4).

Saat itu Fadel tidak berada di dalam kendaraan tersebut karena dari Palabuhanratu langsung menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menggunakan helikopter.

”Saya mendapat laporan tadi siang. Katanya ada orang menyeberang jalan lalu mereka menabrak sehingga orang tersebut meninggal. Ini musibah,” ujar Fadel.

Menurut Dayat, keluarga sudah pasrah atas kejadian ini. Meski demikian,

Dayat belum terpikir soal masa depan pendidikan kedua anak Mulyadi yang kini masih duduk di bangku sekolah dasar. Isnawati juga hanya ibu rumah tangga. Ayah Isnawati hanya buruh tani.

Menurut Endi Santosa (48), perwakilan keluarga Wahyu, dalam waktu dekat Wahyu juga akan melangsungkan pernikahan. Undangan pun sudah disebarkan.

”Sejauh ini pihak yang menabrak mau bertanggung jawab,” tutur Endi.

Fadel sudah memberikan santunan biaya pemakaman Rp 15 juta dan untuk keluarga korban senilai Rp 100 juta. Ia juga sudah menegur pengawal pribadinya. Ini mungkin jadi pelajaran bagi para pengawal pejabat negara yang kerap membawa kendaraannya dengan cepat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s