Pasangan Suami Istri Pengusaha Ikan Dibunuh Karena Persaingan Usaha dan Dengan Bantuan Ketua RT

Polisi menangkap dua tersangka pembunuh pengusaha kapal dan eksportir ikan, Suwito alias Awin (38), dan istrinya, Dora Salim (32). Polisi masih mengejar tujuh tersangka lainnya, empat di antaranya diduga sebagai pembunuh bayaran yang mengeksekusi Awin dan Dora.

”Tersangka lain segera kami tangkap. Tinggal menunggu waktu, karena semua identitasnya sudah kami dapat. Kami imbau agar mereka menyerahkan diri,” ujar Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara Inspektur Jenderal Wisjnu Amat Sastro di Markas Kepolisian Resor Kota Medan, Kamis (7/4).

Kapolda Sumut menjelaskan, pembunuhan terhadap Suwito-Dora bermotif persaingan bisnis. Korban dan otak pelaku yang bernama AH dan kawan-kawan sebenarnya teman berbisnis. Saat ini mereka sedang bersaing dalam lelang dua kapal. Namun, AH, SA, dan AC memutuskan untuk membunuh korban lewat jasa empat pembunuh bayaran. AH, SA, dan AC juga pengusaha perkapalan dan perikanan.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan Komisaris Besar Tagam Sinaga menambahkan, saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah melelang dua kapal. ”Proses lelangnya masih di kejaksaan. Para tersangka dan korban ini ikut lelang itu.”

Awin dan Dora tewas diberondong puluhan peluru di depan rumahnya, Jalan Akasia I, Kelurahan Durian, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Selasa (29/3) malam, saat akan turun dari mobil. Korban mengendarai Chevrolet Captiva bersama anak mereka, Latresia (5), dan Cristopin (2); serta pengasuh anak, Aini (20), sepulang dari berbelanja di Cambridge. Saat mobil masuk dengan cara mundur, tiga pria tak dikenal masuk lalu menembak Awin dan istrinya dari bagian depan mobil.

Ditangkap terpisah

Dua hari setelah peristiwa itu, polisi menangkap AH (33) di Tanjung Balai saat mengendarai mobil bersama istrinya, dan SA (50) di sebuah hotel di Kota Medan. ”Mereka inilah yang bisa dibilang otak pelakunya,” kata Kapolda Sumut.

Dari tangan mereka, polisi menyita mobil Kijang Innova yang digunakan tersangka menjemput penembak seusai mengeksekusi korban. Polisi juga menyita empat helm yang dipakai pelaku saat menembak korban.

Wisjnu menambahkan, masih ada tujuh tersangka yang buron. Mereka adalah empat eksekutor, TN (anak SA), AC, dan seorang ketua rukun tetangga di Bagan Siapiapi, Riau. Peran TN ikut menjemput eksekutor.

AC diduga kuat ikut merencanakan pembunuhan, sedangkan ketua RT membantu menyeberangkan eksekutor keluar dari Sumatera. AC diduga punya jaringan untuk bersembunyi di luar negeri. Karena itu, Kapolda Sumut mengirim surat kepada pihak Imigrasi untuk mencekal para tersangka.

Penangkapan mereka berdasar rekaman kamera pemantau di Hotel JW Marriott Medan, Swiss Belhotel Medan, dan sebuah hotel di Tanjung Balai. Pelaku bertemu di Tanjung Balai sebelum pembunuhan, dan berlanjut di JW Mariott, serta Swiss Belhotel seusai penembakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s