10 Bulan Menikah Siri Seorang Istri Digorok Suami Yang Pengangguran

Pembunuh wanita beranak tiga di Hotel Pangestu, di Jalan Raya Klari, Karawang yang mayatnya ditemukan tanpa busana, bersimbah darah lehernya digorok dan mukanya remuk dihajar benda tumnpul, Kamis (7/4), terkuak. Lelaki yang selama ini dikenal sebagai suaminya mengaku sebagai pelakunya.

Tersangka H. Ruhya alias H. Ujang, 43, kelahiran Cirejag Desa Cibalongsari Kecamatan Klari, Karawang tersebut, baru 10 bulan menikah siri dengan korban. Dia dikenal sebagai lelaki penganguran yang sehari-harinya membantu Mintarsih binti Enjud, 35, yang dibunuhnya secara sadis di kamar No D 41 Hotel Pangestu, di Desa Duren Kec. Klari.

Kapolsek Klari, Karawang, AKP. Wahidin, H, kepada Pos Kota, Senin pagi mengungkapkan, pelaku H. Ruhya, setelah tiga hari diperiksa anggota Satreskrim Polres Karawang, akhirnya mengakui perbuatannya itu pada Minggu (10/4) siang.

“Dia mengaku melakukan pembunuhan seorang diri,” ujar Akp. Wahidin.

Latar belakang terjadinya kasus pembunuhan ini, masih terus diusut anggota Satreskrim Polres Karawang, tetapi pengakuan sementara pelaku ngaku kesal, karena korban sering nagih uang pinjamannya kepada pelaku.

“Saya punya hutang, untuk keperluan pribadi saya, tapi dia terus nagih hutang, saya jadi kesal,” aku pelaku ketika diperiksa di Mapolres Karawang

Dalam pengakuannya itu, pelaku setelah membunuh kemudian kabur membawa sepeda motor Vario abu-abu milik korban serta uang tunai Rp 51 juta, yang beberapa jam sebelum masuk ke hotel, korban diantar pelaku mencairkan uang di BRI Unit Blendung, Klari.

Ternyata, korban melarikan diri ke Cikarang, Bekasi, dengan maksud menghilangkan barang bukti sepeda motor korban. Motor Vario di STNK nya atas nama korban tersebut, dititipkan di tempat parkir motor dekat Mall SGC, Cikarang.

“Setelah menitipkan motor berikut kunci kontaknya itu kepada penjaga parkir, malam itu sekitar pukul 06:00 pelaku pulang ke rumah istrinya di Kampung Kaliaren RT 08 RW 02 Desa Pasirmulya Kec. Malajaya, Karawang,” kata petugas Satreskrim Polres Karawang.

Untuk menghilangkan kecurigaan keluarga korban, sampai di rumahnya, selanjutnya pelaku mengaku masuk angin minta dikerok punggung dan dadanya dan di lehernya yang terdapat bercak bekas cakaran kuku korban yang diduga sempat melawan pelaku sewaktu akan dibunuh.

Hingga Senin siang, pelaku yang saat ini ditahan di balik jeruji Polres Karawang, kepada petugas yang memeriksanya belum mengakui dikemanakan uang korban Rp 51 juta sesuai dengan bukti pengambilan dari BRI Unit Desa Blendung tersebut.

“ Menurut pengakuannya uang tersebut disimpan di bawah jok motor yang dititipkannya di temnpat parkir di Cikarang. Pengakuan itu tak masuk akal, mana ada uang sebesar itu diksimpan dibawah jok, bahkan kunci kontaknya pun dititipkan di tukang parkir itu,” ujar petugas yang menangani kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s