Saman Penumpang Yang Tewas Dibunuh Calo Di Cengkareng Karena Ingin Mempertahanankan Kebebasan Memilih Naik Omprengan Yang Ia Suka

Masih jelas terekam dalam benak Mochtar (50), kejadian yang dialaminya Sabtu lalu sekitar pukul 14.00. Ketika itu dia bersama sejumlah kawan pengojek tengah mencari penumpang di Jalan Daan Mogot, tepatnya di bawah JORR, Rawa Buntu, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Mendadak seorang laki-laki berlari dari seberang jalan ke arahnya.

Laki-laki yang masih muda itu berusaha mencari pertolongan di balik deretan para pengojek. Sementara seorang pria lain yang berperawakan kecil memburu laki-laki itu.

Sejumlah pengojek yang tengah mangkal memilih menyingkir daripada membantu laki-laki muda yang tengah dikejar itu. Namun, Mochtar memilih bersikap lain. ”Sudahlah, jangan nyawa orang dihilangkan,” kata Mochtar yang berusaha melerai. Bukannya mundur, laki-laki yang mengejar itu justru tambah beringas. Dia malah mengacungkan pisau trisula yang berukuran sekitar 20 sentimeter ke arah korban.

Sementara korban sudah jatuh terlentang di tepi jembatan dan berteriak-teriak mohon ampun. Pelaku bukannya memberi ampun, melainkan justru menghujamkan senjata tajam itu dua kali ke arah perut korban.

”Darah korban banyak sekali. Dia langsung meninggal seketika,” kata Lemu, juga pengojek di kawasan itu.

Sesaat setelah melihat korban bersimbah darah, pelaku segera kabur. Di sisi jalan yang lain, seorang kawan korban bernama Sarpin lolos dari kejaran maut si pelaku. Korban yang meninggal lantas dibawa ke kamar jenazah RS Cipto Mangunkusumo. Di rumah sakit, korban diketahui bernama Saman (32) dan tercatat sebagai warga Dusun Bakti Jaya RT 11 RW 05, Batu Jaya, Karawang.

Gara-gara Rp 1.000

Mochtar berusaha mengejar pelaku yang kabur ke seberang jalan, tempat asal-muasal kejadian ini. Tikungan itu terkenal sebagai tempat ngetem omprengan. ”Tadinya saya mau kejar, tetapi karena dia kabur ke arah seberang tempat omprengan, saya enggak berani. Di sana kan kumpulan mereka. Saya takut diapa-apakan. Sementara saya enggak punya senjata,” kata Mochtar saat dijumpai di tempat mangkal, Minggu (10/4).

Dia mengaku belum mengetahui persis persoalan yang berujung pada kematian laki-laki yang tidak dikenalnya itu. Namun, dari cerita di lokasi, diperkirakan korban menjadi korban tarik-menarik antarcalo omprengan.

”Katanya, korban sudah naik ke satu mobil. Lalu, pelaku yang juga calo itu menyuruhnya turun dan pindah ke mobil lain yang dicaloinya. Kasihan korban. Dia meninggal gara-gara Rp 1.000,” ucap Mochtar.

Calo di kawasan itu bertugas menggiring penumpang ke mobil dan diupah Rp 1.000 oleh pengemudi omprengan.

Kepala Polsek Cengkareng Komisaris Ruslan dan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Ferdi Sambo membenarkan kejadian itu. ”Korban disuruh naik ke mobil omprengan oleh calo. Tetapi, dia tidak mau dan sempat terjadi cekcok mulut. Korban lantas dikejar dan dibunuh,” tutur Ruslan saat dihubungi lewat telepon.

Perkara ini kini ditangani Polres Jakarta Barat. Ferdi menambahkan, polisi sudah membekuk satu tersangka penusukan. Namun, identitas pelaku baru akan disampaikan pada Senin ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s