Mahasiswa Bunuh Siswi Pelajar MTs Umur 15 Tahun Karena Setelah Disetubuhi Sekali Minta Dibelikan Perhiasan dan Bertunangan Padahal Sudah Tidak Perawan Lagi

Cecep Kusandi (20) berkaus putih, saat menjali proses penyidikan di Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Kota, Sabtu (23/4/2011) siang. Mahasiswa tersebut membunuh Dini Fitriyani (15), siswa kelas III SMP, yang adalah tetangganya sendiri di Kampung Pasir Gabug, Desa Cisarua, Kecamtan Sukajaya, Kabupaten Bogor

Aparat Polres Bogor Kota menangkap Cecep Kusnadi (20), seorang mahasiswa tersangka pembunuh Dini Fitriani (15), di rumahnya di Kampung Pojok Gabug, Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (23/4/2011) sekitar pukul 03.00. Tersangka dan korban bertetanggaan.

Kepala Polres Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Hilman mengatakan, dirinya bersyukur karena satuan resersenya dapat mengungkap dan menangkap cepat tersangka pembunuh Dini, siswa kelas III Sanawiyah Al Mujahidin, dalam waktu dua hari. Tersangka mengaku membunuh korban karena korban mendesak meminta dibelikan perhiasan dan bertunangan.

“Merasa tidak siap dan tidak punya uang, tersangka menjadi kalut. Pembunuhan tersebut tidak direncanakan tersangka,” ujar Hilman di kantor Polres Bogor Kota di Kedung Halang Talang, Sabtu (23/4/2011) siang.

Cecep menyatakan menyesal telah membunuh Dini. “Dia bukan pacar saya, tapi dia yang senang pada saya. Saya sendiri sudah punya pacar,” katanya saat ditemui di sela pemeriksaannya.

Mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun yang tengah cuti kuliah sejak empat bulan lalu itu mengatakan memang pernah berhubungan badan dengan Dini satu kali di rumah korban sekitar lima bulan lalu.

“Cuma satu kali itu. Waktu begituan itu, dia juga tidak berdarah. Masak sekarang dia minta macam-macam. Saya juga tidak punya uang,” katanya.

Pembunuhan dilakukan di depan televisi di rumah kontrakan Prabowo (31), teman Cecep, di Gg H Marhadi RT 02 RW 02, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Rabu (20/4/2011) sekitar pukul 09.00. Ia memukulkan batu kali yang diambilnya dari luar rumah, ke pipi kiri dan kepala belakang korban. Saat itu korban tengah menonton televisi.

“Pagi itu dia kembali minta perhiasan dan bilang pokoknya setelah UN selesai saya harus bertunangan dengannya. Saya jadi marah dan panik,” kata Cecep, yang empat bulan terakhir bekerja sebagai buruh di pabrik aksesori pipa di Parung, Bogor.

Setelah Dini meninggal, Cecep pun bingung. Kebetulan di kamar kontrakan Bowo ada kardus besar. Lalu, dia memasukkan jasad Dini ke dalam kardus itu. Dengan menggunakan motor Prabowo, dus tersebut dibawa keliling, lalu diletakkan di teras masjid di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Rabu siang. “Pokoknya saya ingin buang dus itu di tempat sepi,” katanya.

Identitas mayat wanita di dalam kardus yang ditemukan di teras Masjid Nur-Quba Kampung Sukaresmi RT 03 RW 04, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (20/4/2011) sekitar pukul 15.30, akhirnya terkuak. Korban diketahui bernama Dini Fitriani bin Mihad (15), pelajar MTs (SMP) Al Mujahidib kelas III.

Korban adalah warga Kampung Pasirgabug RT 02 RW 02, Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Kepastian identitas korban diketahui setelah orangtua Dini, Mihad (45), melaporkan telah kehilangan anaknya ke polisi. Setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi kemudian membawa Mihad ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan pengecekan.

Kepala Satuan Reskrim Polres Bogor Kota AKP Indra Gunawan membenarkan terungkapnya identitas korban. Indra mengatakan, saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus pembunuhan tersebut dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti.

“Identitasnya sudah kita dapat dari orangtuanya. Sekarang sedang kita kembangkan ke rumah orangtua korban untuk mengumpulkan bukti-bukti,” ujar Indra Gunawan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, terungkapnya identitas korban pembunuhan tersebut berawal dari adanya tayangan televisi dan pemberitaan di sejumlah media cetak tentang penemuan mayat di dalam kardus di teras Masjid Nur-Quba, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (20/4/2011) sore. Mihad, orangtua Dini yang melihat tayangan di televisi, mencurigai kalau korban adalah anaknya sendiri.

Kepada polisi, Mihad mengaku anaknya Dini Fitriani pergi dari rumah pada Selasa (19/4/2011) sekitar pukul 11.00. Saat itu, menurut keterangan Mihad kepada petugas, Dini pergi setelah ditelepon seseorang. Polisi masih menyelidiki apakah orang yang menelepon adalah pelaku pembunuhan atau bukan.

Kecurigaan Mihad diketahui dari ciri-ciri fisik korban. Mihad kemudian mendatangi Polres Bogor Kota untuk melakukan pengecekan mengenai adanya penemuan mayat perempuan tersebut.

“Adanya laporan itu langsung kita tindak lanjuti dengan membawa orangtua korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati karena korban disimpan di rumah sakit itu,” kata Indra.

Hasil pengecekan, kata Indra, ternyata jenazah wanita itu adalah anak Mihad bernama Dini Fitriani siswi kelas 3 MTs Al-Mujahidib. Indra menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki siapa orang yang menelepon korban sesaat sebelum wanita itu ditemukan tewas dan dimasukkan ke dalam kardus.

“Kalau korban diketahui pergi dari rumah pada Selasa siang, dan ditemukan Rabu pagi, ada dugaan korban dihabisi pada Selasa malam, atau Rabu pagi. Tapi, kita masih melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan di dalam kardus di halaman Masjid Nur-Quba, Kampung Sukaresmi RT 03 RW 04, Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (20/4/2011) sekitar pukul 15.30.

Wanita itu diduga korban pembunuhan karena ditemukan bekas luka di sekujur tubuhnya. Saat ditemukan, mayat wanita dalam kondisi haid. Hal ini terlihat dari celana dalam korban yang terdapat pembalut wanita dipenuhi darah kering. Polisi yang datang ke lokasi kejadian masih melakukan identifikasi mayat wanita tersebut

Mayat perempuan dengan luka-luka di kepalan ditemukan di dalam dus di teras Masjid Nurqoba, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/4/2011). Polisi memperkirakan korban berusia sekitar 17 tahun dan tewas pada pagi hari.

“Beberapa ibu mengatakan sudah melihat dus itu sejak siang. Mereka tidak terlalu curiga karena menyangka dus besar yang diikat tali rafia merah itu barang milik orang yang tengah salat zuhur di masjid,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Ajun Komisaris Indra Gunawan.

Kehebohan baru terjadi menjelang salat ashar sekitar pukul 15.00. Mereka heran melihat dus tersebut tetap di situ. Kekhawatiran mereka pun muncul karena takut dus berisi bom. Namun, ada juga warga yang memberanikan diri menyibak tutup dus yang tidak dilem itu.

Samar-samar terlihat seperti ada gelang putih yang menempel di kaki. Namun, mereka tetap tidak berani membuka dus tersebut. Ketua RW Yadi lalu menelepon polsek. Sekitar pukul 16.00, polisi tiba di lokasi.

“Semula kami khawatir itu berisi bahan peledak karena segala hal harus dipertimbangkan. Namun, setelah kami teliti dus itu, kami lihat semut-semut sudah ada. Apalagi ada yang bilang sempat mengintip dan melihat seperti ada kaki. Tutup dus pun kami buka. Isinya mayat perempuan dalam keadaan meringkuk,” ucap Indra.

Polisi pun membawanya ke Bagian Forensik RS PMI Bogor. “Pemeriksaan selintas pada mayat tersebut menunjukkan, perempuan itu korban pembunuhan dengan benda tumpul. Luka-lukanya ada pada bagian kepala. Ada luka lecet juga di lehernya,” ungkap Indra.

Menurut Indra, perlu dua orang untuk mengangkut dus tersebut serta membawanya dan meletakkannya di teras masjid karena dus berat dan besar. Namun, sejauh ini, pihaknya belum menemukan saksi yang melihat pelaku peletak dus tersebut.

Adapun ciri perempuan malang tersebut adalah berkulit agak gelap, rambut hitam lurus sebahu, dan memiliki tinggi badan 148 cm. Korban berpakaian lengkap, sweter abu-abu dengan monogram bertulisan “Performent Tophot”, kaus tanktop merah garis putih, celana jins biru, ikat pinggang hitam, kutang hitam, dan celana dalam merah dengan pembalut. Korban juga tengah haid.

“Diperkirakan korban meninggal sekitar lima atau enam jam sebelum ditemukan atau pada pagi hari,” ungkap Indra, mengingat belum semua darah yang keluar dari kepala korban membeku.

4 responses to “Mahasiswa Bunuh Siswi Pelajar MTs Umur 15 Tahun Karena Setelah Disetubuhi Sekali Minta Dibelikan Perhiasan dan Bertunangan Padahal Sudah Tidak Perawan Lagi

  1. astagfirullah, ini menjadi pelajaran besar buat kita.

  2. sungguh tidak terbayangkan.
    kita berdoa aja supaya pemerkosaan,pembunuhan dan perampokan hangus dari negara kita ini.
    Mahasiswa tsb.perlu diberi sanksi yang tegas.
    Tank’s…atas berita yang dibuat.ini menjadi pelajaran yang berharga buat kita semua.

  3. bener2 gak nyangka cecep bisa berbuat seperti itu.. padahal yg aq kenal ecep itu ank yg ramah n sgt baik.. sedih lihat perbuatannya yg kejam bgt ini..

  4. aku jg ngeri bgt pas denger berita itu coz’a ak sm korban dan tersangka tu tetangaan,ak ksian bgt sm kluarga korban pasti mrka sdih bgt ats prgi’a putri mrka scra sadis sprti tu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s