Monthly Archives: Mei 2011

Seorang Istri Bayar Selingkuhan Untuk Bunuh Suami Agar Dapat Bebas Bercinta

Istri bayar selingkuhanya Rp13 juta untuk membunuh suaminya sendiri, demi memuluskan perbuatan bejadnya dengan pacar gelapnya itu.

Kasus itu terungkap, ketika tersangka Suparni, 35, warga Desa Karya Maju, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU Timur ini, diperiksa petugas Polres OKU Timur, Senin (23/5). Suparni mengakui menyuruh selingkuhannya, Marijo, 40, membunuh suaminya, Tarmuji, 39, dengan imbalan Rp13 juta, pada Sabtu (21/5) dinihari.

Pelaku yang telah menikah dengan korban 10 tahun ini, mengaku sudah tidak harmonis lagi meski sudah dikarunia satu anak.

NGAKU PERAMPOKAN
Saat Tarmuji terbunuh, laporan awalnya seolah-olah terjadi perampokan. Saat petugas datang ke TKP, rumah korban dalam keadaan berantakan, dan Ny. Suparni dalam keadaan terikat di tempat tidur. “Sejumlah perhiasan dalam lemari ludes, sehingga terkesan seperti terjadi perampokan,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Kristyono.

Namun petugas banyak menaruh kecurigaan dalam kasus ini, karena pintu rumah korban saat kejadian tidak rusak, malah tidak terkunci, sehingga petugas bekerja keras untuk mengungkapnya.

Bahkan hanya dalam waktu 10 jam dari kejadian, petugas berhasil menangkap pelakunya Marijo, 40, yang tidak lain selingkuhan Suparni. Marijo terpaksa ditembak kedua kakinya karena berusaha kabur saat akan ditangkap di rumahnya.

Seorang Gigolo Coba Bius dan Rampok Pelanggannya Wanita Muda Usia 23 Tahun Karena Tersinggung Dibayar Sedikit

Polsek Metro Palmerah kini tengah mengejar dua saksi lain dalam kasus pembiusan dan percobaan perampokan oleh seorang gigolo berinisial M di sebuah hotel di bilangan Palmerah, Jakarta Barat, pada Selasa (10/5/2011). Dua saksi penting itu adalah seorang germo dan gigolo lain, AD.

“Dua orang itu sedang kami kejar, tetapi sampai sekarang baru sebatas saksi. Tidak tertutup kemungkinan salah satunya terlibat dan jadi tersangka,” ucap Kepala Unit Reskrim Ajun Komisaris Saiful Anwar, Kamis (12/5/2011), saat dihubungi wartawan.

Saiful melanjutkan, aksi pembiusan M terhadap A sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari. Pasalnya, polisi menemukan sebuah tas kecil berisi obat bius dan handuk kecil.

“Jelas ini sudah dipersiapkan sebelumnya,” kata Saiful.

Polsek Palmerah juga mencium adanya kerja sama antara M dan temannya, AD, yang juga berprofesi sebagai gigolo. Mereka diduga sudah merencanakan untuk menyita harta milik A, yang menjadi pelanggan M.

“Mereka merencanakan bersama, tetapi AD masih kami kejar,” ujar Saiful.

Adapun peran sang germo, menurut Saiful, hanya sebatas menjadi perantara antara A dan M. Tidak ditemukan indikasi keterlibatan sang germo dalam aksi M membius A.

“Germonya kami duga tidak tahu apa-apa karena hanya menerima pesanan, tetapi masih dalam pengejaran kami untuk dimintai keterangan. Jadi germo dan AD adalah orang yang beda. AD teman pelaku lain yang berprofesi sama,” ucap Saiful.

Seperti diberitakan, A, seorang perempuan muda cantik berusia 23 tahun, memesan jasa gigolo kepada seorang germo. Dari situlah A bertemu dengan M di sebuah hotel di Palmerah.

Awalnya, A meminta M memijat tubuhnya, tetapi lama-kelamaan mereka pun berhubungan intim. Seusai berhubungan intim, A memberikan upah atas jasa M. Namun, tak disangka, upah yang diberikan A jauh dari harapan M. M pun geram dan akhirnya berusaha membekap A dengan sebuah handuk kecil yang dibubuhi obat bius.

Namun, obat bius itu diduga tak berfungsi maksimal karena A mampu menahan napas. Setelah kejadian itu, A dan M kembali berdamai dan mulai membangun suasana romantis di antara keduanya. Saat itulah M lengah dan A melaporkan kejadian itu kepada sekuriti yang langsung menelepon polisi.

Polsek Metro Palmerah menahan M di Markas Polsek Metro Palmerah. M disangkakan Pasal 53 juncto 365 tentang perencanaan dan percobaan perampokan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Seorang gigolo alias pekerja seks pria tak kuasa menahan amarah saat perempuan muda yang menjadi pelanggannya memberikan upah tidak sesuai dengan harapan seusai memberi layanan kepada perempuan tersebut di Hotel MA, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (10/5/2011) siang.

Mus (27), sang gigolo, pun nekat mengambil selembar handuk yang sudah dibubuhkan obat bius untuk membekap wanita tersebut. Namun, sialnya, perempuan pelanggannya itu mampu bertahan dari pengaruh obat bius. Alhasil, sang gigolo pun ditangkap dan kini terpaksa mendekam di Kepolisian Sektor (Polsek) Palmerah.

“Jadi, si gigolo ini sudah janjian dengan pelanggannya lewat jasa germo. Mereka janjian ketemu di Hotel MA,” kata Kepala Polsek Palmerah Kompol M Yusuf, Rabu (11/5/2011), saat dihubungi wartawan.

Perempuan itu awalnya meminta Mus untuk memberikan pijatan sampai akhirnya mereka berhubungan intim. Seusai berhubungan intim, perempuan berinisial A yang diyakini berusia 23 tahun itu lalu memberikan upah. “Rupanya upahnya itu enggak sesuai atau terlalu dikit, jadi si gigolo marah sampai nekat membekap korban,” kata Yusuf.

Anehnya, setelah gagal melancarkan aksinya, sang gigolo bersama dengan perempuan itu justru mampu kembali membangun suasana romantis. Akan tetapi, di saat itulah Mus lengah dan korbannya melapor ke sekuriti setempat. Tak beberapa lama polisi datang dan meringkus sang gigolo.

Mus kini harus mendekam di Polsek Palmerah atas tuduhan melakukan pembiusan dan percobaan pencurian.

Seorang Wanita Cantik Jadi Korban Pelecehan Seksual Di Bus Kota Hingga Terkena Sperma Pelaku

Melakukan pelecehan seks terhadap wanita di buskota, lelaki penumpang Patas 213 jurusan Grogol-Kampung Melayu dihajar massa di Bundaran HI Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat malam (13/5). Tersangka Supri, 43, warga Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sebelum dibekuk massa usai melakukan pelecehan seks sempat kabur. Sedangkan wanita korban berinsial Dd, 20, warga Duren Sawit, Jaktim, melaporkan ke Polres Jakpus.

Sekitar pukul 19:00, wanita berparas cantik ini duduk teridur di dalam bus. Saat itu penumpang berjubel, dan pria kelainan seks itu berdiri di samping wanita tersebut. Melihat paha mulus karena rok wanita cantik itu tersingkap, libido pria bejat tersebut langsung tegang. Ia kemudian membuka sleting celana dan mengeluarkan alat vital.

Sambil ditutupi koran, Supri melakukan onani di dekat pundak penumpang wanita tersebut, sampai mengeluarkan sperma yang memuncrat ke pipi dan jatuh di paha korban yang tersingkap tersebut. Spontan korban teriak, sehingga mengagetkan penumpang lainnya.

Mengetahui penumpang menanyakan perihal teriakan korban, pelaku kabur meloncat dari bus. Tetapi dikejar oleh penumpang dan dihajar sampai bonyok. Pelaku kemudian diserahkan ke pos polisi di Jalan Thamrin. “Pelaku akan dikenakan pasal 281 KUHP dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara,” tegas Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakpus, AKP Sintike, SH.

PNS Pegawai Negeri Sipil Di Lampung Memperkosan Pembantu Yang Masih ABG Saat Istri Tidak Ada Di Rumah

Terbukti memperkosa pembantu rumah tangganya, MY ,39, oknum PNS di Kecamatan Pakuan Ratu, Waykanan, dibekuk polisi, Minggu (1/5) sekitar pukul 17.00 WIB. MY memperkosa NU ,17,pembantu rumah tangganya yang baru dua minggu bekerja.

Sebelumnya MY diduga melakukan aksi bejatnya pada 5 Maret lalu sekitar pukul 04.00 WIB, di rumahnya di Jalan Bungamayang LK V, Kelurahan Sribasuki, Lampung Utara.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP. Hermansyah, membenarkan penangkapan MY. NU, warga Desa Sukamarga, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara.

“Menurut olah TKP terjadi di wilayah Kotabumi, maka kasus dilimpahkan ke Polres Lampung Utara. Setelah diperiksa, MY kami tetapkan sebagai tersangka, dan langsung ditahan,” kata Kasatreskrim.

Pada Saat itu NU yang baru dua minggu bekerja di rumah tersangka, mengaku diperkosa saat sedang tertidur ketika itulah majikannya datang secara sembunyi-sembunyi lalu membekap mulutnya dan memeprkosa.

“Ketika saya tidur, tiba-tiba saya terkejut karena mulut saya dibekap dan saya diancam. Majikan saya sudah ada di dalam kamar,” kata NU.

Kemudian, lanjutnya, MY menciumi dan meraba-raba tubuhnya, lalu memperkosanya.

Karena tak kuat menanggung malu dan tidak tahan dengan perbuatan majikannya, NU kemudian melapor ke Polres Lampung Utara.

Terpisah, MY yang telah memiliki dua anak itu mengakui semua perbuatannya. Perbuatan bejatnya itu ia lakukan saat istrinya sedang tidak ada di rumah.

“Iya, memang benar saya melakukan perbuatan itu,” akunya.

Pihak Sat Reskrim Polres Lampung utara juga sudah memeriksa korban dan tersangka. Jika terbukti bersalah, MY bakal dijerat dengan pasal 81 dan atau pasal 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Suami Penyabar Akhirnya Tewas Dibunuh Istri Cerewet Yang Suka Jalan Jalan

Cekcok dalam rumah tangga mungkin biasa. Namun, cekcok berkepanjangan yang tidak kunjung usai membuat Saefudin (50) tewas di tusuk istrinya, Anih alias Sridewi alias Mami Dewi (40). Peristiwa ini terjadi di rumah mereka di Kampung Bojong RT 1 RW 5, Desa Cihideng Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/4) pagi.

Sridewi yang kesal karena lelah dan dicemburui suaminya menikam sang suami dengan pisau dapur hingga tewas. Sang istri sampai kemarin siang masih terpukul dan tidak menyangka kemarahannya berakibat fatal.

Kepada polisi, Sridewi mengaku tidak berniat membunuh suaminya. Ia hanya kesal kepada suaminya yang terus memarahinya. ”Saya tidak pernah berniat membunuh. Yang berulang kali mengancam mau membunuh justru suami saya,” ungkapnya.

Roni (24), anak pertama pasangan suami istri ini, menuturkan, orangtuanya walaupun sudah 29 tahun menikah selalu ribut. ”Bapak saya sangat penyabar, kalau ibu marah beliau diam saja dan sangat nrimo, tidak pernah melawan. Sebulan lalu, bapak sempat datang ke rumah saya, mengeluarkan unek-unek tentang perilaku ibu. Bapak saya maunya ibu enggak usah pergi-pergi, apalagi sampai menginap segala dirumah teman pria,” kata Roni, yang bekerja dan tinggal di Purwakarta.

”Karena ibu sering pergi jalan-jalan, adik-adik saya sampai telantar. Itu yang dikeluhkan bapak. Karena tidak terurus sementara bapak harus kerja buat menafkahi keluarga, dua adik saya bawa ke Purwakarta,” katanya.

Didih alias Ibing (43), keponakan korban, menuturkan, sekitar pukul 07.30 Saefudin datang ke rumahnya. Rumah Didih dengan rumah korban bersela dua rumah. ”Dia datang berjalan kaki dengan tangan kanan menekan lehernya yang berdarah. Dia minta diantar ke rumah sakit. Katanya, ini leher ditusuk pamajikan (istri). Hanya itu saja yang dia bilang. Saya sempat lihat darahnya mancur dari leher,” tuturnya.

”Tadinya mau dibawa ke rumah sakit, tapi meninggal pas mau berangkat,” kata Didih.

”Jumat malam kami ribut. Suami saya minta tidur bareng, tapi saya tolak karena saya sedang lelah dan enggak enak badan. Eh, dia marah-marah,” ujar sang istri .

”Paginya kami ribut lagi. Dia nuduh saya selingkuh, padahal saya tidak melakukan yang dia tuduhkan kemarin. Dia lalu mengancam akan mengambil pisau dan membunuh saya,” katanya.

Saat melihat suaminya menggenggam pisau, Sridewi merebut pisau yang dipegang suaminya dan langsung menikam Saefudin.

Kapolsek Ciampea Komisaris Rony Mardiyatun mengatakan, Sridewi yang kini sudah ditahan diamankan di Polsek Ciampea. ”Dia sudah mengakui perbuatannya. Sekarang dia ditahan di Polsek,” ujar Rony.

Ia mengatakan, pembelaan Sridewi bahwa dia menusuk karena hendak membela diri adalah hal yang paling masuk akal untuk menghindar dari tuduhan pembunuhan berencana. ”Tapi kan kami butuh saksi atau alat bukti lain untuk memperkuat pembelaannya,” jelas Rony.