Monthly Archives: Juni 2011

Sekelompok Pemuda Serbu dan Menculik Anak Gadis Di Pondok Gede Dari Rumah Orangtua Karena Tidak Tahan Melihat Kecantikannya

SEKELOMPOK pemuda bersenjata pistol dan parang menyerang rumah Johanes Kerans (47) di Bekasi, Rabu (22/6) dini hari. Mereka melepaskan dua kali tembakan dan menculik anak perempuan Johanes.

Ditemui Warta Kota di rumahnya di Jalan Raya Kampung Sawah, Gang Angsana RT 07/22, Kelurahan Jatimurni, Pondokgede, Kota Bekasi, kemarin, Johanes Kerans menuturkan apa yang dialaminya.

Menurut Johanes, sekitar pukul 00.30 kemarin ia berada di kamar beserta istrinya, Melani (43). Dua anaknya, Kristin Kerans (22) dan Dedi Kerans (14), berada di kamar yang lain.

Johanes terbangun saat mendengar suara pintu rumah kontrakannya digedor dan ditendang-tendang orang. “Saya bangun dari tempat tidur. Saya bilang, iya sebentar. Baru saja saya keluar dari pintu kamar dan menyalakan lampu, pintu rumah sudah didobrak. Mereka langsung masuk dan menembak saya. Tembakan itu kena dinding dekat kamar, baru pelurunya nyerempet siku kiri saya,” ungkapnya.

Para penyerang itu bukan hanya menembaknya. Seorang di antaranya langsung mengayunkan parang hendak melukai Johanes. Lelaki asal Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur, ini pun buru-buru menghindar. Ayunan parang itu mengenai pintu kamarnya.

Melihat gelagat buruk, Johanes pun melangkah menuju kamar tidur kedua anaknya. Namun, sabetan parang penyerang mengurungkan langkahnya. “Maksud saya pengin menghalang-halangi mereka yang terus merangsek masuk itu. Tapi sampai di pojokan, sewaktu saya merunduk, punggung saya kena sabetan parang,” katanya.

Melani, istri Johanes, tak kalah paniknya. Ibu empat anak itu tak kuasa menahan tangis saat baku tarik dengan para penyerang yang hendak menyeret Kristin Karens. Demikian pula halnya dengan Kristin. Gadis lulusan D3 jurusan ekonomi dari Universitas Kristen Indonesia itu menangis saat diseret keluar.

Sedangkan Dedi, salah satu anak lelaki Johanes yang juga sempat diancam hendak dikepruk balok oleh gerombolan pemuda itu, akhirnya bisa lepas dari penganiayaan. “Mereka beringas, untung saya bisa menghindar,” tutur Dedi.

Sebelum kabur, salah satu penyerang kembali meletuskan pistolnya, namun tidak mengenai anggota keluarga Johanes. Sementara yang lainnya melemparkan sejumlah pot beserta tanamannya ke arah kaca depan rumah hingga kaca jendela itu pecah berantakan.

Senjata rakitan

Gerombolan pemuda itu akhirnya membawa kabur Kristin Kerans menggunakan sepeda motor. Belakangan diketahui, meraka berjumlah sembilan orang dan datang ke rumah Johanes menggunakan lima sepeda motor. Seluruh sepeda motor itu diparkir sekira 20 meter dari rumah Johanes dalam posisi siap dilarikan.

Johanes mengenali, salah satu pelaku adalah Snd (30), lelaki yang dikenal Kristin Kerans. Snd pernah melarikan Kristin selama dua bulan, dari 28 Maret 2011 hingga 1 Juni 2011. Snd sebenarnya ingin menikahi Kristin.

Aparat Polsektro Pondokgede dan Polres Bekasi Kota kini tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan dan penculikan itu.

Kapolres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto mengatakan, pada olah tempat kejadian perkara (TKP) pihaknya menemukan sebutir proyektil peluru. Sementara sebutir peluru lainnya belum ditemukan.

“Kalau dilihat dari materi proyektil yang ditemukan, dugaan kami senjata yang digunakan para penyerang itu senjata rakitan,” ujarnya.

Seorang Pemuda Tewas Saat Sedang Memperkosa Nenek Umur 77 Tahun

Seorang lelaki Texas tewas saat memperkosa perempuan berusia 77 tahun di Refugio County, Texas, kantor berita AP melaporkan Selasa (14/6/2011). Lelaki bernama Isabel Chavelo Gutierrez (53) itu mengeluh tidak enak badan ketika sedang beraksi. Dia lalu menghentikan aksinya, terguling, lalu meninggal begitu saja.

Polisi menduga Gutierrez terkena serangan jantung karena kelelahan. Sebelumnya dia melakukan niat jahatnya, Gutierrez bersepeda sejauh tiga kilometer. Namun polisi masih mengotopsi jenazahnya untuk memastikan penyebab kematian mendadak itu.

Korban Gutierrez dalam kondisi sehat. Gutierrez mengancamnya dengan pisau kecil, ungkap Gary Wright dari kantor sherrif Refugio County. Nenek itu mengaku melihat Gutierrez di kantor pos kota kecil itu sehari sebelumnya. Dia mengira penyerangnya itu pingsan karena terlalu mabuk, sebab napasnya berbau alkohol.

Melihat penyerangnya tak berdaya, dia langsung berlari ke luar rumah dan menelepon putrinya yang kemudian menelepon polisi. Saat polisi tiba di lokasi, Gutierrez sudah tak bernyawa. Peristiwa itu sebenarnya terjadi pada 2 Juni tengah malam. Tetapi warga masih membicarakannya.

Menurut Gary Wright, tingkat kriminalitas di kota kecil itu cukup rendah. Sulit bagi warga melupakan kejadian tak biasa itu. “Peristiwa itu memang sangat aneh,” ucap Wright. Dalam catatan polisi, Gutierrez masuk daftar penjahat seksual. Dia dibebaskan dari penjara setelah menjalani hukuman untuk kasus pelecehan seksual terhadap anak. Statusnya saat ini pun bebas bersyarat, juga untuk kasus seksual.

Taufikqurahman Pengurus RW 10 Utan Kayu Selatan Memotong Tangan Penjual Bubur Taman Bronbek Yang Menolak Disuruh Pindah Berjualan

Pengurus Rukun Warga (RW) di kawasan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur, membacok seorang pedagang bubur. Ini dilakukan karena dia ingin menjadikan taman di wilayahnya bersih dari pedagang. Taufiqrahman, 40, membacok Urip Sunarto, 49, hingga tangan kirinya putus. Selain itu, leher korban juga terkena sabetan parang yang dibawa pelaku dari rumahnya. Peristiwa itu terjadi di Jl. Kelapa Sawit 3, RT 001/10, tepatnya di depan Taman Bronbek Jumat (3/6) sore. Kala itu sang pengurus RW ini menertibkan pedagang yang berjualan di taman, namun kehadiran pengurus RW rupanya ditentang pedagang. Akhirnya cekcok mulut dengan para pedagang.

‘Perkelahian itu hanya karena cekcok mulut karena pedagang disuruh pindah dari tempat mereka mangkal,’ kata Slamet, salah satu warga sekitar. Merasa kalah beradu argumentasi dengan 20 pedagang , pelaku ingin menunjukan kehebatannya dengan langsung memukul Edi salah satu pedagang kecil yang berjualan sosis yang sedang dalam keadaan lengah. Pedagang lain yang tidak terima dengan perlakuan Taufik akhirnya melempari pelaku dengan batu.

Merasa kalah dengan pedagang, Taufik pulang dan mengambil parang. Pedagang yang takut akhirnya melarikan diri, namun Urip terlambat melarikan diri. Akhirnya perkelahian pun terjadi, korban yang berusaha melawan serangan dari pelaku dengan menggunakan sebatang kayu akhirnya tidak berdaya setelah leher ditebas parang pelaku. Tak hanya itu, tangan kirinya yang kala itu berupaya menahan parang putus sebatas di bawah lengan.

Darah pun berceceran di sepanjang jalan tersebut, tangan kiri korban yang sudah putus dipegang dan diacung-acungkan pelaku menuju rumahnya sambil berkata ‘Siapa lagi yang berani sama saya’. ‘Habis berantem dan tangannya putus, pelaku membawa tangan korban dan diangkat-angkat sambil bilang siapa lagi yang berani sama saya,’ kata Slamet yang hanya bisa menyaksikan kejadian perkelahian dari jauh.

Korban yang sudah terkapar tak berdaya akhirnya ditolong warga sekitar dengan dibawa ke rumah sakit St. Carolus untuk mendapat pertolongan. Sementara berselang 20 menit pelaku akhirnya dapat diringkus kepolisian dekat rumahnya.
‘Kita sudah menangkap pelaku dekat rumahnya tanpa adanya perlawanan,’ kata Kapolsek Matraman Kompol Uyun Rifai.
Polisi pun tengah memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Saat ini pelaku sudah diamankan petugas dan mendekam dipenjara atas perbuatannya.

Bermusyawarah, dinilai cara terbaik untuk menghindari jatuhnya korban dalam upaya penertiban dan menjaga keindahan taman. Demikian Lurah Utan Kayu Selatan, Sri Ratnawati terkait pembacokan yang dilakukan pengurus RW terhadap pedagang bubur. Menurut Sri, Sabtu (4/6) kawasan Taman Bronbek, Utan Kayu, Jakarta Timur, bukan kawasan yang digunakan untuk berjualan. Maka dari itu, pihak RW berupaya menertibkan kawasan tersebut.

Pihak kelurahan yang saat ini tengah berupaya memperbaiki wilayahnya, bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas taman yang ada. Untuk itulah upaya penertiban tengah digalangkkan oleh petugas di setiap Rukun Warga.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat kemarin (3/6) Urip Sunarto, 49, seorang tukang bubur, tangan kirinya dibacok hingga putus oleh Taufikqurahman, salah satu oknum pengurus RW. Ini terjadi karena belasan pedagang tidak terima dilarang berjualan di taman tersebut, padahal mereka sudah membayat uang jago kepada oknum tersebut. Kasus tersebut masih ditangani Polsek Metro Matraman.

Pasca terjadinya insiden perkelahian yang menyebabkan tangan kiri tukang bubur putus tangan akibat dibacok, kondisi Taman Bronbek, Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur masih terlihat sepi dari pedagang. Seperti yang terlihat Sabtu (4/6) siang ini, tidak ada kumpulan pedagang yang biasanya mangkal di kawasan tersebut. Sardi, 41, salah satu warga menyebutkan,gara-gara perkalhian kemarin hari tidak ada yang jualan.

Taman Bronbek yang berada di kawasan Jl. Kelapa Sawit Kel. Utan Kayu Selatan, Kec. Matraman, Jaktim, sebelum kejadian kemarin selalu dipenuhi pedagang aneka makanan. Atas dasar itulah, pihak RW setempat yang berupaya menertibkan pedagang agar tidak berjualan di tempat itu demi keindahan. Namun saat penertiban tersebut, Urip Sunarto, 49, tukang bubur menjadi korban dari keberingasan Taufik pengurus RW setempat. Tangan kiri Urip putus setelah ditebas parang oleh pelaku. Tersangka Taufiqurahman saat ini mendekam di tahanan Polsek Matraman. Kapolsek Matraman Kompol Uyun Rafei, mengatakan pelaku dijerat dengan pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.