Sekelompok Pemuda Serbu dan Menculik Anak Gadis Di Pondok Gede Dari Rumah Orangtua Karena Tidak Tahan Melihat Kecantikannya

SEKELOMPOK pemuda bersenjata pistol dan parang menyerang rumah Johanes Kerans (47) di Bekasi, Rabu (22/6) dini hari. Mereka melepaskan dua kali tembakan dan menculik anak perempuan Johanes.

Ditemui Warta Kota di rumahnya di Jalan Raya Kampung Sawah, Gang Angsana RT 07/22, Kelurahan Jatimurni, Pondokgede, Kota Bekasi, kemarin, Johanes Kerans menuturkan apa yang dialaminya.

Menurut Johanes, sekitar pukul 00.30 kemarin ia berada di kamar beserta istrinya, Melani (43). Dua anaknya, Kristin Kerans (22) dan Dedi Kerans (14), berada di kamar yang lain.

Johanes terbangun saat mendengar suara pintu rumah kontrakannya digedor dan ditendang-tendang orang. “Saya bangun dari tempat tidur. Saya bilang, iya sebentar. Baru saja saya keluar dari pintu kamar dan menyalakan lampu, pintu rumah sudah didobrak. Mereka langsung masuk dan menembak saya. Tembakan itu kena dinding dekat kamar, baru pelurunya nyerempet siku kiri saya,” ungkapnya.

Para penyerang itu bukan hanya menembaknya. Seorang di antaranya langsung mengayunkan parang hendak melukai Johanes. Lelaki asal Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur, ini pun buru-buru menghindar. Ayunan parang itu mengenai pintu kamarnya.

Melihat gelagat buruk, Johanes pun melangkah menuju kamar tidur kedua anaknya. Namun, sabetan parang penyerang mengurungkan langkahnya. “Maksud saya pengin menghalang-halangi mereka yang terus merangsek masuk itu. Tapi sampai di pojokan, sewaktu saya merunduk, punggung saya kena sabetan parang,” katanya.

Melani, istri Johanes, tak kalah paniknya. Ibu empat anak itu tak kuasa menahan tangis saat baku tarik dengan para penyerang yang hendak menyeret Kristin Karens. Demikian pula halnya dengan Kristin. Gadis lulusan D3 jurusan ekonomi dari Universitas Kristen Indonesia itu menangis saat diseret keluar.

Sedangkan Dedi, salah satu anak lelaki Johanes yang juga sempat diancam hendak dikepruk balok oleh gerombolan pemuda itu, akhirnya bisa lepas dari penganiayaan. “Mereka beringas, untung saya bisa menghindar,” tutur Dedi.

Sebelum kabur, salah satu penyerang kembali meletuskan pistolnya, namun tidak mengenai anggota keluarga Johanes. Sementara yang lainnya melemparkan sejumlah pot beserta tanamannya ke arah kaca depan rumah hingga kaca jendela itu pecah berantakan.

Senjata rakitan

Gerombolan pemuda itu akhirnya membawa kabur Kristin Kerans menggunakan sepeda motor. Belakangan diketahui, meraka berjumlah sembilan orang dan datang ke rumah Johanes menggunakan lima sepeda motor. Seluruh sepeda motor itu diparkir sekira 20 meter dari rumah Johanes dalam posisi siap dilarikan.

Johanes mengenali, salah satu pelaku adalah Snd (30), lelaki yang dikenal Kristin Kerans. Snd pernah melarikan Kristin selama dua bulan, dari 28 Maret 2011 hingga 1 Juni 2011. Snd sebenarnya ingin menikahi Kristin.

Aparat Polsektro Pondokgede dan Polres Bekasi Kota kini tengah melakukan pengejaran terhadap para pelaku penyerangan dan penculikan itu.

Kapolres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto mengatakan, pada olah tempat kejadian perkara (TKP) pihaknya menemukan sebutir proyektil peluru. Sementara sebutir peluru lainnya belum ditemukan.

“Kalau dilihat dari materi proyektil yang ditemukan, dugaan kami senjata yang digunakan para penyerang itu senjata rakitan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s