Pelajar SMP Tewas Dirumah Dengan Leher Nyaris Putus Di Kampung Pondok Kelor Sepatan Timur Tangerang Karena Dibunuh Kakek 61 Tahun Tetangganya

Seorang remaja ditemukan tewas di rumahnya Kampung Pondok Kelor RT 02/01, Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang dengan luka gorok di leher. Diduga Subangun Yoris Setiawan, 16 ,korban perampokan karena emas 30 gram dan uang Rp 2 juta milik orangtuanya raib.

Dikutip dari Humas Polda Metro Jaya, jasad pelajar SMA Kelas 3 itu ditemukan kedua orang tuanya, Kristian dan Yeni, di ruang tamu rumah dengan luka gorokan di leher nyaris putus, Jumat (22/7) dini hari sekira pukul 03:00 WIB.
Saat itu kedua orang tua korban baru kembali dari acara keluarga di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Keduanya terkejut karena pintu rumah tidak terkunci dan lampu dalam keadaan mati.

Dalam keadaan gelap, Kristian berusaha ke arah saklar lampu. Namun kaki Kristian merasakan basah terkena air. Begitu lampu dinyalakan, alangkah kagetnya, ternyata lantai rumah basah dengan darah dan didapati putranya tewas bersimbah darah.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Metro Sepatan yang langsung melakukan olah TKP. Menurut keterangan saksi, Aang, paman korban yang tinggal tidak jauh dari rumah korban, ia tidak tahu kejadian sebelumnya, karena saat itu Yoris ditinggal sendirian di rumah ketika kedua orang tuanya berangkat kondangan ke Curug sejak pukul 16:00 WIB, Kamis kemarin. Dirinya baru tahu kejadiannya setelah kedua orang tua korban berteriak minta tolong mendapati putranya telah tewas.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Widada menduga peristiwa tersebut adalah perampokan yang disertai pembunuhan. Sebab menurut keterangan orang tua korban terdapat barang yang hilang berupa emas 30 gram, uang Rp 2 juta diduga dibawa perampok.

“Kita masih menyelidiki berapa jumlah pelaku dan modusnya. Jumlah kerugian juga belum diketahui. Kita harus memeriksa beberapa saksi,” ujar Kapolres. Tersangka perampokan disertai pembunuhan pelajar SMK di Kampung Pondok Kelor,Sepatan Timur Kabupaten Tangerang ternyata tetangga korban, kakek berusia 61 tahun bernama Rahmat.

Menurut Kapolsek Sepatan AKP Sunaryo, pelaku ditangkap di rumahnya tak jauh dari rumah korban RT 2/4 Sepatan Timur,Selasa (26/7). Menurut pengakuan tersangka, ia semula bernat mencuri tapi kepergok korban Subangun pelajar SMK itu sehingga pelajar kelas tiga itu digorok lehernya nyaris putus.

Tersangka yang bekas jagal kambing dan jualan sate ini kepada petugas mengaku sakit hati kepada orangtua korban,karena saat bekerja hanya diberi gaji saja. Di rumah korban kakek ini bekerja pemotong kayu untuk membikin valet (kotak kayu). Karena sakit hati itulah, kakek yang sudah memiliki beberapa cucu ini berniat mencuri di rumah Subangun. Pencurian itu dilakukan pada 22 Juli dengan mencongkel jendela belakang rumah. Saat sudah di rumah,aksinya dipergoki Subangun.

Panik, akhirnya Ramha membacok Subangun yang di rumah sendirian karena ditinggal orangtuanya kondangan di Subang . Usai membunuh, tersangka mencuri perhiasan emas 30 gram uang Rp 3 juta dan HP dua unit. Tersangka kini masih diperiksa di Polsek Sepatan. “Tersangka kami kenakan dua pasal yakni 365 KUHP pencurian dengan kekeasan dan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara,”jelas Sunaryo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s