Garuda Dituntut Karena Lecehkan Calon Pramugari Dengan Disuruh Telanjang dan Diraba Raba Payudaranya Oleh Pria

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia diterpa isu tak sedap. Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, menyebut maskapai pelat merah ini melakukan pelecehan seksual terhadap calon pramugari pada bulan lalu.

Pelecehan terjadi saat Garuda mewawancarai calon awak kabin asal Korea. Seorang wanita mengaku diperintahkan melepas semua pakaiannya kecuali pakaian dalam untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Saat itu seorang dokter pria disebut meraba payudaranya dengan alasan memeriksa implan. Pemasangan implan, menurut aturan perusahaan, dianggap membahayakan awak kabin ketika bertugas. Setelah kejadian tersebut, para pelamar langsung mengajukan komplain atas prosedur yang memalukan dan membuat mereka tidak nyaman itu.

Juru bicara Garuda Indonesia, Pujobroto, membantah adanya insiden tersebut. “Itu sama sekali tak benar. Tak ada pelamar yang diminta tampil tanpa busana saat rekrutmen pramugari di Korea,” katanya tadi malam.

Ia menegaskan, pemeriksaan kesehatan oleh Garuda sesuai dengan standar yang berlaku di dunia penerbangan. Dokter yang melakukan pemeriksaan juga mengacu pada standar profesi dan terikat sumpah dokter. “Ada staf lokal yang mendampingi untuk membantu menjelaskan pemeriksaan,” katanya.

Meski demikian, Pujobroto menyatakan Garuda belum berencana melayangkan somasi terhadap Yonhap maupun The Korea Herald, yang ikut memberitakan kasus ini. “Belum ada rencana ke sana,” katanya.

Proses seleksi dilakukan pada 27 Juli lalu. Ada 27 calon pramugari asal Korea yang mengikuti tes, lima di antaranya dinyatakan tak lulus. Proses rekrutmen dilaksanakan langsung oleh Garuda tanpa melibatkan pihak ketiga.

Garuda merekrut awak kabin asal Korea untuk mendukung pelayanan maskapai ini. Menurut Pujobroto, dalam sepekan Garuda terbang ke Korea sebanyak lima kali. Garuda juga merekrut pramugari asal Cina dan Jepang untuk rute Jakarta-Cina dan Jakarta-Jepang.

Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, mengatakan proses rekrutmen awak kabin tak termasuk wewenang kementeriannya. “Kami hanya mengawasi dan mengatur keselamatan, keamanan, serta pelayanan penerbangan,” katanya.

Pemerintah juga belum berencana mengambil langkah apa pun terkait dengan berita itu. “Secara informal, kami akan memastikan kepada Garuda tentang berita tersebut,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s