Monthly Archives: September 2011

Gadis ABG Nyaris Diperkosa Pacar dan Teman Dikompleks Setneg Panunggangan Cipondoh

Gadis ABG,NR,15 nyaris dinodai dua lelaki yaitu pacarnya dan temannya di amar sewa dekat kompleks Setneg, Kelurahan Panunggangan, Cipondoh,Kota Tangerang.

Korban dan pacarnya,Si,17 sempat dipergoki petugas patroli Polsekta Cipondoh ketika ribut mulut di pinggir jalan Selasa tengah malam sekitar 24.00. Kepada petugas patroli, NR menceritakan bahwa dirinya akan diperkosa di kamar sewaan. Keduanya kemudian diamankan ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Kepada petugas NR yang tinggal di Sudimara Pinang itu mengaku malam itu diajak jalan-jalan oleh Si.Namun ternyata dibawa ke kamar sewaan Rp 30 ribu/jam berlokasi di belakang kompleks perumahan Setneg. Untuk menuju lokasi NR naik motor dengan pacarnya dan teman pacarnya bernama Asep.

Sampai di lokasi, NR dan Si masuk ke kamar, sedangkan Asep menunggu di luar kamar. “Ketika NR dan Si bercumbu, tiba-tiba Asep ikut masuk kamar,”jelas Kapolsekta Cipondoh Kompol Arlon Sitinjak,SH.
Ketika Si hendak menodai NR, ternyata Asep ikut memegangi tangan NR agar tidak berontak. Tapi NR langsung berteriak minta tolong menolak dinodai Si dan minta agar diantar pulang ke rumahnya.

Pulang menaiki motor milik Asep, namun NR dan Si diturunkan di tengah jalan di perumahan Banjar Wijaya,Cipondoh. “Keduanya lalu ribut mulut dan dipergoki oleh anggota patroli,”jelas Arlon sambil menyebutkan kasusnya dilimpahkan ke unit PPA (perlindungan perempuan dan anak) Polres Metro Tangerang.

Setelah diperiksa petugas PPA, keluarga ABG tidak mau membuat laporan. Sehingga kasusnya tidak bisa diproses secara hukum. “Kasus ini termasuk delik aduan, kalo korban tidak mau membuat laporan ya tidak dapat diproses,”tegas Kapolsek Arlon.

Ditambahkan Arlon pemilik kamar,YS yang menyewakan kamar kepada NR dan Si juga diperiksa sebagai saksi karena menyewakan kamar tidak ada izinnya dari Pemkot

Video porno yang diperankan siswi sekolah kembali beredar. Setelah video porno yang diperankan dan “disutradarai” oleh siswi SMP di Malang, Jawa Timur, kini, ada video serupa yang diduga diperankan siswi SMA 2 Rappang, Sulawesi Selatan.

Hampir sepekan ini, masyarakat Kota Parepare dan Kabupaten Sidrap dihebohkan dengan beredarnya video mesum, yang diduga dilakukan juga oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) tersebut.

Video berdurasi 2 menit 43 detik itu memperlihatkan siswi melakukan hubungan layaknya suami istri. Video tersebut diduga diambil dengan mengunakan telepon seluler berkamera pada Juni tahun 2011 pada hari Minggu sekitar pukul 11.00 Wita.

Kepala Polres Sidrap AKBP Syamsi, Selasa (27/9/2011), mengatakan, pihaknya sudah mengantongi nama-nama dalam video tersebut. Si perempuan berinisial WAS (16) dan IDR (20). Diduga pula, mereka melakukan aktivitas haram tersebut di Jalan Muhammadiyah, di salah satu rumah warga Kota Rappang, Kabupaten Sidrap.

“Sebaiknya masyarakat tidak ikut menyebarkan video tersebut karena kami saat ini sedang menyelidiki siapa pelaku penyebaran. Kami juga berharap agar orangtua para pelaku sekaligus korban bisa bekerja sama untuk mengungkap kasus ini,” kata Syamsi.

Sekretaris Dinas Pendidikan Nurkanaha Kabupaten Sidrap pun mengharapkan video ini tidak lagi disebarkan. Dia khawatir, video ini memberikan dampak buruk kepada dunia pendidikan. “Kami mengharapkan agar video tersebut dihapus saja karena video ini menjadi virus di dunia pendidikan,” kata Nurkanaha.

Karyawati Ke Dukun Karena Ingin Totok Buka Aura Tetapi Malah Buka Baju Sampai Telanjang

Alih-alih bisa buka aura dan agar pelanggan rame, paranormal, Amir Soni ,40, warga Jl. Yos Sudarso, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, memperdayai San ,29, waga Jl. Wolter Monginsidi, Bandarlampung, karyawan pijat dengan dengan mencabulinya.

Nyatanya meski sudah menuruti semua kemauan si paranomar , tidak satupun pelanggan yang datang . Akibatnya, Santi melapor ke Polresta Bandarlampung, Rabu (28/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut korban di Polresta Bandarlampung yang ditemani temannya, ia yang bekerja sebagai karyawan pijat repleksi mengaku dicabuli Amir Soni seorang paranormal dengan dalih buka aura.

“Pada mulanya saya tertarik untuk buka aura dengan alasan penglaris. Tapi saat ritual, Amir Soni menyuruh saya buka semua baju sampai telanjang, kemudian dia raba-raba dan meremas-remas semua badan saya, dari atas sampai bawah. Ternyata setelah ritual saya tunggu sampai siang malah gak ada pelanggan yang datang,” kata korban di Polresta Bandar Lampung, Rabu (28/9)

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung, Kompol. Sayful Wahyudi membenarkan adanya laporan tersebut dan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Mantan Siswi SMp Bhakti Bululawang Menjadi Sutradara dan Pemain Video Mesum

Seorang siswi sebuah SMP swasta di Turen Kabupaten Malang mencoba menjadi sutradara sekaligus kamerawan. Yang bikin heboh, jenis filmnya porno dengan pemain sepasang teman sekolah si sutradara. Di awal video berdurasi 19 menit 38 detik itu, terlihat pemeran pria dan wanita berada dalam sebuah kamar sedang melakukan adegan yang seharusnya hanya patut dilakukan oleh pasangan suami istri.

Pemeran pria, dalam melakukan adegannya masih mengenakan seragam sekolah, sedangkan pasangan perempuannya sudah dalam kondisi setengah telanjang dan hanya mengenakan rok Pramuka. Dalam adegan-adegan selanjutnya, pemeran perempuan itu bahkan tak mengenakan selembar pakaian pun di tubuhnya.

Belakangan diketahui bahwa pemeran pria dalam adegan itu adalah VB, alumnus SMK Turen yang lulus, Mei 2011 silam. Sedangkan si perempuan adalah PL, siswi SMP Bhakti. Video yang diberi judul sesuai dengan nama masing-masing pemerannya itu rupanya direkam menggunakan kamera ponsel oleh seorang remaja perempuan yang nampaknya adalah rekan mereka sendiri.
Hal ini bisa dipastikan sebab dalam merekam adegan kedua temannya, perempuan itu sesekali mengeluarkan instruksi kepada teman wanitanya untuk melakukan ini dan itu. Terkesan, si sutradara tidak sabar dengan adegan yang bertele-tele. “Cepetan selak onok wong (Cepetan keburu ada orang),” demikian celoteh si sutradara.

Kepastian itu juga muncul pada akhir-akhir video, saat perempuan tersebut pada akhirnya merekam wajahnya sendiri dengan kamera yang sama. Dari penampakan itu, diduga kuat, gadis berkulit gelap dan berpipi tembem itu teman sekolah si pemeran cewek. Ini dilihat dari seragam pramuka yang dia kenakan.

Siswi pemeran video porno yang berpasangan dengan siswa SMK Turen di Malang , sudah dikeluarkan dari sekolahannya. Siswi tersebut bersekolah di SMP Bhakti di Malang. Perekam video berdurasi 19 menit 38 detik yang juga seorang gadis ABG, diduga kuat teman siswi SMP tersebut. Soalnya, ia juga mengenakan seragam rok pramuka, mirip yang dikenakan pemeran video.

Pemeran wanita dalam video tersebut memiliki inisial PL, siswi SLTP Bhakti yang bangunannya berada dalam satu kompleks dengan SMK Turen.

Saat wartawan berusaha menemui Kepala Sekolah SLTP Bhakti, Wahyu Priyo Sancoko untuk meminta konfirmasi terkait kebenaran informasi bahwa PL adalah pelajar sekolahnya, Priyo sedang tidak ada di tempat.

Namun seorang guru piket bernama Irfan membenarkan bahwa pemeran perempuan dalam video itu adalah mantan anak didik SLTP Bhakti yang telah dikeluarkan oleh pihak sekolah. ”Memang benar anak perempuan itu pernah sekolah di tempat ini, tapi dia sudah dikeluarkan,” beber Irfan.

Dikeluarkannya PL dari sekolah, menurut Irfan, bukan karena beredarnya video tersebut, namun karena ia suka membolos selama berhari-hari.

”Dia itu warga Bululawang yang sebelumnya bersekolah di SMPN di Bululawang. Dia dikeluarkan dari sekolah sini karena suka bolos sampai berhari-hari. Kapan dia dikeluarkan, itu yang tahu pak kepala sekolah. Jadi kalau untuk urusan video, sudah nggak ada hubungannya lagi dengan pihak sekolah,” tegas Irfan.

Di awal video, terlihat pemeran pria dan wanita berada dalam sebuah kamar sedang melakukan adegan yang seharusnya hanya patut dilakukan oleh pasangan suami istri.

Pemeran pria, dalam melakukan adegannya masih mengenakan seragam sekolah, sedangkan pasangan perempuannya sudah dalam kondisi setengah telanjang dan hanya mengenakan rok Pramuka. Dalam adegan-adegan selanjutnya, pemeran perempuan itu bahkan tak mengenakan selembar pakaian pun di tubuhnya.

VB (alumnus SMK Turen) dan PL (siswi SMP Bhakti), aktor utama video mesum yang menggemparkan warga Malang Raya, kabur, Selasa (20/9/2011). Demikian pula siswa yang menjadi sutradara, juga belum ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Hartoyo SIK, mengatakan, polisi masih melacak keberadaan tiga pelajar itu. “Sampai sekarang kami belum menemukan mereka,” ujar Hartoyo.

Rumah PL di Dusun Sanggrahan, Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Malang, juga terlihat kosong. “Tak ada orang,” ujar Kasun Sanggrahan, Siswadi, saat bersama wartawan mengetuk pintu rumah PL. Aman, paman PL, juga tak tahu keberadaan keponakannya.

Menurut Siswadi, selama ini PL tinggal bersama ayah yang bekerja sebagai tukang krom dan kakeknya yang sakit-sakitan, sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta.

Siswadi mengaku sangat prihatin atas beredarnya video mesum. ”Tetangga-tetangga sudah tahu kejadian ini. Saya berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi siapa saja, termasuk PL,” ujarnya.

Tim Kuasa Hukum AKBP Mindo Tampubolon Desak Polda Kepri Keluarkan SP3 Karena Tidak Punya Cukup Bukti

Tim kuasa hukum AKBP Mindo Tampubolon mendesak penyidik Polda Kepri untuk segera membuat Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kliennya. Tuntutan agar segera dikeluarga SP3, karena tim kuasa hukum menilai tidak cukup bukti untuk melibatkan Mindo dalam pembunuhan istrinya itu.

Pengacara Mindo, Dion Pongkor SH mengatakan dalam KUHAP (Kitab undang-undang hukum acara pidana) Pasal 184 ada 5 alat bukti yaitu keterangan saksi, ada surat, ada keterangan terdakwa, ada petunjuk dan ada keterangan ahli. Dari lima alat bukti itu seseorang dijadikan tersangka harus memenuhi minimal dua alat bukti.

Namun dalam kasus yang menimpa Mindo tidak cukup bukti hanya pengakuan Ujang dan Rosma saja tanpa didukung bukti lainnya, lalu penyidik menetapkan Mindo sebagai tersangka.

Perlu diingat Ujang seorang residivis yang baru keluar dari penjara dan keterangannya selalu berubah- ubah. Awalnya mengaku para sekuriti ikut terlibat, akhirnya Direskrimum Polda Kepri menangkapnya dan menahan tujuh sekuriti selama sebulan lebih.

Setelah mereka babak belur dihajar, akhirnya Ujang dan Ros mencabut pengakuan keterlibatan sekuriti itu.

“Kami sebagai pengacara tidak melulu membela Mindo, kalau memang terbukti bersalah silakan diproses. Kami hanya menegakkan kebenaran. Jika ada keterlibatan Mindo tentu kami tidak akan menutupi. Ini sangat berbahaya kalau ditutupi karena menyangkut nyawa orang lain yang meninggal secara tidak wajar. Kami pun tidak mungkin datang membelanya, jika dia yang terlibat membunuh istrinya,” kata Dion Jumat lalu, .

Ketika ditanya apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan tim kuasa hukum, Dion mengatakan saat ini pihaknya akan mendesak penyidik segera menerbitkan SP3. “Kami tidak akan tinggal diam dalam kasus ini, kami akan tetap menempuh jalur hukum termasuk menuntut balik,” kata Dion.

Sehari sebelum kejadian pembunuhan Putri Mega Umboh, tidak ada tanda- tanda mencurigakan bakal terjadi sesuatu terhadap Putri. Memang saat itu Mindo dan Putri agak kesal dengan ulah Rosma yang diam-diam mengunci pintu kamar majikannya. Padahal selama ini pintu kamar itu tidak pernah dikunci.

Mindo menyebut tindakan Rosma yang membuat mereka kesal adalah ketika Ros mengunci kamar tidur mereka hari Kamis (23/6/2011). “Kami sekitar pukul 21.00 masuk ke rumah. Saya ingin tidur, tapi pintu terkunci, lalu saya tanya sama istri kenapa kamar dikunci, istri bilang tidak ada dikunci.
Setelah itu Putri menanyakan ke Ros dan dijawab dirinya yang mengunci pintu dan kuncinya dipegang. “Setelah saya buka kunci pintu itu tidak bisa, entah apa yang dibuat Ros sehingga anak kunci itu sulit membuka pintu. Saya coba terus tetap tidak bisa, lalu saya telepon tukang kunci untuk datang, karena sudah malam tukang kunci hanya menganjurkan buka saja pernya. Namun membuka pernya itu sangat sulit, akhirnya saya pakai obeng untuk mencongkel- congkel pernya selama dua jam lamanya baru bisa terbuka,” kata Mindo.

Ia menyebut saat itu dia pun emosi dan memukul Rosma karena menutup kamar tidur, padahal selama ini tidak pernah itu dikunci.
“Saat itu saya juga marah pada Ros, akibat ulahnya yang menutup pintu tanpa disuruh, membuat istri emosi. Saya sekitar dua jam mengutak atik kunci pintu itu dan terbuka sekitar pukul 23.00. Setelah itu istri saya yang sudah geram memukul Ros menggunakan telapak sepatu boat saya kena ke pipinya. Setelah itu besoknya terjadilah kejadian itu,” kata Mindo.
Rosma saat itu dipukul Putri pakai telapak sepatu boat milik Mindo sekitar pukul 21.00 setelah pintu kamar sudah bisa terbuka. Saat itu Mindo masuk kamar bersama Keyza, sedangkan Putri masih di lantai bawah bersama Ros.
Mindo menyebut saat itu dirinya sudah tidur-tiduran, karena baru pulang dan sangat capek sekali. “Saya tidur-tiduran di kamar. Saat itu saya dibanguni istri dan bilang baru memukul Ros dengan telapak sepatu boat ke pipi Ros. Setelah itu saya terbangun dan kembali tidur, saya tidak tahu jam berapa saya bangun, karena tidak selalu saya perhatikan jam,” kata Mindo, Kamis (15/9).

Ketika ditanya apakah tahu Ujang datang sekitar pukul 24.00 atau tengah malam dan menyelinap masuk ke rumah? Mindo menyebut tidak tahu. “Saya tidak tahu dan saya tidak kenal dengan Ujang. Pada malam itu saya tidur dan bangun pagi, setelah itu saya diantar istri ke kantor sekitar pukul 06.30. Saya tidak tahu bahwa Ujang masuk ke rumah,” jelasnya.

Ia menyebut pada saat mengantar jenazah Putri ke Lampung, ketika diperjalanan dirinya membaca koran, bahwa Rosma saat dipukul Putri menelepon ke pacarnya Ujang. Dalam koran itu disebut Rosma kembali dimarahi Putri dan dipukul pakai telapak sepatu wajahnya.

“Terus terang saya tidak tahu apakah Ujang datang, karena saya tidak begitu kenal dengan Ujang. Saya lihat Ujang hanya sekali saat Ros lari dari rumah dan kami ke tempat yayasan untuk menjemputnya, ternyata Ros tidak ada yang ada adalah Ujang. Jadi kalau ada yang mengait- ngaitkan apalagi saya disebut pelaku tidak masuk akal,” katanya.
“Sebenarnya saya sudah bilang sama istri, mending kita cari pembantu yang lain aja tapi istri bilang kalau yang baru nanti masih lama lagi mengajarinya. Selain itu kita sudah membayar gajinya dimuka selama enam bulan. Masa baru berapa bulan langsung kita putus. Lebih baik kita bawa lagi Ros ke rumah,” kata Mindo mengutip omongan Putri.

Karena itulah Ros diajak lagi kerja lewat bujukan pacarnya Ujang. Dan kembali Rosma bekerja sampai terjadi pembunuhan itu. Dari situ sudah jelas, kata Mindo, bahwa istrinya dihabisi Ujang dan Ros karena motif sakit hati dan dendam. Gatwein Mosse, ibunda Putri Mega Umboh belum bisa bernafas lega. Kasus kematian putri kesayangannya hingga hampir tiga bulan berlalu belum juga rampung pemberkasannya.

Bahkan kepedihan hatinya bertambah saat penyidik menyeret menantunya, AKBP Mindo Tampubolon menjadi salah satu tersangka pembunuhan sadis itu. Hanya saja mengenai penetapan tersangka terhadap Mindo ini hingga kini masih kontroversi karena penyidik belum menemukan alat bukti, kecuali hanya pengakuan dari tersangka utama Ujang dan Rosma.
Gatewein Mosse yang dihubungi Tribun, Minggu (18/9/2011), mengaku sampai saat ini masih merasakan ada kejanggalan yang tak bisa ia terima secara akal sehat jika sampai Mindo disebut- sebut terlibat.

Sebab, menurut dia, dari fakta yang ada tak satu pun bukti yang menguatkan sangkaan penyidik di bawah pimpinan Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Wibowo bahwa Mindo terlibat. Ia mengaku masih percaya dengan Mindo. Bahkan, untuk mencari jawaban siapa pembunuh sesungguhnya Putri Mega, Gatwein mengaku sampai rela mendatangi seseorang yang memiliki kemampuan supranatural terkenal di Jakarta.

“Kalau Kapolda menggunakan jasa Ki Joko Bodo, maka saya pun mengimbangi dengan mendatangi ahli supranatural di Jakarta. Pak Chandra cukup terkenal di Jakarta. Dia bukan dukun, tapi memiliki kemampuan supranatural,” kata Gatwein, yang juga istri Kombes Pol James Umboh, seorang perwira di Polda Bali itu.

Tak hanya itu, Gatwein bahkan mengaku telah mendatangi lima paranormal lainnya semenjak kematian Putri. Namun dari mereka Gatwein pun menyatakan tak ada satu paranormal pun yang memiliki petunjuk akan keterlibatan Mindo.
“Saya sempat diminta oleh Kombes Pol Wibowo untuk datang ke paranormal menanyakan hal itu. Sampai sekarang sudah lima orang paranormal saya datangi semenjak kematian Putri, namun hasilnya nihil,” kata Gatwein.

Ia mengatakan, hasil ‘pelacakannya’ itu pun sudah disampaikan kepada Wibowo. Dan, karena ia yakin tidak ada keterlibatan menantunya, ia mendesak agar penyidik segera mengeluarkan SP3.

Putri Mega Umboh dibunuh oleh Ujang dan Rosma, pembantu rumah tangganya pada 24 Juni silam. Jasadnya ditemukan di hutan wilyah Punggur Batam, atau kurang lebih 10 kilometer dari rumahnya, dalam kondisi terdapat banyak luka tusukan dan luka gorokan di bagian leher.

Ujang dan Rosma yang dijadikan tersangka, belakangan menyeret nama Mindo terlibat. Namun Mindo mematahkan tudingan yang disampaikan karena berdasarkan alibinya, saat kejadian ia berada di Mapolda Kepri dari pagi hingga sore hari. Hal itu juga dibenarkan oleh para saksi.

Video Mesum Pasangan Pelajar Gegerkan Majenang Cilacap

Sebuah video mesum yang diduga dibuat pelajar Majenang, Cilacap, kini beredar luas di masyarakat. Polisi masih mengusut siapa pelaku dan penyebar video dengan durasi cukup panjang tersebut.

“Saat ini petugas sedang mengusut asal-usul video tersebut,” terang Kepala Kepolisian Resor Cilacap, Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Darmoko, Kamis, 15 September 2011.

Rudi mengatakan, selain mengusut penyebar pertama video tersebut, polisi juga sedang mencari siapa pelaku adegan “suami istri” itu. Saat ini, polisi juga sedang menelusuri sejumlah tempat yang diduga menjadi lokasi pembuatan video itu. Pencarian difokuskan di hutan pinus yang terlihat di video tersebut.

Video tersebut berdurasi 16 menit 16 detik. Video dibuat dengan kamera telepon seluler dengan format MP4. Dalam video tersebut, terlihat sepasang remaja belasan tahun melakukan adegan yang belum semestinya dilakukan mereka. Hanya beralaskan rumput, mereka tampak melakukan berbagai adegan seperti sudah ahlinya. Percakapan dengan dialek Majenang sesekali terdengar dari keduanya.

Kepala Kepolisian Sektor Majenang, Ajun Komisaris Sartono, mengatakan anggotanya masih mengumpulkan bukti dan saksi terkait dengan video mesum yang beredar antartelepon seluler itu. “Kami akan memeriksa saksi dan mengumpulkan barang bukti,” katanya.

Peredaran video tersebut ditanggapi serius oleh beberapa pihak. “Kami minta polisi serius menangani kasus ini, terutama agar video tersebut tidak menyebar luas ke masyarakat,” terang Ketua Bidang Hukum dan Hubungan Masyarakat Pemuda Muhamadiyah, Imam Fauzi.

Imam mengatakan, polisi seharusnya mengimbau warga agar menghapus video tersebut dalam telepon seluler yang sudah kadung meluas. Dengan tindakan tersebut, kata dia, penyebaran video yang cukup meresahkan masyarakat bisa ditekan.

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat Cilacap Tanpa Kekerasan (Citra) Nolly Sudrajat meminta supaya peredaran video mesum remaja itu ditangani secara serius. “Kalau masih di bawah umur, polisi harus menggunakan UU Perlindungan Anak sehingga keduanya harus menjalani pendampingan dan konseling,” katanya.

Nolly mengatakan, ia bersama dengan kepolisian dan Dinas Pendidikan Cilacap sebetulnya telah melakukan berbagai upaya untuk memerangi peredaran video mesum. “Siswa harus dilarang membawa ponsel ke sekolah agar penyebaran video itu tidak meluas,” imbuhnya.

Seorang Istri Ketahuan Selingkuh Karena Saat Diajak Berhubungan Intim Dengan Suami Payudaranya Banyak Bekas Cupangan

Melihat bagian tubuh istrinya ada merah lantaran dicupang lelaki lain Bah, 26, warga Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat kontan marah dan mengintrogasi De, 21. Ibu satu anak itu, awalnya membantah tuduhan sang suami. Tetapi Bah tak kehabisan akal. Ia pun memantau secara terus menerus gerak-gerik Dewi.

Rasa penasaran bahwa istrinya selingkuh dengan pria idaman lain (PIL) ternyata terbukti. Tiga hari kemudian, menangkap basah De di rumah kontarakan Ad, di Jalan Kota Bambu Utara Jakarta Barat, dengan rambut basah, Rabu (14/9). Melihat kenyataan itu, kemarahan Bah pun memuncak. Ia melaporkan De ke Polsek Palmerah.

“Saya rela Pak, kalau istri dan selingkuhannya dijebloskan ke penjara,” kata Bah, 26, sambil melirik ke istrinya yang dibawa ke kantor polisi lantaran saat di rumah tak mau mengakui kesalahannya, meski sudah ketangkap basah.

Bah menjelaskan dua bulan belakangan rumah tangganya memang kurang harmonis. “Apakah karena dia sudah punya pacar, atau memang karena sebab lain, saya tidak tahu,” tutur lelaki yang sehari-hari mencari nafkah sebagai penjual jasa mengurus perpanjangan atau pembuatan SIM dan STNK.

Hanya saja walau sering mendengar dari beberapa orang dekatnya bahwa istrinya sering keluar rumah kalau siang, tetapi Bah berusaha memertahankan keutuhan rumah tangga dan mencoba percaya dengan istrinya.

Puncaknya, Senin (12/9) malam, Bah mengajak sang istri berhubungan badan. Kalau biasanya suami istri itu mesra, tetapi kali itu De malah dingin melayani sang suami.

Dengan sikap dingin, De selalu berusaha menutupi payu daranya yang penuh cupangan. Sikap istrinya membuat Bah curiga dan terus berupaya membuka selimut yang menutupinya.

Betapa kagetnya Bahji, ketika melihat payudara istrinya pada merah lantaran banyak tanda merah bekas cupangan. Padahal, selama ini ia merasa tidak pernah main cupang-cupangan.

“Lucunya walau sudah ketahuan, istri saya tetap membantah, Ia malah beralasan habis dikeroki, karena masuk angin,” cerita sang suami kepada petugas di Polsek Palmerah.

Tiga hari kemudian, diam-diam Bah mencari rumah Ad, 25, lelaki selingkuhan De. Ketika menemukan rumah pedagang asesoris tersebut, langsung kamar rumah Ade didobrak. Ia terkejut melihat istri yang tercinta habis mandi basah, diduga telah melakukan hubungan badan dengan selingkuhannya.

Pemerkosaan Penumpang Wanita Dalam Angkot D02 Jurusan Ciputat Pondok Labu Terjadi Kembali

Setelah kasus pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap Livia Pavita Soelistio (22), kasus pemerkosaan di dalam angkutan umum kembali terjadi. Peristiwa ini menimpa karyawati berinisial RS (27), warga Pondokgede, Bekasi, pada Kamis (1/9).
“Satu pelaku sudah ditangkap, tiga lainnya masih dalam pengejaran,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Budi Irawan, Rabu (14/9) di Mapolres Jakarta Selatan.

Peristiwa ini bermula dari korban pulang kerja sekitar pukul 00.30 dengan menumpang Kopaja P19 trayek Tanahabang-Ragunan. Dia turun di wilayah Cilandak untuk melanjutkan perjalanan ke arah Pasarrebo, Jakarta Timur. Saat sedang menunggu kendaraan lanjutan sebuah angkot D02 (Ciputat-Pondoklabu)berhenti di depannya. Ada empat pria di dalam angkot tersebut.

Diketahui kemudian angkot itu dikemudikan oleh Yg. “Pelaku menawarkan korban akan mengantar sampai ke Pasarrebo. Karena angkutan sudah sepi, korban akhirnya naik angkot itu, padahal harusnya tidak,” ujar Wakasat Lantas Polres Jakarta Selatan Komisaris Sungkono.

Di dalam angkot, penumpang angkot berinisial An alias Putaw mengajak Rs untuk melakukan hubungan badan. Korban menolak, tapi tetap dipaksa melayani nafsu pelaku. “Mulut (korban) dibekap, kaki dan tangan diikat,” ujar Sungkono.

Penumpang lainnya, yakni Yg, Ar, dan Sb, juga memaksakan hubungan badan. Pemerkosaan berlangsung selama angkot itu berjalan berputar-putar di wilayah Trakindo hingga Cilandak. “Untuk enggak ketahuan, mobil dimatikan lampunya dan dipasang musik,” kata Sungkono.

Setelah itu korban dibuang di perumahan Marinir, Pemancingan Cilandak. Beberapa barang bawaan korban berupa dua buah ponsel juga dirampas pelaku. “Satu orang pelaku atas nama Yogi sudah kami tangkap tadi malam saat ngetem di traffic light Lebakbulus,” kata Sungkono