Tim Kuasa Hukum AKBP Mindo Tampubolon Desak Polda Kepri Keluarkan SP3 Karena Tidak Punya Cukup Bukti

Tim kuasa hukum AKBP Mindo Tampubolon mendesak penyidik Polda Kepri untuk segera membuat Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kliennya. Tuntutan agar segera dikeluarga SP3, karena tim kuasa hukum menilai tidak cukup bukti untuk melibatkan Mindo dalam pembunuhan istrinya itu.

Pengacara Mindo, Dion Pongkor SH mengatakan dalam KUHAP (Kitab undang-undang hukum acara pidana) Pasal 184 ada 5 alat bukti yaitu keterangan saksi, ada surat, ada keterangan terdakwa, ada petunjuk dan ada keterangan ahli. Dari lima alat bukti itu seseorang dijadikan tersangka harus memenuhi minimal dua alat bukti.

Namun dalam kasus yang menimpa Mindo tidak cukup bukti hanya pengakuan Ujang dan Rosma saja tanpa didukung bukti lainnya, lalu penyidik menetapkan Mindo sebagai tersangka.

Perlu diingat Ujang seorang residivis yang baru keluar dari penjara dan keterangannya selalu berubah- ubah. Awalnya mengaku para sekuriti ikut terlibat, akhirnya Direskrimum Polda Kepri menangkapnya dan menahan tujuh sekuriti selama sebulan lebih.

Setelah mereka babak belur dihajar, akhirnya Ujang dan Ros mencabut pengakuan keterlibatan sekuriti itu.

“Kami sebagai pengacara tidak melulu membela Mindo, kalau memang terbukti bersalah silakan diproses. Kami hanya menegakkan kebenaran. Jika ada keterlibatan Mindo tentu kami tidak akan menutupi. Ini sangat berbahaya kalau ditutupi karena menyangkut nyawa orang lain yang meninggal secara tidak wajar. Kami pun tidak mungkin datang membelanya, jika dia yang terlibat membunuh istrinya,” kata Dion Jumat lalu, .

Ketika ditanya apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan tim kuasa hukum, Dion mengatakan saat ini pihaknya akan mendesak penyidik segera menerbitkan SP3. “Kami tidak akan tinggal diam dalam kasus ini, kami akan tetap menempuh jalur hukum termasuk menuntut balik,” kata Dion.

Sehari sebelum kejadian pembunuhan Putri Mega Umboh, tidak ada tanda- tanda mencurigakan bakal terjadi sesuatu terhadap Putri. Memang saat itu Mindo dan Putri agak kesal dengan ulah Rosma yang diam-diam mengunci pintu kamar majikannya. Padahal selama ini pintu kamar itu tidak pernah dikunci.

Mindo menyebut tindakan Rosma yang membuat mereka kesal adalah ketika Ros mengunci kamar tidur mereka hari Kamis (23/6/2011). “Kami sekitar pukul 21.00 masuk ke rumah. Saya ingin tidur, tapi pintu terkunci, lalu saya tanya sama istri kenapa kamar dikunci, istri bilang tidak ada dikunci.
Setelah itu Putri menanyakan ke Ros dan dijawab dirinya yang mengunci pintu dan kuncinya dipegang. “Setelah saya buka kunci pintu itu tidak bisa, entah apa yang dibuat Ros sehingga anak kunci itu sulit membuka pintu. Saya coba terus tetap tidak bisa, lalu saya telepon tukang kunci untuk datang, karena sudah malam tukang kunci hanya menganjurkan buka saja pernya. Namun membuka pernya itu sangat sulit, akhirnya saya pakai obeng untuk mencongkel- congkel pernya selama dua jam lamanya baru bisa terbuka,” kata Mindo.

Ia menyebut saat itu dia pun emosi dan memukul Rosma karena menutup kamar tidur, padahal selama ini tidak pernah itu dikunci.
“Saat itu saya juga marah pada Ros, akibat ulahnya yang menutup pintu tanpa disuruh, membuat istri emosi. Saya sekitar dua jam mengutak atik kunci pintu itu dan terbuka sekitar pukul 23.00. Setelah itu istri saya yang sudah geram memukul Ros menggunakan telapak sepatu boat saya kena ke pipinya. Setelah itu besoknya terjadilah kejadian itu,” kata Mindo.
Rosma saat itu dipukul Putri pakai telapak sepatu boat milik Mindo sekitar pukul 21.00 setelah pintu kamar sudah bisa terbuka. Saat itu Mindo masuk kamar bersama Keyza, sedangkan Putri masih di lantai bawah bersama Ros.
Mindo menyebut saat itu dirinya sudah tidur-tiduran, karena baru pulang dan sangat capek sekali. “Saya tidur-tiduran di kamar. Saat itu saya dibanguni istri dan bilang baru memukul Ros dengan telapak sepatu boat ke pipi Ros. Setelah itu saya terbangun dan kembali tidur, saya tidak tahu jam berapa saya bangun, karena tidak selalu saya perhatikan jam,” kata Mindo, Kamis (15/9).

Ketika ditanya apakah tahu Ujang datang sekitar pukul 24.00 atau tengah malam dan menyelinap masuk ke rumah? Mindo menyebut tidak tahu. “Saya tidak tahu dan saya tidak kenal dengan Ujang. Pada malam itu saya tidur dan bangun pagi, setelah itu saya diantar istri ke kantor sekitar pukul 06.30. Saya tidak tahu bahwa Ujang masuk ke rumah,” jelasnya.

Ia menyebut pada saat mengantar jenazah Putri ke Lampung, ketika diperjalanan dirinya membaca koran, bahwa Rosma saat dipukul Putri menelepon ke pacarnya Ujang. Dalam koran itu disebut Rosma kembali dimarahi Putri dan dipukul pakai telapak sepatu wajahnya.

“Terus terang saya tidak tahu apakah Ujang datang, karena saya tidak begitu kenal dengan Ujang. Saya lihat Ujang hanya sekali saat Ros lari dari rumah dan kami ke tempat yayasan untuk menjemputnya, ternyata Ros tidak ada yang ada adalah Ujang. Jadi kalau ada yang mengait- ngaitkan apalagi saya disebut pelaku tidak masuk akal,” katanya.
“Sebenarnya saya sudah bilang sama istri, mending kita cari pembantu yang lain aja tapi istri bilang kalau yang baru nanti masih lama lagi mengajarinya. Selain itu kita sudah membayar gajinya dimuka selama enam bulan. Masa baru berapa bulan langsung kita putus. Lebih baik kita bawa lagi Ros ke rumah,” kata Mindo mengutip omongan Putri.

Karena itulah Ros diajak lagi kerja lewat bujukan pacarnya Ujang. Dan kembali Rosma bekerja sampai terjadi pembunuhan itu. Dari situ sudah jelas, kata Mindo, bahwa istrinya dihabisi Ujang dan Ros karena motif sakit hati dan dendam. Gatwein Mosse, ibunda Putri Mega Umboh belum bisa bernafas lega. Kasus kematian putri kesayangannya hingga hampir tiga bulan berlalu belum juga rampung pemberkasannya.

Bahkan kepedihan hatinya bertambah saat penyidik menyeret menantunya, AKBP Mindo Tampubolon menjadi salah satu tersangka pembunuhan sadis itu. Hanya saja mengenai penetapan tersangka terhadap Mindo ini hingga kini masih kontroversi karena penyidik belum menemukan alat bukti, kecuali hanya pengakuan dari tersangka utama Ujang dan Rosma.
Gatewein Mosse yang dihubungi Tribun, Minggu (18/9/2011), mengaku sampai saat ini masih merasakan ada kejanggalan yang tak bisa ia terima secara akal sehat jika sampai Mindo disebut- sebut terlibat.

Sebab, menurut dia, dari fakta yang ada tak satu pun bukti yang menguatkan sangkaan penyidik di bawah pimpinan Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Wibowo bahwa Mindo terlibat. Ia mengaku masih percaya dengan Mindo. Bahkan, untuk mencari jawaban siapa pembunuh sesungguhnya Putri Mega, Gatwein mengaku sampai rela mendatangi seseorang yang memiliki kemampuan supranatural terkenal di Jakarta.

“Kalau Kapolda menggunakan jasa Ki Joko Bodo, maka saya pun mengimbangi dengan mendatangi ahli supranatural di Jakarta. Pak Chandra cukup terkenal di Jakarta. Dia bukan dukun, tapi memiliki kemampuan supranatural,” kata Gatwein, yang juga istri Kombes Pol James Umboh, seorang perwira di Polda Bali itu.

Tak hanya itu, Gatwein bahkan mengaku telah mendatangi lima paranormal lainnya semenjak kematian Putri. Namun dari mereka Gatwein pun menyatakan tak ada satu paranormal pun yang memiliki petunjuk akan keterlibatan Mindo.
“Saya sempat diminta oleh Kombes Pol Wibowo untuk datang ke paranormal menanyakan hal itu. Sampai sekarang sudah lima orang paranormal saya datangi semenjak kematian Putri, namun hasilnya nihil,” kata Gatwein.

Ia mengatakan, hasil ‘pelacakannya’ itu pun sudah disampaikan kepada Wibowo. Dan, karena ia yakin tidak ada keterlibatan menantunya, ia mendesak agar penyidik segera mengeluarkan SP3.

Putri Mega Umboh dibunuh oleh Ujang dan Rosma, pembantu rumah tangganya pada 24 Juni silam. Jasadnya ditemukan di hutan wilyah Punggur Batam, atau kurang lebih 10 kilometer dari rumahnya, dalam kondisi terdapat banyak luka tusukan dan luka gorokan di bagian leher.

Ujang dan Rosma yang dijadikan tersangka, belakangan menyeret nama Mindo terlibat. Namun Mindo mematahkan tudingan yang disampaikan karena berdasarkan alibinya, saat kejadian ia berada di Mapolda Kepri dari pagi hingga sore hari. Hal itu juga dibenarkan oleh para saksi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s