Novinda Parantika Mahasiswi Institut Musik Indonesia Nekad Lompat Dari Angkot Karena Menolak Diperkosa Sopir Angkot Mikrolet M 27 (Kampungmelayu-Pulogadung) Dijalan Pemuda

Melihat gelagat yang mencurigakan dari sopir angkot, Novinda Parantika (18), mahasiswi Institut Musik Indonesia (IMI) Pulogadung, nekat meloncat dari mikrolet M 27 (Kampungmelayu-Pulogadung) di Jalan Pemuda di dekat halte busway Tugas, Kamis (6/10) pagi sekitar pukul 08.45.

Akibatnya Novinda tak sadarkan diri dan mengalami gegar otak ringan serta luka robek di kepala bagian belakang sepanjang 25 cm. Oleh petugas di halte busway Tugas, Novinda dibawa ke Rumah Sakit Harapan Jayakarta (RSHJ), Cakung.

Erryanto (41) paman korban, saat ditemui wartawan di RSHJ, Jumat (7/10) pagi, menuturkan berdasarkan pengakuan keponakannya, Novinda meloncat saat angkot melaju dengan kecepatan tinggi. Saat itu di dalam angkot hanya ada Novinda, sopir angkot, dan seorang laki-laki yang duduk di belakang sopir.

Dia curiga ada gelagat yang tak baik dari sopir angkot karena melewati jalan yang bukan rute trayeknya. Bahkan saat Novida minta turun sambil menyerahkan uang ongkosnya, sopir angkot justru tancap gas.

Khawatir akan menjadi korban kejahatan, apalagi perkosaan, mahasiswi itu nekat loncat dari angkot di depan shelter busway Tugas di Jalan Pemuda. Tubuh Novida terhempas ke aspal dan langsung tak sadarkan diri.

Menurut Erryanto dari keterangan dokter, Novinda mengalami indikasi gegar otak ringan. Novinda mendapat 5 jahitan di kepala bagian belakangnya. “Dia sadar dan sudah bisa bicara. Tapi dokter meminta kami menunggu perkembangan karena gegar otak ringan. Bisa memburuk atau membaik,” kata Erryanto.

Menurut Erryanto saat kejadian keponakannya itu tidak mengenakan pakaian yang minim atau menggairahkan seperti yang sering digembar gemborkan oleh sekelompok orang pendukung psikopat dan pendukung lelaki yang ahlakhnya buruk yang membenarkan pemerkosaan. Novinda mengenakan celana jins, kaos, dan jaket berbahan jeans.

Erryanto mengatakan pihaknya belum melaporkan peristiwa yang menimpa keponakannya ke polisi. “Mungkin nanti kami akan lapor polisi. Tapi saat ini kita fokus ke kondisi Novinda dulu,” kata Erryanto

Pascaperistiwa pemerkosaan seorang karyawati di dalam angkutan umum D-02 jurusan Pondok Labu-Ciputat, sejumlah mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN), mengaku takut naik angkot tersebut.

Sejumlah mahasiswi itu, kini lebih selektif memilih angkot, serta enggan hanya naik angkot sendirian. Rute angkutan umum D-02, memang melewati kampus UIN di Jalan IR H Juanda.

Mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum, Ana (19), mengatakan, setelah ada peristiwa itu ia jadi lebih berhati-hati.Setiap hari, Iin naik angkot D-02 untuk pulang ke rumahnya di Ciputat.

“Sekarang, saya kalau naik angkutan umum tidak mau sendirian. Harus bareng temen pokoknya,” ujar Iin, ditemui di kampusnya, Kamis (15/9). Padahal, sebelumnya ia kerap naik angkot seorang diri.

Sementara itu, Iin Aminah (19), mahasiswi Fakultas Dakwah UIN angkatan 2011, menuturkan, ia kini lebih selektif memilih angkutan umum, yakni tidak mau naik angkot berkaca gelap dan banyak diisi penumpang lelaki.

Seragam sopir
Sementara itu untuk mengantisipasi maraknya sopir angkutan kota (angkot) tembak, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyarankan agar Dinas Perhubungan DKI Jakarta menata kembali administrasi para sopir angkot. Dengan begitu, pengawasan dan pemberian sanksi terhadap awak angkot nakal mudah dilakukan.

“Sopir angkot harus menggunakan seragam khusus dan membawa surat penunjukan dari depo-nya. Dengan begini kan identitas pengemudinya jelas. Sehingga jika terjadi pelanggaran dan ternyata identitas sopirnya beda, maka bisa ditelusuri,” ucap Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, Kamis (15/9) siang.

Penertiban dan pendataan administrasi awak angkot, kata Royke, menjadi kewenangan Dishub DKI. Jika terjadi pelanggaran maka pihak pengusaha angkot bisa kena sanksi administratif. Sedangkan pihak kepoilisian lebih kepada pelanggaran lalu lintas dan tindak kriminalitas.

Saat ini kata Royke, banyak armada angkot yang tidak terawasi keberadaannya oleh pengusaha penyedia angkutan. Angkot banyak yang jarang pulang ke kandang (depo atau pool) tapi seringnya dibawa oleh si pengemudi. Cara seperti ini memudahkan sopir tembak beroperasi.

Novinda Parantika (18), ditemukan telah terbaring tak sadarkan diri tak jauh dari tumpukan sampah, di perempatan Tugas, Pulogadung, Jakarta Timur, tak jauh dari shalter Transjakarta Tugas.

Salah seorang petugas Shalter Tugas Transjakarta, Jumali (43), mengatakan bahwa Novinda ditemukan warga tengah tergeletak tak sadarkan diri, sekitar pukul 09.00 WIB, tak jauh dari tumpukan sampah.

Ia mendapati korban telah terbaring tak sadarkan diri, dengan sejumlah luka di kepalanya. Ia pun kebingungan mengapa perempuan itu bisa tak sadarkan diri. Menurutnya saat itu tak satu pun orang yang sempat melihat adanya angkot M 27 melintas.

“Akhirnya perempuan itu dibawa sama beberapa petugas dengan menggunakan bajaj ke rumah sakit,” katanya. Hingga kini ia pun masih bertanya-tanya, bagai mana perempuan itu bisa tak sadarkan diri diseberang shalter transjakarta tempatnya bekerja.

Menurutnya, Jalan Raya Pemuda tempat Novinda ditemukan terbaring, bukanlah jalur angkot M 27, dan hampir tidak pernah sama sekali dilewati angkot tersebut. Mahasiswi Institute Musik Indonesia itu kini keadaannya sudah berangsur pulih. Perawatannya pun telah dipindah, dari RS Harapan Jayakarta, ke RS Premier Jatinegara.

Juara 1 Lomba Vokal dalam acara World Choir Grand Champion Beijing, China pada tahun 2010 lalu, Putri Novinda (18), di duga telah menjadi korban percobaan perkosaan oleh seorang supir angkot M27 jurusan Pulogadung- Kampung Melayu, Kamis (06/10/2011).

Salah seorang kerabat korban menuturkan, bahwa, Putri yang merupakan mahasiswi Institute Musik Indonesia (IMI), itu hendak berangkat kuliah dari kediamannya kawasan Pulogadung, Jakata Timur, dengan menumpangi angkot M 27.

Namun dalam perjalanan angkot yang sepi penumpang itu kemudian tiba-tiba keluar dari trayeknya, angkot tersebut tiba-tiba berbelok ke Jalan Raya Pemuda. Menurut Eryanto, Putri sempat bertanya kepada sang supir.

“Tapi kata supirnya tidak apa-apa,” katanya.

Saat itu di dalam angkot hanya terdapat sang supir, teman sang supir yang duduk di di depan, dan beberapa laki-laki. Karena ketakutan ia pun nekat melompat keluar dari angkot yang melaju, dan terjembab tepat di Jalan Pemuda.

Akibat aksi nekatnya, Putri kini harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Harapan Jayakarta, Pulogadung, Jakarta Timur. Akibat tindakan penyelamatan dirinya itu, Ia di vonis oleh dokter menderita geger otak ringan.

“Tapi kini kondisinya sudah membaik,” kata Eryanto. Novinda Parantika (18), mengaku hingga kini masih merasa pusing-pusing, setelah kepalanya cidera akibat ia melompat dari angkot M 27 Jurusan Pulogadung-Kampung Melayu di perempatan TU Gas, Pulogadung, Jakarta Timur, kemarin (06/10/2011).

Saat ditemui ruangan Cempaka 1, Rumah Sakit Harapan Jayakarta, Cakung, Jakarta Timur, (07/10/2011), ia mengatakan bahwa dirinya juga tidak bisa begitu mengingat ciri-ciri angkot dan sang supir.

Samar-samar ia mengingat bahwa sang supir merupakan laki-laki berumur sekitar 35 – 40 tahun, dengan cara bicara seperti orang mabuk. “Makanya saya takut,” katanya.

Setelah ia melompat keluar, ia langsung tidak sadarkan diri, ia baru kembali sadar setelah ia terbaring di Rumah Sakit. Ia juga tidak bisa mengingat apakah kaca angkot tersebut gelap atau terang.

Pascainsiden, tersebut, perempuan yang mengaku baru tiga bulan di Jakarta itu mengatakan bahwa ia tidak menjadi trauma menumpang angkot. Namun ia akan lebih berhati-hati memilih angkot.

“Saya akan pilih-pilih angkot nanti,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s