Bos Power Steel Mandiri Dibunuh Debt Collectornya Sendiri Karena Tidak Mau Bayar Hutang Jasa Fee Debt Collector

Aksi pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel Indonesia, kini bernama Power Steel Mandiri, Tan Harry Tantono (45), dibunuh dilakukan ketiga tersangka di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawahbesar, Jakarta Pusat, tempat di mana Harry tinggal di situ.

Sebelumnya, Harry sempat menghubungi salah satu pelaku untuk menemui dirinya di kamar hotel tersebut. Pertemuan akhirnya jadi dilakukan Kamis (26/1/2012) sekitar pukul 20.00. C, A, dan T datang dan menemui Harry.

“Dari pengakuan pelaku, perbincangan itu dilakukan di kamar hotel. Ketiga pelaku menanyakan masalah uang jasanya. Tapi korban tidak mau memberi uang yang sudah dijanjikannya itu. Pelaku kesal dan sempat mencaci maki korban,” papar Helmy.

Mulanya T yang mengeluarkan senjata tajam jenis pisau. Tanpa banyak tanya lagi, T menyerang Harry dengan menikam bagian perut sebelah kiri. Setelah T, pisau beralih ke tangan C. Dia juga menusuk tubuh Harry di bagian yang sama. Harry berusaha melawan. Namun karena jumlah lawan tidak sebanding, Harry menjadi bulan-bulanan dianiaya oleh ketiga pelaku.

Setelah T dan C, giliran A yang menggenggam pisau yang sudah berlumuran darah itu. Dari arah belakang, A menggorok leher Harry hingga dia jatuh tersungkur di lantai kamar hotel tersebut. Usai melampiaskan kemarahannya, ketiga pelaku pergi dari kamar hotel itu.

Diduga lantaran ingkar janji membayar hutangnya sebesar Rp 600 juta, bos PT Sanex Steel Indonesia, kini bernama Power Steel Mandiri, Tan Harry Tantono (45), dibunuh di Swiss-Belhotel, Sawahbesar, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2012) malam. Kasus ini terungkap setelah tiga orang pelaku yang menghabisi nyawa Harry menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya, Jumat (27/1/2012) dinihari.

Ketiga pelaku masing-masing C (30), A (28), dan T (23). Mereka tercatat tinggal di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ketiganya langsung menjalani pemeriksaan. Saat ini, Polisi sedang berusaha mencari senjata tajam berupa pisau yang digunakan pelaku untuk membunuh Harry.

“Dari pengakuan tiga orang yang diamankan ini, mereka membunuh karena persoalan fee yang belum dibayarkan. Nilainya Rp 600 juta,” kata Kepala Subdit Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Helmy Santika , Jumat (27/1/2012).

Dijelaskan Helmy, C, A, dan T ini adalah penagih hutang atau debt collector. Selama ini mereka sudah menjalankan tugas dan amanah Harry untuk menagih hutang. Namun ketiganya belum juga menerima upah seperti yang telah dijanjikan Harry sebelumnya. Kesal dan kecewa dengan janji manis Harry, C dan kedua kawannya itu melampiaskan amarahnya dengan membunuh bosnya itu

3 responses to “Bos Power Steel Mandiri Dibunuh Debt Collectornya Sendiri Karena Tidak Mau Bayar Hutang Jasa Fee Debt Collector

  1. Aneh juga laporan si pelaku ini,masak dipanggil si pemberi order,tapi nggak dikasih fee nya.-Sy yakin polisi nggak begitu saja percaya,bisa juga di check kebenarannya ke pihak yang punya hutang. – Dan dari CCTV hotel,orang2 yang datang ke kamar si korban.- Atau perintah dari seseorang,yang punya punya hutang si korban, Ada banyak kemungkinan,mudah2an cepat terungkap,percayalah,polisi kerja profesional.

  2. jangan-jangan ketiga orang ini memang disuruh untuk membuat pengakuan saja untuk melindungi pelaku sesungguhnya soalnya alat bukti pisau belum ditemukan sehingga sidik jari belum ketahuan….
    aneh sekali satu pisau digunakan estafet yang tentu saja akan makan waktu dan seakan akan penceritaan ini untuk membagi bagi dosa…

  3. apapun bentuk dan namanya pembunuhan kepada manusia . itu tidak bisa dibenarkan/ diberipengampunan baik dari agama atau hukum yang ada di indonesia apa lagi atas dasar utang piutang. jangan mentang mentang atas nama kolektor ? hukum dibuat main main hai kolektor jangan buat masyarakat marah pulang aja ke tempat asalmu klu slalu buat onar .perantau…>>>>>????/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s