Anas Urbaningrum Ketua Umum Partai Demokrat Dimaklumi Polisi Saat Membuat Plat Nomor Mobil Palsu

Polisi diminta tak bersikap diskriminatif dalam menindak pemalsuan pelat nomor seperti yang terjadi pada mobil Anas Urbaningrum. Ketua Umum Partai Demokrat itu kedapatan menggunakan tanda nomor kendaraan yang sama untuk dua mobilnya yang berbeda. Belakangan juga terungkap bahwa tanda nomor kendaraan tersebut tak terdaftar dan palsu.

“Polisi semestinya bertindak tegas,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane Ahad 29 April 2012 kemarin. ”Mobilnya disita lalu diperiksa siapa yang punya inisiatif itu dan apa latar belakangnya.”

Neta berpendapat, polisi semestinya dapat memanfaatkan bukti foto yang beredar di media massa sebagai bukti pelanggaran yang dilakukan. Kepemilikan satu pelat nomor untuk dua mobil, menurut dia, melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana pasal pemalsuan. “Kalaupun tidak diproses secara hukum, polisi bisa memperingatkan Anas lewat teguran,” kata dia.

Sebelumnya, juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan tak akan ada sanksi terkait dengan penggunaan pelat nomor B-1716-SDC pada dua mobil milik Anas, Toyota Innova dan Toyota Vellfire. Menurut dia, polisi tidak mendapati langsung pelanggaran tersebut.

”Kami tahunya dari media,” kata Rikwanto di kantornya. “Bila ada mobil di jalan raya yang ketahuan petugas menggunakan pelat mobil ganda, pasti akan diberikan sanksi.”

Karena itu, Rikwanto menambahkan, pihaknya sebatas meminta pemilik kendaraan dan sopirnya segera mengganti pelat nomor B-1716-SDC dengan tanda nomornya masing-masing yang asli. Menurut polisi, Toyota Innova milik Anas mempunyai pelat nomor asli B-1584-TOM, sedangkan kendaraan kedua bernomor B-69-AUD.

Polisi diminta tak bersikap diskriminatif dalam menindak pemalsuan pelat nomor seperti yang terjadi pada mobil Anas Urbaningrum. Ketua Umum Partai Demokrat itu kedapatan menggunakan tanda nomor kendaraan yang sama untuk dua mobilnya yang berbeda. Belakangan juga terungkap bahwa tanda nomor kendaraan tersebut tak terdaftar dan palsu.

“Polisi semestinya bertindak tegas,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane Minggu 29 April 2012 kemarin. ”Mobilnya disita lalu diperiksa siapa yang punya inisiatif itu dan apa latar belakangnya.”

Sebelumnya, juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan tak akan ada sanksi terkait dengan penggunaan pelat nomor B-1716-SDC pada dua mobil milik Anas, Toyota Innova dan Toyota Vellfire. Menurut dia, polisi tidak mendapati langsung pelanggaran tersebut.

”Kami tahunya dari media,” kata Rikwanto di kantornya Minggu 29 April 2012 kemarin. “Bila ada mobil di jalan raya yang ketahuan petugas menggunakan pelat mobil ganda, pasti akan diberikan sanksi.”

Karena itu, Rikwanto menambahkan, pihaknya sebatas meminta pemilik kendaraan dan sopirnya segera mengganti pelat nomor B-1716-SDC dengan tanda nomornya masing-masing yang asli. Menurut polisi, Toyota Innova milik Anas mempunyai pelat nomor asli B-1584-TOM, sedangkan kendaraan kedua bernomor B-69-AUD.

Namun Neta berpendapat, polisi semestinya dapat memanfaatkan bukti foto yang beredar di media massa sebagai bukti pelanggaran yang dilakukan. Kepemilikan satu pelat nomor untuk dua mobil, menurut dia, melanggar Undang-Undang Lalu Lintas dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana pasal pemalsuan. “Kalaupun tidak diproses secara hukum, polisi bisa memperingatkan Anas lewat teguran,” kata dia.

Lembaga yang dipimpin Neta itu pernah menemukan kasus serupa pada mobil-mobil mewah yang sebagian berakhir dengan sanksi denda. ”Jangan mentang-mentang yang punya (mobil) ketua partai penguasa,” kata Neta.

Neta juga menyayangkan alasan Anas yang diungkapkan lewat sopirnya bahwa motif penggantian pelat nomor itu adalah agar keberadaannya tidak diketahui. Anas merasa sering diikuti.

Menurut Neta, Anas sebagai ketua umum sebuah partai bisa saja mengajukan surat permohonan menggunakan nomor rahasia atau RHS, seperti yang berlaku bagi pejabat negara. ”Atau, kalau tidak mau dikuntit kan bisa pakai taksi atau mobil rental,” katanya.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S. Pane berkomentar soal pemakaian satu nomor pelat untuk dua mobil Anas Urbaningrum. Ia menyatakan Anas sebenarnya tak perlu melakukan itu meski takut dikuntit.

Harusnya Anas bisa mengajukan surat permohonan menggunakan nomor rahasia atau RHS kepada kepolisian. “Sebagai ketua umum partai, dia bisa mengajukan surat,” kata Neta ketika dihubungi, Ahad 29 April 2012.

Nomor RHS adalah nomor pelat yang lazim digunakan pejabat negara jika mereka merasa tidak aman memampang nomor pelat mobil aslinya. Walaupun Anas bukan pejabat negara, Neta menilai, Anas tetap dapat berupaya mengajukan.

Dengan nomor RHS, nantinya, si pemilik kendaraan memiliki dua pelat nomor. Satu pelat nomor asli kendaraan, lainnya nomor khusus untuk mengelabui.

Atas temuan media massa soal pelat nomor ganda mobil Anas, Neta mengatakan, Ketua Umum Partai Demokrat itu harus malu. “Anas sebagai ketua parpol harusnya malu. Kalau tidak mau dikuntit kan bisa pakai taksi atau mobil rental,” ia menegaskan.

Dua unit mobil milik Anas Urbaningrum, yaitu Toyota Vellfire dan Toyota Innova, terungkap menggunakan pelat nomor sama, yaitu B 1716 SDC. Anas menggunakan mobil Toyota Innova berpelat nomor B 1716 SCD saat menemani istrinya, Athiyyah Laila, saat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis lalu. Pelat nomor serupa juga digunakan mobil Toyota Vellfire milik Anas dalam kegiatan Partai Demokrat di Cibubur, Jakarta Timur, 12 Maret lalu.

Belakangan diketahui mobil Toyota Vellfire milik Anas berpelat nomor asli B 69 AUD atas nama Wasith Su Ady, beralamat di Cempaka Baru, Jakarta Pusat. Sedangkan mobil Toyota Innova mempunyai pelat nomor asli B 1584 TOM atas nama Irmansyah.

One response to “Anas Urbaningrum Ketua Umum Partai Demokrat Dimaklumi Polisi Saat Membuat Plat Nomor Mobil Palsu

  1. Polisinya takut sama Anas……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s