Polisi Temukan 150 Butir Peluru Milik Iswahyudi Ashari Tersangka Penodongan Senpi Di Cork dan Screw

Tersangka penodongan senpi kepada karyawan Cork and Screw, Iswahyudi, kedapatan memiliki 150 butir peluru tajam. Padahal, tiap warga sipil hanya boleh memiliki maksimal 50 butir per 1 senjata. “Maksimal 50 butir, tapi yang kita temukan 150 butir, nanti kita akan perdalam dulu masalahnya,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (5/5/2012).

Saat disinggung soal hukuman kepada Iswahyudi, Polisi masih memperdalam perizinan peluru itu. Jika terbukti ilegal maka hukuman di atas 5 tahun akan menanti Iswahyudi. “Kalau terbukti ilegal maka hukumannya di atas 5 tahun. Sekarang kita cari dulu keberadaan izinnya mulai dari shooting clubnya dan lain-lain,” pungkasnya. Rikwanto menambahkan, tiap warga sipil hanya diperbolehkan memiliki 2 senjata api. Kepemilikan senjata api juga harus jelas tujuannya. “Harus jelas tujuannya, misalnya untuk membela diri atau untuk ikut klub menembak,” terangnya.

Pihak kepolisian Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan rumah Iswahyudi Ashari di Jalan Sanur, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan 2 jenis senjata api beserta surat izinnya. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa salah satu senjata api milik Iswahyudi sudah habis masa berlaku izinnya.

“Kita juga temukan surat-surat kepemilikan senjata api. Untuk senjata api peluru tajam, jenisnya baretta terdaftar sampai bulan Desember 2012. Sedangkan senjata api peluru karet ijinnya sudah habis tertanggal bulan Februari 2012,” ujar Rikwanto, kabid Humas Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (5/5/2012).

Sementara itu, untuk megetahui senjata jenis apa yang digunakan oleh Iswahyudi, Polisi akan melakukan konfrontasi dengan 3 orang pegawai cafe tersebut. “Terkait kasus penodongannya apakah menggunakan senjata api, kita akan konfrontasi dengan 3 karyawan cafe tersebut,” jelas Rikwanto. seperti diberitakan, Iswahyudi diamankan polisi saat berada di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. Dia kemudian digelandang polisi ke kediamannya di Jalan Sanur, Kelapa Gading, Jakarta utara untuk mengikuti proses penggeledahan.

Dia dilaporkan karena mengancam dan mengeluarkan pistol ke arah Bobby saat protes atas tagihan makanan. Soal keterangan Bobby, Iswahyudi sudah membantah. Sementara pengacaranya Muara Karta menyebut pistol milik kliennya tidak dibawa saat makan di Plaza Indonesia. “Pas kejadian itu tidak bawa senjata api,” tegasnya.

Bobby melaporkan Iswahyudi pada 19 April 2012 lalu. Laporan Bobby ke Polda tercatat dengan nomor LP/1320/IV/2012/PMJ/Ditreskrimum. Pengusaha ini dilaporkan atas tuduhan pasal 336 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP tentang pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan. Polisi terus mengembangkan penyidikan kasus penodongan senjata api di Plaza Indonesia oleh Iswahyudi. Terbaru, polisi menemukan 2 jenis senjata api di rumah Iswahyudi, Kelapa Gading.

“Dari laporan pelapor atas nama Bobby, kita langsung melakukan pemeriksaan terhadap terlapor, dan kita temukan 2 senjata api. 1 jenis senjata api peluru karet, lalu satu lagi senjata api jenis peluru tajam, lalu ada juga pemantik api meyerupai senjata,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (5/5/2012).

Tak hanya senjatanya, polisi juga menemukan peluru karet dan tajam. Jumlahnya mencapai ratusan buah. “Ditemukan juga beberapa peluru karet dan ada 150 peluru tajam. untuk peluru ditemukan di rumahnya. Senjata api juga didapatkan dirumahnya,” jelas Rikwanto. Sebelumya diberitakan, penggeledahan dilakukan dengan disaksikan langsung Iswahyudi. Pengusaha itu dijemput dari kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan. Selain menggeledah rumah, polisi juga menggeledah mobil Mercedes Benz milik Iswahyudi.

Mobil yang kini diamankan di halaman Mapolda Metro Jaya digeledah selama 45 menit. Tidak ditemukan pistol yang dicari polisi. “Senjata apinya belum ditemukan masih kita lakukan pencarian,” ujar Toni. Usai mengikuti penggeledahan, Iswahyudi langsung digelandang ke Mapolda. Tiba pukul 00.10 WIB, Sabtu (5/5), dia membantah mengeluarkan senjata untuk mengancam karyawan. Menurutnya senjata yang dikeluarkan di meja bartender hanyalah pemantik api.

Usai menjalani pemeriksaan selama 6 jam, Iswahyudi Ashari keluar dari gedung Ditreskrimum Mapolda Metro Jaya. Namun, Iswahyudi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, bungkam saat ditanya mengenai materi pemeriksaan. “Jangan sekarang deh, saya enggak boleh ngomong sama penyidik. (tanya) sama pengacara saja,” kata Iswahyudi kepada detikcom, Sabtu (5/5/2012).

Iswahyudi tampak ditemani pengacaranya Muara Karta dan sejumlah kerabatnya. Mereka berjalan ke bagian piket unit kejahatan dan kekerasan (Jatanras) di Ditreskrimum. Soal pemeriksaan ini, pengacaranya juga tutup mulut. “Nanti saja masih ada urusan lain,” jawabnya. Iswahyudi ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Bobby Doputty yang mengadukannya karena tindakan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan. Bobby adalah karyawan restoran Cork and Screw di Plaza Indonesia.

Saat terlibat cek-cok, Iswahyudi kata Bobby mengeluarkan senjata api. Namun Iswahyudi membantahnya. Menurutnya pistol yang diletakkan di meja bartender adalah pemantik api untuk menyalakan rokok.

2 responses to “Polisi Temukan 150 Butir Peluru Milik Iswahyudi Ashari Tersangka Penodongan Senpi Di Cork dan Screw

  1. Ping-balik: Pengusaha Iswahyudi Ashari Selain Melaporkan Restoran Cork dan Screw Juga Laporkan Presdir BMW Indonesia | Berita Informasi Kriminal Terkini

  2. Ping-balik: Iswahyudi Punya Izin Pegang Senjata untuk Bela Diri | AIRSOFTGUN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s