Gara Gara Pacaran Dengan Gadis Tidak Setia Kuli Bangunan dan Supir Mikrolet M27 Kampung Melayu Duel Sampai Tewas

Ahmad Sofian alias Dongkrak (20), pelaku penganiayaan yang menewaskan Rian (23), sopir mikrolet M27 jurusan Pulogadung – Kampung Melayu akhirnya tertangkap Sabtu (15/6/2012) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Pulogadung, AKP Doni Widodo mengungkapkan, pelaku ditangkap beberapa jam setelah membunuh korban dan melarikan diri. “Karena pengejaran sampai ke Cikarang sehingga dikejar bersama tim Resmob dari Polres Jakarta Timur, dan Buser Polsek Pulogadung. Sekitar 2 jam kemudian pelaku tertangkap,” ujar Doni.

Menurut Doni pelaku merupakan seorang kuli di pasar sayur. Sedangkan korban adalah seorang sopir angkutan umum. Antara pelaku dan korban terjadi cek-cok yang berakhir pada perkelahian yang menyebabkan Rian meninggal di rumah sakit.

“Pelaku berantem di lokasi, dan kebetulan di lokasi ada pisau dan yang dapat duluan itu pelaku,” jelas Doni.

Akibat perkelahian itu, korban mendapat luka tusuk mematikan pada leher, badan, bahu, kepala, dan beberapa luka kecil lainnya di tubuh korban.

Sementara itu keluarga korban sampai saat ini belum ada yang mendatangi kepolisian. Alamat korban sendiri tidak diketahui karena tidak ada KTP pada tubuh korban.

Barang bukti berupa pisau berukuran sedang telah diamankan oleh petugas. Polisi juga memeriksa empat orang saksi. Kasus ini ditangani oleh Polsek Pulogadung. Pelaku akan dikenakan pasal 351 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggalnya seseorang dengan ancaman 7 tahun penjara.

Kasus penusukan yang dilakukan oleh Ahmad Sofian alias Dongkrak (20), terhadap Rian (23), sopir Mikrolet M27 yang menyebabkan korban tewas di rumah sakit, bermotif cinta segitiga. Kejadian yang berlangsung pada Jumat (15/6/2012) malam, sekitar pukul 22.00-23.00 WIB itu terjadi di pasar sayur, belakang Stasiun Klender, Jakarta Timur.

Hal itu ungkapkan oleh Kanit Reskrim Polsektro Pulogadung, AKP Doni Widodo kepada wartawan, Sabtu (16/6/2012). “Jadi, motif pelaku menusuk korban ini karena cinta segitiga, (pelaku) cemburu, karena pacarnya pakai bajunya yang meninggal ini (korban), dibakarlah (baju) sama si pelaku,” kata Doni.

Dia mengatakan, dari situlah antara pelaku dan korban terjadi cekcok yang berakhir pada perkelahian dan penusukan yang dilakukan Dongkrak terhadap Rian. Korban kemudian meninggal di rumah sakit karena luka yang parah di beberapa bagian tubuhnya.

“Jadi pelaku berantem di lokasi, dan kebetulan di lokasi ini ada pisau, dan yang dapat duluan (pisau) itu pelaku, korban kemudian ditusuk, dan mendapat luka tusuk mematikan pada leher, badan, bahu, kepala, dan beberapa luka kecil lainnya di tubuhnya. Korban akhirnya meninggal di rumah sakit,” ujar Doni.

Doni mengatakan, setelah kejadian pelaku melarikan diri. Tim Resmob gabungan dari Polrestro Jakarta Timur dan Buser Polsektro Pulogadung, langsung mengejar. Tim dipimpin Ipda Napitupulu dari Polrestro Jakarta Timur.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dongkrak, pelaku penusukan terhadap Rian, tertangkap di daerah Cikarang, Sabtu (16/6/2012) sekitar pukul 01.30 WIB. Dongkrak kemudian diperiksa di ruangan Kasubnit I Reskrim, Polsektro Pulogadung. Setelah menjalani pemeriksaan, Dongkrak kemudian ditahan.

Empat orang saksi juga turut diperiksa pada kasus ini. Barang bukti berupa pisau berukuran sedang telah diamankan oleh petugas. Pelaku nantinya akan dikenakan Pasal 351 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggalnya seseorang dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s