Pengusaha Siomay Yang Terkenal Lewat Wisata Kuliner Dibunuh dan Dibakar Oleh Anak Kandungnya Sendiri Karena Kalah Main Judi

Suami istri pengusaha siomay ditemukan tewas dibakar di rumahnya Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Jumat (5/7/2012). “Korban suaminya Jo Ribut,64 ditemukan luka dikepala dan bekas dibakar diruang tamu dan istrinya li sek nyo,58 ditemukan di ruang belakang luka di kepala robek dan bajunya terbakar.”

Menurut keterangan di lokasi kejadian pembunuhan disertai pembkaran suami istri diketahui pertama kali oleh anak korban bernama Budi. Budi anak ketiga dari lima bersaudara ini bersama istrinya datang ke rumah korban dan memberitahukan kepada warga dan keluarganya bahwa orangtuanya dirampok dan dibakar penjahat. Bahkan Budi yang sehari-harinya tukang parkir di rumah orangtuanya itu kepada polisi juga mengaku orangtuanya dibunuh perampok.

DUGAAN KUAT
Hasil olah TKP polisi tak ada perusakan pintu dan anjing korban tidak menggonggong sehingga polisi mencurigai pelaku orang yang sudah dikenal korban. Ada dugaan kuat pelakunya adalah anak kandung korban bernama Budi yang sering bertugas memarkir, sehingga diamankan oleh petugas Polres Metro Tangerang. Menurut Kasatreskrim AKBP Suharyanto yang ditemui di TKP ada kecurigaan pelakunya adalah Budi anak ke tiga dari lima bersaudara.

Awalnya justru Budi yang melaporkan terjadinya pembunuhan, namun petugas mencurigai pria yang sudah beristri dan selama ini bertugas menjaga parkiran di halaman restoran siomay Andy milik orangtuanya itu. Karena petugas tak menemukan kerusakan pintu dan anjing yng galak tidak menggonggong. “Saya menduga pelaku orang dekat korban,” tegas Suharyanto.

Di TKP petugas menemukan serokan penggorengan bernoda darah, jrigen berisi bensin dan balok kayu. Korban sang istri ditemukan tergeletak dengan luka kepala di ruang belakang dekat kamar mandi dan suami di ruang tengah keduanya luka di kepala dan luka bakar tapi wajah masih bisa dikenali. Petugas juga menyita seekor anjing kesayangan korban yang dikenal warga setia kepada majikannya dibawa ke polres, sedangkan dua mayat suaami istri dibawa ke RSU Tangerang untuk diotopsi.

Penyesalan selalu datang terlambat. Itulah yang dialami Budi Liya Putra yang tega membunuh orang tuanya, juragan ‘Siomay Andy’ alias Siomay Sewan. Putra ketiga pasangan Liesek Nio (istri, 58 tahun) dan Yo Ribut (suami, 63 tahun) ini mengaku menyesal. “Pengakuan dia, nyesal,” kata Kapolres Tangerang Kombes Wahyu Widada saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/7/2012).

Menurut dia, Budi terlihat tenang saat dimintai keterangan. “Dia tidak menangis, tenang,” ujar Wahyu. Wahyu mengatakan aparat kepolisian masih melakukan pemberkasan. “Kita selanjutnya akan memintai keterangan saksi-saksi yang melihat, mendengar dan mengetahui. Saat ini keluarga masih berduka dan melakukan pemakaman,” kata dia.

Wahyu melanjutkan Budi bakal menjalani tes psikologi apabila diperlukan. “Kalau dibutuhkan, ya kita akan lakukan (tes psikologi),” kata Wahyu. Kemungkinan besar Budi menderita penyakit psikopat.

Hidup juragan ‘Siomay Andy’ alias Siomay Sewan, Liesek Nio (istri, 58 tahun) dan Yo Ribut (suami, 63 tahun) berakhir di tangan anaknya, Budi Liya Putra (32). Usai memukul kedua orang tuanya hingga tewas karena tidak diberi uang setelah kalah judi koprok, Budi masih tega mencuri uang dan membakar jasad kedua uang orang tuanya. Duh!

“Dia udah melihat bapak-ibunya terkapar, dia mengambil uang di laci Rp 1.350.000,” ujar Kapolres Tangerang Kombes Wahyu Widada saat dihubungi, Jumat (6/7/2012). Lantas, dengan tega pula Budi membakar jasad kedua orang tuanya itu.

“Mungkin untuk menghilangkan jejak, dia bakar jasad bapak-ibunya pakai koran. Koran ditumpukin di atasnya (jasad), dibakar, tapi badannya nggak sampai hangus hanya sebagian baju dan badan terbakar. Dia sempat mau pakai bensin tapi nggak jadi,” jelas Wahyu.

Untuk sementara, Budi yang juga anak ketiga pasangan itu ditetapkan sebagai pelaku tunggal. Apakah ada benda lain yang hilang, Wahyu mengatakan masih menyelidiki dan menginventarisirnya. Liesek Nio dan Yo Ribut memiliki 5 anak yang menetap di sekitar rumahnya, salah satunya Budi. Anak-anak korban juga turut membantu usaha dagang warung Siomay Andy yang beroperasi pukul 08.00 – 19.00 WIB. Budi diamankan polisi setelah anjing pelacak tak juga berhenti mengendusnya.

Budi Liya Putra, anak ketiga juragan ‘Siomay Andy’ alias Siomay Sewan membunuh kedua orang tuanya pada Jumat dini hari. Sebabnya, Budi jengkel karena tidak dikasih uang setelah meminta dengan paksa kepada orang tuanya, Yo Ribut (63) dan Liesek Nio (58). Budi habis kalah main judi. “Jadi dia ini senang main judi, kalah. Judinya judi koprok. Kalah judi Rp 450 ribu. Terus meminta sama orang tuanya, karena nggak dikasih kemudian dipukul,” jelas Kapolres Tangerang Kombes Wahyu Widada saat dihubungi, Jumat (6/7/2012).

Budi datang ke rumah orang tuanya pada Jumat pukul 03.00 WIB dini hari. Mulanya Budi mengetok jendela. Tak ada respons dari dalam rumah, kemudian Budi masuk ke rumah melalui pintu belakang. “Terus dia minta uang sama bapaknya, bangunin gitu, minta uang, nggak dikasih sama bapaknya. Terus dia marah lalu memukul bapaknya pakai besi. Ibunya waktu itu mau keluar, terus dimintain juga uang tapi nggak dikasih, terus ibunya juga dipukul,” jelas Wahyu.

Liesek Nio (istri, 58 tahun) dan Yo Ribut (suami, 63 tahun) memiliki 5 anak yang menetap di sekitar rumahnya, salah satunya Budi. Anak-anak korban juga turut membantu usaha dagang warung Siomay Andy yang beroperasi pukul 08.00 – 19.00 WIB. Budi diamankan polisi setelah anjing pelacak tak juga berhenti mengendusnya.

Pasangan suami istri pemilik Siomay Andy ditemukan tewas mengenaskan di kediamannya. Siomay ini sebelumnya sudah dikenal luas oleh masyarakat. Apa yang menyebabkan siomay ini terkenal? “Siomaynya enak, garing. Ikannya berasa dan enggak lembek. Biasanya siomay kan lembek,” ujar Iwa (48), Jumat (6/7/2012) di rumahnya, Sawan, Tangerang. Iwa yang merupakan istri ketua RT 001/006 ini sebetulnya bukan merupakan warga asli daerah tersebut. Namun ia mengaku sebagai pelanggan setia dari Siomay Andi.

“Harganya Rp 3.000 per siomaynya. Orang dari mana-mana kan juga sudah tahu tentang siomaynya. Terkenal emang,” kata Iwa.Andy tidak hanya sekedar menjual siomay, dia juga menjajakan kentang, tahu, kol, pare, dan telor yang kerap menjadi menu sandingan siomay. Rasanya juga tidak kalah enak. “Ya biasa, ada siomay, kentang, tahu, kol, pare sama telor. Termasuk minumnya es teh manis, es jeruk. Biasalah,” kata Iwa. Meski pemilik usaha siomay ditemukan tewas, Iwa berharap usaha tersebut tetap berjalan. “Kan sebelumnya anak mantunya yang kerja, ya mudah-mudahan dilanjutin usahanya sama anak-anaknya, tetap buka,” jelasnya.

Keluarga Yo Ribut (63) sudah lama menggeluti usaha dagang siomay. Makanan yang terbuat dari ikan tenggiri hasil racikan keluarga Yo Ribut dikenal banyak orang karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal namun tidak alot. Siomay Andy, begitulah mereka memberi nama warung tersebut.

Warung Siomay Andy yang lebih dikenal dengan Siomay Sewan ini berlokasi di Gang Sewan, Rawakucing, Neglasari, Kota Tangerang. Dari Jalan Raya Rawakucing, lokasinya sekitar 100 meter. Di tempat ini, Yo Ribut bersama sang istri, Liesek Nio (58), dan anak-anaknya mencari rezeki. Beberapa tetangga turut membantu usaha itu. Aktivitas ini berlangsung sejak lama hingga Kamis kemarin. Sebab hari ini, Jumat (6/7/2012) sang pasutri tewas dibunuh.

Tidak mudah memang menemukan lokasi warung ini. Namun bagi yang sudah tahu daerah Kota Tangerang, tentu bukan masalah. Nah, di Gang Sewan itu, keluarga Yo Ribut bukan satu-satunya pedagang siomay. Ada beberapa pedagang siomay lainnya di situ. Warung Siomay Andy berada satu kompleks dengan rumah pemiliknya. Kedua bangunan ini sama-sama bercat pink. Di warung tersebut, tempat untuk meracik siomay dan tempat para pengunjung menikmati makanan itu terpisah.

Siomay diracik di dalam ruangan. Di ruangan itu terdapat tempat untuk menggiling daging, kompor, piring, tempat kecap, dan tempat untuk mencuci piring.Bagi pengunjung yang ingin menikmati gurihnya siomay dengan bumbu kacang yang kental dan legit, bisa duduk di kursi semen dan kursi kayu yang telah disediakan. Di tempat itu ada 11 meja yang disiapkan untuk para pengunjung.

Di tempat makan, lantai ruangan adalah keramik lama warna kuning. Tempat itu adalah ruangan beratap, seperti teras. Kipas angin kecil dipasang di salah satu sudut langit-langit. Ada ornamen tulisan China di pintu masuk. Kaca cembung kecil di pasang di ventilasi di luar warung. Di depan warung terdapat WC dengan cat dinding bercat biru untuk para pengunjung. Tulisan dengan huruf bercat kuning terdapat di dinding luar WC yang berisi informasi operasional warung. “Siomay Andy. Hari Senin tutup, kecuali senin libur buka terus….! Buka jam: 08.00 s/d 19.00 WIB.” Sedangkan di sebelah kiri informasi itu terdapat tulisan WC umum dan tanda panah warna kuning.

Warung itu memiliki nomor bangunan 50, sedangkan rumah pemilik warung bernomor 49. Kawat berduri dipasang mengelilingi tembok yang dipasang di sekitar rumah dan warung. Dua pohon ukuran sedang berada di halaman yang telah dipasangi paving block. Halaman itu sanggup menampung sekitar 18 mobil.

Menurut Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Wahyu Widada, pembunuhan pada pasangan suami istri itu terjadi sekitar 04.30 WIB. Menurut Wahyu, korban meninggal akibat luka di kepala dihantam dengan serok yang terbuat dari besi. Informasi yang dihimpun wartawan, pelaku pembunuhan diduga anak ketiga pasutri ini, Budi Liya Putra. Pria itu lahir pada tahun 1980.

Dalam hitungan jam, pembunuhan pasutri Liesek Nio (58) dan Yo Ribut (63) berhasil diungkap polisi. Anjing pelacak berperan besar dalam pengungkapan pembunuhan yang ternyata dilakukan anak kandung korban sendiri, Budi Liya Putra (32). Berikut ini kronologi peristiwa tersebut:

Pukul 03.00 WIB
Anak ketiga Liesek Nio (istri, 58 tahun) dan Yo Ribut (suami, 63 tahun) yang bernama Budi Liya Putra (32) mengetok jendela. Dia bermaksud minta uang kepada orangtuanya setelah kalah judi keprok Rp 450 ribu. Yo Ribut menolak memberi uang sehingga Budi marah dan memukul ayahnya dengan besi. Ibunya yang juga menolak memberi uang, juga dipukul hingga tewas. Budi mencoba membakar jasad orangtuanya untuk menghilangkan jejak. Dia lantas mengambil uang Rp 1.350.000.

Pembunuhan ini terjadi di kediaman pasutri itu di Gang Sewan, Jl Raya Rawakucing, Kota Tangerang. Rumah ini terletak bersebelahan dengan warung Siomay Andy, tempat keluarga ini mengais rezeki. Pecinta kuliner menyebut siomay bikinan mereka enak dan menyebut siomay itu sebagai Siomay Sewan.

Pukul 04.30 WIB
Budi yang biasa turut membantu mempersiapkan dagangan siomay memberitahu keluarganya atas peristiwa pembunuhan itu. Saat itu, jasad Yo Ribut ditemukan di ruang tengah, sedang Liesek Nio ditemukan di kamar mandi. Polisi menyebut ada bekas pukulan seperti serok di kepala korban.

Pukul 10.00 WIB
Polisi melakukan olah TKP. Anjing pelacak dikerahkan. Budi banyak memberikan informasi kepada polisi. Akibat peristiwa kejahatan ini, warung Siomay Andy terpaksa tidak beroperasi. Deretan kursinya melompong. Warung bercat pink ini sebelumnya biasa buka pukul 08.00 – 19.00 WIB. Anak-anak korban biasa turut membantu operasional warung ini. Warung ini menyediakan siomay yang gurih dan sambal kacang yang legit.

Pukul 12.50 WIB
Polisi mengamankan Budi Liya Putra sebagai tersangka pembunuhan. Hal ini dilakukan setelah anjing pelacak yang dikerahkan polisi tak berhenti mengendusnya. Setelah itu, Budi diinterogasi dan terkuaklah motif pembunuhan yang menggegerkan tersebut dalam hitungan jam. Sementara itu, siomay yang seharusnya dijual per buti Rp 3.000 itu hari ini terpaksa tidak bisa dijajakan. Siomay itu tinggal dihangati saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s