Waspada Perampokan Merajarela dan Ada Yang Didalangi Oleh Tetangga Sendiri

DUA kasus perampokan terjadi pada waktu yang hampir bersamaan di Jakarta Barat, Rabu (25/7) dini hari. Satu kasus terjadi di Palmerah, dan satu kasus lainnya di Tanah Sereal.

Maya (20) ditodong dengan obeng saat berjalan di Gang Delima, Jalan Haji Senin, Palmerah, Jakarta Barat. Telepon seluler merk BlackBerry yang sedang digenggamnya dirampas.

Tak rela harta bendanya dirampas begitu saja, Maya memberontak dari bekapan perampok itu, dan berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakannya mengepung perampok tunggal itu.

Tanpa ampun, massa menghujani pria itu dengan bogem mentah. Warga kemduian membawanya ke Mapolsektro Palmerah.

Perampok yang belakangan diketahui bernama Eko Hermawan (20) itu mengaku baru pertama kali menodong. “Saya udah enam bulan di Jakarta, mau cari kerja di sini, tapi nggak keterima dimana-mana, karena nggak punya ijazah SD,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Kepada wartawan, Eko yang berasal dari Lampung, itu mengaku bahwa ia terpaksa merampok karena sudah seharian tidak makan. “Saya pengangguran. Duit saya udah abis. Makanya saya nekat,” katanya.

Dirampok tetangga

Kasus perampokan lain terjadi pada Rabu pagi di Jalan Tanah Sereal, RT 03/10 Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat. Seorang karyawan swasta bernama Hardian dipukuli oleh dua perampok bermotor.

Kapolsektro Tambora, Komisaris Donni Eka Syaputra pada Rabu petang menuturkan, dari keterangan beberapa saksi mata dan korban, salah satu pelaku perampokan tersebut adalah tetangga Hardian yang bernama R.

Menurut Donni, peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30. Kala itu, Hardian yang sedang berjalan kaki untuk bekerja tiba-tiba dipepet dua pemotor.

“Korban dimintai uang. Karena awalnya menolak, para pelaku memukul korban. Korban akhirnya memberikan uang Rp.50.000,” ujar Donni.

Tak puas dengan uang tersebut, para pelaku lalu meminta Hardian menyerahkan ponsel yang ada di sakunya. “Korban menolak sehingga para pelaku gelap mata. Korban lalu kembali dipukuli oleh dua pelaku,” kata Donni.

Saat para pelaku sedang menganiaya Hardian, seorang saksi mata bernama Ratningsih melihat kejadian itu. “Saksi lalu berteriak minta tolong. Teriakan itu membuat dua pelaku kalang kabut dan langsung melarikan diri,” ujar Donni.

Hardian dan Ratningsih kemudian melaporkan peristiwa itu ke Mapolsektro Tambora. “Menurut keterangan sementara, kami sudah berhasil mengantongi satu nama. Sisanya masih dalam pengembangan,” kata Donni.

Dua kasus per hari

Polda Metro Jaya mencatat, kasus kejahatan dengan kekerasan, termasuk di antaranya penodongan, perampasan dan pembajakan mencapai 675 kasus selama Januari-Juni 2012. Jumlah itu berarti kira-kira 115 kasus per bulan, atau rata-rata dua perampokan per hari.

Data dari Humas Polda Metro Jaya menyebutkan, selama semester pertama 2012, tercatat 331 penodongan, 286 perampasan, dan 58 pembajakan. Dari jumlah itu, yang pelakunya dapat terungkap hanya 87 kasus penodongan, 186 kasus perampasan, dan 19 kasus pembajakan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, kejahatan jalanan seperti penodongan, perampasan, dan perampokan memang cenderung meningkat. Para pelaku kejahatan jalanan ini biasanya memanfaatkan situasi, ketika warga masyarkat sedang melakukan aktivitas, jual beli, atau penarikan uang tabungan.

Para pelaku yang beraksi, kata Rikwanto, bisa berasal dari kelompok pemain lama bisa juga muncul kelompok baru. Antisipasi terhadap berbagai jenis kejahatan ini salah satunya dengan menggelar berbagai operasi, salah satunya Operasi Patuh Jaya yang kini sedang berjalan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s