Dua Mayat Wanita Kakak Beradik Ditemukan Dikubur Di Satu Liang Di Jalan Simo Prona Jaya III/2 Surabaya

Perkampungan di Simo Prona Jaya, Surabaya, digemparkan dengan penemuan mayat wanita kakak adik yang dikubur di kamar rumah mereka.

Jenazah kakak adik itu dikubur dalam satu liang. Keduanya itu diperkirakan korban pembunuhan. “Memang benar ada 2 jenazah perempuan yang dikubur di dalam rumah,” kata Kapolsek Sukomanunggal Kompol M Baderi, Minggu (12/8/2012) pagi.

Kedua jenazah perempuan yakni, Sunarsih yang diperkirakan berumur 46 tahun dan adiknya Supiati 34 tahun. Saat digali kuburannya, Sunarsih masih mengenakan pakaian daster. Bambang, warga setempat yang ikut menyaksikan evakuasi menyatakan bila kedua jenazah telah membusuk.

Kedua jenazah itu dikubur di kamar belakang. “Di rumah itu ada 2 kamar,” jelasnya.

Setelah mendapatkan laporan dari warga pada Minggu dini hari, polisi langsung melakukan penyelidikan ke lokasi. Kemudian, kedua jenazah yang dikubur di kedalaman sekitar 60 sentimeter, langsung dievakuasi ke kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya.

Pantauan detiksurabaya.com, rumah Supiati berukuran 5 x 7 meter di Kelurahan Simo Mulyo Baru Kecamatan Sukomanunggal telah diberi garis police line. Ratusan warga sekitar masih bergerombol ingin menyaksikan rumah yang rencananya akan dikontrakkan itu.

Kematian dua wanita kakak beradik masih misterius. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang mengubur dua korban dalam satu liang di kampung Simo Prona Jaya III/2, Surabaya.

Dua wanita itu yang kuburannya dibongkar polisi adalah Sunarsih yang diperkirakan berumur 46 tahun dan adiknya Supiati 34 tahun.

Kapolsek Sukomanunggal Kompol M Baderi masih belum bisa memastikan motif pembunuhan yang korbannya dikubur di dalam kamar belakang tersebut. Rumah milik Supiati itu kini diberi garis police line.

“Kita masih menyelidikinya,” kata Baderi, Minggu (12/8/2012).

Informasi yang dihimpun, selain kakak beradik itu yang tinggal di rumah tersebut adalah Barja. Pria asli Subang, Jawa Barat, itu adalah suami Sunarsih. Saat polisi membongkar kuburan korban di kamar belakang, Barja tak terlihat.

Saat dikonfirmasi, polisi masih enggan memberi penjelasan banyak. “Sementara saya belum bisa bicara banyak. Tunggu hasil penyelidikan dulu ya mas,” kata Baderi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s