4 ABG Jadi Pembunuh Bayaran Karena Tergiur Uang 2 Juta Rupiah

Tiga anak baru gede (ABG) ditangkap karena dituduh jadi pembunuh bayaran. Mereka menghabisi bos restoran ayam kremas dengan imbalan Rp2 juta per orang . Sebelum melakukan aksinya ketiga ABG itu terlebih dahulu menenggak minuman keras.
Namun ketiga remaja itu; At, 16, Ja, 16, dan Vi, 15, kini meringkuk di sel polisi. Mereka dibekuk di rumah masing-masing di Meruya Selatan, Jakarta Barat.

Petugas gabungan Jatanras Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Barat dan Polsek Kembangan yang menangani kasus ini awalnya meringkus Bayu, 19, di rumahnya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Jumat (5/1). Bayu yang memberi order membunuh.
“Tersangka Bayu berutang Rp20 juta pada korban. Ia membunuh agar utangnya tak ditagih lagi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Senin (8/10) didampingi Kasubdit Jatanras AKBP Herry Heriawan.

Dalam pemeriksaan terungkap, ajakan untuk membunuh dilakukan Bayu dengan janji upah Rp8 juta untuk empat remaja itu. Mereka memang berteman. Upaya memuluskan niatnya, Bayu juga mencekoki mereka dengan minuman yang dicampur dengan obat yang membuat keempatnya agresif dan mabuk berat.

KORBAN DIJEMPUT
Pembunuha itu terjadi Rabu (26/9) malam. Saat itu, Bayu menjemput korban di kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan. Kepada pegawai Kementrian Pekerjaan Umum itu, Bayu berdalih akan melunasi utangnya. Yayan yang tak curiga. Ia mau saja dibonceng anak buahnya dengan Yamaha Mio.

Namun bukannya utangnya dibayar namun korban justru dibawa Bayu ke lapangan bola di belakang komplek pemadam kebakaran. Di lokasi itu, empat pembunuh bayaran menanti. Tersangka At langsung menarik tubuh Yayan dari motor hingga terjatuh. Belum sempat bangun, korban dibacok clurit yang diayunkan tersangka Vi. Tak cuma itu, wajah pria lajang juga disayat-sayat dengan clurit.

Kesadisan berlanjut. Dua pelaku lain, termasuk Bayu, menghantam batu ke wajah korban hingga pengusaha muda itu tal lagi bergerak. Upaya menghilangkan jejak, kawanan pembunuh membakar wajah korban lalu meninggalkannya begitu saja dengan membawa dua HP dan dompet berisi Rp142.000.

Keesokannya, jasad Yayan ditemukan . Saat itu, tak ada identitas apapun. Jati dirinya baru diketahui lima hari kemudian ketika ada keluarga mendatangi kamar mayat RSCM, tempat jasad Yayan diotopsi. Keluarga itu memastikan korban adalah Yayan, anggota keluargaya.

Atas perbuatannya, polisi menjerat Bayu dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuan berencana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. “Sedangkan, tersangka lainnya dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan,” kata Kombes Rikwanto

Tersangka Vi mengaku mau membunuh karena tergiur upah Rp2 juta. Ia percaya Bayu akan memberinya uang. Orangtua Bayu punya usaha konveksi di Tangerang.

Daim, 38, bapak At, terkejut mengetahui putranya membunuh orang. “Saya tidak menyangka anak itu ikut membunuh. Selama ini, meskipun anak saya tidak sekolah lagi tapi sering diawasi. Biarin saya dibilang cerewet, asalkan anak saya tidak nakal,” ujar bapak tiga anak yang tinggal di Meruya Selatan, Jakarta Barat.

Pelaku pembunuhan berencana pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU), Yayan Suryana, 28, berinisial BR berniat mengambil alih usaha korban “Bebek Remes”, seusai menghabisi nyawanya bersama teman tersangka.

“Rencananya, saya akan ambil usaha milik korban, seolah-olah korban punya utang kepada saya,” kata BR di Markas Polda Metro Jaya, Senin. BR juga akan mempekerjakan empat tersangka lainnya, MFM (17), AT (15), JB (16) dan CM (16), jika rencana pembunuhan terhadap korban sudah dilakukan.

Tersangka BR yang merupakan mantan pegawai korban di tempat makan “Bebek Remes” Blok M Square itu, menyebutkan dirinya menjanjikan pekerjaan kepada para pelaku lainnya. Awalnya, BR menjanjikan akan membayar Rp2 juta, namun para tersangka

meminta “upah” membunuh Yayan sebesar Rp5 juta, kemudian BR menawarkan akan mempekerjakan tersangka di rumah makan tersebut.

BR dan empat tersangka lainnya diduga terlibat pembunuhan berencana terhadap Yayan dengan motif utang piutang di sekitar Komplek Pemadam Kebakaran, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (26/9). Diketahui, BR merasa sakit hati karena Yayan kerap menagih utang sebesar Rp15 juta yang digunakan untuk modal dagang celana di Blok M, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, BR dan empat orang temannya merencanakan pembunuhan terhadap Yayan hingga pakaian korban dibakar di atas tubuh jasadnya. Beberapa hari kemudian, anggota Polda Metro Jaya berhasil menangkap para tersangka pada beberapa lokasi di wilayah Jakarta Barat.

5 responses to “4 ABG Jadi Pembunuh Bayaran Karena Tergiur Uang 2 Juta Rupiah

  1. satu kalimat buat kalian!!!! ber 4!!!!
    “DASAR GILA!!!!! OTAK LOE PADA KOSONG!!”

  2. lagi lagi pasti karena uang, miris

  3. Wadduuhhh… Bocah tengleng.. Bakar aja tuh 4 pelaku ABG bangsat..

  4. tidak pernah diberikan pendidikan sama ortu ke shngga tingknya bejat

  5. Gila,mati aja kmu sekalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s