Monthly Archives: Juli 2013

Sosialita Pemilik Butik Juga Jadi Korban Perampok Spesialis PSK High Class Setelah Mau Diajak Bersetubuh Dan Dijanjikan 10 Juta

Jhon Weku (33), tidak hanya berhasil mengerjai wanita-wanita panggilan high class yang berduit. Seorang wanita sosialita pun dirampas harta bendanya akibat terjerat mulut manis pria asal Manado itu. Sebut saja namanya Melody. Wanita berparas cantik ini mengaku kenal pria bernama asli Jimmi Muliku itu, dari seorang temannya, sebut saja namanya Mona.

“Saya nggak kenal sama dia (Jhon Weku). Saya dikenalinnya sama si Mona itu. Saya korban yang dipancing dia lewat teman saya si Mona itu,” kata Melody kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/7/2013). Melody menceritakan, peristiwa itu menimpanya sekitar Juni 2013 lalu. Saat itu, ia diajak temannya untuk karaoke bersama Jhon Weku. Kepada Melody, Jhon mengaku pengusaha dari Ambon.

“Nah dia keluarin uang cash Rp 6 juta buat bayar minuman itu,” kata Melody. Usai minum-minum, Melody lalu mengantar Jhon dan Mona ke Hotel Citraland, Jakarta Barat. Setelah itu, Melody pulang. Sementara Jhon bersama Mona, menginap di hotel tersebut.

Keesokan harinya, Melody dihubungi oleh Mona. Kepada Melody, Mona memintanya untuk menjemputnya di hotel tersebut. Melody juga diminta Mona untuk mengantar Jhon. “Soalnya si Jhon nggak bawa mobil tuh, terus saya diminta teman saya buat antar si Jhon ke Kemang apa ke Mampang, lupa deh,” tutur Melody.

Kepada Melody, Jhon beralasan hendak mengantarkan uang. Melody lalu diminta Jhon menemaninya, dengan iming-iming ‘bonus’. “Dia bilang antar saya, nanti kamu saya kasih bonus Rp 10 juta. Saya pikir kalau cuma nganter doang sih ya sudahlah nggak apa-apa,” kata dia. Karena permintaan teman, Melody pun akhirnya mau mengantar Jhon. Ia lalu pergi ke hotel Citraland untuk menjemput Mona dan Jhon.

Namun, alangkah kagetnya dia ketika mendapati Mona sudah dalam keadaan terikat, mulut dilakban dan tangan diborgol. “Pas saya datang, saya langsung ditodong pisau di leher, lalu diikat juga,” kata dia. Kepada Melody, Jhon lalu memintanya menyerahkan 3 unit handphone yakni BlackBerry Porsche, BlackBerry Torch dan BlackBerry Dakota. Tidak hanya itu, Jhon juga meminta Melody menyebutkan PIN ATM miliknya.

“Dia transfer uang Rp 3 juta ke rekening atas nama Jhon Weku. Untung yang M.Banking lagi error, jadi dia nggak bisa transfer uang via M.Banking,” kata dia. “Untung duit arisan udah dikasihin semua,” lanjut pemilik butik itu.

Kemudian, Jhon meminta kunci mobil Melody. Setelah mendapatkan kunci mobil, Jhon bergegas ke parkiran. Maksudnya, hendak mengambil barang-barang Melody yang ada di dalam mobil. “Tapi entah kenapa, dia nggak bisa buka mobil saya. Apa dia nggak bisa buka mobil, apa keburu panik sama orang lain,” ujar dia.

Padahal, di mobilnya tersimpan perhiasan berupa cincin, kalung dan gelang serta Samsung Galaxy Note, Samsung Galaxy Tab dan barang berharga lainnya. “Sama ada jam Rolex juga aku taro di tas, tapi untung nggak sampai dia ambil,” tutup Melody.

Jhon Weko Spesialis Perampok Wanita Panggilan High Class PSK Kelas Atas

Jimmi Muliku alias Jhon Weko (33) tidak hanya berhasil memperdaya wanita panggilan (PSK) high class. Bahkan seorang wanita yang berprofesi sebagai sopir bus TranJ pun ia kadali. “Jadi, dia (John) kalau mau transfer uang hasil kejahatan itu melalui rekening perempuan berinisial DS. Dia ini sopir busway,” kata Kasubdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (9/8/2013).

Herry mengungkapkan, DS tidak terlibat dalam aksi kejahatan tersebut. Jhon Weko adalah pelaku tunggal dalam kejahatan perampokan yang disertai penyekapan itu. “DS ini hanya dipakai rekeningnya untuk menampung transferan uang dari rekening korban, setelah itu ditransfer ke rekening Jhon,” ujar Herry. Jhon mengaku kenal dengan DS ketika dia ditahan di Rutan Salemba. Saat itu DS tengah membesuk temannya yang juga ditahan di Rutan Salemba.

“Saya pacaran sama DS. DS tinggal di Mampang,” kata Jhon. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Begitu kiranya pepatah yang menggambarkan aksi kejahatan Jhon Weko. Jhon tidak hanya menggasak harta benda korban, tetapi juga menikmati kemolekan tubuh para wanita panggilan yang merupakan korbannya.

“Modusnya yakni dengan mengajak kencan melalui mucikari, kemudian korbannya dilakban, ditodong pisau dan setelah itu diambil barang-barangnya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/7/2013). Jhon mengaku telah melakukan aksi perampokan dengan sasaran wanita panggilan ini selama 16 kali sejak tahun 2010 lalu. Selama 2 kali tertangkap, Jhon tidak pernah mengubah sasaran dan modus operandinya.

“Selama saya melakukan ini, saya tidak pernah menganiaya korban-korban saya, saya tidak pernah memukul juga. Paling hanya mengancam dan mengikat korban dengan lakban,” jelas Jhon. Sasaran Jhon adalah wanita-wanita panggilan kelas atas mulai dari ayam kampus hingga model-model profesional. Menurut Jhon, wanita-wanita panggilan kelas atas (high class) memiliki banyak uang dan harta yang bisa dia rampas.

Berlaga borjuis, Jhon mulai mencari mangsanya melalui mami-mami pemandu karaoke. Kepada mami, Jhon meminta disediakan wanita panggilan yang berkelas. Soal tarif, tidak jadi masalah. “Kalau yang high class itu biasanya Rp 5-15 juta semalam. Katanya suka dipakai pejabat-pejabat,” ujar Jhon. Setelah bersepakat dengan mami mengenai tarif booking, Jhon akan menyiapkan kamar hotel berbintang. Agar meyakinkan korbannya, Jhon menyewa kamar suite yang memiliki ruang tamu di dalamnya.

“Saya yang check in dan menggunakan uang saya,” ujar Jhon. Setelah janjian, Jhon akan mengajak PSK tersebut ke dalam kamar hotel. Biasanya, Jhon mengajak 2 wanita PSK sekaligus. Setelah berada di dalam kamar, Jhon lalu mengencani salah satu korbannya, sementara korban lainnya disuruh menunggu di ruang tamu.

Setelah memuaskan nafsunya, Jhon lalu memborgol korban dan mengikat kaki serta tangan korban dalam keadaan masih telanjang. Ia lantas menodongkan pisau lipat ke korban dan mengancam korban untuk segera menyerahkan barang-barang berharga milik korban. “Setelah itu saya keluar dari dalam kamar hotel dan setelah di luar, baru saya telepon resepsionis dan meminta resepsionis untuk merapikan kamar,” ujar Jhon.

Sementara Jhon langsung kabur ke Surabaya, Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk menjual barang-barang hasil rampasan ke penadah di Surabaya. “Kalau BlackBerry Q10, Z10, Porsche itu dihargai Rp 4 juta satunya. Kalau berlian yang kata korban harganya Rp 150 juta, saya jual ke engko itu harganya Rp 8 juta,” pungkas Jhon.Perjalanan hidup Jimmy Muliku alias Jhon Weko (33), penuh lika-liku. Lahir dari keturunan keluarga ningrat, namun hidupnya melarat. Kekayaan sang kakek, rupanya tidak diwariskan kepada orangtuanya lantaran memiliki prinsip hidup yang berseberangan.

Alasan pribadi ini pula, yang melatarbelakangi Jhon melakukan kejahatan perampokan. Ia ingin kaya dengan cepat, namun tanpa harus mengeluarkan keringat. “Awalnya dari masalah pribadi, punya keluarga di Gorontalo. Opa-oma saya orang terkaya di Kopayato, Gorontalo. Mereka tuan tanah,” kata Jhon Weko kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (9/7/2013). Jhon lahir di Manado pada tanggal 2 Juni 1980 silam. Dikisahkan Jhon, kakeknya yang kaya itu menghambur-hamburkan uangnya untuk wanita simpanan. Hal ini lantas membuat ayah Jhon gerah, hingga menegur sang kakek. “Opa saya suka main perempuan, gonta-ganti wanita, lalu ditegur bapak saya,” ujar Jhon.

Saat itu, Jhon masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 3. Enam tahun sekolah di Manado dan terpisah dari orangtua, Jhon harus menerima kenyataan pahit ketika kembali ke Gorontalo. “Selidik punya selidik, Opa malah bunuh bapak saya. Tetapi opa tidak pernah dipenjara. Dari situ, warisan-warisan ke bapak saya tidak ada satu pun,” kenang Jhon. Pengalaman itu, membuatnya bertekad untuk menjadi orang kaya. “Di situ saya berpikir harus bisa jadi orang banyak duit agar bisa bahagiakan mama saya. Dari situ punya inisiatif, cara apa pun harus bahagiakan ortu saya,” jelas Jhon.

Sekitar tahun 2001, Jhon lalu merantau ke Surabaya. Ia lalu tinggal di keluarganya di Surabaya. Tahun 2008, ia kemudian ke Batu Licin, Kalimantan. “Ketemu perempuan muslim, lalu pacaran sama dia dan dia hamil. Saya tidak menikahi dia karena ortunya nggak setuju” kata dia. Ia kemudian melanjutkan hidupnya. Sekitar tahun 2009, Jhon muda pergi ke Bontang hingga 2010 akhir, ia kembali ke Surabaya. “Lalu akhir 2010 baru ke Jakarta, kos di Cempaka Mas. Di situ saya punya pemikiran bagaimana saya harus bisa dapat duit,” kata Khon.

Suatu hari, ia membaca koran Ibu Kota. Ia lalu tertarik dengan sebuah iklan cewek panggilan. Jhon lalu timbul niat untuk merampok cewek panggilannya. Modusnya, dengan meniduri cewek panggilan itu lebih dulu. “Terpikir di benakku bahwa wanita malam punya banyak duit,” tutur Jhon. Jimmi Muliku alias Jhon Weko merampok puluhan wanita panggilan high class. Dengan modus pura-pura hendak berkencan, Jhon yang mengaku pengusaha ini setidaknya meraup keuntungan hingga miliaran rupiah. Namun, uang panas itu pun habis tak bersisa lantaran gaya hidup Jhon.

“Saya pakai uangnya untuk hura-hura saja. Tidur dari hotel ke hotel,” ungkap Jhon di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (9/7/2013). Jhon telah memperdaya puluhan wanita PSK high class yang memiliki barang-barang mewah. Ia melakukan aksinya di belasan hotel berbintang di kawasan Bogor, Jakarta dan Bandung. Namun, sepak terjang Jhon berakhir ketika digerebek aparat Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, ketika ia mengencani wanita panggilannya di Hotel Grand Mercure, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/7/2013) lalu. Jhon dibekuk tanpa perlawanan.

Polisi menyita barang bukti berupa 4 buah borgol, 2 buah handphone, 1 buah pisau lipat, 1 lakban, beberapa KTP korban berikut memory card dan SIM cardnya, 2 buah cincin berlian dan 1 buah liontin berlian. Atas perbuatannya, Jhon dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Sepak terjang Jimmy Muliku alias Jhon Weko (33) berakhir. Perampok spesialis wanita panggilan kelas atas ini dibekuk tim Jatanras Polda Metro Jaya. Catatan kepolisian, sedikitnya Jhon telah merampok lebih dari 16 wanita. Wanita korban perampokannya, rata-rata memiliki harta benda yang berlimpah.

“Terpikir di benakku bahwa wanita malam punya banyak duit,” kata Jhon kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/6/2013). Jhon mengaku, telah melancarkan aksinya itu sejak 2011 lalu. Awalnya, ia mengencani seorang wanita panggilan bernama Deby, yang ia peroleh dari iklan baris sebuah harian ibu kota.

“Lalu saya telepon dia dan saya ajak dia ke Hotel Pecenongan,” kata Jhon. Untuk mengencani cewek tersebut, Jhon harus merogok kocek Rp 1,5 juta plus uang untuk sewa kamar seharga Rp 300 ribu. Namun, hal itu tidak seberapa dengan hasil kejahatan yang ia dapat. “Saya waktu itu cuma ambil handphone, 2 handphone. Waktu itu saya jual HP-nya di Cempaka Mas, Jakarta Pusat,” kata Jhon.

Sejak itu, Jhon mulai ‘ketagihan’. Ia kemudian kembali membooking sejumlah wanita panggilan, mulai dari cewek-cewek pemandu karaoke hingga ayam kampus yang berkelas tinggi. “Kalau ayam-ayam kampus sama model-model gitu sekali booking itu Rp 5-15 juta. Kata maminya, mereka ini suka dipakai pejabat-pejabat,” kata Jhon.

Awalnya, ia mendapat cewek panggilan berkelas kakap, dari seorang mami yang biasa nongkrong di mal besar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Untuk meyakinkan sang mami, Jhon saat itu mengaku sebagai pengusaha. “Kebetulan saat itu saya pakai kalung emas yang 300 gram, sehingga maminya percaya kalau saya banyak uang. Lalu saya minta cewek sama mami, ” kata Jhon.

Dari situ, link dia ke sejumlah mami kian melebar. Ia pun bisa mengencani sejumlah wanita panggilan yang berkelas. Hingga ia tertangkap, korbannya sudah mencapai puluhan. “Kalau yang berkelas kan handphonenya banyak, mereka juga pakai perhiasan,” tutup Jhon. Jimmy Muliku alias John Weko (33), bukan sekali ini dia tertangkap polisi lantaran merampok wanita-wanita panggilan yang ia kencani. Jhon rupanya pernah dipenjara pada tahun 2011 lalu atas kasus yang sama.

Jhon bercerita, 29 Desember 2011 lalu, ia pernah ditangkap aparat polisi dari Polres Jakarta Barat. “Saya ditangkap di Citraland, Jakarta Barat setelah mengencani cewek kampus, model juga,” kenang John kepada wartawan. Kala itu, Jhon dilaporkan seorang korbannya karena telah menyekap dan merampok korban di sebuah hotel berbintang di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Jhon lalu divonis 2 tahun penjara atas perbuatannya itu.

“Waktu itu, saya sudah melakukan 8 kali kasus yang serupa,” ujar Jhon. Jhon lalu mendapat Pembebasan Bersyarat (PB), hingga ia hanya menghabiskan 1 tahun 8 bulan penjara di Rutan Salemba karena kelakuannya dianggap baik. Selama di Rutan. Selama di Rutan Salemba, Jhon mengenal seorang perempuan asal Manado yang sering datang ke rutan untuk memberikan pelayanan. Jhon dan perempuan itu pun terlibat hubungan asmara.

“Saya bohong sama cewek itu, saya bilang kalau saya ditahan karena kasus curanmor,” ujar Jhon. Dengan memanfaatkan hubungannya itu, Jhon lalu meminta perempuan tersebut untuk mengumpulkan sejumlah uang dari keluarganya. “Saya bilang sama dia, kalau mau ambil mobil-mobil mewah, sama saya saja, tinggal kumpulkan saja uangnya,” ungkap dia.

Jhon rupanya berhasil memperdaya perempuan itu. Melalui perempuan tersebut, Jhon akhirnya bisa mengumpulkan uang hingga Rp300 juta. Setelah keluar dari penjara tanggal 26 Januari 2013, Jhon langsung mencairkan uang di rekeningnya.

“Di dalam saya pegang HP. Pertama kali keluar cairkan Rp300 juta untuk beli mobil,” kata dia. Sepekan setelah bebas dari penjara, Jhon kembali meminta pacarnya untuk kembali mengumpulkan uang lagi. Ia meminta pacarnya mengumpulkan uang Rp200 juta untuk membeli mobil seperti yang ia janjikan sebelumnya. “Sambil nunggu uang Rp200 juta cair, itu saya bikin KTP Sorong atas nama Jhon Weko dan rekening atas nama Jhon Weko,” kata dia.

Uang terkumpul hingga Rp500 juta. Setelah itu, Jhon kabur ke Jogjakarta, tepatnya Maret 2013. Di sana, uang yang ia dapat, digunakan untuk hura-hura. “Saya beli mobil CRV, motor besar Ninja dan hura-hura. Sebagian, Rp20 juta saya kasih mama saya plus 2 motor saya belikan buat mama,” kata dia.

Di Jogja, ia kemudian menyewa sebuah rumah minimalis seharga Rp20 juta dari seorang tentara. Seiring berjalannya waktu, uang hasil kejahatan menipis. Di situ, ia pun kembali mengakali cewek-cewek panggilan. “Di Jogja saya terpikir untuk begitu lagi di Hotel Ibis Malioboro, dapat ceweknya ini tetangga kontrakan. Cewek ini cuma mahasiswi,” kata Jhon.

Melalui seorang mami yang juga pemilik kontrakan, Jhon dikenalkan dengan ayam kampus. Untuk ‘memakan’ mangsanya, Jhon mengeluarkan uang Rp1 juta. “Saya pancing mereka ke Hotel Ibis, saya siapkan borgol, lakban. Pertama mahasiswi high class bawa BB Z10. Setelah itu saya pakai dia,” kata dia.

Jhon rupanya kurang puas. Ia lalu meminta mami untuk kembali menyiapkan 2 orang perempuan. Permintaan Jhon dipenuhi, lantas dua orang perempuan tadi dimasukkan ke kamar Hotel Ibis, di lantai atas.”Lalu saya telpon maminya sambil maminya menuju ke kamar itu, saya bawa 2 ke bawah, lalu saya kumpulkan lalu saya ancam, borgol, pisau lipat kayak tentara itu. Bawa 4 borgol,” kata dia.

Setelah semua terkumpul, sang mami mendatanginya ke kamar hotel itu. Ia pun memborgol sang mami di kamar hotel tersebut, lalu mengambil barang-barang berharga milik 4 korban sekaligus. “Dari Jogja, saya baru ke Jakarta lagi, dan selama di Jakarta, saya tinggal di hotel,” tutup Jhon.

Dukun Cabul Mengaku Paranormal Setubuhi 7 ABG Di Jalan Dengki Bandung

AS alias Ua (48) tak mengelak saat ditanya wartawan soal aksi bejatnya. Ia mengaku menyetubuhi ‘pasien’ yang mayoritas siswi SMP dan SMA. Selain membujuk, ia juga mengancam korban. “Mereka (korban) datang dengan beragam persoalan. Enggak ada ritual khusus (untuk mengatasinya), saya suruh berdoa saja,” kata Ua di Mapolrestabes Bandung, Senin (1/7/2013).

Kemudian, pelaku membujuk korban. Agar keinginannya terpenuhi, korban diajak berhubungan badan. “Kalau tidak mau saya (ancam) takut-takuti karena tubuhnya kotor dan tidak bisa dibersihkan,” ungkap Ua. Korban datang dengan beragam persoalan. Ada yang ingin lulus ujian, ada ingin punya pacar. “Saya tipu dengan merayu korban agar mau disetubuhi,” katanya.

Pelaku bercerita dengan lancar soal bagaimana ia memperdayai korban dan melakukan aksinya, tapi ia menghindar soal jumlah korban. Ia memilih bungkam. Berdasarkan data di kepolisian, korban berjumlah 7 siswi SMP dan SMA. “Mungkin saja ada korban lain, tapi enggan melapor,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko.

Aksi bejat Ua terbongkar setelah warga Jalan Dengki mendatangi rumahnya. Warga geram lantaran orang tua korban mengadukan perilaku Ua tersebut. Pria itu sempat diboyong ke Polsek Regol. Selanjutnya perkara ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.

Ua kini mendekam di ruang tahanan Mapolrestabes Bandung. Ia dijerat Pasal 81, 82 UU RI No 23 tahun 2002 dan Pasal 285 KUH Pidana perihal tindak pidana perlindungan anak dan kejahatan terhadap kesopanan (perkosaan) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.Pria berinisial AS alias Ua (48) yang mengaku sebagai paranormal menyetubuhi sejumlah ABG. Ia ditangkap polisi. Pria beristri dan beranak itu mengincar korban yang dirundung masalah pribadi.

“Pelaku selalu mengarahkan aksinya terhadap korban yang mempunyai permasalahan di sekolah atau dengan pacar. Berdasakan pengakuan korban, modus pelaku ini mengaku sebagai dukun yang bisa meramal dan menerawang nasib seseorang. Pelaku pun sanggup mengobati serta menuntaskan masalah para korban,” papar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko.

Trunoyudho menyampaikannya saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Bandung, Senin (1/7/2013). Menurut Trunoyudoho, sementara ini ada tujuh ABG wanita yang duduk di bangku SMP dan SMA berani melaporkan aksi bejat Ua. Diduga masih banyak korban lainnya yang diperdaya Ua, namun malu untuk membuat laporan kepada polisi. “Ada 7 korban. Semuanya anak di bawah umur. Sementara ini baru mereka yang berani melaporkan tindakan asusila dilakukan pelaku,” jelas Trunoyudho.

Pria berinisial AS alias Ua (48) diciduk polisi gara-gara menyetubuhi sejumlah ABG wanita di Bandung. Aksi cabul Ua terbongkar setelah beberapa korban melapor polisi. Pelaku yang memiliki istri dan anak ini mengaku sebagai paranormal ampuh. “Ada tujuh korban semuanya anak di bawah umur. Sementara ini baru mereka yang berani melaporkan tindakan asusila dilakukan pelaku,” jelas Kasatreskrim Polretabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko di Mapolrestabes Bandung, Senin (1/7/2013).

Ua berkedok sebagai paranormal guna menyalurkan hasrat seksualnya. Ia mengelabui calon korban dengan membuka praktik pengobatan supranatural. Ua yang mengaku sebagai paranormal dan menyetubuhi sejumlah ABG, punya beberapa modus untuk mendapatkan pasien. Mulai dari menebak sifat pasien hingga menebar ancaman. Pada 2011, Ua memanfaatkan rumah kontrakannya di Jalan H Kurdi II, menjadi tempat pengobatan. Begitu pun kontrakan di Jalan Dengki yang ditempatinya sejak awal 2013 lalu. “Pelaku ini mengaku sebagai dukun yang bisa meramal dan menerawang nasib korban. Ia sanggup juga mengobati dan menyelesaikan masalah dihadapi korban. Padahal itu modus operandi kejahatannya saja,” terang Trunoyudho.

Aksi bejat Ua terbongkar setelah warga Jalan Dengki mendatangi rumahnya. Warga geram lantaran orangtua korban mengadukan perilaku Ua tersebut. Pria itu sempat diboyong ke Polsek Regol. Selanjutnya perkara ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.

Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Bandung, Senin (1/7/2013). Pelaku kerap menebak sifat ‘pasien’, menanyakan sesuatu yang membuat korban waswas dan ketakutan. Misalnya, ia bertanya apakah korban punya pacar dan pernah berhubungan badan. Jika sudah berhubungan badan, pelaku menyebut tubuh korban itu kotor dan harus segera dikeluarkan.

“Pelaku mengelabui jika ingin bersih atau pulih, maka korban harus berhubungan badan dengan pelaku. Jika tidak dikeluarkan tubuh kotor itu, dua hingga tiga bulan berikutnya, si korban bakal hamil atau orang tua korban meninggal,” tutur Trunoyudho.

ABG yang menjadi ‘pasien’ Ua pun merasa takut hamil jika tak mau menuruti perintah sang paranormal cabul tersebut. Untuk meyakinkan para korban, pelaku setiap selesai menyetubuhi itu memperlihatkan cairan dalam gelas yang seolah-olah sperma dari pria yang sebelumnya telah bersetubuh dengan korban dan masih berada dalam tubuh korban tetapi sekarang telah berhasil dikeluarkan.