Dukun Cabul Tawarkan Ritual Pembersihan Pada Belasan ABG SMP Agar Mau Disetubuhi Berkali Kali

Berkedok sebagai dukun yang mampu menyembuhkan gangguan makhluk gaib, seorang pria berinisial AL alias CI (45) membohongi para korbannya hingga mereka rela diajak bercinta. Namun, aksi tipu-tipu AL demi merengkuh kenikmatan seksual itu harus berakhir di Markas Polrestabes Bandung setelah seorang gadis berusia 17 tahun yang mengaku telah dilecehkan oleh tersangka, melapor ke pihak kepolisian belum lama ini.

Dari hasil pengembangan kepolisian, sebelum dibekuk, AL yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijit dan pegawai konveksi ini ternyata sempat berbuat asusila pada dua orang wanita, yaitu LJ (22) dan VA (22) dengan modus yang sama. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko didampingi Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak AKP Suryaningsih di Markas Polrestabes Bandung, Selasa (19/11/2013), menjelaskan, sebelum melecehkan korbannya di tempat praktik yang juga kediaman tersangka di Jalan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, tersangka terlebih dahulu menakut-nakuti para pasiennya dengan mengatakan ada makhluk asing berbentuk batu hitam yang bersemayam di dalam tubuh korbannya dan membuat korbannya menjadi tidak perawan.

“Tersangka menawari korban agar kembali perawan. Tapi syaratnya korban harus mau disetubuhi oleh tersangka,” ujarnya. Apabila menolak, kata Trunoyudo menambahkan, maka makhluk halus tersebut tidak akan pergi dari tubuh korban dan tidak akan ada pria yang bersedia menikahi wanita-wanita tersebut. “Tersangka menyuruh korbannya untuk tidur, kemudian disetubuhi. Setelah itu, korban disuruh mandi mengunakan air doa yang telah disiapkan. Tersangka ini mengaku sudah 4 kali berhubungan dengan para korbannya,” jelas Trunoyudo.

Hal mengejutkan diucapkan oleh tersangka saat ditemui di tempat yang sama, dengan modus serupa, wanita yang saat ini menjadi istri AL adalah salah satu korbannya terdahulu. “Saya menikah sama istri yang baru ini baru setahun. Sama kayak gitu, tapi dia minta tanggung jawab dan akhirnya saya nikahi,” akunya.

Sementara itu, AL mengakui praktik bejat yang dilakukannya itu sudah berjalan selama 8 bulan ke belakang. Sekali berobat, kata AL, para pasiennya ditarik bayaran seberar Rp 25.000 sampai Rp 30.000. “Saya khilaf,” singkatnya.

Sementara itu, dari tangan tersangka, pihak kepolisian menyita barang bukti berupa satu buah celana panjang warna pink, kaos panjang bercorak warna-warni, kaos pendek motif bunga, satu buah jaket rajut warna orange dan satu buah celana jins panjang warna biru.

Akibat perbuatannya tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara lantaran dianggap telah melanggar Pasal 81 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. AS alias Ua (48), seorang pria penangguran yang berpura-pura sebagai orang pintar atau dukun, kini menjadi tahanan Polrestabes Bandung. Agus ditahan polisi lantaran mencabuli dan menyetubuhi beberapa gadis di bawah umur alias ABG.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko, praktik sebagai dukun palsu telah dijalani pelaku sejak tahun sejak 2011 silam. “Pelaku tidak punya pekerjaan namun mengaku sebagai orang pintar yang bisa mengobati segala macam penyakit. Rata-rata korban wanita di bawah umur,” kata Trunoyudo saat ditemui di Mapolrestabes Bandung di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (1/7/2013).

Lebih lanjut Trunoyudo menambahkan, pria yang telah memiliki anak dan istri itu sesumbar kepada calon korbannya yang kebanyakan adalah siswi sekolah menengah pertama (SMP), jika dia bisa mengobati segala macam teluh, pelet dan sihir. Korban juga juga ditakut-takuti akan terus menerus diterpa kesialan, bahkan sampai tidak bisa lulus ujian sekolah jika tidak segera ‘dibersihkan’.

Sebelum memulai praktik kleniknya, kata dia, pelaku terlebih dahulu merayu korbannya dengan menanyakan kepada hal-hal yang lebih pribadi. “Pelaku menanyakan kepada para korbannya apakah sudah punya pacar atau belum dan sudah pernah berhubungan badan atau belum. Kalau sudah, maka dia dinyatakan sudah kotor bisa dibersihkan oleh pelaku,” paparnya.

Setelah mendapat pengakuan dari para gadis-gadis ABG, pelaku langsung memulai ritual ‘pembersihan’. “Badan korbannya dibersihkan. Caranya dengan memberikan jampi-jampi sambil diraba-raba bahkan kebanyakan disetubuhi,” katanya. Ditemui di tempat yang sama, Ua mengaku, aksi bejatnya itu selalu dilakukan di dua rumah kontrakannya di Jalan H Kurdi II dan Jalan Dengki, Kota Bandung. Rata-rata korban yang datang, kata Agus, ada yang meminta lulus ujian ataupun mencari jodoh.

“Korban saya suruh salat dan lain-lain. Ya, gitu aja, ada yang ingin lulus ada yang ingin punya pacar. Saya tipu saja, biar mau (bersetubuh),” ucap Agus. Karena takut perilaku kotornya itu diketahui anak dan istri, Ua baru melancarkan aksinya tersebut jika istri dan anaknya sedang berada di luar ruma kontrakan.

“Kalau istri sama anak saya lagi pergi, baru deh, saya lakukan (mencabuli),” jelasnya.

Sementara itu, sepanjang menjalani perannya sebagai dukun palsu sejak tahun 2011 silam, baru enam korban yang berani melaporkan ke kepolisian. Ua pun terancam hukuman 15 tahun penjara karena melanggar UU perlindungan anak Nomor 23 tahun 2002 pasal 81 dan 82 KUHAP, tentang kesopanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s