Pemerkosa Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Dihukum Mati Mahkamah Agung

Soleh dihukum mati dan Orek dipenjara hingga tewas terkait pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan secara sadis. Korban gadis berjilbab yang masih mengenyam bangku kuliah di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang diperkosa bergiliran oleh 5 orang sebelum akhirnya dibunuh. Seperti dikutip dari dakwaan jaksa yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (13/1/2013), kasus bermula saat Soleh membekap mahasiswi di rumahnya pada 6 April 2012 tengah malam. Soleh lalu mengumpulkan teman-temannya yaitu Noriv, Chandra, Jasrip dan Endang. Setelah semuanya berkumpul di rumah Solaeh, mereka bergiliran memperkosa mahasiswa malang tersebut.

“Kumpul di sini dulu, nanti kalian abis gue,” kata Soleh kepada teman-temannya.

Setelah 15 menit memperkosa mahasiswi itu, berurutan mahasiswi itu digilir oleh Noriv, Orek dan Jasrip. Setelah puas, Orek sempat pulang kembali ke rumahnya namun dijemput lagi oleh Noriv untuk berkumpul kembali. Sesampainya di lokasi, Soleh gundah.

“Gimana tuh cewe, nggak terima diperkosa rame rame dan mau melaporkan ke polisi. Mau diapain? Apa matiin aja?,” kata Soleh.”Ya sudahlah,” jawab Orek, Noriv, Endang, Jasrip dan Endang kompak.

Lantas korban yang sudah lemas karena habis digilir rame rame dibopong ke sepeda motor untuk dibonceng dengan posisi Jasrip di depan dan Soleh di belakang. Adapun korban diapit di tengah. Udah, ikutin dari belakang,” kata Soleh kepada yang lain.

Saat melintas jalan Cor, Desa Siangir, Soleh meminta semuanya berhenti. Waktu yang merambat dini hari dan lokasi yang sepi dirasakan tempat yang aman untuk menghabisi nyawa korban. Namun sebelum dibunuh, mereka kembali memperkosa korban secara bergiliran sebanyak dua kali dengan posisi korban di atas motor.

Setelah selesai memperkosa, Chandra lalu memukul kepala korban dengan batu. Korban pun sempoyongan. Lantas Noriv memegang tangan kiri korban, Endang memegang kaki kanan, Chandra memegang kaki kiri korban dan Orek mengawasi situasi sekitar. Dalam kondisi lemah tak berdaya tersebut, leher mahasiswi tersebut digorok Soleh dengan pisau yang telah disiapkan. Mahasiswi itu pun menghembuskan nafas terakhir tepat pukul 02.30 WIB.

Atas perbuatannya, Soleh dihukum mati, Orek dipenjara seumur hidup dan lainnya dipenjara 20 tahun. MA memperberat hukuman Orek (30), salah satu gerombolan pembunuh sadis mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat. Jika sebelumnya Orek dihukum 20 tahun penjara, MA menguatkan hukuman penjara seumur hidup yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Banten.

Kasus bermula saat ditemukannya korban tanpa nyawa di Jalan Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang pada 7 April 2012. Korban mengenakan jilbab warna putih, celana hitam, baju hijau dengan dalaman kaos warna loreng. Belakangan terungkap korban yang masih kuliah di UIN Ciputat itu dibunuh oleh M Soleh, Orek, Chandra, Jasrip dan Endang dengan terlebih dahulu korban diperkosa secara bergiliran.

Pada 4 Desember 2012, jaksa menuntut Oreg penjara seumur hidup karena terlibat pembunuhan berencana dan pemerkosaan. Tuntutan ini tidak dikabulkan sepenuhnya sebab pada 18 Desember 2012 PN Tangerang menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara.

Atas vonis ini, jaksa lalu banding dan dikabulkan. Pada 14 Maret 2013 Pengadilan Tinggi Banten memperberat hukuman menjadi penjara seumur hidup atau sesuai tuntutan jaksa. Tidak terima, Orek pun mengajukan kasasi namun ditolak MA.

“Perbuatan terdakwa sangat brutal dan meresahkan masyarakat serta mengakibatkan korban meninggal dunia dengan dilakukan penganiayaan dengan cara memukul batu, kayu dan pemukulan itu setelah dilakukan pemerkosaan bergiliran,” putus MA seperti dilansir website MA, Senin (13/1/2014).

Vonis ini dijatuhkan oleh ketua majelis Andi Abu Ayub Saleh dengan hakim anggota Sofyan Sitmopul dan Syarifuddin. Dalam pertimbangannya, MA menyebutkan Orek menyadari betul melakukan tindakan kekerasan dan pemerkosaan sehingga jelas merupakan perbuatan kumulatif yang sangat berdasar hukum untuk dilakukan pemberatan pidana dengan menerapkan ketentuan concurcus realis.

“Yakni menjatuhkan pidana yang ancaman pidananya berat ditambah sepertiga atas perbuatan terdakwa melakukan perkosaan dan pembunuhan berencana,” ucap majelis secara bulat pada 23 Juli 2013 lalu.

Sebelumnya, M Soleh lebih dulu divonis mati dan putusan itu dikuatkan hingga MA. Adapun Chandra dihukum 20 tahun penjara dan dikuatkan hingga MA.

3 responses to “Pemerkosa Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Dihukum Mati Mahkamah Agung

  1. Pngeen aq tembk mti aj cwok gtuu

  2. Gorok aja semuanya..

  3. Itu orang kgak pnya moral.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s