Epi Suhendar Tusuk Anak dan Istri Hingga Kemudian Keluarkan Hatinya

Pembunuhan yang dilakukan Epi Suhendar (30) terhadap anaknya, Ikhsan Fazel Mawlana (3) sungguh biadab. Epi membunuh korban dengan cara menusuknya hingga 18 kali. Sadis benar-benar sadis.Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP di lokasi kejadian di Perum BCL Jl Arjuna X Blok B35 No 17, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

“Dari hasil olah TKP ditemukan potongan hati korban di kursi tamu,” kata Rikwanto kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/1/2014). Rikwanto mengatakan, usai menusuk-nusuk korban, tersangka Epi membelah perut korban lalu mengambil hati korban. “Kemudian diambil potongan hatinya seukuran 1 Cm,” ucap Rikwanto.

Aksi sadis ini diketahui oleh istri tersangka, Ai Cucun (23). Karena aksinya ini diketahui, tersangka juga menusuk-nusuk Ai hingga 10 kali. “Istrinya masih dirawat,” imbuhnya. Belum diketahui apa motif pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka. Polisi masih menyelidiki kasus itu dan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian.

Entah apa yang merasuki fikiran Epi Suhendar (30), sehingga tega membunuh anaknya sendiri, Ikhsan Fazle Mawla (3), dengan cara menusuknya hingga 18 kali. Bahkan bocah kecil itu dibunuh tepat di hari ulang tahunnya yang ke-3, pada Senin 27 Januari 2014 dini hari tadi.

Pembunuhan itu terjadi di rumah korban di Perum BCL Jl Arjuna X Blok B 35 No 17, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Informasi yang dihimpun dari petugas SPK Polres Bekasi Kabupaten, pembunuhan itu terungkap oleh istri tersangka, Ai Cucun (23). Bahkan Ai Cucun pun ditusuk tersangka hingga 10 kali. Ai saat ini masih dirawat di rumah sakit.

“Saat itu, saksi bernama Cecep yang merupakan adik ipar korban, mendengar teriakan korban Ai Cucun ‘Astagfirullah dan Allahu Akbar’,” ucap petugas SPK Polres Bekasi Kabupaten kepada detikcom, Senin (27/1/2014). Saat itu, Ai melihat suaminya sedang menusuk-nusuk anaknya di rumah tersebut. Mengetahui aksinya ini diketahui istrinya, tersangka pun mengejar Ai lalu menusuknya berulang kali hingga 10 kali ke bagian perut dan kepala.

“Kemudian Cecep datang, lalu tersangka mengejar Cecep,” katanya. Cecep pun langsung melarikan diri ke lantai 2 rumahnya. Cecep berhasil meloloskan diri setelah membongkar genteng rumah korban. Cecep kemudian turun dari genteng rumah korban dan diketahui tersangka.

Cecep kemudian melaporkan hal itu kepada warga. Warga pun mengepung rumah hingga akhirnya Ikhsan diamankan oleh warga. Ai Cucun kemudian dibawa ke RS Anissa. Sementara tersangka diserahkan kepada aparat Polsek Cikarang untuk diperiksa. Pria ini sungguh tega membunuh anaknya sendiri yang masih berusia 3 tahun. Tidak hanya itu, tersangka bernama Epi Suhendar (29) ini juga membacok istrinya sendiri usai membunuh anaknya. Keji!

Informasi yang dihimpun dari Polda Metro Jaya, peristiwa itu terjadi pada subuh tadi, di rumah korban di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Tersangka membacok Ayi Jujun, istrinya dan anaknya Iksan Fajri hingga tewas. “Istrinya masih hidup, dia mengalami luka bacok,” ujar anggota Polres Bekasi Kabupaten, Senin (27/1/2014).

Aparat Kepolisian Sektor Cikarang dikabarkan telah menangkap tersangka. Dari tersangka diamankan barang bukti 2 bilah pisau serta baju yang berlumuran darah. Belum diketahui motif pembunuhan sadis ini. Pihak kepolisian setempat masih memeriksa tersangka. Usai menusuk anaknya, Iksan Fesal Mawlana (3) sebanyak 18 kali hingga tewas,
Epi Suhendar (30) malah mencoba bunuh diri. Apa daya, karena gemuk, pisau yang digunakan Epi bunuh diri malah tidak bisa menembus badannya.

“Pelaku sempat mencoba mencoba bunuh diri dengan melukai dadanya dengan pisau,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (27/1/2014). Namun, lanjut Rikwanto, upaya itu tidak berhasil lantaran Epi memiliki badan yang gemuk. “Pisaunya tidak tembus karena badan pelaku yang gemuk atau obesitas,” imbuh Rikwanto. Belum diketahui jelas bagaimana kronologi lengkap peristiwa itu. Polisi saat ini masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk menyempurnakan kronologinya.

Pembunuhan itu terjadi di rumah korban di Perum BCL Jl Arjuna X Blok B 35 No 17, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pukul 03.30 WIB tadi, bertepatan di hari ultah korban ke-3, 27 Januari 2014. Informasi yang dihimpun, pembunuhan itu terungkap oleh istri tersangka, Ai Cucun (23). Bahkan Ai Cucun pun ditusuk tersangka hingga 10 kali. Ai saat ini masih dirawat di rumah sakit. Saat itu, Ai melihat suaminya sedang menusuk-nusuk anaknya di rumah tersebut. Mengetahui aksinya ini diketahui istrinya, tersangka pun mengejar Ai lalu menusuknya berulang kali hingga 10 kali ke bagian perut dan kepala.

Cecep melarikan diri ke lantai 2 rumahnya dan berhasil meloloskan diri setelah membongkar genteng rumah korban. Cecep kemudian turun dari genteng rumah korban dan diketahui tersangka. Cecep kemudian melaporkan hal itu kepada warga. Warga pun mengepung rumah korban, hingga akhirnya tersangka diamankan oleh warga. Korban kemudian dibawak ke RS Anissa. Sementara tersangka diserahkan kepada aparat Polsek Cikarang untuk diperiksa.

2 responses to “Epi Suhendar Tusuk Anak dan Istri Hingga Kemudian Keluarkan Hatinya

  1. Psikopat.
    Biasanya dilatar-belakangi faktor ekonomi atau menuntut suatu “ilmu” tapi tidak kuat.

  2. Dunia semakin tua mari sadar dan insyaflah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s