Category Archives: bertetangga dengan penjahat

Ibu Hamil dan Anaknya Dibantai Kakak Beradik Supardan Irianto dan Achmad Suganda Karena Dendam

Pembunuhan yang menimpa ibu bernama Rika R. Damayanti (32) beserta anaknya, Benyamin Nataniel (8), diduga dipicu dendam. Dua orang karyawan yang diduga pelaku sempat terlibat cekcok dengan korban.

Umri (40), salah seorang warga yang biasa beraktifitas di sekitar Toko Kasur Murah Jaya Makmur di Jalan Jatinegara Barat, RT 01 RW 06 Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur itu mengungkapkan, dua karyawan yang diduga sebagai pelaku baru bekerja selama tiga bulan.

“Tadi pagi mereka dipecat. Pemilik tokonya bilang, kamu kan sudah dipecat, ngapain lagi datang ke sini? Gitu,” ujarnya meniru pembicaraan karyawan yang diduga sebagai pelaku dengan korban saat ditemui, Kamis (15/11/2012).

Sekitar pukul 15.00 WIB, Umri baru mengetahui insiden pembunuhan tersebut dari tukang parkir setempat. Pemilik toko yang menjual karpet dan kasur atas nama Daniel itu datang dan mendapati tokonya dalam kondisi rolling door tertutup.

“Saya baru tahu ada kejadian pembunuhan itu juga jam 15.00 WIB, kondisi toko sudah ramai. Masalah karyawannya itu saya sudah enggak ngeh lagi deh,” lanjutnya.

Sementara, Senut (60), salah seorang warga lainnya mengatakan, pukul 15.15 WIB dirinya mendengar teriakan ‘pembunuh’ dari toko itu. Ia yang tengah berjualan di belakang toko pun mendatangi toko tersebut dan masuk ke dalam. Kedua korban ditemukan tewas dengan kondisi usus terburai akibat sabetan senjata tajam.

“Ditemukan di dalam WC dua-duanya. Saya yang ngeliat pertama kali karena enggak ada yang berani liat. Ibu menghadap kanan, anaknya menghadap kiri,” ujarnya.

Rika yang tengah mengandung empat bulan mengalami luka sabet senjata tajam jenis golok. Begitu juga dengan sang anak yang juga mengalami luka sabet senjata tajam di perut, lengan, dan luka memar di wajah.

Berdasarkan informasi di lapangan, dua orang karyawan itu berinisial S dan AS. Keduanya diketahui adalah kakak beradik yang bekerja di toko tersebut. Keduanya pun diketahui telah menghilang dari indekost pelaku di bilangan Kampung Melayu atau pun lokasi kejadian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Timur, AKBP M. Soleh membenarkan pelaku adalah kedua karyawannya. Kini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan. “Pelaku sudah kami identifikasi, mereka sedang kami buru,” ujarnya.

Seorang ibu yang dibunuh di toko miliknya di Jalan Jatinegara Barat, Jatinegara, tewas dalam kondisi tengah mengandung empat bulan. Selain korban dan janinnya, anak korban juga tewas dibunuh di toko tersebut.

Korban bernama Rika Rahma Damayanti (32) dan putra kandungnya Benyamin Nataniel (8) ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi toko karpet dan kasur Murah Jaya Makmur, Kamis (15/11/2012) sore. Mereka ditusuk di bagian perut dengan senjata tajam yang digunakan pelaku.

“Ibunya lagi hamil empat bulan. Tangan sama perutnya disabet pakai golok. Saya sempat lihat korban soalnya,” ujar Winson (46), salah seorang warga setempat, Kamis (15/11/2012).

Berdasarkan informasi dari petugas Polres Jakarta Timur, kedua korban ditemukan pertama kali oleh suami Rika bernama Daniel sekitar pukul 15.15 WIB di dalam kamar mandi lantai satu toko mereka. Kondisi fisik korban mengenaskan. Rika yang tengah mengandung empat bulan mengalami luka sabet senjata tajam jenis golok. Begitu juga dengan sang anak yang juga mengalami luka sabet senjata tajam di perut, lengan dan luka memar di wajah.

Warga tak menyangka kedua korban tewas dengan cara yang mengenaskan. “Enci (Rika) sama engkohnya (Daniel) padahal baik-baik loh orangnya,” ujar Winson.

Saksi mengatakan, sebelum peristiwa tersebut, dua orang karyawan yang diduga pelaku tidak boleh masuk bekerja pada pagi harinya. Itu terjadi karena keduanya terlibat cekcok mulut dengan orang lain yang belum diketahui identitas dan persoalannya.

Hingga kini, belum diketahui kronologi lengkap pembunuhan tersebut. Kedua jenazah telah dibawa ke ruang jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sekitar pukul 17.30 WIB. Sementara, lokasi kejadian telah diberi garis polisi.

Pembunuhan sadis yang menimpa seorang ibu hamil bernama Rika R Damayanti (32) dan anaknya, Benyamin Nataniel (8), menyingkap fakta baru. Selain membunuh, pelaku yang diduga karyawan korban dan berjumlah dua orang tersebut juga melakukan aksi perampokan.

“Saya kecewa, itu di televisi polisi ngomongnya dendam. Itu bukan dendam, itu perampokan. Masalahnya HP, duit, dan ATM anak saya hilang semua,” ujar Ali Suwandi, ayah Rika, kepada Kompas.com, Jumat (16/11/2012).

Ali menjelaskan, setelah insiden tersebut, harta anaknya yang hilang berupa uang sebesar Rp 1,5 juta, dua unit ponsel merek Samsung dan Flexi, serta dompet berisi KTP, ATM, dan dokumen penting lain. Menurut Ali, kedua karyawan berinisial S dan AS, yang diduga pelaku pembunuhan disertai perampokan itu, baru bekerja di toko anaknya selama tiga bulan terakhir. Dua pemuda tersebut direkrut dari mantan karyawan atas nama Alfian. Ali sangat menyesalkan kejadian berdarah yang merenggut cucu, anak, dan calon cucu yang tengah dikandung oleh Rika.

“Saya tanya Pian (Alfian), dia bilang dua orang itu baik, makanya saya percaya. Sekarang anak saya, cucu saya, sama janin yang ada di anak saya sudah enggak ada,” ujarnya.

Kini jenazah Rika dan Benyamin masih disemayamkan di Rumah Duka Santo Carolus, Salemba, Jakarta Pusat. Keluarga korban masih akan melakukan koordinasi terkait pemakaman korban, apakah dengan kremasi atau dikubur.

Rika dan putranya ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi toko kasur dan karpet Murah Makmur Jaya, Jalan Jatinegara Barat, Nomor 39, RT 01 RW 06, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (15/11/2012) sore. Rika kena sabetan senjata tajam jenis golok di perut bagian kanan sehingga mengalami luka parah. Begitu juga dengan anaknya, yang mengalami luka sabet golok di perut, lengan, dan luka sobek di wajah.

Dua orang kakak beradik yang diduga melakukan pembunuhan terhadap majikannya di Jatinegara, Jakarta Timur, dikenal kerap berbuat onar. Salah satu perbuatan onar pelaku terjadi beberapa hari sebelum insiden pembunuhan, Kamis (16/11/2012) lalu.

Hasaniah (60), ibu angkat dua orang terduga pelaku mengungkapkan, beberapa hari sebelum insiden pembunuhan, kakak beradik yang baru bekerja selama tiga bulan di toko kasur dan karpet milik korban itu terlibat keributan dengan sesama penghuni indekos. Rumah indekos itu milik orangtua Rika R Damayanti, ibu hamil yang dibunuh oleh kedua pelaku berinisial SR dan AS tersebut.

“Si AS itu memang orangnya rusuh. Anak kos yang lain enggak suka karena mau tidur enggak bisa karena AS berisik,” ujar Hasaniah saat ditemui Kompas.com, Jumat (16/11/2012).

SR diketahui sebagai kakak, AS adalah adiknya. Kedua terduga tersangka menghuni indekos di Jalan Permata II, RT 02/RW 06, Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, milik orangtua korban.

Ikut tersulut amarah atas keributan yang melibatkan adiknya AS, SR pun turun tangan. Ia mengambil golok dan mengancam para penghuni indekos. Keributan tersebut cepat berakhir karena penghuni lain di indekos itu mengalah kepada SR dan AS. Namun, karena kesal terhadap perilaku kedua kakak beradik perantauan itu, penghuni indekos mengadukan ulah mereka kepada Ali Suwandi, sang pemilik indekos. Kebetulan SR dan AS bekerja di toko milik anak Ali.

“Si SR sama AS diusir sama Koh Ali gara-gara kelakuannya kayak gitu. Anak-anak kostan lain bilangnya suka kehilangan barang juga,” kata Hasaniah.

Keputusan berisiko

Ali membenarkan bahwa ia sempat mengusir SR dan AS dari indekos. Atas kelakuan kakak beradik tersebut, Ali pun menyuruh Rika, anaknya, untuk menasihati SR dan AS. Namun, ia tak menyangka justru berujung pada insiden pembunuhan terhadap anak dan cucunya.

“Saya bilang, ‘Kamu enggak boleh tidur di sini lagi.’ Saya enggak ngeh kalau itu berisiko merenggut anak dan cucu saya,” ujar Ali sambil menangis, Jumat.

Kini jenazah Rika dan Benyamin masih disemayamkan di Rumah Duka Santo Carolus, Salemba, Jakarta Pusat. Keluarga korban masih akan melakukan koordinasi terkait pemakaman korban, apakah dengan kremasi atau dikubur.

Rika dan putranya ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi toko kasur dan karpet Murah Jaya Makmur, Jalan Jatinegara Barat, Nomor 39, RT 01 RW 06, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (15/11/2012) sore. Rika kena sabetan senjata tajam jenis golok di perut bagian kanan sehingga mengalami luka parah. Begitu juga dengan anaknya, yang mengalami luka sabet golok di perut, lengan, dan luka sobek di wajah.

Pelaku pembunuhan terhadap Rika Ramadayanti (32) dan putranya, Benjamin Nataniel Septian (8), ternyata tak bisa berlama-lama lari dari perbuatan kejam mereka. Supardan Irianto alias Andi dan Achmad Suganda alias Anda berhasil ditangkap petugas reserse gabungan Polrestro Jakarta Timur dan Polsektro Jatinegara.

“Kedua pelaku ditangkap di daerah Kotabumi, Lampung Utara, sekitar pukul 16.30 WIB tadi,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto dalam pesan singkatnya, Jumat (16/11/2012) sore.

Kedua tersangka ditangkap tanpa perlawanan setelah sempat buron sejak melakukan aksi kejamnya, Kamis (15/11/2012) di Toko Kasur Murah Jaya Makmur di Jalan Jatinegara Barat, RT 01 RW 06 Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur.

Kedua pelaku merupakan eks karyawan toko tersebut. Berdasarkan keterangan dari saksi mata, pelaku diduga sakit hati setelah dipecat dan diusir akibat sering membuat keributan.

Rika dan putranya ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan dengan usus terburai. Para korban ditemukan oleh Daniel, suami Rika sekaligus ayah Benjamin. Di hari kejadian, Daniel sedang keluar rumah untuk membeli makanan. Saat kembali, ia justru menemukan keluarganya telah tergeletak tak bernyawa.

Hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku dan anggota reserse masih berada dalam perjalanan pulang dari Lampung menuju Jakarta.

Dua orang pelaku pembunuhan sadis terhadap ibu hamil bernama Rika R Damayanti dan putranya, Benyamin Nataniel, di Jatinegara, Jakarta Timur, akhirnya ditangkap oleh polisi, Jumat (16/11/2012). Keluarga korban menuntut pelaku dihukum berat sesuai undang-undang.

“Kalau saya bilang anak cucu saya mati, nyawa harus dibalas nyawa. Tapi kan enggak begitu caranya. Kita serahkan saja ke polisi,” ujar Ali Suwandi, ayah Rika, kepada Kompas.com, Jumat.

Ali mengutuk peristiwa pembunuhan tersebut. Ia kesal karena selain membunuh anak dan cucunya dengan sadis, pelaku juga mencuri sejumlah harta milik korban. Harta yang diambil oleh pelaku itu meliputi uang tunai sebesar Rp 1,5 juta, dua unit ponsel Samsung dan Flexi, serta dompet berisi KTP, ATM dan dokumen penting lain.

Ali tak menyangka jika pelaku yang merupakan karyawan toko milik korban berbuat sesadis itu. Sekitar tiga bulan lalu, Ali mencari orang untuk dipekerjakan sebagai karyawan di toko kasur dan karpet Murah Jaya Makmur milik Rika dan suaminya Daniel. Ali kemudian meminta bantuan kepada Alfian, mantan karyawannya, untuk mencari orang yang tepat. Alfian kemudian merekomendasikan SR dan AS.

“Saya nanya sama Pian (Alfian), ‘Mereka itu orangnya gimana?’ Dia bilang baik anaknya. Tapi saya bilang harus suka kerja karena sehari di toko cuma dikasih Rp 30.000,” kata Ali.

Akibat merekrut kedua pelaku itu, Ali merasa bersalah karena dituduh turut bertanggung jawab atas kematian anak dan cucunya. Ali pun menyesal karena kedua orang itu telah menjemput nyawa anak dan cucunya dengan cara begitu sadis.

Kini jenazah anak serta cucunya tersebut masih disemayamkan di Rumah Duka Santo Carolus, Salemba, Jakarta Pusat. Keluarga korban masih akan melakukan koordinasi terkait pemakaman korban, apakah dengan kremasi atau dikubur.

Rika dan putranya ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi toko kasur dan karpet Murah Jaya Makmur, Jalan Jatinegara Barat Nomor 39, RT 01 RW 06, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (15/11/2012) sore. Rika kena sabetan senjata tajam jenis golok di perut bagian kanan sehingga mengalami luka parah. Begitu juga dengan anaknya, yang mengalami luka sabet golok di perut, lengan, dan luka sobek di wajah.

Dua orang tersangka yang sempat buron seharian tersebut ditangkap di Kotabumi, Lampung Utara, Jumat tadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Waspada Perampokan Merajarela dan Ada Yang Didalangi Oleh Tetangga Sendiri

DUA kasus perampokan terjadi pada waktu yang hampir bersamaan di Jakarta Barat, Rabu (25/7) dini hari. Satu kasus terjadi di Palmerah, dan satu kasus lainnya di Tanah Sereal.

Maya (20) ditodong dengan obeng saat berjalan di Gang Delima, Jalan Haji Senin, Palmerah, Jakarta Barat. Telepon seluler merk BlackBerry yang sedang digenggamnya dirampas.

Tak rela harta bendanya dirampas begitu saja, Maya memberontak dari bekapan perampok itu, dan berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakannya mengepung perampok tunggal itu.

Tanpa ampun, massa menghujani pria itu dengan bogem mentah. Warga kemduian membawanya ke Mapolsektro Palmerah.

Perampok yang belakangan diketahui bernama Eko Hermawan (20) itu mengaku baru pertama kali menodong. “Saya udah enam bulan di Jakarta, mau cari kerja di sini, tapi nggak keterima dimana-mana, karena nggak punya ijazah SD,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Kepada wartawan, Eko yang berasal dari Lampung, itu mengaku bahwa ia terpaksa merampok karena sudah seharian tidak makan. “Saya pengangguran. Duit saya udah abis. Makanya saya nekat,” katanya.

Dirampok tetangga

Kasus perampokan lain terjadi pada Rabu pagi di Jalan Tanah Sereal, RT 03/10 Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat. Seorang karyawan swasta bernama Hardian dipukuli oleh dua perampok bermotor.

Kapolsektro Tambora, Komisaris Donni Eka Syaputra pada Rabu petang menuturkan, dari keterangan beberapa saksi mata dan korban, salah satu pelaku perampokan tersebut adalah tetangga Hardian yang bernama R.

Menurut Donni, peristiwa terjadi sekitar pukul 05.30. Kala itu, Hardian yang sedang berjalan kaki untuk bekerja tiba-tiba dipepet dua pemotor.

“Korban dimintai uang. Karena awalnya menolak, para pelaku memukul korban. Korban akhirnya memberikan uang Rp.50.000,” ujar Donni.

Tak puas dengan uang tersebut, para pelaku lalu meminta Hardian menyerahkan ponsel yang ada di sakunya. “Korban menolak sehingga para pelaku gelap mata. Korban lalu kembali dipukuli oleh dua pelaku,” kata Donni.

Saat para pelaku sedang menganiaya Hardian, seorang saksi mata bernama Ratningsih melihat kejadian itu. “Saksi lalu berteriak minta tolong. Teriakan itu membuat dua pelaku kalang kabut dan langsung melarikan diri,” ujar Donni.

Hardian dan Ratningsih kemudian melaporkan peristiwa itu ke Mapolsektro Tambora. “Menurut keterangan sementara, kami sudah berhasil mengantongi satu nama. Sisanya masih dalam pengembangan,” kata Donni.

Dua kasus per hari

Polda Metro Jaya mencatat, kasus kejahatan dengan kekerasan, termasuk di antaranya penodongan, perampasan dan pembajakan mencapai 675 kasus selama Januari-Juni 2012. Jumlah itu berarti kira-kira 115 kasus per bulan, atau rata-rata dua perampokan per hari.

Data dari Humas Polda Metro Jaya menyebutkan, selama semester pertama 2012, tercatat 331 penodongan, 286 perampasan, dan 58 pembajakan. Dari jumlah itu, yang pelakunya dapat terungkap hanya 87 kasus penodongan, 186 kasus perampasan, dan 19 kasus pembajakan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, kejahatan jalanan seperti penodongan, perampasan, dan perampokan memang cenderung meningkat. Para pelaku kejahatan jalanan ini biasanya memanfaatkan situasi, ketika warga masyarkat sedang melakukan aktivitas, jual beli, atau penarikan uang tabungan.

Para pelaku yang beraksi, kata Rikwanto, bisa berasal dari kelompok pemain lama bisa juga muncul kelompok baru. Antisipasi terhadap berbagai jenis kejahatan ini salah satunya dengan menggelar berbagai operasi, salah satunya Operasi Patuh Jaya yang kini sedang berjalan.

Istri Cantik Ditinggal Sendirian Saat Mudik, Istri Diperkosa Tetangga yang Sudah Sering Intip Istri Saat mandi

Dua penjahat muda melakukan perbuatan biadab. Mereka tidak hanya merampok harta, juga memperkosa wanita pemilik rumah. Peristiwa yang tak mungkin dilupakan korban seumur hidup ini terjadi di kawasan Kunciran, Kota Tengerang, Sabtu (27/8) pagi. Kedua bandit bejad ini berhasil ditangkap.

Sebelum memperkosa Ny. Ri, 42, tersangka Sadam Abduh, 20, dan Rio Sabran Prabowo, 19, menggasak cincin kawin yang dikenakan korban dan HP BlackBerry. Tersangka Sadam menyetubuhi Ri di kamar tamu. Sedangkan Rio mengancam anak Ri yang berusia 12 tahun dan keponakannya berumur 10 tahun agar Ri mau melayani nafsu bejad Sadam dengan sepenuh hati.

Perampokan disertai perkosaan yang membuat heboh warga di kawasan Kunciran ini terjadi sekitar pukul 08.00. Pagi itu, Sadam dan Rio ngobrol-ngobrol di depan rumah Ri. Mereka memang berniat merampok rumah Ri, yang sedang ditinggal suaminya mudik Lebaran ke Palembang, Sumatera Selatan.

Setelah dirasakan aman, mereka masuk ke rumah korban dengan cara melompat pagar. Ternyata pintu utama tidak dikunci hingga keduanya bisa dengan leluasa masuk ke dalam rumah wanita berwajah cantik ini.

Saat itu, Ri hendak kekamar mandi dari kamar tidur karena ingin mandi. Tubuh korban saat itu hanya dibalut handuk kecil. Nyonya Ri kaget mendapati dua pria tak dikenal sudah berada di depannya. Belum sempat mengusir, kedua pemuda mengancam pakai golok dan samurai.

“Cepat lepas cincin. Kalau nggak gua bunuh,” ancam pelaku, seperti ditirukan Ny. Ri kepada petugas. Takut dilukai, Ri melepas cincin kawin yang dikenakannya. Usai mengambil cincin, pelaku mengambil HP BlackBerry di dekat kulkas.

DIPERKOSA
Sadam Abduh yang memegang golok, tergoda melihat tubuh Ri yang hanya mengenakan handuk kecil saja, apalagi pelaku sudah sering mengintip Ri saat mandi dari belakang rumah. Pelaku mengancam Ri agar tidak berteriak. Wanita bertubuh montok dan berwajah cantik ini kemudian digelandang ke ruang tengah dalam keadaan telanjang.

Di tempat ini, Sadam memperkosa dan menyetubuhi Ri beberapa kali, setelah lebih dahulu menyuruh Rio mengancam anak Ri dan keponakannya yang menginap di rumah tersebut. Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kabur sambil membawa hasil kejahatan.

Ri yang mendapat perlakuan tak senonoh melaporkan kasus ini ke Polsek Cipondoh, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari kediamannya. Petugas dipimpin Kapolsek Cipondoh, Kompol Arlon Sitinjak segera melakukan olah TKP termasuk memburu pelaku.

Dari keterangan sejumlah saksi, akhirnya petugas dapat mengenali pelaku yakni Sadam Abduh dan Rio Sabran Prabowo. Keduanya diringkus di tempat kos di kawasan Kunciran, saat hendak mudik Lebaran ke kampung halaman di Jogyakarta, sekitar pukul 16.30.

“Pelaku mengaku nafsu saat melihat korban hendak mandi dan langsung memperkosanya,” kata Kapolres Metro Tangerang, Kombes Tavip Yulianto, didampingi Kapolsek Cipondoh, Kompol Arlon Sitinjak.

Menurut Arlon, pelaku mengaku sering mengintip korban saat mandi dari belakang rumah tersebut. “Namun saat kejadian, mereka benar-benar mau merampok. Ternyata satu pelaku terangsang saat melihat korban dan memperkosanya,” tegasnya.