Category Archives: kejahatan facebook

Tukang Kayu Perkosa Pramugari Yang Dikenal Lewat Facebook Di Pantai Indah Kapuk

rwan Alexandria alias Aldo (20), pelaku pembunuhan dan korbannya DES (19), wanita yang ditemukan setengah bugil di Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (3/3) lalu, berkenalan di situs jejaring sosial Facebook. Saat berkenalan, keduanya sama-sama menutupi masing-masing jatidirinya. “Korban dengan tersangka ini kenalan via Facebook. Saat kenalan di Facebook itu, tersangka mengaku sebagai polisi sedangkan korban mengaku sebagai pramugari,” jelas Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Daddy Hartadi, Sabtu (8/3/2014).

Padahal, tersangka sendiri bekerja sebagai tukang profil kayu di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. “Makanya tersangka menusuk korban dengan alat pahat. Alat itu biasa dia pakai untuk bekerja sebagai tukang profil kayu,” imbuhnya. Sementara itu, mengetahui korban sebagai ‘pramugari’, tersangka pun punya keinginan untuk menguasai harta korban.

“Tersangka berpikir kalau pramugari, dia kaya. Makanya timbul niat jahat sejak awal untuk menguasai harta korban,” imbuhnya. Hingga akhirnya, korban datang ke Jakarta pada Senin (3/3) lalu. Tersangka kemudian menjemput korban di Kota Tua setelah janjian lebih dahulu via telepon genggam. “Tersangka ke Kota Tua diantar oleh temannya bernama Iik. Setelah mengantar tersangka, Iik ditinggal dan tersangka bersama korban langsung pergi ke TKP,” lanjutnya.

Setibanya di TKP, korban kemudian diajak untuk berhubungan intim. Namun korban menolak, sehingga akhirnya tersangka mengeluarkan alat pahat untuk mengancam korban. Tersangka lalu memperkosanya.

Setelah itu, tersangka menusuk leher korban dan beberapa bagian tubuh lainnya dengan pahat itu. Tidak hanya itu, tersangka juga mencekik leher korban hingga korban sesak nafas. Selanjutnya tersangka membenamkan wajah korban ke dalam lubang tanah, hingga akhirnya korban tewas.

Irwan Alexandria alias Aldo (20) tega membunuh teman wanita yang dia kenal lewat Facebook hanya karena hasrat seksualnya yang ditolak korban. Aldo tega menghabisi nyawa wanita asal Pemalang, Jawa Tengah itu dengan cara ditusuk menggunakan alat pahat. Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Daddy Hartadi mengungkapkan, sebelum melakukan pembunuhan, tersangka memperkosanya lebih dahulu.

“Namun karena korban menolak, tersangka melakukan penganiaayan dengan menusuk leher dan beberapa bagian tubuh korban dengan menggunakan alat pahat,” kata Daddy, kepada wartawan, Jumat (7/3/2014). Dari hasil otopsi, kata Daddy, ditemukan bekas luka akibat senjata tajam pada kepala bagian belakang sebanyak 4 lobang, dahi kanan sebanyak 1 lobang, leher kiri 1 lobang, pergelangan tangan kanan 1 lobang, dagu 1 lobang.

“Dan terdapat luka gigitan pada lengan tangan kanan korban,” imbuh Daddy. Setelah menusuk korban bertubi-tubi, tersangka lalu mencekik korban dan menjerat leher korban dengan syal berwarna pink. Tidak puas sampai di situ, tersangka juga membenamkan wajah korban ke dalam lubang.

Korban ditemukan di lokasi oleh tukang sapu, pada Senin (3/3) pagi lalu, dalam kondisi setengah bugil dengan posisi menungging dan kepala terbenam di tanah. Penemuan mayat ini kemudian dilaporkan kepada Satpam PIK bernama Suparman, yang diteruskan ke Polsek Metro Penjaringan.

Polisi menangkap pelaku pembunuhan wanita yang ditemukan tewas di Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (3/3) pagi lalu. Sebelum membunuh, pelaku bernama Irawan Alexandria alias Aldo (19), lebih dulu memperkosa korban yang merupakan kenalannya di Facebook itu.

“Korban dibawa ke TKP, lalu di TKP korban diancam agar mau berhubungan intim dengan pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Daddy Hartadi kepada wartawan, Jumat (7/3/2014). Daddy menjelaskan, korban dan tersangka berkenalan di jejaring sosial Facebook dan intens berkomunikasi selama 1 bulan ke belakang via telepon genggam. Korban kemudian datang ke Jakarta, lalu dijemput tersangka di Stasiun Kota, Senin (3/3) lalu.

Tersangka lalu membawa korban ke PIK bersama temannya bernama Iik. Setibanya di TKP, korban kemudian diajak berhubungan intim dengan ancaman senjata tajam. “Karena korban menolak, pelaku memperkosa korban,” imbuh Daddy.

Usai memperkosa korban, tersangka lalu menganiaya dan menusuk leher dan beberapa bagian tubuhnya hingga korban tewas. Tersangka juga sempat mencekik leher korban. “Selanjutnya korban dibenamkan ke dalam lubang tanah,” Daddy menambahkan, dari hasil otopsi korban, ditemukan bercak sperma tersangka pada vagina korban. Daddy menyebut, korban tidak hamil.

Korban ditemukan di lokasi oleh tukang sapu, pada Senin (3/3) pagi lalu, dalam kondisi setengah bugil dengan posisi menungging dan kepala terbenam di tanah. Penemuan mayat ini kemudian dilaporkan kepada Satpam PIK bernama Suparman, yang diteruskan ke Polsek Metro Penjaringan. Dari hasil penyelidikan, diketahui korban berinisial DES (19), warga Pemalang, Jawa Timur.pungkasnya

Aparat Polres Jakarta Utara menangkap pelaku pembunuhan DES (19), wanita asal Pemalang yang mayatnya ditemukan dengan posisi kepala terbenam di tanah di PIK, Penjaringan, Jakut, Senin (3/3) pagi lalu. Tersangka pembunuhan, Irawan Alexandria alias Aldo merupakan teman korban yang dikenal via jejaring sosial Facebook.

“Kesimpulan sementara berdasarkan pengakuan tersangka bahwa tersangka dengan korban berkenalan di Facebook,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Daddy Hartadi, kepada wartawan, Jumat (7/3/2014). Daddy mengungkapkan, keduanya intens berkomunikasi via telepon genggam selama 1 bulan ke belakang. Korban kemudian diminta untuk menemui tersangka di Jakarta.

“Pada saat sebelum kejadian, tersangka menjemput korban di Kota Tua dan dibawa ke TKP bersama dengan temannya bernama Iik,” imbuh Daddy. Tersangka ditangkap di Gudang Profil, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (7/3) siang tadi.

Saat ini polisi masih menginterogasi tersangka untuk memperdalam motif pembunuhan. Tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan atau 338 KUHP dan 365 KUHP tentang pembunuhan berencana, pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan.

Korban ditemukan di lokasi oleh tukang sapu, pada Senin (3/3) pagi lalu, dalam kondisi setengah bugil dengan posisi menungging dan kepala terbenam di tanah. Penemuan mayat ini kemudian dilaporkan kepada Satpam PIK bernama Suparman, yang diteruskan ke Polsek Metro Penjaringan.

Wanita Pembantu Di Pondok Gede Dibunuh Oleh Pacar Yang Baru Dikenal 3 Bulan Di Facebook

Kasus pembunuhan wanita pembantu di Pondok Gede, Bekasi terungkap sudah.Ternyata Desi Juwitasati dibunuh pacarnya yang dikenal lewat facebook. Wanita berusia 23 tahun itu dihabisi karena menolak diajak berhubungan badan. Tersangka Asep Kamaludin alias Asep alias Indra,24 dibekuk polisi di daerah Bogor, Jawa Barat.

Menurut tersangka, ia baru kenal Desi Juwitasari, 3 bulan lalu lewat jejaring sosial. Saat majikannya tidak di rumah karena pergi ke Ambon, Desi mengundang lelaki itu datang ke rumah majikannya Perumahan Kranggan Permai Jalan Cendrawasih V BP 6 No 6 RT 04/15 Kelurahan Jatisampurna, Kota Bekasi, Sabtu malam.

Ketika mereka berbincang-bicang di ruang tamu, Asep, lelaki pengangguran ini minta kepada Desi agar dilayani berhubungan badan. Namun lantaran ditolak, Asep marah lalu menganiaya korban. Wanita asal Cibungbulang Bogor ini dicekek. Bibir dan wajah korban luka akibat dipukuli. Diduga akibat cekikan tadi, Desi akhirnya tewas. Ia pun diletakkan di sofa di ruang tamu dengan ditutupi selimut.

Esoknya, korban ditemukan saudara pemilik rumah (bukan pemilik seperti diberitakan sebelumnya) sudah tidak bernyawa. Kasus ini lalu dilaporkan ke Polsek Pondok Gede yang lalu mengirim jasad korban ke RS Kramatjati. Setelah diotopsi. Setelah diotopsi, jasad Desi dikebumikan di kampung halamannya Kampung Cibereum Desa Ciaruteun Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan keterangan saksi tiga anak majikan, maupun tetangga dan saudara majikan korban, petugas Polsek Pondok Gede menangkap Asep Kamaludin di Kampung Pasir Benda, Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, sekitar 8 jam kemudian.

Tersangka Asep mengaku melakukan perbuatan itu lantaran kesal hasrat hubungan intim layaknya suami istri ditolak Desi. Sejumlah barang bukti berupa 4 HP, sepeda motor Honda Beat Hijau F 2121 PP, jam tangan, kasur dan selimut ada sperma dan bercak darah disita. Kini tersangka menjalani pemeriksaan intensif petugas Polsek Pondok Gede.

Kapolsek Pondok Gede Kompol Dermawan Karosekali didampingi Kanitserse Iptu Agus Adiwijaya, Senin(3/9) siang, mengungkapkan, pembunuhan yang dilakukan tersangka Asep, berawal sejoli ini berkenalan melalui jejaring sosial facebook.

Dari perkenalan itu, Asep sempat sekali datang ke rumah majikan menemui Desi. Pada Sabtu(2/9) malam, Asep datang lagi menemui Desi, dimana saat itu yang ada di rumah tiga anak majikan Rina,11, Amelia,7, dan Regina,4, terlelap di kamarnya. Sedangkan Ny Risma Panjaitan,45,majikan perempuan menyusul suami pelaut yang kapalnya sedang sandar di daerah Ambon.

Di ruang tamu rumah majikannya di Kranggan dua sejoli ini memadu kasih, Namun Asep masih saja kurang puas meski telah diberikan kepuasan, Bujang tunakarya ini minta lebih, agar Desi mau berhubungan intim layaknya suami istri. Desi menolak, Asep marah. Asep kemudian memukuli tengkuk Desi dari belakang sebanyak 5 kali. Menerima perlakuan kasar sang pacar, membuat Desi membela diri dengan melakukan perlawanan.

Desi pun terjatuh saat didorong Asep. Lagi-lagi Asep memukul hingga bibir sang pembantu berdarah. Tak sampai disitu, Asep terus menganiaya pembantu ini lalu mencekik leher dan membekap mulut korban hingga meregang nyawa. Sebelum pergi, Asep menutupi wajah korban pakai bantal dan selimut dengan posisi telungkup.

Setela itu, Asep pamit pada Amelia, anak kedua majikan yang saat itu berada dalam kamar. “Mbaknya tidur lagi sakit,” tukas Asep, ditirukan Kapolsek. Bocah wanita usia tujuh tahun ini pun percaya saja. Setelah membukakan pintu pada tamu pembantunya itu, Amelia kembali ke kamar tidur. Esoknya, (Minggu, 3/9) sekiitar pukul 11.00, anak majikan korban menghubungi Ny Simangunsong, saudra orantunya kalau Desi, wanita pembantunya itu tak bangun-bangun di ruang tamu.
Ny Simangunsong pun datang memeriksa kondisi wanita pembantu yang dikatakan Asep sakit. Ternyata korban sudah meninggal, Ny Mangunsong pun menghubungi polisi.

Petugas yang datang ke lokasi memeriksa jasad korban. Korban masih mengenakan celana dalam, sedangkan di wajah memar.
Tersangka Asep ditangkap saat tidur di rumahnya di Bogor.”Kami jerat pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” papar Ka;olsek Kompol Dermawan Karosekali

Baru Pacaran Sebulan Lewat Facebook Pelajar SMA Ini Langsung Berhubungan Seks Dengan Pacar

Baru kenal satu bulan, lewat facebook, pelajar SMA kelas I ini sudah digagahi oleh pacar saat berada di rumah teman mereka di Kampung Batangwangi, Tanjungseneng, Bandarlampung. Sang pacar yang juga pelajar SMA langsung ditangkap pada Jum’at (10/8) dini hari.

Korban yang ditemui saat bersama keluarganya melapor ke Polresta sehari sebelum ditangkapnya hanya tertunduk lesu, saat menceritakan peristiwa yang terjadi pada dirinya.”Saya kalau ingat kejadian itu rasanya pengin mati. Nyesel luar biasa”, tuturnya sambil mengusap airmata.

Sementara itu ibu kandung korban mengatakan, kejadian yang menimpa anaknya tersebut terjadi sehari sebelum ditangkapnya pelaku. “Waktu itu anak saya diajak pelaku main kerumah temannya di Kampung Batang Wangi Kelurahan Tanjung Seneng – Kecamatan Tanjung Seneng, Bandarlampung. Di sana lah, anak saya dipaksa berhubungan badan layaknya suami istri,” ujarnya.

Sang ibu mencurigai prilaku putrinya yang tampak murung dan tidak bersemangat seperti hari-hari sebelum kejadian tersebut, setelah kejadian. “Saya coba tanyakan apa yang terjadi kepada anak saya. Awalnya anak saya tidak mau cerita . Setelah didesak, akhirnya cerita. Rasanya seperti disambar petir, ” katanya.

Setelah berunding dengan keluarga diputuskan mendatangi keluarga Chaca dan minta pertanggung-jawaban. “Tapi tidak juga ada niat baik dari keluarga Chaca,” tandasnya. Karenanya, dia membawa ke jalur hukum dan melapor ke polisi.
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Musa Tampubolon mengatakan, atas laporan keluarga korban pelaku langsung ditangkap. “Perkara ini masih dalam tahap penyidikan,” kata Kasatreskrim.

Pacar Menyamar Di Facebook Untuk Memeras Kekasih Agar Berpose Mesum dan Telanjang

Pasangan kekasih seharusnya saling menyayangi. Namun tidak demikian bagi Darrel Bingham, pria asal Inggris ini. Dia menipu habis-habisan pacarnya sendiri melalui situs jejaring Facebook.

Bingham membuat profil palsu di Facebook. Ia menyamar sebagai seorang pemain football, kemudian berteman dengan pacarnya tersebut. Si pacar tidak mengetahui profil tersebut palsu dan dibuat oleh pacarnya sendiri.

Nah melalui profil palsunya, Bingham berhasil merayu si pacar untuk mengiriminya foto telanjang. Kemudian setelah dikirimi, ia mengancam akan menyebarkan foto bersangkutan jika sang pacar tidak mau menuruti permintaannya.

Takut dengan ancaman tersebut, wanita yang tak disebut namanya itu pun terpaksa menuruti permintaan Bingham. Ia berpose mesum siang dan malam melalui webcam. Pemerasan ini berlangsung selama enam bulan lamanya.

Bingham sendiri tetap berpura-pura menjadi pacar yang baik. Ketika dilapori masalah tersebut oleh si pacar, ia pun pura-pura marah dan berjanji akan menyelesaikannya. Bahkan, ia mengaku sudah membunuh Grant dan menunjukkan fotonya.

Namun kemudian, ia ternyata tetap melanjutkan aksinya. Bingham membuat profil Facebook lainnya yang mengaku sebagai teman Grant. Kembali ia meminta sang pacar berpose bugil karena mengaku memiliki foto foto mesumnya terdahulu.

Tidak tahan dengan keadaan tersebut, sang pacar curhat kepada temannya yang lapor pada polisi. Polisi pun berhasil membongkar penyamaran Bingham dan menangkapnya. Tidak diketahui alasan Bingham sehingga melakukan perbuatan jahat itu. Yang pasti si pacar merasa sangat terluka.

“Saya merasa dikhianati dan sakit hati. Ketika saya tahu pelakuknya adalah Bingham, aku hancur. Dia adalah satu-satunya orang yang kuandalkan,” kata korban

Kisah Dua Cinta Segitiga Bermula Dari Facebook Yang Berakhir Di Penjara Karena BH dan Celana Dalam

Kisah ini berawal dari Facebook menyusur ke Bra dan Celana Dalam. Kisah bak Sinetron ini, tidak berakhir happy ending tapi sebaliknya malah di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Bagaimanakah kisah percintaan pelaut dan PNS ini, yang dibumbui cinta segitiga ini?

Rasa kesepian yang mendera Samsu Alam (39) karena jauh dari istri yang tinggal di Palopo, Sulawesi Selatan, membuatnya nekat menjalin cinta dengan wanita lain di Jakarta.

Wanita yang dipacarinya itu adalah Dede Juwitawati, seorang PNS di Ciracas Jakarta Timur. Samsu berkenalan dengan Dede lewat jejaring sosial facebook pada April 2011.

Gayung bersambut, Samsu dan Juwita bertemu 5 Juni 2011. Juwita ditemani oleh kedua orangtuanya saat menemui Samsu. Status Samsu saat itu masih seorang suami dan beranak empat, sedangkan Juwita adalah janda beranak dua dan tinggal di Depok.

Asmara yang meledak-ledak itu membuat hubungan Samsu dan Juwita makin lengket. Keduanya pun sepakat tinggal serumah layaknya suami istri dengan mengontrak rumah di Tanjungpriok, Jakarta Utara. Bahkan, Dede mengajak dua anaknya yang masih kecil tinggal dengan mereka. Agustus 2011 mereka akhirnya pindah mengontrak rumah di Ciracas, Jakarta Timur.

Layaknya suami istri dalam sebuah keluarga, pertengkaran juga mewarnai ‘rumah tangga’ mereka. Dalam suatu pertengkaran, Samsu menampar Juwita, yang berujung penahanan terhadap Samsu di Polsek Ciracas pada 8 September 2011. Pelaut itu sempat ditahan selama 15 hari.

Sejak keluar dari tahanan pada 26 September 2011 Samsu memutuskan untuk pisah dengan Juwita. Lalu ia mengemasi barang dan memilih untuk tinggal di rumah iparnya di Tanjungpriok. Setelah itu beberapa kali Samsu mendatangi Juwita untuk membicarakan hubungan mereka, namun gagal.

Pada 16 Oktober 2011, Samsu mendapat panggilan melaut. Dia lantas berkemas dan bersiap-siap untuk melaut. Tak disangka ketika mengemasi barang bawaannya, terselip celana dalam dan BH milik Juwita.

Mengetahui hal itu, Samsu menghubungi Juwita dengan maksud ingin mengembalikan celana dalam dan BH itu. Akhirnya Samsu memutuskan mendatangi kontrakan mantan kekasih gelapnya itu di Ciracas. “Sekaligus membicarakan rencananya untuk melaut,” kata Regen.

Ketika mendatangi kontrakan di Ciracas, ia tidak mendapati Juwita. Lalu dia menunggu di warung dekat kontrakan. Tak lama menunggu di sana, Samsu didatangi oleh dua orang polisi yang salah satunya adalah perwira menengah dari Polsek Ciracas untuk menangkapnya. Samsu ditangkap dengan tuduhan melakukan pencurian atas laporan dari Juwita.

Kemudian Samsu Si pelaut kapal tanker milik perusahaan Korea Selatan diborgol dan ketika sampai di Polsek Ciracas, tas digeledah dan ditemukan satu buah celana dalam wanita dan satu buah bra. Hingga kini, Samsu meringkuk di Rutan Cipinang.

Dalam persidangan perdananya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (10/1/2012), Samsu terlihat tenang dan percaya diri. Dengan kemeja putih dan mengenakan kopiah putih, Samsu dengan sigap menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Herlina Manurung.

Samsu didampingi empat orang tim pengacara dari LBH Mawar Sharon. Bahkan Pembina LBH Mawar Sharon, Hotma Sitompul, pengacara top papan atas, duduk di kursi pengacara mendampingi Samsu.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Efni Noviza Wallad, Samsu dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Menurut JPU kerugian Dede, atas bra dan celana dalam itu senilai Rp 550.000.
Namun, tim pengacara Samsu membantah dakwaan jaksa tersebut dalam nota keberatannya.

Menurut tim pengacara, kliennya tidak melakukan pencurian yang dituduhkan. “Terdakwa tidak pernah melakukan perbuatan mencuri sepasang pakaian dalam tersebut,melainkan hanya sepasang pakaian dalam pelapor yang terselip atau terbawa ke dalam tas terdakwa,” kata Hotma Sitompul, pengacara Samsu.

Regen Silalahi, pengacara Samsu lainnya, menduga ada motif cinta segitiga antara Samsu, Dede dan salah seorang oknum perwira anggota polisi yang menangkap Samsu.

Suasana sidang berjalan riuh. Para pengunjung sidang tidak kuasa menahan geli saat jaksa membacakan celana dalam atau BH. Tiap kali dua pakaian dalam itu disebut, pengunjung sidang tersenyum dan berbisik-bisik.

Ketua Majelis Hakim Herlina Manurung, akhirnya memutuskan sidang akan dilanjutkan pada Selasa (17/1/2012) depan, dengan agenda mendengar tanggapan Jaksa Penuntut Umum sekaligus putusan sela

Adik Perkosa Pacar Kakak Di Senayan City Dan Sebarkan Foto Telanjangnya Lewat Facebook dan BBM Sebagai Tanda Kemenangan dan Penaklukan

Dibantu tiga orang teman, seorang remaja memerkosa pacar kakaknya. Korban yang sebelumnya dicekoki minuman keras juga difoto. Foto-foto syur telanjang itu diedarkan melalui internet dan blackberry messenger (BBM).

Peristiwa itu diawali oleh ajakan Kiki, 15, mengajak Put, 17, untuk karaoke di Senayan City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ajakan adik pacar itu disambut kesediaan cewek yang baru lulus SMA tersebut. Mereka lalu janjian untuk bertemu di lokasi karaoke. Ketika Put tiba di tempat itu, ternyata Kiki bersama tiga teman.

Tetapi di tempat karaoke tersebut, Put dicekoki minuman keras (miras) oleh Kiki dan ketiga temannya. Melihat Put dalam keadaan setengah sadar dan lemah, rupanya Kiki terbakar birahi melihat pacar kakaknya, Husen. Warga Cibubur, Jakarta Timur, itu lalu memerkosa Put di kamar kecil (toilet). Setelah dinodai, Put dibawa ke sofa dalam keadaan telanjang.

DIGERAYANGI
Tiga teman Kiki ikut menggerayangi Put. Kiki mempotret tubuh perempuan itu dalam berbagai pose sebagai kenang-kenangan dan piala karena sudah berhasil menaklukan perempuan tersebut. Ternyata foto-foto syur tersebut diedarkan di internet dan BBM. Setelah itu, mereka mengantar Put ke rumahnya di Rempoa, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. “Kiki bilang sama orangtua kalau adik saya lemas karena habis dirampok HP-nya hilang dibawa kabur,” ungkap kakak kandung korban, Ki, saat bersama Put melapor ke Mapolres Jakarta Pusat, Minggu (31/7).

Terungkapnya pemerkosaan pada Kami, 26 Juli, tersebut karena Put lebih sering melamun dan menyendiri di dalam kamar. Setelah didesak keluarga, Put akhirnya buka mulut tentang aib yang menimpanya.

Siswi SMP Yang Punya Banyak Akun Facebook Dengan Nama Berbeda Kabur Dengan Pengamen Yang Dikenal melalui Facebook

Lelaki 38 tahun itu khawatir bukan main. Sudah tiga hari, anak perempuannya yang masih duduk di kelas 1 SMP 149 Kampung Melayu tak pulang ke rumah. Ia curiga dara bau kencur itu dibawa lari pengamen yang juga kekasih anaknya itu.
“Saya cari dia kemana-mana, saya juga cari lewat facebook-nya dan telepon terakhir yang keluar masih ke HP anak saya,” kata Revaldi, lelaki itu, di Polsek Jatinegara, Senin (25/7) siang. Hasil penelusurannya, ia mencium jejak anak perempuannya yang baru 15 tahun itu, Dewi Putranti alias Puput, terakhir berhubungan dengan Ardi, pacar Dewi. “Saya sama mamanya Puput mencari dan semua pencarian itu bermuara ke Ardi.”

Begitu khawatir Revaldi akan anaknya, penyakitnya kambuh. Ningsih, 34, ibu Puput, mengatakan sejak anaknya menghilang suaminya terus cemas akan nasib anaknya. “Suami saya punya penyakit limpa dan diabetes,” ungkapnya. “Penyakit itu kian menjadi karena dia terus memikirkan Puput. Semakin hari perutnya makin bengkak.”

Puput menghilang sejak kelur rumah sepulang sekolah pada Jumat (22/7) siang. Saat keluar rumah, ia tak pamit karena orangtua dan adik satu-satunya tengah tidur siang. Ditunggu sampai malam, dara belia itu tak juga kembali ke rumahnya di di Jl. Kebun Jeruk Barat, Cipinang Besar Utara, Jaktim.

FACEBOOK
Panik, keluarga itu mulai mencari-cari Puput. Orangtua itu pantas cemas. Soalnya setelah mereka memeriksa tas dan isi kamar anak sulungnya itu, Puput keluar rumah hanya mengenakan kemeja kotak-kotak merah lengan panjang dengan kaos putih juga celana panjang jins hitam. Diketahui anak itu tak membawa pakaian lain serta uang lebih yang memungkinkannya untuk hidup beberapa hari.

Kenyataan itu membuat orangtua itu kian khawatir. Pencarian juga dilakukan dengan memeriksa akun facebook Puput. Diakui Ningsih, sehari-hari di rumah anaknya itu selalu membuka facebook dan berkomunikasi dengan teman-temannya melalui situs pertemanan itu. Melalui facebook pula Puput berkenalan dengan Ardi, pengamen yang belakangan dengan dengan gadis itu.
Di situs pertemanan itu, Puput memiliki beberapa akun dengan nama dan foto berbeda. Sederet pesan yang terpampang di layar akun facebook-nya membuatnya yakin pemuda itu jatuh cinta pada putrinya. Pesan bernada sama juga terlihat pada pesan dalam HP Puput yang tertinggal di rumah.

“Semenjak kenal sama Ardi, setiap pulang sekolah anak saya bisa sampai jam 3 sore. Alasannya, selalu habis main di warnet. Tapi di rumah pun HP nggak pernah lepas dari tangannya,” ujar wanita pengusaha percetakan ini. “Kami pikir Puput kena hasut karena dia itu lugu.”

Mereka juga bertaya pada teman-teman Puput dan Ardi. Satu teman Ardi, Yuda, mengaku melihat pasangan itu pada Sabtu (23/7). Bahkan penngamen di kawasan Penas, Jaktim, itu juga meminjam Vespa miliknya dan belum dikembalikan.
Kenyataan itu makin membuat Revaldi dan Ningsih yakin anak perempannya yang dikenalnya masih polos itu dibawa kabur Ardi. “Kami berharap Puput bisa segera pulang. Kami sangat khawatir, apalagi papanya juga sakit,” kata Ningsih.