Category Archives: lain lain

Pendatang Baru Di Citra Gran Cibubur Marah Karena Tetangga Punya Anjing dan Melempari Tetangganya Dengan Batu Akhirnya Dilaporkan Polisi

Erlinda hanya bisa pasrah kala dipolisikan tetangganya Setiadi. Erlinda pun mengaku apa yang dilakukannya hanya sebagai protes karena anaknya sakit. Berdasarkan keterangan dokter anaknya sakit karena bulu anjing milik tetangganya itu.

“Anak saya sakit, ada surat dokter positif karena bulu anjing,” jelas suami Erlinda, Bambang Heru saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (9/6/2012).

Bambang bercerita, istrinya itu protes karena tetangganya yang memiliki 8 ekor anjing tidak mendengar keluhannya. Kala sore hingga malam, anjing itu dilepas walau dengan pengawasan. Kadang anak-anak juga takut kalau hendak bersepeda. Dia mengaku ada sejumlah warga yang lain yang juga melaporkan soal anjing itu. Bahkan urusan ini sempat dibawa ke RT dan RW.

“Jadi malam itu Rabu 6 Juni, istri saya (Erlinda) datang ke rumah itu. Anjingnya itu dibiarkan di luar, istri saya meminta agar anjingnya dimasukkan, tapi pembantunya malah masuk ke dalam,” jelas Bambang yang juga dosen di UNJ ini.

Ketika keluarga Setiadi yang juga pemilik anjing itu datang, pecah keributan antar tetangga di Citra Gran Cibubur Cluster Castle Garden di Blok H Cibubur ini. Entah bagaimana, akhirnya keributan itu berujung kepada pelaporan ke polisi. Padahal, Bambang menegaskan, istrinya tidak pernah melempar batu ke rumah Setiadi seperti yang dituduhkan.

“Istri saya dilaporkan ke Polsek Pondok Gede,” jelas Bambang.

Sementara itu pihak Setiadi yang dikonfirmasi membenarkan dirinya melaporkan tetangganya ke polisi. Dia menegaskan, pelaporan dilakukan pada 7 Juni lalu. Erlinda tetangganya dianggap telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan melempar batu ke rumahnya.

Sementara menurut istri Setiadi, Lia, anjingnya memang berjumlah 8. Namun 4 anjingnya itu kecil-kecil. Kalau pun dilepas, memakai tali dan ada pengawasan.

Erlinda, warga Citra Gran Cibubur dipolisikan tetangganya Setiadi. Erlinda dilaporkan atas dugaan perbuatan tidak menyenangkan. Asal muasal persoalan ini karena Erlinda protes atas 8 anjing milik Setiadi yang dianggap mengganggu kenyamanan bertetangga.

“Iya, saya laporkan ke Polsek Pondok Gede, tanggal 7 Juni,” kata Setiadi saat berbincang, Sabtu (9/6/2012).

Lebih lanjut, Setiadi enggan berbicara. Dia mengaku sedang rapat. “Sudah ya, saya sedang meeting, nanti saja,” imbuhnya.

Namun kemudian, cerita lebih terang datang istri Setiadi, Lia, pelaporan itu dilakukan karena Erlinda sudah melempar batu ke rumahnya. “Ya itu sudah beberapa kali,” jelas Lia.

Pelaporan itu pun terjadi karena keributan yang pecah pada Rabu (6/7) malam. Erlinda datang dan marah-marah karena anjing milik Setiadi yang dianggap mengganggu.

Sedang soal protes yang dilakukan soal anjing itu, menurut Lia, keluarganya sudah tinggal lebih lama di Citra Gran. Selama ini pun tidak ada yang protes. Dia juga mengamini memiliki 8 ekor anjing. Namun apabila anjing itu dilepas maka telah dipakaikan tali, dan ada pengawasnya. Anjing itu pun tidak semuanya besar, hanya 4 saja yang besar, sisanya kecil.

“Saya sudah tinggal lebih lama di sana. Bu Erlinda itu baru 3 tahun,” tutur Lia.

Sementara itu, pihak Erlinda menepis kalau pihaknya melakukan pelemparan batu. Suami Erlinda, Bambang Heru mengaku, keluarganya protes karena anjing berjumlah delapan itu telah mengganggu kenyamanan bertetangga.

“Jadi pada Rabu 6 Juni, istri saya datang dan menggedor-gedor pintu besi. Kita protes karena anjingnya dibiarkan begitu saja, anak-anak terganggu kadang ketakutan,” tuturnya.

Bambang Heru pun sudah mendengar laporan polisi yang dilakukan tetangganya itu. Dia kini hanya bisa pasrah. “Sampai saat ini, istri saya belum dapat panggilan,” terangnya.

Kepolisian Daerah Metro Jaya Tetapkan Iswahyudi Anshar Sebagai Tersangka Yang Todongkan Pistol Jenis Walter Berpeluru Tajam

Kepolisian Daerah Metro Jaya akhirnya menetapkan Iswahyudi Anshar sebagai tersangka dalam kasus penodongan senjata di restoran “Cork&Screw”, Plaza Indonesia. “Yang bersangkutan juga ditahan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto kemarin.

Iswahyudi dijerat dengan pasal berlapis dalam KUHP, masing-masing tentang perbuatan tidak menyenangkan, mengancam dengan senjata api, dan juga Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. “Ancaman hukumannya sampai 12 tahun penjara,” ujar Rikwanto.

Iswahyudi pada 19 April lalu dipergoki cekcok dengan karyawan restoran Cork&Screw. Iswahyudi berang lantaran dalam tagihan senilai Rp 4,2 juta yang diserahkan kepadanya ada menu-menu yang tidak ia pesan. Dia menodongkan pistolnya ke karyawan tersebut.

Dalam pemeriksaan, Iswahyudi sempat mengaku bahwa yang ditodongkannya adalah pemantik api. ”Tapi, setelah diperiksa pada saksi-saksi di TKP dan terlapor, ada dalam rekaman CCTV. Itu benar-benar pistol jenis Walter berpeluru tajam,” kata Rikwanto.

Iswahyudi ditangkap pada Jumat lalu. Direktur Utama PT Dita Permata Tatasari yang kemudian dijuluki ”Koboi Restoran” itu dibekuk setelah diwawancarai di sebuah stasiun televisi swasta. Dari penggeledahan rumah Iswahyudi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, polisi lalu mendapati 150 butir peluru tajam dan peluru karet. Jumlah itu melampaui batas yang diizinkan–yang maksimal hanya boleh 50 butir. Iswahyudi memang mengantongi izin kepemilikan pistol. ”Tapi jumlah pelurunya sudah melanggar,” kata Rikwanto.

Perkara menodongkan pistol juga pernah diperankan Kepala Urusan Personalia di Markas Besar TNI Angkatan Darat Kapten M. Arlutfi. Kasus yang terjadi pada 30 April lalu di Palmerah, Jakarta Barat, itu masih pada tahap pemeriksaan para saksi.

Saat itu Arlutfi menyalakkan pistolnya dua kali ke udara, lalu menghajar seorang pengendara sepeda motor. Kejadian ini merupakan buntut dari cekcok setelah mobil dinas yang dikendarai Arlutfi diduga diserempet pengendara motor tersebut.

Perilaku Arlutfi itu terekam dalam video berjudul “Koboy Palmerah” serta memicu banyak kecaman di ranah Twitter dan Facebook. ”Kami tetap menggunakan asas praduga tak bersalah, maka dia (Arlutfi) tetap diperkenankan bekerja sembari menunggu selesainya pemeriksaan saksi-saksi,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Pandji Suko Harijudho kemarin.

Pengusaha Iswahyudi Ashari Selain Melaporkan Restoran Cork dan Screw Juga Laporkan Presdir BMW Indonesia

Sejak diterbitkannya SKEP Kapolri bernomor:1117/8/2005 soal penarikan senjata api di kalangan sipil, pistol milik pengusaha Iswahyudi yang menodongkan senjata api kepada pelayan restoran Cork and Screw Plaza Indonesia, juga ditarik. Namun itu tidak lama. Iswahyudi mengantongi kembali senpinya setelah memohon kembali ke Mabes Polri.

“Dulu waktu ada penarikan izin itu memang senjata dia juga ditarik. Tapi dimohon kembali,” kata Muara Karta, pengacara Iswahyudi kepada detikcom, Kamis (3/5/2012). Muara mengatakan kliennya itu meminta kembali senjata api jenis baretta miliknya ke Mabes Polri. Setelah melalui tes ulang, Iswahyudi akhirnya bisa memegang kembali pistol miliknya itu.

“Ya diminta lagi setelah ikut tes segala macam, termasuk tes psikologi, dikasih lagi,” terang Muara. Menurut Muara, kliennya itu sudah lama memiliki senjata api sejak sejak 10 tahunan. Iswahyudi juga memiliki surat izin dari Mabes Polri atas kepemilikan senjata apinya itu. “Selama dia pegang senjata api, tidak pernah ada masalah dengan senjatanya. Makanya dia dikasih lagi,” ujarnya.

Iswahyudi memiliki senjata api itu untuk alasan kepentingan keselamatan. Sebagai pengusaha tambang dan perkebunan kelapa sawit, Iswahyudi kerap mendapat ancaman. “Dia juga biasa olahraga menembak dan masuk anggota Perbakin,” tutupnya. Iswahyudi dilaporkan oleh Bobby pada tanggal 19 April 2012 lalu atas tuduhan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan. Iswahyudi menodongkan pistol setelah melihat tagihan makanannya yang tidak sesuai dengan apa yang ia pesan.

Iswahyudi pun naik pitam sehingga menodongkan senjata api tersebut dan meminta bertemu dengan manajer restoran. Iswahyudi bahkan melaporkan balik pihak restoran Cork and Screw ke Polda Metro Jaya, Rabu (2/5) kemarin atas tuduhan pencemaran nama baik dan penggelapan.

Kuasa hukum Iswahyudi, Muara Karta, membantah bahwa kliennya menodongkan senjata api kepada pelayan restoran. Menurut Muara, Iswahyudi saat itu hanya mengeluarkan korek gas berbentuk senjata api untuk membakar cerutu. “Nah korek apinya ini bentuknya seperti pistol dan itu disediakan orang kafe juga kok. Jadi kalau kita dibilang todongkan senpi, itu tidak benar,” kata Muara. Iswahyudi saat ini juga sedang berkasus di Mabes Polri. Dia melaporkan Presdir BMW terkait dengan kasus mobil BMW Z4 yang dia beli.

Polisi masih mendalami kasus penodongan senjata api oleh pengusaha Iswahyudi Ashari terhadap Bobby Doputty, karyawan restoran Cork and Screw Plaza Indonesia. Polisi akan mengecek rekaman CCTV (Circuit Closed Television) di lokasi untuk memperjelas kasus tersebut. “Ya mudah-mudahan di sana ada CCTV-nya sehingga dapat memudahkan penyelidikan kita,” ujar Kasubdit Umum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika saat dihubungi detikcom, Kamis (3/5/2012).

Helmy mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi. Sejumlah karyawan restoran dimintai keterangan lisan di lokasi tersebut.”Masih kita dalami lagi,” ujarnya. Iswahyudi dilaporkan oleh Bobby pada tanggal 19 April 2012 lalu atas tuduhan pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan. Iswahyudi menodongkan pistol setelah melihat tagihan makanannya yang tidak sesuai dengan apa yang ia pesan.

Iswahyudi pun naik pitam sehingga menodongkan senjata api tersebut dan meminta bertemu dengan manajer restoran. Iswahyudi bahkan melaporkan balik pihak restoran Cork and Screw ke Polda Metro Jaya, Rabu (2/5) kemarin atas tuduhan pencemaran nama baik dan penggelapan.

Kuasa hukum Iswahyudi, Muara Karta membantah bahwa kliennya menodongkan senjata api kepada pelayan restoran. Menurut Muara, Iswahyudi saat itu hanya mengeluarkan korek gas berbentuk senjata api untuk membakar cerutu. “Nah korek apinya ini bentuknya seperti pistol dan itu disediakan orang kafe juga kok. Jadi kalau kita dibilang todongkan senpi, itu tidak benar,” kata Muara saat dihubungi secara terpisah.

Baca Juga: Polisi Temukan 150 Butir Peluru Milik Iswahyudi Ashari