Category Archives: pemerkosaan sopir angkot

Korban Pemerkosaan Supir Angkot B 04 Jurusan BSD Cikokol Ikut Tim Buser Memburu Pelaku Pemerkosaan

LL (20), pembantu rumah tangga (PRT) yang Senin (30/1) dini hari menjadi korban pemerkosaan oleh sopir tembak angkot B-04 jurusan BSD-Cikokol, kondisinya kini membaik. Malah korban ikut tim polisi memburu pemerkosa dirinya.

LL sudah ikut dalam tim buser Polres Kabupaten Tangerang, memburu para pelaku. Demikian dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tangerang, Kompol Shinto Silitonga, Selasa (31/1).

“Awalnya korban memang trauma. Namun, berkat dukungan para ahli kejiwaan di Polres, akhirnya dia sudah bisa bangkit,” ucapnya.

Oleh karena sudah tegar, LL yang warga Gunung Sirah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, itu bersedia membantu tim buser untuk memburu para pelaku pemerkosaan. “Kini korban berada di lapangan, bersama tim untuk mengenali wajah para pemerkosa dan menangkapnya,” ucap Shinto.

Menurut dia, sampai saat ini pihaknya sudah memintai keterangan dari tiga orang saksi, guna menangkap tiga orang pemerkosa LL. “Kami bentuk dua tim untuk mengejar tiga pelaku. Daerah persembunyian sudah kami kunci, tinggal kami tangkap saja,” ucap Shinto.

Shinto mengatakan, dari tiga pelaku, yang menjadi sopir tembak adalah RD, sedangkan dua orang lain adalah pengangguran. Berdasarkan penuturan LL, dirinya diperkosa RD bersama dua temannya di sebuah rumah kontrakan di daerah Cilenggang, Serpong, Tangsel.

“Menurut korban, diperkosa pukul 22.00. Sebelumnya dia memang sempat naik angkot B-04, dan bertemu RD yang saat itu jadi sopir. Di dalam angkot keduanya mengobrol, sampai akhirnya RD menawarkan jasa mengantar LL, yang hendak ke rumah saudaranya di daerah Sewan, Tangerang,” ucap Shinto.

Namun sebelum mengantar LL, RD terlebih dahulu mengembalikan angkot yang dikendarai. Selanjutnya kedua insan berlainan jenis itu berjalan kaki menuju tempat kontrakan yang selama ini menjadi tempat berkumpul para pemuda pengangguran.

“Kata korban, RD mau ambil motor dulu di rumah kontrakan itu. Ternyata sampai di sana ada enam hingga tujuh pemuda lain, hingga akhirnya terjadi perkosaan itu,” ucapnya.

Sementara itu, ratusan sopir angkot B-04 (BSD-Cikokol), merasa khawatir atas dampak pemberitaan media massa, terkait adanya sopir angkot B-04 yang memperkosa seorang pembantu rumah tangga, LL.

“Sekarang memang dampaknya belum kelihatan, tapi kalau makin ramai pemberitaannya, ya bisa berpengaruh,” ucap Budi, yang mengaku sudah 12 tahun menjadi sopir B-04.

Namun, kata Yanto, rekan Budi, sudah ada penumpang perempuan yang menanyakan masalah pemerkosaan itu. “Tadi pagi ada yang sempat bertanya sama saya, soal sopir angkot B-04 yang memperkosa. Saya bilang tidak tahu, dan tidak kenal,” ucapnya.

Sejauh ini menurut kedua sopir angkot itu, jumlah penumpang memang belum menurun. Mereka masih bisa memenuhi setoran sebesar Rp 100.000/hari kepada pemilik kendaraan. Bahkan mereka masih bisa menyisihkan Rp 70.000-Rp 80.000 untuk dibawa pulang ke rumah.

Menurut para sopir angkot B-04, pemerkosa PRT, LL adalah para sopir tembak. “Kami tidak kenal mereka. Namanya sopir tembak, tentu identitasnya juga tidak jelas,” ujar Budi.

Namun ulah bejat para sopir tembak itu, menjadi bahan pembicaraan para sopir B-04. “Bikin malu aja. Kalau sudah begini, citra sopir jadi tambah jelek. Kalau sampai ketangkep, biar kami gebukin,” ucap Yanto.

Supir Angkot Ramai Ramai Perkosa Pembantu Di Rumah Kontrakan Di BSD

SOPIR angkutan kota (angkot) kembali berulah. Kali ini seorang pembantu rumah tangga (PRT), berinisial L (20), Senin (30/1) dini hari, diperkosa secara bergiliran di sebuah rumah kontrakan di daerah Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Warta Kota, L, warga Gunung Sirah RT 01 RW 01, Kabupaten Kuningan, diperkosa oleh sejumlah sopir angkot di sebuah rumah kontrakan di Kampung Cilenggang RT 01 RW 01, Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel.

Setelah diperkosa, L, langsung kabur, hingga akhirnya ditemukan seorang satpam perumahan BSD. L pertama kali ditemukan oleh Rusdi, satpam cluster Versailles. “Saya temukan dia sedang menangis di pinggir jalan, sekitar pukul 03.00,” ujarnya. Selanjutnya Rusdi menanyakan kepada L, kenapa menangis di pinggir jalan yang sepi.

Lalu L mengaku bahwa dirinya adalah korban perkosaan sopir angkot. “Dia bilang habis diperkosa oleh sopir angkot D04, di rumah kontrakan para sopir angkot,” ucapnya. Tanpa banyak tanya, Rusdi langsung membawa L ke Polsek Serpong. Menurut Kapolsek Serpong Kompol Nico Andriano, sekitar pukul 24.00, L naik angkot D04, jurusan BSD-Cikokol.

“Kami belum dalami, dari mana dan hendak ke mana L pergi,” ujarnya saat dihubungi Warta Kota. Oleh karena angkot itu kosong, sang sopir mengajak ngobrol L. Lantaran sudah larut malam, sang sopir menawarkan jasa tempat penginapan bagi L.

Tawaran itu disambut L, tanpa menaruh curiga. Ternyata L diajak ke sebuah rumah kontrakan di daerah Cilenggang, Serpong, yang isinya para sopir angkot. Sesampainya di rumah kontrakan itu, L langsung dikerjai oleh para sopir angkot itu. Menurut Nico, pihaknya masih terus memburu para pelaku. Mengenai berapa jumlah pelaku, pihaknya belum bisa memastikan.

“Yang pasti lebih dari satu orang,” ujarnya yang baru dua minggu menjabat Kapolsek Serpong. Mengenai nomor plat mobil, pihaknya juga masih menyelidiki, karena L tidak ingat nomornya. “Identitas pelaku sudah kami kantongi, dan saat ini sedang diburu,” katanya. Sementara itu, kondisi L saat ini shock dan dibawa ke rumah keluarganya. Namun, polisi merahasiakan di mana lokasi rumah keluarga L.

Menurut Nico, L diperkosa di dalam kamar tengah rumah kontrakan tersebut. Namun tidak dijelaskan bagaimana proses sampai L bisa kabur dari rumah kontrakan itu, hingga akhirnya ditemukan satpam di pinggir jalan. “Kami sudah melakukan pengecekan, ternyata di rumah itu terdapat beberapa kamar. Saat kami cek, di lantai ada bekas sperma yang sudah dibersihkan,” ucapnya.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, kata Nico, kasus ini dilimpahkan ke Polres Kabupaten Tangerang. “Penyelidikan lebih lanjut oleh polres. Kami polsek hanya mem-back up,” ujarnya

Gadis ABG asal Kuningan Jawa Barat, berusia 16 tahun dinodai bergilir oleh tiga sopir angkot di rumah kontrakan kampung Cilenggang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (30/1). Menurut informasi yang didapat Poskota, kronologis peristiwa perkosaan itu terjadi ketika korban asal Kuningan, Jawa Barat ini naik Angkot D.04 dari Cikokol ke BSD Serpong sekitar pk.24.00.

Sesampai di BSD, korban bukannya diturunkan dari angkot, tapi malah dibawa sopir angkot berinisial I ke kontrakan Kampung Cilenggang Rt 01/07 kelurahan Cilenggang,Serpong. Sesampai di kontrakan, korban kemudian diperkosa bergiliran oleh I dan dua temannya yang memang sudah berada di kontrakan tersebut.

Korban yang merasa ketakutan dengan sekuat tenaga berusaha lepas dari cengkraman sang sopir angkot. Ia kabur menuju jalan Raya Serpong sambil menangis. Sekitar pk.02.00 seorang Satpam bernama Rusdi sedang patroli menemukan korban sedang menangis di pinggir jalan. Setelah ditanya Rusdi, dia mengaku habis diperkosa 3 sopir angkot. Mendengan penuturan gadis ABG itu, Rusdi lalu membawa korban ke Polsek Serpong.

SUDAH CEK RUMAHNYA
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kota/kab Tangerang Kompol Shinto Silitonga,Sik yang dihubungi mengaku pihaknya sudah mendapat laporan kasus perkosaan tersebut. “Kami sudah cek TKP di rumah kontrakan di Cilenggang,” jelasnya sambil menyebutkan hasil pengecekan korban diperkosa pelaku di kamar tengah. Di lantai kamar, kata Shinto ada bekas sperma yang nampak sudah dibersihkan oleh pelaku.

“Kontrakan itu memang ditempati para sopir angkot,” ungkapnya sambil menegaskan kini tim Buser sedang memburu 3 pelakunya hingga tertangkap. Pelaku akan dijerat pasal UU Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Terjadi Lagi dan Lagi … Mahasiswi Sekolah Kebidanan Diperkosa Oleh Supir Angkot C 01 Jurusan Ciledug Kebayoran Baru

JM (18), seorang mahasiswi sekolah tinggi kebidanan diperkosa lima pria tak dikenal saat menumpang angkutan umum C01 jurusan Ciledug-Kebayoran Baru. Lima pria itu adalah para penumpang dan sopir angkutan yang ditumpanginya itu.

Berdasarkan penuturan teman korban, Rizal, peristiwa ini terjadi pada Jumat (20/1/2012) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu korban hendak pergi ke rumah saudaranya di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Korban menaiki angkot C01 dari rumahnya yang terletak di wilayah Ciledug. Ketika menaiki angkot, korban melihat di dalamnya ada lima orang pria termasuk sopir.

“Tiba-tiba saat di dalam angkot, korban dipukul pakai suatu benda di kepala belakang sebelah kiri,” ucap Rizal, Minggu (22/1/2012), saat dihubungi wartawan.

Korban langsung lemas dan tak sadarkan diri. Korban lalu merasa tubuhnya diangkat oleh orang lain. “Dia merasa saat itu diperkosa di jalan. Tepatnya di dekat Pasar Kebayoran Lama,” ungkap Rizal.

Berdasarkan pengakuan korban, kata Rizal, lima pria yang ada di angkot itu, termasuk sang sopir, lalu menyetubuhinya. Namun, karena korban masih dalam keadaan lemas, ia tak mampu memberontak. Ia pun diperkosa dalam keadaan setengah sadar.

Pada Sabtu (21/1/2012) malam, korban melapor ke Polres Metro Jakarta Selatan. Hingga Minggu pukul 10.00, korban masih menjalani pemeriksaan intensif unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polrestro Jakarta Selatan.

Hasil Rekonstruksi Ros Diperkosa Lebih Dahulu Oleh Supir Angkot M26 Saad Sebelum Digilir Yang Lain

Dalam pra rekonstruksi yang digelar Polres Depok, timbul fakta baru. Tersangka Saad yang sebelumnya disebut-sebut hanya memegang tangan Ros dan tidak memperkosa, justru adalah orang yang lebih dulu memperkosa Ros. Hal itu ditunjukkan dalam pra rekonstruksi di Polres Depok, Jawa Barat, Sabtu (31/12/2011).

Kasus pemerkosaan ini berawal dari ketiga tersangka dan Aida berangkat dari kosan YBR alias Riko di Bekasi dengan menumpangi angkot M-26. Aida duduk di depan sebelah sopir. Sementara tersangka Saad sebagai sopir. Riko dan DR lalu masuk ke kabin belakang angkot.

Angkot lalu berputar-putar hingga ke Jl Raden Saleh, Depok. Saat di jalan inilah, Ros menyetop angkot ini. Ros berteriak dari menanyakan kepada sopir Saad apakah angkot ini mau ke Pasar Kemiri, Beji. Mendengar itu, Saad langsung mengiyakannya.

“Bang mau ke Pasar Kemiri nggak?” tanya Ros yang diperankan oleh seorang polwan.

“Ya bu. Naik saja,” jawab Saad.

Ros pun lantas masuk ke kabin belakang angkot dan duduk di pojok belakang kanan. Dengan kecepatan 40-50 Km/jam, angkot ini jalan. Saat di jalan antara Jl Raden Saleh dan Jl Margonda Raya Sektor III, angkot ini berhenti. Saad yang tadinya sebagai sopir turun dan masuk ke belakang. DR lantas menggantikan Saad menjadi sopir.

Tak lama angkot kembali berjalan, Saad tiba-tiba mendekap tubuh Ros. Riko lalu memgang kaki Ros, hingga Ros terjatuh dari tempat duduknya. Ros sempat berteriak dan meronta. Tapi Riko mengancam akan membunuh Ros dengan parang jika Ros berteriak lagi. DR lalu berteriak kepada Saad agar menutup mulut Ros dengan sapu tangan.

“Kasih sapu tangan,” ujar DR sambil melempar sapu tangan ke Saad. Mulut Ros pun ditutup dengan sapu tangan tersebut. Tubuh Ros lantas digerayangi Saad mulai dari payudara hingga ke bagian kemaluan Ros. Riko yang tadinya memegang tangan Ros, ikut mencopot celana dalam Ros.

Ros pun diperkosa terlebih dahulu oleh Saad. Saat pemerkosaan terjadi, angkot dalam keadaan jalan dengan alunan musik yang cukup kencang dinyalakan oleh DR dari depan. Ketika itu angkot tengah berada di Pasar Cibinong.Setelah Saad memperkosa Ros, Riko pun melanjutkan aksi bejat rekannya itu. Riko lalu memperkosa Ros.

Ketika pemerkosaan Ros terjadi, Aida sempat menolehkan kepalanya ke belakang. Aida yang melihat kejahatan tersebut mendengar suara teriakan samar-samar dari depan. Namun DR menekan kepala Aida ke bawah dan melarangnya untuk melihat ke arah kabin belakang angkot.

“Jangan lihat lu nggak ada apa-apa di belakang,” kata DR kepada Aida. Setelah itu, angkot lalu berjalan dari Pasar Cibinong dan masuk tol menuju Jakarta. Di pintu tol, Ros pun diturunkan. Ros yang sudah dalam kondisi tertekan, hanya diam saja.

Saat turun dari angkot, Riko bahkan sempat menonjok kepala bagian belakang Ros. Namun pukulan Riko tak mengenai kepala Ros karena tangan Saad tengah merangkul kepala Ros untuk menurunkannya dari angkot. Para tersangka lalu meninggalkan Ros dan berjalan menuju Cileungsi.

Tiga tersangka pemerkosa Ros diketahui berumur belasan tahun. Meski masih muda, ketiganya sudah berani melakukan aksi kejahatan yang cukup banyak dan besar. Ternyata setelah dites kejiwaan, ketiganya punya masa lalu yang suram.

“Kita sudah ketemu penyidik soal tes kejiwaan. Mereka ini adalah anak-anak bermasalah dalam keluarga yang kemudian hidup mencari duit di jalanan. Ya, seperti anak ayam kehilangan induk,” kata pengacara tiga tersangka, Achmad Sumarjoko, saat ditemui di Mapolres Depok, Jawa Barat, Selasa (3/1/2012).

Sumarjoko mengatakan YBR (17), DR (17) dan MDS (19) adalah anak-anak dari keluarga miskin yang sejak kecil sudah hidup di jalanan. YBR alias Riko adalah yatim-piatu yang sejak usia 12 tahun sudah ditinggal meninggal oleh orang tuanya di Manado. Sedangkan MDS adalah anak yatim yang sejak usia 15 tahun hijrah dari Medan ke Jakarta.

“Mereka berdua ini hanya sempat bersekolah tingkat SLTP namun tidak tamat. Sedangkan DR remaja di Pondok Kopi di Jakarta Timur yang hanya lulusan sekolah dasar,” jelasnya. Sumarjoko menilai pergaulan kelompok anak-anak seperti Riko cs ini rentan mendapat pengaruh buruk dari lingkungan ‘dunia hitam’. “Mereka gampang terpengaruh, sangat setia dengan kesetiakawanan kelompok walau itu salah. Merampok bersama dan berfoya-foya menikmati hasil rampokan bersama-sama pula,” ucapnya.

Sumarjoko menceritakan kasus pemerkosaan terhadap Ros awalnya karena komplotan ini tidak dapat hasil rampasan motor pada malam kejadian. Sebelum melakukan pemerkosaan, komplotan Riko sudah menyisir kawasan Bekasi Selatan dan Bogor. Namun tak satu kendaraan bermotor pun yang mereka dapat.

“Akhirnya mereka masuk ke wilayah Kota Depok melalui Kota Cibinong dan berjumpa dengan Ros yang sedang menunggu angkot. Hingga pemerkosaan terjadi,” jelasnya. Selanjutnya, tambah Sumarjoko, ketiga tersangka dan dua tersangka lagi yang termasuk komplotan curanmor Riko nantinya akan disidangkan di pengadilan berbeda.

“Sesuai dengan locus delicti tindak kejahatan mereka. Tetapi dalam hukum kita dikenal untuk tindakan hukum yang banyak maka yang dituntut pada tindakan hukum yang terberat yang dilakukan saja,” ungkapnya.

Johanes Brian Richo Tersangka Perampokan dan Pemerkosaan Angkot M26 Semakin Beringas Dalam Penjara

Johanes Brian Richo, 18 tahun, tersangka otak perampokan dan pemerkosaan terhadap Rs, 35 tahun, warga Sukmajaya, Depok, pada 14 Desember lalu, adalah mantan narapidana. “Johanes adalah mantan residivis tahun 2009 dengan kejahatan penggelapan,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni di kantornya Senin 26 Desember 2011.

Menurut dia, seharusnya para mantan narapidana yang sudah dibina berubah menjadi baik ketika keluar penjara, tidak melakukan kejahatan lagi, dan siap diterima kembali di masyarakat. “Tapi kenyataannya tambah beringas,” kata Mulyadi.

Johanes, Mulyadi menambahkan, merekrut tersangka lainnya dan mengajak mereka berbuat jahat. Dalam menjalankan aksinya, Johanes menggunakan angkot M26 yang disewanya dari tangan ketiga. Jadi sang pemilik tidak tahu angkotnya digunakan untuk kejahatan. “Pemilik mobil tidak terkena pasal. Dia tidak sengaja menyewakan kendaraan untuk melakukan kejahatan. Memang seharusnya ia tidak menyewakan barang kepada yang tak dikenal.”

Keuntungan dari gonta-ganti sopir ini, ucap Mulyadi, hanya Rp 10 ribu. Mereka menggunakan sistem setoran per hari. Jika pemilik angkot mendapatkan setoran dari hasil kejahatan dan membagikannya, ia akan diproses pidana.

Selain Johanes, Polres Depok membekuk dua tersangka lainnya pada Jumat pekan lalu. Mereka adalah Deden Rosadi, 18 tahun, dan Aida, 19 tahun. Aida, mahasiswi sebuah universitas di Jakarta Timur, adalah pacar Johanes, yang dijemput sebelum mereka beraksi. Ia diduga menyaksikan pacarnya ketika memperkosa Rs. Polisi masih memburu tersangka MS, 19 tahun, pengemudi angkot itu.

Tiga tersangka dibekuk dalam 10 hari karena kehabisan ongkos. Uang Rp 500 ribu dan giwang milik Rs yang dirampok habis dalam perjalanan. Saat di Cirebon, Jawa Barat, mereka kehabisan ongkos untuk kabur.

“Uang hasil kejahatan itu untuk makan saja enggak cukup. Mereka juga minta sama tukang becak Rp 1.000, penangkapan kan pada hari kesembilan pelarian,” kata Mulyadi. Untuk kabur lebih jauh, mereka sudah kehabisan logistik.

Rs berharap tersangka yang merampok dan memperkosanya dihukum mati. “Keponakan saya meminta tersangka dihukum mati atau dipenjara seumur hidup,” kata Joy, 50 tahun, paman Rs, di Polres Depok, Ahad lalu. Keinginan itu disampaikan saat Rs diminta untuk mengenali tersangka dan membuat berita acara pemeriksaan (BAP) tambahan.

Menurut Joy, Rs dan keluarga belum puas jika tersangka hanya divonis 10 atau 15 tahun penjara. “Sekarang mungkin keponakan kami sedikit tenang dengan ditangkapnya ketiga tersangka. Tapi dia belum puas.”

Ketika polisi memperlihatkan foto Johanes, ibu dua anak itu langsung melepaskan napas panjang dan membenarkan bahwa Johanes yang telah memperkosanya. Korban tidak dipertemukan langsung dengan pelaku karena belum sanggup. “Tadi diperlihatkan fotonya, betul si Johanes itu yang perkosa keponakan saya,” kata Joy.

Mikrolet M-26 Yang Dipakai Supir Tembak Untuk Memperkosa Ternyata Milik Aparat

Angkutan kota M-26 (Kampung Melayu-Bekasi), tempat R (35) dirampok dan diperkosa, ternyata pemiliknya adalah seorang aparat negara. Angkot ini kemudian disewakan kepada Umar yang kemudian disewakan lagi kepada orang yang berbeda.

Umar menyewakan angkutan kota (angkot) ini ke tangan kedua sebesar Rp 400.000 per hari. Nilai sewa semakin besar ke tangan berikutnya, termasuk ke tangan pelaku.

“Kami sudah memeriksa Umar. Dia bukan bagian dari pelaku. Kami bidik pelaku dan komplotannya yang melibatkan seorang perempuan,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Depok Ajun Komisaris Febriansyah, Senin (19/12/2011), di Depok.

Siapa aparat negara pemilik angkot itu, Febriansyah belum bersedia menyebutkan dengan alasan tidak mau mengganggu penyidikan. “Tolong sabar sedikit, kami siang-malam mengejar pelaku,” ujarnya.

R dirampok dan diperkosa dalam angkot M-26, Rabu (14/12/2011) pukul 03.00 dini hari, ketika hendak berbelanja di Pasar Kemiri Muka. Dalam angkot itu ada tiga pria dan satu perempuan lain selain R. Polisi sudah menyebarkan sketsa wajah pelaku.

Pemkot Depok ganti biaya

Terkait pengobatan korban, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akhirnya bersedia mengganti seluruh biaya perawatan R di RS Polri Sukanto dan Polri. ”Besarnya berdasarkan kalkulasi rumah sakit,” kata Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma’il, seusai menjenguk R di Pusat Pelayanan Terpadu RS Polri Sukanto, Kramatjati.

Joy, paman R, menyambut gembira hal itu. “Karena pemerintah menanggungnya, keluarga tidak lagi khawatir,” katanya.

Manajemen buruk

Kasus pemerkosaan terhadap R, ujar Nur Mahmudi, mendorong pemerintah dan Polri segera memberlakukan razia angkot pada malam hari. Semua armada akan diawasi. Yang tidak berizin atau beroperasi melampaui wilayah trayek akan ditindak.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengakui, kejahatan di angkutan umum disebabkan manajemen angkutan umum belum baik. “Manajemen angkutan umum menjadi prioritas pembenahan tahun depan. Saat ini, manajemen buruk karena angkutan umum dimiliki individu sehingga kontrol jadi sulit,” kata Fauzi, seusai meresmikan loket pelayanan drive through di Ujung Menteng, Cakung, kemarin.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan dan Direktur Institut Studi Transportasi Darmaningtyas meminta dinas perhubungan dan kepolisian fokus dalam penegakan hukum karena sampai saat ini peraturan pemerintah yang mengatur badan hukum angkutan umum belum disahkan.

“Kalau ada pelanggaran, cabut izin trayek. Operator turut dijerat hukum jika terbukti memakai sopir tembak. Terlebih ketika sopir atau angkotnya dipakai sebagai sarana kriminal,” kata Tigor.

Darmaningtyas menyoroti praktik angkot sebagai “peliharaan” oknum penegak hukum. “Itu sudah rahasia umum,” katanya.

Kemarin siang, aparat Polresta Bekasi, Kota Bekasi, juga menangkap kelompok pencopet dalam angkot K-02 Pondok Gede-Bekasi yang terdiri dari empat lelaki. Salah seorang berpura-pura pingsan di dalam angkot, sementara dua lainnya mencopet korban. Seorang lagi membuntuti angkot dengan mobil lain.

Pasca-penemuan mobil angkot M-26, yang diduga digunakan kawanan penjahat saat mereka merampok dan memerkosa Rs, seorang penanggung jawab angkot M-26 di Bekasi, yang bernama Umar, tidak terlihat lagi di pangkalan M-26 Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu (18/12/2011).

Di kalangan sopir M-26 di pangkalan Jakasampurna beredar kabar Umar sedang diperiksa polisi. “Dia tidak ke (pangkalan) sini sejak Jumat lalu,” kata seorang sopir M-26 yang ditemui di pangkalan Jakasampurna, tadi. “Katanya (Umar) dibawa polisi,” ujarnya lagi.

Umar, yang menjadi penanggung jawab angkot M-26 tersebut, sempat ditemui wartawan pada Jumat (16/12/2011) lalu. Ketika itu, Umar mengakui mereka sedang melacak sopir dan armada M-26 berpelat nomor B 1647 WT dengan tempelan stiker “Lesgo” di kaca depannya. Mobil angkot itu terakhir kali terlihat mengangkut penumpang pada Rabu (14/12/2011) lalu.

Setelah itu, kata Umar, angkot M-26 tidak kembali ke pemiliknya dan sopir tidak menyerahkan uang setorannya. Menyusul peristiwa perampokan dan perkosaan di dalam angkot M-26, sejumlah sopir M-26 mengeluh angkot mereka sepi penumpang.

Calon penumpang, terutama perempuan, dinyatakan enggan naik apabila angkot dalam keadaan kosong penumpang atau tidak ada penumpang perempuan lain di dalamnya.

“Mungkin mereka was-was karena kasus (di Depok) kemarin,” kata Ramli, sopir M-26 yang ditemui di pangkalan Jakasampurna.

Beberapa sopir dan awak M-26 juga menyatakan kecewa dan tersinggung atas ulah kawanan penjahat, yang melakukan perampokan dan perkosaan di atas angkot. Ulah penjahat itu dinilai tidak hanya merugikan Rs dan keluarganya, namun merugikan seluruh awak angkot dan mencoreng citra angkutan umum, terutama angkot M-26.

Penyidik Kepolisian Resor Kota Depok memastikan angkot M 26 (Kampung Melayu-Bekasi) yang digunakan untuk merampok dan memerkosa penumpangnya telah ditemukan. Mobil angkutan kota itu dibuang di suatu tempat yang saat ini belum disebutkan lokasi persisnya.

Petugas kepolisian juga sudah menghubungi pemilik angkot yang sesungguhnya. “Mobil itu sebenarnya dipakai pelaku sopir tembak, bukan sopir asli. Kami sudah menemukan mobil dan berkomunikasi dengan pemiliknya,” tutur Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Mulyadi Kaharni, Sabtu (17/12/2011) di Depok.

Saat ini, penyidik sudah 80 persen menyelesaikan proses penyidikan. Selebihnya, polisi berkonsentrasi memburu pelaku perampokan yang menimpa pedagang sayur berinisial R (35).

R dirampok kemudian diperkosa di dalam angkot M 26 ketika hendak berbelanja dari rumahnya di Jalan raden Saleh ke Pasar Kemiri Muka, Depok. Perampokan dan pemerkosaan R berlangsung ketika tiba di Jalan Margonda.

R ditemukan petugas kepolisian di Jalan Alternatif Cibubur pada Rabu (14/12) dini hari. Polisi sudah menemukan mobil angkutan perkotaan (angkot) M-26, yang diduga digunakan kawanan penjahat ketika mereka memerkosa dan merampok Rs, pedagang sayur di Depok.

Polisi akan melakukan uji forensik dengan melibatkan tim Puslabfor Mabes Polri terhadap mobil angkot M-26 yang kini diamankan di kantor polisi. Hal itu dikatakan Kepala Subdirektorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Helmy Santika ketika dihubungi Minggu (18/12/2011) sore.

“Ya, kami sudah menemukan mobil yang diduga digunakan pelaku saat kejadian,” katanya tadi. Seperti diwartakan, Rs, seorang pedagang sayur, menjadi korban kejahatan di dalam angkot ketika dia dalam perjalanan ke Pasar Kemiri Muka, Depok, pada Rabu (14/12/2011) dini hari.

Rs menaiki angkot M-26, yang sebetulnya memiliki trayek Kampung Melayu – Bekasi. Angkot itu kemudian dibawa mengarah ke Cibinong lalu berputar ke Cibubur, Cikeas, sebelum kembali ke Cibubur.

Dalam perjalanan tersebut, Rs, ibu dua anak itu, diperkosa dan dirampok hartanya. Korban mengalami kekerasan fisik dan juga kekerasan psikis. Lebih lanjut Helmy menambahkan, polisi sedang mengejar tersangka, yang identitasnya sudah diperoleh polisi.

Polisi juga sudah memublikasikan gambar sketsa wajah dua tersangka. “Upaya (pencarian tersangka) juga dibantu oleh pengurus angkot,” kata Helmy tadi. Masyarakat yang pernah melihat tersangka ataupun memiliki informasi tentang tersangka pemerkosa dan perampok di dalam angkot itu dapat memberitahu polisi terdekat, atau menghubungi nomor telepon 0816782000 dan 0816851777.

Supir Pemerkosa Di Angkot M 26 Ternyata Psikopat Yang Sudah Biasa Memperkosa Penumpang Di Malam Hari

Polisi terus memburu pemerkosa di angkot M 26 jurusan Depok-Bekasi. Keempat pelaku yang merampok dan memerkosa R (32), pedagang sayur merupakan pemain lama. Hal itu disampaikan Kapolresta Depok, Kombes Mulyadi Kaharni melihat dari cara perampok itu beraksi. Salah satunya adalah para penjahat itu menyewa angkot. Pelaku juga bukanlah orang Depok.
“Mereka menyewa angkot dan membawanya keluar kota. Mereka pun mencari mangsa dan di Depok mereka menemukan mangsa. Kami sudah memiliki gambaran pelaku dan modus yang dilakukan sama dengan yang sering terjadi. Mereka pemain lama,” ujarnya di Polresta Depok, Kamis (15/12).

Mulyadi menjelaskan, R saat ini masih dirawat di RS Polri Kramatjati dan kondisinya masih depresi. Meski begitu, korban dapat dimintai keterangan walaupun seadanya. Korban menyampaikan bahwa di angkot tersebut ada empat laki-laki. Korban juga mengenali ciri-ciri pelaku. “Kami tidak bisa menyampaikan ciri-ciri pelaku. Kami sudah menurunkan dua tim, satu tim utama dan satu tim lagi terdiri dari gabungan intel dan reserse,” imbuhnya.

Mulyadi mengatakan, banyaknya tindak kejahatan pada dinihari maka pihaknya mengganti pola patroli. Awalnya mulai pukul 19.00-01.00 WIB. Maka patroli pun dilakukan mulai pukul 23.00 WIB hingga pagi hari. Selain itu, pihaknya bersama Dinas Perhubungan akan melakukan razia angkot. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dindin Djaenuddin menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk melacak keberadaan angkot M 26 itu. Bila nanti ditemukan maka instansi terkait akan mencabut izin trayek angkot tersebut. “Dinas Perhubungan DKI sedang melacaknya dan bila ditemukan maka izin trayeknya akan dicabut,” paparnya.

Menurut Dindin, untuk mengantisipasi terulang kembali kasus tersebut maka pihaknya akan meningkatkan patroli pada malam hari. Kemudian juga pihaknya akan memberikan seragam kepada para sopir dan kartu identitas sebagai sopir angkot.
Kasus pemerkosaan R (39) kini ditangani Polda Metro Jaya dan Polrestro Depok. Pedagang sayur itu diperkosa tiga pria di dalam angkot M-26 trayek Kampung Melayu-Bekasi yang berjalan di Jalan Alternatif Cibubur, Depok, Rabu (14/12) dinihari. Polisi akan membuat sketsa wajah si pemerkosa.

“Polres Depok sudah mengirim satu unit untuk mendukung penyelidikan kasus pemerkosaan di angkot ini. Tim sedang bekerja untuk menanyakan saksi-saksi yang mengetahui kasus ini. Korban juga sedang dimintai keterangan mengenai ciri-ciri pelaku. Kalau perlu penyidik akan bikin sketsa dari yang diingat korban,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, Kamis (15/12) siang.

Polisi berharap R masih mengingat ciri-ciri pelaku yang memperkosanya di angkot. Misalnya, rambutnya panjang atau pendek, bentuk mukanya, baju yang dipakai, dan sebagainya. Selain membuat sketsa wajah pelaku, polisi juga akan mengecek siapa sopir angkot M-26 yang kendaraannya dijadikan sarana melakukan perbuatan jahat. “Kami belum tahu siapa sopirnya, nanti akan kami cek dulu,” ucap Baharudin.

Seperti diberitakan, R, ibu dua anak, diperkosa di dalam angkot yang sedang berjalan, Rabu dini hari. Di pagi buta itu R berangkat dari rumahnya menyusuri Jalan Raden Saleh menuju Jalan Tole Iskandar untuk mencegat angkot. Entah bagaimana ia malah naik angkot mikrolet M-26 yang dini hari itu melintas di Jkalan Tole Iskandar. Di dalam angkot tersebut sudah ada tiga lelaki yang duduk di bangku belakang dan seorang lagi pengemudi angkot. Di Jalan Margonda Raya, salah satu dari laki-laki itu mengeluarkan golok dan kemudian mengancam R.

Penjahat itu mengambil anting dan uang tunai Rp 500.000 milik korban. Setelah itu korban yang tak berdaya diajak berputar-putar hingga belasan kilometer. Di tengah jalan, seorang penjahat mengeluarkan golok dan memperkosa R