Memaki Merupakan Perilaku Anti Sosial

Australia akan memberlakukan undang-undang yang memberikan kekuasaan kepada polisi untuk menjatuhkan denda kepada orang yang memaki-maki.

Dikutip dari BBC Indonesia, berdasarkan peraturan di negara bagian Victoria, Australia Selatan, para pelanggar akan didenda sekitar 250 dolar Australia bila mengucapkan kata-kata yang dianggap tidak baik atau menyinggung perasaan.
Jaksa Agung Victoria, Robert Clark, mengatakan perubahan yang akan diikuti masa percobaan selama tiga tahun itu akan berarti bahwa polisi, bukan pengadilan, yang akan menangani orang-orang yang dikenai dakwaan berperilaku galak.
Tetapi, seperti dilaporkan wartawan BBC di Sydney, Phil Mercer, berbagai kelompok kebebasan mengkhawatirkan anak-anak muda akan menjadi sasaran yang tidak adil.

Perilaku antisosial
Melarang mengeluarkan kata-kata makian atau sumpah-serapah di depan umum merupakan bagian dari upaya negara bagian Victoria untuk menumpas gelombang perilaku antisosial yang dikatakan oleh menteri sudah semakin parah di wilayah itu.
Para pelaku yang menggunakan bahasa kotor akan dikenai denda di tempat, sama seperti denda (tilang) untuk para pengemudi yang melebihi batas kecepatan atau melanggar ketentuan parkir.

Menurut Robert Clark, UU itu ditujukan untuk menghukum orang-orang yang bersikap agresif. “Sesekali saya juga mengomel seperti mungkin dilakukan semua orang. Tetapi, peraturan ini tidak dimaksudkan untuk itu melainkan perilaku agresif atau kasar di depan umum, yang membuat orang lain tidak nyaman.”

Kelihatannya, peraturan baru ini tidak dikhawatirkan soal upaya penegakannya di negara bagian Victoria. Sebab, sejauh ini dukungan yang mengalir untuk ketentuan denda bahasa kotor itu cukup kuat. Warga Melbourne, ibu kota negara bagian Victoria, berpendapat bahwa sumpah-serapah atau maki-makian tidak seharusnya diucapkan.

Seorang pria di kota ini mengatakan, “Memaki-maki merupakan tindakan yang sangat tidak sosial. “Ini merupakan sesuatu yang tidak boleh dilakukan ketika banyak orang berada di sekitar,” kata pria tersebut. Seorang pria yang lebih muda usianya berkomentar bahwa, “Bahasa atau dialek adalah bagian dari kultur kita. Jadi, itu merupakan bagian dari kebudayaan kita. Tetapi, kalau kita gunakan sesuka hati, tentu harus dihukum.”

Seorang wanita di Melbourne mengatakan semua orang di Australia akan memaki-maki. “Saya kira, itu tergantung pada apa yang mereka ucapkan, kata apa yang digunakan. Tidak secara umum. Maksud saya, semua orang Australia itu memaki-maki. Tergantung kata yang mereka ucapkan.”

Kepolisian Australia mengatakan UU baru ini akan menghemat waktu dan uang karena para pelanggar tidak akan dibawa ke pengadilan. Namun demikian, kelompok-kelompok kebebasan khawatir orang yang berkumpul di taman-taman dan pusat-pusat perbelanjaan bisa menjadi sasaran yang tidak adil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s