Cerita Kriminal

Babeh Pembunuh Berantai Dengan Korban 14 Orang Anak Yang Disodomi Ternyata Teman Robot Gedek

Februari 2, 2010 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hasil penyidikan polisi sampai saat ini terungkap, 14 anak di berbagai wilayah dibunuh oleh Baekuni (48) alias Babeh, yang delapan di antaranya dimutilasi. Jumlah korban ini jauh lebih besar dibandingkan kasus Robot Gedek maupun Very Idam Henyansyah alias Ryan.

Demikian diungkapkan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Wahyono, yang didampingi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi, psikolog Sarlito Wirawan Sarwono, dan kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala di Polda Metro Jaya, Senin (1/2).

”Jumlah korban dalam kasus Babeh jauh lebih besar daripada kasus Robot Gedek dan Ryan yang ditangani Polda Metro Jaya,” kata Wahyono.

Korban mutilasi Robot Gedek (1994-1996) dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tahun 1997 disebutkan enam orang, sementara korban Ryan (2006-2008) 11 orang. Dari hasil pemeriksaan polisi, korban pembunuhan dan mutilasi Babeh sampai saat ini sudah mencapai 14 orang. Babeh membunuh sejak tahun 1993.

Korban Babeh yang sudah terungkap adalah Adi, Rio, Arif Abdullah alias Arif ”Kecil”, Ardiansyah, Teguh, dan Irwan Imran yang dimutilasi, serta Aris, Riki, dan Yusuf Maulana. Empat korban terakhir yang terungkap juga dimutilasi adalah Feri, Doli, Adit, dan Kiki. Rata-rata usia mereka 10-12 tahun, kecuali Arif yang masih berusia 7 tahun.

Kasus pembunuhan yang dilakukan Babeh ini, kata Adrianus, layak menjadi sebuah cerita kriminalitas yang paling mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia.

Kasus Robot Gedek

Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menduga Babeh memiliki peran besar dalam kasus Robot Gedek. Bahkan, Babeh kemungkinan besar memanfaatkan kasus Robot Gedek karena Babeh menjadi saksi utama kasus itu.

Data yang dihimpun Kompas menunjukkan, dalam pengadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tahun 1997, di depan majelis hakim yang dipimpin hakim Sartono, Babeh mengaku melihat Robot Gedek menggandeng seorang anak laki-laki di Pasar Jiung, Kemayoran. Anak tersebut dibawa Robot Gedek ke semak-semak.

Sementara itu, Babeh menunggu giliran mendapat kesempatan untuk menyodomi bocah lelaki yang dibawa Robot Gedek. Babeh mengaku menunggu satu jam dan setelah itu mendekati lokasi Robot Gedek. Di lokasi itu, dia menyaksikan Robot Gedek memutilasi korbannya.

Akhirnya Robot Gedek (42) divonis pengadilan dengan hukuman mati pada 21 Mei 1997. Namun sehari sebelum dilakukan eksekusi diketahui bahwa Robot Gedek telah meninggal dunia di RSUD Cilacap karena serangan jantung.

Sampel darah

Sementara itu, Kepolisian Resor Magelang telah mengambil sampel darah Askin (54) dan Isromiyah (44), orangtua Sulistyono, bocah yang diduga korban mutilasi Babeh. Sampel darah ini akan dicocokkan dengan tes DNA dari tulang belulang yang ditemukan di Dusun Mranggen, Desa Kajoran, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

”Sampel darah sudah kami kirimkan untuk diteliti dan dicocokkan dengan hasil tes DNA oleh Dokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) Polda Jawa Tengah,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Aris Suwarno, Senin. Proses penelitian dan pencocokan ini kira-kira memerlukan waktu sekitar dua minggu

→ Tinggalkan KomentarKategori: gay dan lesbian · mutilasi · orang hilang · pelanggaran HAM · pelecehan seksual · pembunuh berantai · pembunuhan · pemerkosaan · psikopat

Pencuri Dana Nasabah BCA Lewat ATM Tertangkap

Januari 27, 2010 · Tinggalkan sebuah Komentar

Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya awal Januari lalu mengungkap sekaligus menangkap kelompok pencuri uang di ATM milik nasabah BCA. Kelompok beranggota enam orang itu mengaku memakai cara membuka sebagian mesin lalu bersembunyi di dalamnya.

Tindak pidana tersebut diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar pada Selasa (26/1). Polisi juga mengumumkan penanganan pelaku pembobolan rekening nasabah di BCA yang terjadi pada Agustus 2009. Kelompok ini diduga melibatkan pelaku yang berdomisili di Kanada dan Australia.

Perihal kelompok pencuri yang memakai cara bersembunyi di bagian belakang mesin ATM, Boy menyatakan, mereka terdiri atas enam orang, salah satu di antaranya, Aluntono, masih dalam pengejaran. Tersangka lain yang ditangkap adalah Eko (24), Dedi (22), Badrun (22), Risky (26), dan Fuat (24). Mereka mantan karyawan yang bertugas di Pasar Pagi Mangga Dua, Jakarta Barat.

Cara kerja kelompok yang dipimpin Aluntono, mantan karyawan perusahaan rekanan PT BCA, dibagi tiga. Kelompok pertama bertugas mengawasi keadaan, kelompok kedua pura-pura menjadi nasabah bank, ikut antre mengambil uang di ATM di Pasar Pagi Mangga Dua.

Adapun kelompok ketiga, yakni Aluntono, yang tahu seluk-beluk mesin ATM, membuka bagian belakang ATM, lalu bersembunyi di bagian dalam menunggu nasabah memasukkan kartu ATM untuk mengambil uang.

Saat nasabah memasukkan kartu ATM, Aluntono mengaturnya seolah-olah kartu tertelan, tetapi sebenarnya diambil olehnya.

Kelompok pengantre lalu mencatat nomor PIN calon korban. Nomor PIN lalu diserahkan ke anggota lain untuk digunakan mengambil uang di ATM bersama di tempat lain. ”Mesin ATM yang bisa dibuka itu jenis lama,” kata seorang polisi.

Tentang kelompok pembobol rekening nasabah yang melibatkan orang di mancanegara, polisi menangkap delapan tersangka. Namun, tim yang dipimpin Kasat Kejahatan dengan Kekerasan Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Nico Afinta masih memburu Ming-ming dan Val yang diduga tersangkut perkara itu.

Boy menambahkan, Kepolisian RI bekerja sama dengan Interpol untuk mengungkap pelaku di Kanada dan Australia. Pelaku tersebut menerjemahkan data dari skimmer yang dikirim Alex kepada orang di dua negara tersebut.

Skimmer berisi data ratusan nasabah itu sebelumnya dipasang kelompok penjahat tersebut di beberapa ATM di Jakarta. Data dari skimmer lalu dipindahkan ke kartu ATM baru untuk membobol rekening para korban.

Cek ATM

Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota dan sejumlah bank di Kota Tangerang kemarin memeriksa sejumlah mesin ATM. Pemeriksaan dilakukan di ATM Bank Danamon, Bank Mandiri, Bank Jabar, Bank BNI, serta BCA di Jalan Daan Mogot dan M Toha.

Sejumlah ATM yang diperiksa sudah dilengkapi alat penangkal duplikasi kartu atau anti-skimming sehingga sulit dibobol. Umumnya, mesin ATM baru sudah terpasang alat tersebut.

Meski demikian, Kepala Cabang Pembantu Bank Mandiri Daan Mogot Achmad R Suriaputra mengatakan, belum semua mesin ATM dipasang alat tersebut. ”Kami akui belum semua mesin ATM dipasang anti-skimming,” kata Achmad.

Ia mengimbau, masyarakat tidak perlu panik karena mengambil uang melalui ATM sekarang sudah aman. Sebagian besar mesin ATM milik Bank Mandiri dilengkapi dengan alat tersebut.

Adapun Kiki Zulkifli dari Bank Jabar menyatakan, banknya aman dari pembobolan.

Pemantauan Kompas, dari lima ATM di kantor cabang Bank BNI Jalan Daan Mogot terlihat dua mesin di antaranya, terutama pada tempat memasukkan kartu, agak longgar, terlihat sekrupnya kendur. Pemeriksaan mesin ATM ini karena polisi dan bank tak mau terlena dan kecolongan seperti kasus di kota lain

→ Tinggalkan KomentarKategori: perampokan

Penipuan ILP International Language Programs Berhadiah Honda Jazz

Januari 27, 2010 · Tinggalkan sebuah Komentar

Penipu sekarang benar-benar canggih dan punya modal.Seperti yang dilakukan oleh penipu yang mengatasnamakan lembaga kursus bahasa Inggris, International Language Programs (ILP). Dengan mengirim surat ke alamat perserta kursus disebutkan bahwa yang bersangkutan telah mendapat hadian mobil Honda Jazz.

Seperti yang dialami Binardho, Rabu kemarin telah mendapat surat bahwa yang bersangkutan mendapat hadiah Honda Jazz. Surat itu terdiri dari tiga rangkap di mana rangkap pertama lengkap dengan kop surat dari ILP, lalu rangkap kedua dari Notaris lengkap dengan lambang Garuda, lalu rangkap ketika pernyataan dari Polda Metro Jaya lengkap dengan tanda tangan Kapolda Metro jaya Drs. Wahyono.

Bahkan dalam blangko pengesahan pemenang undian yang dikeluarkan notaris tersebut lengkap dengan stempel dari ILP, Kantor Departemen Sosial DKI dan dari Kantor Lelang Indonesia.

Melihat begitu lengkapnya surat-surat tersebut tentu masyarakat akan cepat percaya. Untungnya Binardho segera mengecek ke lembaga kursus ILP di mana dia ikut kursus. Jawabannya seperti diduga. Ternyata itu hanya tipuan belaka. Sebab menurut ILP cabang Harapan Indah tidak pernah ada undian berhadiah mobil. Yang pernah ada adalah hadiah jalan-jalan ke Singapura. Itupun bagi perserta kursus yang masih aktif sementara Binardho sudah hampir dua tahun tidak ikut kursus.

Yang membuat ragu bahwa itu adalah penipuan, adanya pernyataan di surat tersebut bahwa pajak 25 persen ditanggung oleh ILP namun biaya PENGIRIMAN dan biaya ASURANSI serta biaya BBN ditanggung pemenang. Dari sinilah diduga penipu akan mengeruk tabungan korbannya. Misalnya dengan cara mentransfer uang. Untuk itu diimbau kepada masyarakat agar hati-hati. Jangan cepat percaya

→ Tinggalkan KomentarKategori: penipuan

Hati Hati Teror Perampok Di Kelapa Gading … Dua Kasus Dalam Satu Hari

Januari 15, 2010 · Tinggalkan sebuah Komentar

Secara beruntun terjadi perampokan di Jalan Boulevard, Peganggsaan Dua Jakarta Utara, Kamis malam. Pelaku yang membawa senjata api  merampok klinik dan restoran .

Sekitar pukul 21.30 Wib   Restoran ‘Bakmi Ny. Oey’ di Jalan  Boulevard Raya Blok PD 9 No. 01 Pegangsaan Dua, Kepala Gading Jakarta Utara disantroni dua perampok bersenjata api

Andriano, 17, dan Dwiatmiko ketika  sedang merapikan daganganya di TKP, tiba-tiba pelaku datang dengan menodongkan senjata api sambil berkata ” Diam kalian semua mana duit!”

Kemudian Andriano dan Dwiatmiko  dikumpulkan di meja kasir. Korban sempat dipukul oleh pelaku dengan menggunakan gagang pistol sehingga kepalanya berdarah. Setelah itu, pelaku mengambil uang milik korban Rp 617.000 kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor bersama  satu orang pelaku lainnya. Kasusnya ditangai Polsek Kelapa Gading.

Rupanya tidak hanya di restoan bakmi tersebut pelaku beraksi. Seperti diberitakan sebelumnya Klinik yang ada di Blok PA Jalan Boulevard Raya, juga disatroni perampok. Setelah melumpuhkan karyawati klinik dan pengunjung, kedua pelaku merampas uang tunai Rp 7 juta, laptop dan HP. Kasus ini pun dilaporkan ke Polsek Kelapa Gading. Rupanya Kamis malam tadi, warga Jalan Boulevard Kepala Gading benar-benar diteror rampok. (

→ Tinggalkan KomentarKategori: penganiayaan · perampokan

Tuhan Tantowi Menciptakan Agama Sesat Surga Eden Agar Bisa Bebas Lakukan Hubungan Seks

Januari 15, 2010 · 1 Komentar

Sang Tuhan beserta isteri dan Malaikat Jibril, Kamis malam resmi dijadikan tersangka terkait kasus penyebaran aliran sesat Surga Eden, di daerah Mundu, Kabupaten Cirebon.

Ketiga tersangka Ahmad Tantowi,57, sebagai Tuhan, dan sietrinya Endang,34, dan Imam Junaedi,36, yag memiliki jabatan Malaikat Jibril. ” Hasil pemeriksaan penyidik telah menetapkan tiga orang ini resmi menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Dade Achmad, Kamis malam.

Dia mengutarakan, ketiga tersangka berdasar hasil penyidikan bisa dijerat dengan pasal 156 KUH Pidana tentang Penodaan Agama yang ancaman hukumannya lima tahun penjara. Kemudian pasal 285 KUH Pidana tentang melakukan Persetubuhan secara paksa. ” Tersangka dijerat pasal berlapis terkait kasus ini,” lanjutnya. Sedang sepuluh pengikutnya kini masih menjalani pemeriksaan intensif.

Dade mengakui, dalam kasus ini penyidik baru bekerja berdasar bukti yang ada. Untuk lebih meyakinkan apakah aliran itu betul sesat, pihaknya akan mendatangkan saksi ahli berkaitan kasus tersebut.” Kami akan segera menghadirkan saksi ahli daam menangani kasus ini,” ucapnya lagi.

Sebelumnya Polda Jabar menggerebeg singgasana aliran sesat Surga Eden di Kabupaten cirebon Kamis petang. Dalam penggerbegan itu sejumlah barang bukti berhasil diamankan, termasuk dokumen Surga Eden, lima buku tata cara hubungan seksual, Injil, 60 lembar kuitansi setoran para donatur.

Sebanyak 13 pegikut aliran sesat itu, dalam pemeriksaan mengaku dala prakteknya setiap hari selalu mengajarkan akidah Islam. Namun, dalam aliran itu Tantowi merupakan sosok yang disembah karena dinobatkan sebagai Tuhan sekalugus Imam. ” Apapun yang diinginkan da diperintahkan Tantowi harus dilaksanakan karea dia Tuhan,” kata sejumlah pengikut saat diperiksa penyidik, Kamis malam.

Dalam menjalankan tugasnya, kata mereka Tuhan Tantowi mengangkat seorang pembantu Agus, da memiliki jabatan sebagai malaikat Jibril. ” Kami tak perlu salat lima waktu, tak perlu puasa Ramadan, termasuk membaca Al-Quran,” ujarnya lagi. Namun, dia mengaku diwajibkan membayar zakat 10 persen dari penghasilan. Zakat itu diberikan langsung ke Tuhan Tantowi.

Salah seorang penyidik mengutarakan, hasil pemeriksaan dari 13 pengikut, tercatat bahwa aliran ini memang sangat sesat jika ditinjau dari Islam. Diantaranya, mereka mengangap kafir terhadap orang yang tak menganut aliran itu. Bahkan, mereka menghalalkan melakukan perampokan terhadap  harta orang lain yang bukan pengikut Surga Eden, termasuk harta orang tua. ” Harta hasil rampokan wajib disetorkan ke Sang Tuhan Tantowi,” ujarnya.

Penyidik di Mapolda Jabart kembali menjelaskan, yang paling mengejutkan diantaranya Tantowi memiliki kebebasan untuk menggauli setiap pengikut perempuan yang hendak menikah. Ritual itu merupakan bentuk penyucian diri agar calon mempelai menjadi bidadari. ” Tantowi yang disebut sebagai Tuhan selalu bercumbu dan memutar film porno untuk merayu dan merangsang wanita yang akan menikah. Pengikut lain turut memegangi wanita saat disetubuhi Tantowi,”

→ 1 CommentKategori: kebodohan · kejahatan terorganisasi · kekerasan pada wanita · pelecehan seksual · pemerkosaan · perzinahan · pornografi · psikopat

Cara Menonton Konser Group Band Kesayangan Anda Secara Gratis

Oktober 28, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ratusan penggemar berat band Kotak dan Changcutter yang tidak membeli tiket memaksa masuk ke areal konser dengan mendobrak pagar penghalang.

Mereka yang mengaku tidak memiliki uang untuk membeli tiket, memaksa masuk melalui pintu belakang untuk menyaksikan konser dua grup musik itu.

“Saya pingin nonton band Kotak mangung, tapi tidak punya uang, terpaksa kami masuk tanpa bayar,” kata Beno yang mengaku penggemar Kotak asal Cilaku, Cianjur.

Ratusan orang itu, merusak pagar pembatas dari seng, dengan cara digoyang dan ditendang bersama-sama.

Ratusan penonton illegal tersebut, riang ketika bisa memasuki tempat konser musik band kesayangan mereka.

Melihat keadaan tersebut pihak keamanan mencoba mengantisipasi dengan menerjunkan satuan polisi dengan cara memblokade pagar yang sudah rusak, agar penonton tetap membeli tiket.

Para penggemar semakin menggila dan beringas, sekalipun pagar dijaga barikade polisi tidak menyurutkan niat mereka untuk bisa masuk ke arena konser.

Melihat gelagat tersebut, untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan, pihak panitia akhirnya membuka pintu gerbang dan membebaskan penonton masuk tanpa tiket.

“Demi keamanan kami buka pintu gerbang, daripada terjadi keributan nanti repot,” ungkap Leo panitia dari PT Djarum Tobaco.

Setelah pintu masuk dibuka, ribuan orang penonton yang masih di luar mulai masuk ke dalam. Para pecinta musik tersebut semakin asyik menikmati hentakan irama musik, sambil berteriak dan berjoget.

Walaupun sempat diguyur hujan deras, mereka tidak beranjak dari lapangan.

→ Tinggalkan KomentarKategori: kebodohan · kejahatan terorganisasi · perampokan · psikopat

Seorang Anak Berumur 10 Tahun Tega Membunuh Ibunya Karena Kesal

Oktober 14, 2009 · 1 Komentar

Seorang siswa sekolah dasar berinisial M (10) mengaku membunuh ibu angkatnya, Ety Rochyati (55). M mengaku kesal karena sering dimarahi.

Kasus ini berawal dari penemuan jenazah Ety di selokan belakang rumahnya di Jalan Sembung I Nomor 137, RT 01 RW 07 Kompleks Perumahan Angkatan Darat, Cibubur, Jakarta Timur (Jaktim), Selasa pukul 05.00.

Jenazah ditemukan polisi setelah suami korban, Amir Hamzah (57), dan anaknya, Zulkarnaen Iskandar (28), pukul 01.00 melapor ke Polsek Metro Ciracas bahwa korban hilang sejak hari Minggu (11/10). Polisi menemukan korban dalam selokan selebar sekitar 40 sentimeter di belakang rumah. Ketika ditemukan, polisi melihat tiga titik luka akibat benda tumpul di kepala belakang korban. Selain itu, ada sebilah pisau menancap di pinggang kiri tanpa noda darah. Itu karena, Ngadiyo menduga, pisau ditikamkan ke tubuh korban setelah korban meninggal.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jaktim, untuk diotopsi. Selasa malam, jenazah sudah ada di rumah duka.

Menurut Hadi Suhaedi (49), sekretaris RT setempat, jenazah akan dimakamkan di pemakaman Pondok Ranggon, Jaktim. ”Keluarga tinggal menunggu kakak kandung almarhumah tiba dari Palembang,” ucapnya.

Menonton televisi

Ngadiyo menjelaskan, hari Minggu pukul 07.00 Amir keluar rumah mengantar Zulkarnaen kembali ke Bandung. Amir hanya mengantar anaknya sampai sekitar Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jaktim.

Ngadiyo menduga, saat itulah M, seperti pengakuannya kepada polisi, memukul ibu angkatnya dari belakang dengan balok kayu satu kali, lalu memukul lagi dengan martil dua kali.

”M mengaku melakukan hal itu saat ibunya menonton televisi, yaitu saat Amir dan Zulkarnaen meninggalkan rumah,” kata Ngadiyo. ”Pelaku pembunuhan adalah orang dekat korban. Sampai sekarang M baru kami tetapkan sebagai saksi kunci. Sekarang dalam penanganan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak,” papar Ngadiyo.

Amir tiba di rumahnya pukul 11.00. Ia mendapati rumah sudah kosong, terkunci. Ia mengira istrinya sudah berangkat ke hajatan di Bekasi. Amir pun memberi tahu tetangga bahwa ia akan ke Bekasi menyusul istrinya.

Karena di tempat hajatan Amir tidak menemui Ety, ia menelepon Zulkarnaen memberi tahu bahwa Ety hilang. Keduanya lalu melaporkan ke polisi, termasuk menghilangnya M.

Menurut Ngadiyo, M adalah anak Nias. Seluruh keluarganya tewas saat tsunami menerjang Nias. Dua tahun terakhir, ia diangkat anak oleh Amir dan Ety.

Sejumlah warga, termasuk Hadi, mengatakan, sampai pukul 22.00 hari Minggu lalu, rumah Amir gelap tanpa penghuni. Mereka sempat melihat M tidur berpindah-pindah di emperan rumah warga. Saat berjalan, M seperti kebingungan. Warga lalu menitipkan M ke seorang guru mengaji sampai akhirnya dibawa ke Polsek Metro Ciracas hari Selasa kemarin.

→ 1 CommentKategori: kejahatan anak · kekerasan pada wanita · psikopat

Mahasiswi Trisakti Dibunuh di Apartemen Meditarenia Tower 2

September 20, 2009 · & Komentar

Mahasiswi Trisakti ditemukan tewas di Apartemen Meditarenia Tower 2,  Jakarta Barat, Sabtu tengah malam tadi. Diduga kuat, Novita Purnamasari jadi korban pembunuhan sekaligus perampokan.

Pasalnya di leher korban ada dua luka bekas tusukan senjata tajam dan di paha depan dan belakang. Sementara HP Blackberry nya hilang dan hingga sekarang sulit dihubungi.

Korban diduga dibunuh tiga hari lalu.Saat ditemukan tertelungkup di apartemennya Nomor 31 EJ sudah membusuk. Tidak itu saja, sejak Kamis lalu teman-teman dan keluarga sudah tidak bisa menghubungi gadis berusia 19 tahun ini lewat selulernya.

Olehkarena itulah, curiga ada apa-apa terhadap Novi beberapa temannya tadi malam sekitar pukul 24.00 mendatangi kamar Novi di Apartemen Mediterania tersebut.

Namun, baru saja mau masuk ke kamar korban, bau busuk langsung menyengat dari dalam . Hal itu lalu dilaporkan kepada keamanan apartemen.

Yakin ada yang tidak beres, kejadian itu juga dilaporkan ke Polres Jakarta Barat,

Polisi lalu membuka kamar tersebut dan ternyata Novi sudah menjadi mayat. Untuk pengusutan lebih lanjut jenazahnya dikirim ke RSCM

→ 2 CommentsKategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan · perampokan

Empat Teroris Tewas Ditembak Densus 88 Termasuk Nurdin Top … Horee

September 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan meskipun mastermind, pemimpin dan arsitek teroris sudah dapat dilumpuhkan, tapi tidak berarti sel-sel atau jaringan terorisme sudah menghentikan kegiatan atau gerakannya.

Itu disampaikan SBY dalam jumpa pers, semalam di Istana Negara, Jakarta, yang dimulai pukul 19:20 dan berakhir pukul 20:20 usai acara buka puasa bersama dengan wartawan di lingkungan Kompleks Istana Kepresidenan.

Menurut SBY masih diperlukan langkah pencegahan yang optimal dan terus mengejar bagi jaringan dan tokoh-tokoh yang sekarang masih dalam pencarian.

Sebagai Kepala Negara, kata SBY, dirinya memiliki perasaan (feeling)  bahwa banyak anak-anak Indonesia, putra-putri kita untuk melakukan aksi teror berikutnya lagi, termasuk dengan merakit bahan peledak. “Mereka menjadi teroris tetapi sesungguhnya mereka menjadi korban dari orang seperti mendiang Dr Azhari dan Noordin M Top,” kata dia.

Karena itu, tambah SBY, dirinya merasa prihatin atas generasi muda kita serta anak-anak kita menjadi korban teroris. Karena itu, ke depan perlu pendekatan dan langkah yang tepat, di mana dalam menangani teroris bukan hanya membarantas semata tapi juga mencegah dengan mengatasi akar dari permasalahan penyebab kejahatan teroris tersebut di Indonesia, di Asia Tenggara dan dunia.

Pada bagian lain dalam keterangannya SBY juga mengucapkan terima kasih Polri yang telah berhasil melumpuhkan mastermind, gembong dan arsitek teroris seperti Noordin M Top. Ini merupakan keberhasila yang harus kiat syukuri semua karena mastermind dari perencanaan pembunuhan atas dirinya telah tewas.

Empat orang diduga jaringan teroris tewas ditembak anggota  Densus 88 Antiteror Mabes Polri dalam aksi penggerebekan di satu rumah kontrakan di Kampung Kpeuh Sari, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Jawa Tengah. Empat mobil ambulan polisi sudah memasuki lokasi penyergapan dan mengevakuasi korban.

Keempat korban itu disebut-sebut 3 pria dan satu wanita. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian, termasuk  benar atau tidaknya ada korban maupun identitas sasaran tembak polisi itu.

Sebagai mana dimaklumi, penggerebekan ini berlangsung sejak pukul 23:00 Wib, sempat diwarnai suara tembakan dan ledakan yang kemungkinan dari bahan peledak atau sejenisnya. Suara ledakan itu terdengar ratusan meter dari lokasi.

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, didampingi sejumlah petinggi Mabes Polri, segera memberi keterangan pers tentang identitas 4 korban yang diduga teroris.

Keterangan berlangsung di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Kamis (17/9) sekitar pukul 16:00 Wib.

Sebelumnya diberitakan, dugaan yang mengarah satu dari empat jasad teroris yang tewas di Solo, Jateng, adalah Noordin M Top semakin kuat saat sejumlah pejabat negara dan petinggi Polri datang ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (17/9) siang, untuk melihat keempat jasad tersebut.

Pejabat yang datang antara lain Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, Menteri Perhubungan Jusman Safii Jamal dan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri. kendati belum ada pernyataan resmi terkait identitas keempat jasad terkait, namun santer dikabarkan kalau satu dari mereka adalah gembong teroris Noordin M Top.

Kapolri BHD hanya bisa mengangkat kedua jempolnya ketika sejumlah wartawan menanyakan kepastian telah tewasnya Noordin M Top. Dari balik kaca mobil dinasnya, orang nomor satu di Polri itu hanya tersenyum sambil terus mengangguk ketika pertanyaan tersebut dilontarkan kepadanya.

Sebagai mana diberitakan, 4 orang yang diuga teroris tewas ditembak anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri di kawasan Solo, Jawa Tengah, tadi pagi, setelah dikepung selama 6,5 jam lebih.

Suara tembakan seliweran yang diarahkan anggota Densus 88. hasilnya 4 tewas dan dua luka tembak. Hingga kini wartawan masih menunggu keterangan resmi soal kepastian identitas korban.

Selain itu, terdengar suara rentetan senjata yang diduga dilepaskan oleh anggota Densus 88 Antiteror. Sedangkan lokasi sudah dikosongkan dengan cara mengevakuasi warga sekitar ke lokasi aman.

Seperti di tempat penyergapan lain, usai sahur dan Salat Subuh, warga mulai berdatangan ke sekitar lokasi. Tujuannya, tidak lain untuk menyaksikan secara dekat penyergapan yang dilakukan anggota Densus 88.

Rumah kontrakan itu disebut-sebut Totok, dan sejak dua bulan lalu dihuni oleh Susilo alias Adeb dan kemungkinan menjadi tempat perseumbunyian Bagus Budi Pranata alias Urwah, satu di antara buronan Polisi pasca ledakan bom di JW Marriott dan Rizt Carlton, kawasan Megakuningan, Jakarta Selatan.

Mabes Polri memastikan korban tewas penggrebekan sarang teroris di Desa Kertosari Mojosongo Jebres Solo Jawa Tengah oleh tim Densus 88, empat orang tewas dan tiga hidup.

“Dua orang ditangkap siangnya yang masih selamat dan seorang perempuan juga masih hidup yang ada dalam rumah, namun dia sedang hamil atau tidak belum bisa dipastikan,” tegas Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Nanan Soekarna, Kamis (17/9).

Masalah detailnya siapa para korban , kata Nanan masih menunggu tim dari Solo. Sedangkan korban meninggal akan dibawa ke RS Polri untuk dilakukan pengecekan secara forensik agar bisa dipertanggung jawabkan.

Ia juga mengatakan di lokasi penggrebekan petugas menemukan delapan karung bahan peledak, granat maupun senjata. Diduga mereka terkait jaringan peledakan JW Marriot.

“Penggrebekan ini serangkaian terkait aksi terorisme dan rumah tersebut merupakan persinggahan yang disewa oleh Susilo,” sambungnya.

Nanan juga menambahkan jika korban tewas adalah seorang yang di DPO belum bisa memastikan. Sebab petugas masih akan melakukan tes DNA untuk memastikan para korban

Keluarga Bagus Budi Pranoto alias Urwah di Kudus Jawa-Tengah mengaku ikhlas bila salah satu anggota keluarganya itu akhirnya tewas dalam aksi penyergapan terhadap kelompok teroris di Solo , Rabu malam ( 16/9) . Hanya saja pihak keluarga sangat berharap jenasah Urwah bisa dikuburkan di Kudus .

Ismanto, ayah Urwah ketika dihubungi wartawan mengaku belum menerima kabar soal kematian anaknya . Ismanto juga belum yakin anaknya tewas dalam penyergapan terhadap kelompok teroris yang dilakukan Densus 88 Mabes Polri . ” Ya kalau dari empat korban tewas itu salah satunya anak saya Urwah , kami minta jasadnya bisa dikuburkan di Kudus , ujar Ismanto kepada sejumlah wartawan yang menemuinya pasca penggerebekan yang dilakukan di Kampung Kepuh Sari RT 3 RW 11, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo.

Dalam penggerebekan tersebut dilaporkan empat orang tewas . Menurut sumber empat korban tewas yang jasadnya langsung diterbangkan ke Jakarta itu adalah gembong teroris Noordin M Top , Bahridin , Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Susilo .

Menurut Ismanto, warga di Kudus juga tidak keberatan bila jasad Urwah dimakamkan di Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus , tempat asalnya. Hingga kini pihak keluarga masih berkumpul di rumah Ismanto untuk menunggu kepastian kabar tewasnya Urwah .

Selain pihak keluarga, sejumlah tetangga juga terlihat berada di rumah Ismanto

→ Tinggalkan KomentarKategori: terorisme

Anggota Brimob Aktif Mengeksekusi Sesama Anggota Brimob Demi Uang 2 Milyar

September 17, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, mengatakan, Kusdarmanto, tersangka upaya perampokan uang bank yang mengakibatkan tiga korban tewas adalah anggota brigade mobil (brimob) yang masih dinas aktif.

“Kami tidak susah menyimpulkan, pasti pelakunya salah satu kawan ketiga korban,” katanya didampingi Kepala Kepolisian Wilayah Kedu, Kombes Pol Agus Sofyan Abadi, dan Kepala Kepolisian Resor (Polres) Magelang, AKBP Mustaqim, di Magelang, Kamis malam.

Tersangka berusia 50 tahun yang berpangkat brigadir itu bertugas di Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tiga korban tewas dalam upaya perampokan di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta, di Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Selasa (15/9) sore itu adalah Arif Wirohadi (30), pegawai PT Kelola Jasa Artha (Kejar), perusahaan jasa pengangkut uang yang berkantor cabang di Yogyakarta.

Selain itu, Agus Sutrimo (27), sopir mobil kijang Isuzu Panther warna biru yang mengangkut uang sekitar Rp2,068 miliar milik Bank Danamon dari Magelang ke Yogyakarta, dan Brigadir Murdiyono, anggota Satbrimob Polda DIY, yang mengawal pengangkutan uang dengan mobil itu.

Tersangka, katanya, tidak sempat membawa kabur uang dari bagasi mobil karena relatif banyak warga berkerumun di lokasi kejadian setelah mendengar suara tembakan dari dalam mobil yang mengakibatkan mobil menabrak tiang telepon di tepi jalan itu.

Ia menjelaskan, tersangka menumpang mobil PT Kejar dari tempat parkir Bank Danamon Kota Magelang dengan singgah ke Bank Danamon Muntilan Kabupaten Magelang menuju Yogyakarta.

“Dia itu teman satu angkatan dengan korban Murdiyono, bahkan rumahnya ada di belakang korban, sehingga kenal baik, tidak kesulitan untuk meminta tumpangan,” katanya.

Polda Jateng berkoordinasi dengan Polda DIY untuk mengusut kasus itu dan menangkap tersangka pada Selasa (15/9) malam untuk selanjutnya pada Rabu (17/9) malam dibawa ke Markas Polres (Mapolres) Magelang.

Saat mobil PT Kejar melaju dari Magelang ke Yogyakarta, katanya, mobil Suzuki APV berwarna hitam yang dikemudikan kawan tersangka yakni Edy membuntuti. Hingga saat ini Edy yang warga Yogyakarta itu masih dalam pencarian polisi.

Ia mengatakan, perampokan telah direncanakan tersangka sejak sebulan lalu karena tersangka juga sering bertugas sebagai pengawal pengangkutan uang bank melalui PT Kejar.

Secara berturut-turut tersangka menembak Arif, Murdiyono, dan Agus, masing-masing di bagian kepala dari jarak relatif dekat.

“Beberapa lubang bekas tembakan di kaca mobil menunjukan bahwa tembakan dari dalam mobil, sembilan selongsong peluru ditemukan di dalam mobil, di dalam mobil itu ada empat orang yakni satu tersangka dan tiga korban. Saat berada di dalam mobil, senjata dititipkan Murdiyono kepada tersangka yang duduk di belakang sopir. Murdiyono duduk di sebelah kiri sopir,” katanya.

Setelah menembak para korban, katanya, tersangka membuang senjata laras panjang jenis AK 101 ke aliran Sungai Opak, Kalasan, Yogyakarta dan membakar seragam brimobnya di Desa Glagah Harjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.

Sejumlah barang bukti yang diamankan kepolisian antara lain senjata api, 13 butir peluru, sisa seragam brimob dengan berbagai atribut, telepon seluler, dan uang pecahan kertas Rp50 ribu dalam dua karung senilai Rp2,068 miliar.

Ia mengatakan, enam di antara tujuh saksi yang telah diminta keterangan polisi memastikan bahwa Kus adalah orang berseragam brimob berlumuran darah yang keluar dari mobil dengan nomor polisi B 8339 MW itu.

Tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati.

Pada Jumat (18/9) malam terlihat seorang pegawai PT Kejar di hadapan Alex dan wartawan membuka salah satu kantong uang yang masih berada di mobil Isuzu Panther yang kini diamankan di Mapolres Magelang.

Pada kesempatan itu Alex juga bertemu secara tertutup selama beberapa saat dengan Kus dalam kondisi tangan diborgol di ruang Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Magelang.

“Meskipun tersangka adalah oknum anggota polisi, tetap ditindak sesuai dengan aturan hukum, hukum harus ditegakkan,” katanya

→ Tinggalkan KomentarKategori: kebodohan · pembunuhan · perampokan · polisi korup