Cerita Kriminal

Dua Anggota Kelompok Sukabumi Ditembak Polisi … Sayang Tidak Mati

Mei 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dua anggota Kelompok Sukabumi ditembak polisi. Dasep dan Leo terpaksa didor karena menodong seorang wanita di Jl. Angkasa Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis (30/4) malam.

Menurut Kanit Reserse Polsek Kemayoran, Iptu Haryono, sekitar pukul 20.30 Ratna Juneti, 22, baru pulang dari rumah saudaranya di Jl, Angkasa dengan naik sepeda motor. Tiba-tiba wanita cantik itu didekati dua lelaki yang juga naik motor. Korban ditodong dan tas berisi uang Rp 3 juta dirampas.

Ratna warga Jl. Pintu Air Sawah Besar ini lalu melapor ke Polsek Metro Kemayoran. Dipimpin Haryono polisi mencari pelaku. Seprti diduga, kedua pelaku ada di Stasiun KA Kemayoran tengah membagi-bagi hasil curian.

Saat didekati polisi, mereka kabur meninggalkan motornya. Meski polisi melepaskan tembakan peringatan, penodong ini tetap kabur. Polisi lalu menembak kedua bandit jalanan itu sehingga tersungkur.

Dasep 25 dan Leo, 26, dikenal sebagai anggota Kelompok Sukabumi. Mereka mengaku sudah enam kali beraksi di wilayah Kemayoran dan tiga kali di Pantai Indah Kapuk Jakarta Utara

→ Leave a CommentKategori: perampokan

Dari Pemburu Koruptor Menjadi Pezinah Kemudian Pembunuh … Kisah Antasari Ketua KPK

Mei 2, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Perempuan cantik bernama Rani, menjadi tokoh penting dalam kasus terbunuhnya Nasrudin Zulkarnain. Skandal cinta segi tiga dan perselingkuhan diduga kuat sebagai pemicu kasus pembunuhan yang melibatkan orang-orang penting ini.

Sosok Rani Juliani,23, di kalangan para pejabat yang hoby bermain golf di padang golf Modernland, Tangerang, bukanlah sosok yang asing lagi. Wanita yang pernah menjadi pramugari serta caddy (pemungut bola) ini sebelum menjadi istri ke 3 Nasrudin, dikenal sebagai primadona.

Kedekatan direktur PT. PRB (Putra Rajawali Banjaran) Nasrudin dan Ketua KPK Antasary Azhar lantaran keduanya sama-sama hoby golf. Keduanya tercatat sebagai member di Padang Golf Modernland yang rutin dua hari dalam semingu bermain bersama di tempat itu.

Di arena itulah keduanya kenal dengan Rani Juliani yang kala itu masih bekerja sebagai caddy. Tak heran jika isu seputar hubungan Rani dan Antasari mencuat pasca penembakan terhadap Nasrudin. Kabar terkuaknya perselingkuhan itu lah yang disebut-sebut menjadi pemicu permusuhan antara Nasrudin dan Antasari.

Rani yang sempat diperiksa di Polres Tangerang dan Polda Metro Jaya kini hilang bak ditelan bumi. Sumber di padang Golf Modernland menyebutkan, Nasrudin dan Antasari kerap terlihat bermain bersama di tempat itu. Keduanya juga sering memakai jasa Rani sebagai caddy ketika mereka bermain.

“Rani memang pernah bekerja di tempat ini, dan ia sering memandu para pejabat yang bermain golf di sini,” ungkapnya.

DIKAWINI NASRUDIN
Sosok Rani yang berpenampilan menarik rupanya memikat hati Nasrudin saat itu. Belakangan wanita ini pun dijadikan istri oleh Nasrudin. Di tempatnya bekerja Rani memang dikenal sebagai pemandu golf favorit. Paras manis serta penampilannya yang sempurna menjadi daya tarik tersendiri.

Tak hanya Nasrudin, sejumlah pejabat pun dibuat terpana olehnya, tak jarang Rani kerap mendampingi para pejabat dan jenderal yang bermain golf di tempat itu termasuk Antasari. Namun rupanya keberuntungan berpihak kepada Nasrudin, perempuan cantik ini dikawini jadi istri ketiga.

Antasari sendiri tercatat anggota member di Padang golf itu sejak tahun 2007. Sebelum mengenal Nasrudin, Rani dikenal cukup dekat dengan ketua KPK tersebut. Namun staf Humas padang Golf Modernland, Dina Puspita Sari mengaku tidak tahu soal kedekatan antara Nasrudin, Antasari dan Rani di luar jam kerja.

“Kami memang harus dekat dengan member. Namun itu hanya sebatas profesional kerja. Jika di luar jam kerja saya tidak tahu kedekatan Rani dengan kedua orang itu,” ungkap Dina.

Isu yang berkembang menyebutkan, Rani yang pernah jadi pramugari itu juga sempat beberapa kali kencan dengan Antasari di Makasar, Sulsel. Kejadian itu diketahui oleh Nasrudin hingga kedua sahabat itu akhirnya bermusuhan.

BERHENTI BEKERJA
Rani Juliani tercatat sebagai caddy di Padang Golf Modernland sejak tahun 2007. Namun wanita kelahiran 1 Juli 1986 tersebut sempat berhenti. Rani kemudian kembali bekerja di tempat itu sebagai staf marketing.

Pada akhir Desember 2008, Rani kemudian kembali memutuskan untuk berhenti bekerja karena fokus ingin di tempat kuliahnmya di STMIK Raharja, Cikokol Tangerang. “Kami terakhir kontak telepon dengan Rani pada awal Januari 2009, setelah itu nomor Rani sudah tidak aktif lagi,” ungkap Dina.

Ketika Poskota mendatangi rumah Rani di Kampung Kosong, Kec. Pinang, Kota Tangerang, rumah bercat putih dan kuning itu terlihat kosong. Pasca pembunuhan Nasrudin, kedua orang tua Rani, Endang dan Ny Engkus, menghilang. Bahkan para tetangga pun tidak tahu dimana mereka kini. “Sejak kasus itu, Rani langsung menghilang.” Ungkap Teguh, tetangga.

Menurut salah satu tetangga, Rani memang sudah menikah secara siri dengan Nasrudin. Bahkan pada peristiwa penembakan tersebut, anak ketiga dari empat bersaudara tersebut sedang mengandung 4 bulan. “Waktu suaminya dibunuh, Rani sedang hamil 4 bulan,” ungkap tetangga yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Keluarga Rani memang dikenal jarang bergaul dengan para tetangga. Sebelum pergi, keluarga Rani hanya berpamitan pulang ke kampung halamannya di daerah Menes, Pandeglang, Banten.

Sementara itu rumah Antasari di Komplek Giri Loka 2, Perumahan BSD, Kabupaten Tangerang, kini dijaga ketat. Sejak di luar komplek, petugas keamanan melarang wartawan masuk

→ Leave a CommentKategori: pembunuhan · perzinahan · pns korup · psikopat

Masih Disekolah Dasar Sudah Pintar Berbohong dan Memperkosa Beramai-ramai Anak Gadis Teman Sekolah

April 17, 2009 · 3 Komentar

Tiga pelajar SD dilaporkan ke polisi karena diduga memerkosa teman satu sekolahnya, di Cematan Buay Madang, OKU Timur, Sumatera Selatan.

Korban, sebut saja Melati,10, penyandang cacat tuna rungu. Siswa SD kelas 3 Desa Negeri Ratu, OKU Timur, diperkosa temannya pada Selasa (14/4), seusai pulang sekolah.

Korban dicegat tiga teman satu sekolah yakni Irh,10, Cdr,13, dan Sah,11 dan diseret ke semak-semak, lalu diperkosa.

Pelaku diperiksa di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Namun, saat diperiksa, Cdr mengaku tidak melakukan perkosaan.

“Kami tidak melakukan yang itu. Kami balik sekolah sama-sama dan sempat mengganggunya dengan kata-kata. Dia lari pulang melewati jalan pintas,” katanya Cdr kepada polisi.

Untuk membuktikan perkosaan itu, Melati dibawa ayahnya ke Puskesmas untuk pemeriksaan. Dari hasil visum diketahui alat vital korban robek.

Kapolres OKU Timur AKBP ML John Mangundap SH SIK kepada wartawan di Martapura, Kamis, mengatakan, ketiga siswa SD yang dilaporkan memperkosa itu sudah diperiksa.

“Tiga orang siswa itu kita panggil untuk dimintai keterangan dengan didampingi orangtua dan pejabat desa,” katanya.

→ 3 CommentsKategori: kejahatan anak · kekerasan pada wanita · pelecehan seksual · psikopat

Bapak dan Anak Menyekap dan Memperkosa Anak Gadis Selama 2 Hari dan Kemudian Menawarkan Pada 7 Orang Teman Untuk Ikut Menikmati

April 6, 2009 · 2 Komentar

Tujuh pemerkosa gadis Mag,21, anak pensiunan polisi, ditangkap Satreskrim Polresta Bandung Barat, di Jalan Gempolsari Bandung, Minggu.

Dari tujuh tersangka yang kini ditahan, dua di antaranya bapak dan anak yang diduga kuat turut memperkosa. Tersangka yang ditangkap AK,47, SE,21, Ki,25, WR,36, YA,19, EP,24 dan ZA,35.

“Anak saya duluan yang memperkosa. Kemudian selang beberapa jam, giliran saya. Awalnya saya tak tahu kalau anak duluan mencicipi, saya pikir saya yang pertama setelah saya coba baru akan saya tawarkan pada anak saya, eh ternyata anak saya lebih jago” kata tersangka AK saat ditanya di Mapolwiltabes Bandung.

Korban diperkosa setelah disekap selama dua malam di kamar kontrakan. Buntut dari kasus ini, tersangka AK menyarankan kepada anaknya SE mempertanggungjawabkan perbuatannya karena SE lah yang menikmati keperawanan korban.

“Mudah-mudahan anak saya mau menikahi korban sebagai rasa tanggungjawab, sehingga saya tidak perlu dipenjara karena hal sepele macam ginian.” kata AK yang berprofesi sebagai pengakut sampah.

MEREBUT HP
Kasat Reskrim Polresta Bandung Barat, AKP Reynold Hutagalung menjelaskan, pemerkosaan terjadi 20 Maret lalu, saat korban melewati kamar kontrakan KI di Jalan Gempolsari Bandung.

Dalam pemeriksaan, kata Kasat Reskrim, tersangka Ki mengaku memperkosa korban dua kali dalam satu jam karena korban tetap telanjang sambil menangis dan tidak segera mengenakan pakaiannya setelah selesai diperkosa hingga nafsunya bangkit kembali. Kemudian dia menawar-nawarkan korban ke tersangka lain.

Usai memperkosa, para tersangka kabur. Dalam kondisi sempoyongan, korban pulang ke rumah orangtuanya.

Korban melaporkan ke Polresta Bandung Barat. Tim polisi menangkap ketujuh tersangka. Tersangka dijerat pasal 285 dan pasal 332 atau pasal 55 KUH Pidana, ancaman hukuman 12 tahun penjara.

→ 2 CommentsKategori: kekerasan pada wanita · pelanggaran HAM · pelecehan seksual · pemerkosaan · penculikan · perzinahan · psikopat

Seroang Gay Di Kota Serang Beraksi Dengan Memperkosa Mensodomi Siswa SMU Pria Serta Menularkan Penyakit Kelaminnya

April 5, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Diduga melakukan sodomi terhadap seorang pelajar, Tim Reskrim Polres Serang menangkap MS,31, seorang pegawai swasta yang tinggal di Taman Krakatau, Kabupaten Serang, Banten.

Tersangka ditangkap karena dituduh menyodomi korban AS,16, seorang pelajar SMK yang tinggal di Desa Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Keterangan yang dihimpun, peristiwa itu terungkap setelah korban mengalami penyakit kelamin. Orangtua korban yang curiga, sempat menanyakan penyebabnya. Korban mengaku disodomi tersangka.

Aksi sodomi terhadap korban, dilakukan di dalam mobil tersangka. Perbuatan itu dilakukan sejak bulan November 2008 hingga Februari 2009.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Sofwan Hermanto melalui Kanit RPK, Ipda Herlia, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Tersangka ditangkap setelah polisi mendapat laporan dari keluarga korban.

→ Leave a CommentKategori: gay dan lesbian · paedofilia · pelecehan seksual · pemerkosaan

Hukuman Anggota DPR Terhormat Ditambah Karena Terbukti Korupsi dan Berzinah

April 4, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memperberat hukuman mantan anggota Komisi IV DPR, Al Amin Nasution, dari 8 tahun menjadi 10 tahun serta mantan Ketua Subkomisi Perbankan Komisi IX, Anthony Zeidra Abidin, dari 4,5 tahun menjadi 5 tahun.

Sementara itu, hukuman Hamka Yandhu tidak berubah, tetap tiga tahun penjara.

Humas PT DKI Jakarta Madya Suhardja, Jumat (3/4), menjelaskan, putusan ini dijatuhkan pada Kamis (2/4) oleh majelis hakim yang terdiri dari Yanto Kartonomulyo, Madya Suhardja, Suryadjaja, Hadi Widodo, dan Abdurrahman Hasan.

Menurut Madya, pertimbangan majelis hakim memperberat hukuman Al Amin dan Anthony karena keduanya—sebagai anggota DPR yang terhormat—aktif meminta uang. Seperti diketahui, Al Amin terbukti menerima uang dalam perkara alih fungsi hutan di dua lokasi, yaitu Kabupaten Bintan (Kepulauan Riau) dan Tanjung Api-api (Sumatera Selatan). Sementara itu, Anthony terkait dengan penerimaan uang Rp 28,5 miliar oleh anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dari Bank Indonesia.

Selain itu, tutur Madya, penambahan hukuman dua tahun untuk Al Amin juga disebabkan oleh tertangkapnya Al Amin bersama perempuan yang bukan istrinya. ”Selaku anggota DPR yang terhormat, itu tidak bermoral,” ujar Madya.

Dalam putusannya, lanjut Madya, majelis banding tidak memerintahkan pembayaran uang pengganti kepada Al Amin ataupun Anthony. Dalam perkara Al Amin, hakim menilai tidak ada unsur kerugian negara. Adapun dalam perkara aliran dana BI, hukuman uang pengganti tidak diberikan karena Anthony dan Hamka sudah mengembalikan uang yang diterima.

Kuasa hukum Al Amin Nasution, Sira Prayuna, saat dikonfirmasi, mengaku belum dapat memberikan komentar atas putusan majelis banding tersebut. Pihaknya akan meminta salinan putusan terlebih dahulu ke PT DKI Jakarta dan akan mempelajarinya.

Hal senada juga dikemukakan oleh Maqdir Ismail, pengacara Anthony Zeidra. Maqdir mengaku terkejut atas putusan PT DKI Jakarta. Ia mempertanyakan pertimbangan hukum yang digunakan majelis banding sehingga memperberat hukuman kliennya.

Peneliti hukum Indonesia Corruption Watch, Febri Diansyah, mengaku setuju dengan penambahan hukuman yang dijatuhkan PT DKI. Ia menilai pejabat publik yang melakukan kejahatan sudah seharusnya mendapat hukuman lebih berat.

Dalam kasus wakil rakyat, ia menilai ada unsur pengkhianatan terhadap pemilih

→ Leave a CommentKategori: korupsi · perzinahan · prostitusi · psikopat

Hati Hati Semakin Banyak Orang Yang Tidak Tahu Berterimakasih Dan Membunuh Orang Yang Menolongnya

April 4, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang perampok yang mengambil bahan pangan, arloji, dan telepon genggam nekat membunuh dua orang sekaligus. Kedua korban yang merupakan ayah dan anak itu tewas seketika di tempat kejadian di Jalan Situ Gde Raya RT 07 RW 02, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (2/4) pukul 23.30.

Kedua korban itu, Tableg Poedjianto (67), dan putri bungsunya, Rika Rahma Tyasningrum (10), telah dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jumat (3/4). Sementara istri korban, Siti Ngadawiah alias Titin (42), saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Pasar Rebo karena mengalami luka tusuk di empat bagian tubuhnya.

Selain itu, rambut Titin juga sebagian terlepas karena ditarik paksa oleh pelaku. Tersangka pelaku perampokan itu, Atep (37), dapat ditangkap warga. Seluruh wajahnya merah dan memar karena dikeroyok warga.

Perampokan yang dilakukan Atep terhadap pengacara yang praktik di wilayah Cileungsi ini sangat ironis. Masalahnya, Atep yang sehari-hari berjualan kapas kecantikan dengan berkeliling ini sering menitipkan dagangannya ke warung milik Tableg. Dia juga sering menumpang istirahat di warung itu.

Dari penuturan warga, Atep masuk ke rumah Tableg dengan cara mencongkel jendela dan membongkar teralis. Sebelum masuk ke rumah, Atep juga membongkar warung milik Tableg dan mengambil rokok, odol, sabun mandi, dan sebagainya ke dalam kardus.

Rupanya kelakuan Atep ini dipergoki Tableg yang tidur di ruang tengah bersama Rika. Atep pun langsung menyerang Tableg dengan tujuh tusukan dari pisau dan celurit. Rika yang terbangun juga ditusuk dan dibanting ke lantai.

Titin yang tidur di kamar terbangun dan ke luar kamar. Namun, dia pun diserang Atep. Titin yang melihat suaminya ditusuk berlari kembali masuk ke kamar, tetapi Atep melukainya. Dari kamar yang dikunci, Titin menelepon tetangga minta tolong. Tetangga datang dan menangkap Atep.

→ Leave a CommentKategori: pembunuhan · perampokan

Mayat Wanita Dengan Kedua Payudara Ditembak Ditemukan Di Pinggir Jalan Tol Kebon Nanas

April 4, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mayat wanita korban pembunuhan ditemukan dalam karung di pinggir pintu tol Kebon Nanas, Tangerang, Jumat (3/4). Di tubuhnya terdapat luka sayatan dan tusukan, bahkan di kedua buah dadanya terdapat dua lubang seperti bekas tembakan.

Dede Sulaeman, 40, yang pertama kali menemukan karung berisi mayat wanita tersebut. Dede yang berprofesi sebagai satpam curiga saat melihat karung plastik teronggok di pinggir jalan. Rasa penasaran memicu warga Serpong, Tangerang, ini untuk mendekati karung berwarna putih itu. Bau anyir langsung tersengat begitu karung didekati.

“Setelah saya periksa ternyata isinya mayat,” ujar Dede yang langsung memanggil warga sekitar. Dalam sekejap, ratusan warga Kampung Kebon Mangga, Kelurahan Panungganga, Cipondoh, Tangerang, berkumpul di lokasi.

Petugas Polsekta Cipondoh yang datang ke TKP memeriksa mayat yang diperkirakan berusia antara 30-40 tahun itu. Hasil identifikasi petugas menyebutkan, korban memiliki rambut pendek, tinggi sekitar 155 cm, dengan berat badan 50 kg.

Kulitnya yang berwarna putih dihiasi sejumlah luka sayatan dan tusukan. Terkait dua lubang di kedua buah dadanya yang seperti luka bekas ditembak, Kapolsek menegaskan kalau luka tersebut akibat terkena senjata tajam. “Itu luka tusuk, kalau ditembak lukanya akan tembus ke belakang,” jelasnya.

Ia menambahkan, korban diduga dibunuh di tempat lain setelah itu jasadnya yang dikemas dalam karung dibawa menggunakan mobil lalu dilempar dari atas tol. .”Saat ini kami masih mengusut identitas korbannya setelah itu baru mengarah ke pelaku,”jelasnya.

Guna keperluan penyelidikan, jasad wanita malang itu selanjutnya dibawa ke RSUD Tangerang untuk diautopsi. Kapolsek mengimbau warga yang merasa kehilangan keluarganya agar melapor ke Polsek atau melihat mayatnya di RSUD.

→ Leave a CommentKategori: kekerasan pada wanita · pembunuhan · penganiayaan

Seorang Ayah Dan Ibu Bekerjasama Menjadikan Anak Kandungnya Budak Seks Keluarga

April 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Malang nian nasib Bar. Gadis usia 10 tahun ini tidak hanya jadi budak seks ayah kandungnya. Selama dua tahun! Dia juga sering disiksa ibu yang melahirkannya.

Memang perbuatan suami istri ini sungguh keterlaluan. Ditakut-takuti akan menjadi anak durhaka, bocah perempuan 10 tahun dipaksa melayani nafsu bejat ayah kandungnya,Parahnya, sang ibu yang mengetahui kejadian itu, justru mendiamkannya.

Geram terhadap perbuatan keluarga itu, warga setempat berbondong-bondong melaporkannya ke polisi. Kedua orangtua bejat itu lalu dicokok polisi dari rumahnya di kawasan Lubang Buaya, Jaktim, Rabu (1/4) malam.

Tersangka Sad, 32, sopir angkutan umum ini kini mendekam di tahanan Polres Metro Jaktim. Begitu pula NP, istrinya. Sedangkan Bar, sulung dari tiga bersaudara bakal adi tanggungan negara.

Warga Lubang Buaya, sebenarnya sudah lama curiga melihat tingkah Bar. Bocah perempuan hitam manis itu sering menyendiri di luar rumah, sekalipun hari hujan. Ia juga tampak ketakutan saat ayahnya berada di rumah. “Kalau ada bapaknya, Bar tak berani masuk rumah,” ungkap Era, warga setempat.

Sekali waktu, seorang kerabat pasangan itu menyampaikan ucapan NP yang mengaku suaminya sering mencabuli Bar. Bahkan, pedagang sayur itu mengatakan lebih baik kehilangan anaknya daripada harus kehilangan suaminya. Mendengar hal itu, warga geram. Namun, mereka tak berani bertindak karena tak ada bukti.

Minggu (31/3) siang, warga melihat Bar di luar rumah seperti orang bingung. Warga memanggilnya. Semula, bocah itu tak mau bercerita. Namun, setelah seorang ibu tetangganya membujuk, tangisnya meledak. Ia mengaku telah ditiduri ayahnya sejak dua tahun lalu saat umurnya masih 8 tahun.

Setelah mendapat pengakuan dari korban, sejumlah ibu rumah tangga melaporkannya ke tokoh masyarakat setempat. Tanpa sepengetahuan bapak-ibunya, Rabu (1/4) siang, sejumlah warga membawa Bar ke Polres Metro Jaktim. Bocah itupun divisum di RS Polri Kramatjati.

Seharian anaknya tak pulang, NP dan Sad mencari-cari Bar. Namun, tetangga menutupinya dengan mengatakan Bar tengah main.

Pasangan itu tak berkutik saat sejumlah polisi dipimpin Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) AKP Grace Harianja meringkus keduanya di rumahnya, Rabu (2/4) sekitar Pk. 22:00.

“Ibunya mengetahui tindakan suaminya namun hanya mengingatkan agar suaminya tak bertindak gila,” jelas Era.

Bukannya mencegah aksi bejat itu, NP malah memperlakukan Bar layaknya seorang pembantu. Bocah yang berhenti sekolah saat duduk di kelas 4 SD itu setiap hari harus mencuci, memasak dan memomong dua adik perempuannya berusia 5 tahun dan 3 tahun. “Kalau marah, ibunya menjambak rambut Bar. Jika anaknya jatuh, ibunya menginjak bahkan menyiram air ke anaknya,” jelas Ny, Limah, warga lainnya.

MENJADI ANAK NEGARA
Menurut Grace, pelaku yang sering mabuk mengaku khilaf saat mencabuli anaknya. Ia pun dituduh melanggar Pasal 81 UU Perlindungan Anak tentang pencabulan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Selain itu, ibu korban juga terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp100 juta karena melanggar pasal 78 UU Perlindungan Anak No:23/2002 dengan membiarkan korban yang seharusnya mendapat pertolongan.

Wanita yang telah tiga kali menikah ini mengaku membiarkan aksi suaminya lantaran khawatir suaminya masuk penjara hingga tak ada yang mencari nafkah.

“Saat ini korban dalam kondisi sangat trauma,” ungkap Grace. “Karena kedua orangtuanya bersalah maka korban bisa menjadi anak negara dan menjadi tanggungan negara.

Ketua Komnas PA (Komisi Nasional Perlindungan Anak), Seto Mulyadi, mengatakan polisi seharusnya juga membawa korban untuk memulihkan kondisi psikologisnya. “Ia bisa tinggal di Rumah Perlindungan Anak di Bambu Apus,” jelasnya.

Menurut Seto kemiskinan bukan alasan untuk melakukan pelanggaran terhadap anak. Ia mengatakan niatnya untuk bertemu dengan korban dan kedua adiknya.

→ Leave a CommentKategori: kekerasan pada wanita · paedofilia · pelanggaran HAM · pelecehan seksual · pemerkosaan · perzinahan · psikopat

Pengacara Mantan Anggota RPKAD dan Anak Gadisnya Tewas Dirampok

April 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Rumah dirampok, pengacara dan anak perempuannya tewas dibantai garong yang dipergoki masuk rumahnya di Jl. Situ Gede Raya, Jaktim. Istri korban kritis dengan luka bacok di kepala dan punggungnya.

Tableg Poedjianto, 65, dan Rika Rahmatyasningrum, 10, diotopsi di RS Polri Kramatjati. Siang ini keduanya akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.
Sedangkan Siti Ngadawiyah, 42, dirawat di RS Pasar Rebo dalam keadaan kritis. Atep, pelaku, ditahan di Polsek Ciracas.

Perampokan terjadi sekitar Pk. 23:30 saat pengacara yang juga mantan anggota RPKAD berpangkat kapten ini tengah tiduran bersama anaknya di kasur depan televisi ruang keluarga. Atep yang masuk dengan melompat pagar depan mendapatkan pisau dari tempat cuci piring dan clurit di dekat warung rumah korban.

Pelaku memasukkan sabun, odol serta rokok dalam kardus lalu membongkar jendela dan membuka tralis jendela. Mengambil tiga arloji dan empat HP, pelaku menuju ruang keluarga. Tableg terbangun kaget mendapati garong masuk rumah. Pria tinggi besar itu langsung dibacok berkali-kali. Rika yang melihat ayahnya dianiaya terbangun juga dibacok berkali-kali.

Mendengar keributan, Siti keluar dari kamarnya. Namun, garong menghadangnya. Siti berbalik untuk lari namun pelaku menarik rambutnya lalu membacok kepala dan punggungnya. Selanjutnya, korban masuk kamar mandi yang berada dalam kamar utama itu.

Pelaku kabur dengan melewati warung lalu lompat pagar. Warga yang melihatnya langsung berlari mengejar. Ia diringkus saat akan memanjat pagar Kantor Urusan Agama Jl. PKP, sekitar 100 meter dari rumah korban. Polisi yang datang sempat melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa.

→ Leave a CommentKategori: pembunuhan · perampokan