ABG 15 Tahun Di Perkosa Ramai Ramai Oleh 3 Pemuda Selama 2 Hari

Sat Reskrim Polres Wonosobo menangkap 3 pemuda tanggung yang telah menyekap seorang gadis dibawah umur selama 2 hari. Selain disekap, gadis malang berusia 15 tahun itu juga diperkosa berkali-kali. Peristiwa ini terjadi di kediaman salah satu pelaku di Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Bermula ketika korban hendak berbelanja di Pasar Kertek untuk membeli sayuran lalu bertemu pelaku bernama AG yang masih buron.

“Pada 28 Oktober pagi, korban berkenalan dan dilanjutkan dengan bertukar nomor HP. Sorenya, korban mendapat SMS dari AG diajak bertemu. AG dan korban lalu bertemu, dan menyuruh korban membonceng motor menuju rumah pelaku lainnya bernama AZ di Kalikajar,” kata Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Suharjono melalui siaran pers pada detikcom, Jumat (7/11/2014).

Rumah tersangka AZ diketahui kerap sepi karena kedua orangtuanya bercerai dan tinggal di luar kota. Di rumah AZ telah ada pelaku lainnya yaitu AS, MT dan AR. “Korban langsung disuruh masuk kamar sementara 5 pelaku mengobrol di ruang tamu. Pada pukul 23.00 WIB, pelaku AG masuk ke dalam kamar dan melucuti baju korban. Karena kalah tenaga, korban tak kuasa melawan hingga akhirnya telanjang dan disetubuhi oleh pelaku AG,” ujar Suharjono.

Korban pun tertidur pulas usai disetubuhi oleh AG karena lelah, dan pada pukul 03.00 WIB ia keluar kamar. Pelaku AG lalu menyuruh pelaku MT masuk ke kamar di mana korban tertidur dan lemas karena kecapaian sehabis dipaksa melayani nafsu AG.

“MT pun masuk dan bergantian menyetubuhinya. Seolah tidak cukup dengan hal itu, 3 pelaku lainnya bergantian mencabuli korban meskipun tidak sampai menyetubuhinya. Malam harinya, pelaku AG kembali menyetubuhi korban sebanyak 2 kali hingga pada Kamis 30 Oktober pukul 10.00 WIB korban dipulangkan oleh pelaku AZ,” ujar Suharjono.

Sesampai di tempat korban, ternyata kedua orangtuanya sudah mengetahui hilangnya anak mereka. Korban yang dicecar pertanyaan dari orangtuanya lalu bercerita soal peristiwa keji yang ia alami selama 2 malam.

“Orangtua korban tidak terima lalu lapor ke Polres Wonosobo. Penindakan dilakukan dan menangkap AZ, MT dan AS, sementara AG dan AR buron. Motif mereka menjawab terinspirasi video porno,” ujar Suharjono.

Ketiga pelaku terancam Pasal 81 atau Pasal 82 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara. Kapolres Wonosobo melalui Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP M Taat Resdianto menyampaikan keprihatinannya atas kasus ini.

“Baik korban dan pelaku kesemuanya di bawah umur. Tentunya ini menjadikan keprihatinan kita semua di mana anak di bawah umur mencabuli bahkan menyetubuhi rekan sebayanya. Untuk itu kami mengimbau kepada para orang tua untuk semakin meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai anak anak kita menjadi korban maupun pelaku kejahatan seperti ini,” ungkapnya.

“Ke depannya kita akan koordinasikan dengan dinas terkait untuk melaksanakan penyuluhan dan pembinaan terhadap anak di bawah umur untuk mengantisipasi kejadian seperti ini berulang,” tutup Kasubbag Humas.

Anton Dipukuli Warga Karena Rekam Wanita Mandi Di Mess Jalan Cilacap Menteng

Aksi Anton sudah keterlaluan. Dia merekam LU (20) yang sedang mandi dengan menggunakan kamera handphone (HP). Beruntung, kelakuan Anton ketahuan sebelum video tersebut menyebar luas. Informasi yang dihimpun (16/10), aksi tersebut dilakukan pagi tadi sekitar pukul 10.30 WIB di sebuah mess di Jalan Cilacap, Menteng, Jakarta Pusat.

Saat itu, LU sedang mandi dan mencurigai ada kantong plastik di dalam kamar mandi. Setelah diperiksa ternyata ada sebuah handphone yang tersembunyi. LU pun mengecek, dan betapa kagetnya ternyata saat sedang mandi sudah terekam selama 10 menit oleh HP itu.

LU selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke teman-temannya. Setelah dicek, HP tersebut ternyata milik Anton, teman satu mess. Ketika ditanya, Anton sempat mengelak, namun setelah dipukuli oleh teman-temannya barulah dia mengakunya.

Akhirnya Anton dibawa ke Polsek Menteng untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurut Anton, dia melakukan hal tersebut hanya untuk iseng-iseng saja. Selanjutnya video tersebut dihapus sebelum ada yang menyebarkan lebih luas.

ABG Umur 17 Tahun Di Rampok dan Diperkosa Didepan Orangtuanya

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, demikian ungkapan yang dialami SA (49) seorang Petani di Kecamatan Peranap kabupaten Indragiri Hulu ini. Selain menjadi korban perampokan, anak gadisnya pun diperkosa. Tragisnya lagi pemerkosaan tersebut dilakukan pelaku di depan mata kepalanya sendiri.

Todongan senjata tajam berupa parang di lehernya membuat SA tak mampu melawan tak pasrah atas perbuatan bejat para pelaku. Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Kamis (3/7) mengatakan, korban SA (49) yang berprofesi sebagai petani tersebut mengalami perampokan di rumahnya saat tengah tertidur pulas.

“Kasus ini terjadi pada Senin (1/7) lalu sekitar Pukul 01.30 WIB dini hari menjelang sahur, di Blok C Desa P Wangi Kecamatan Peranap kabupaten Inhu, saat ini petugas tengah memburu para pelaku,” kata Guntur.

Peristiwa tersebut bermula saat SA tengah tertidur lelap dikejutkan dengan suara gaduh pintu rumahnya, yang didobrak oleh pelaku. Saat keluar kamar SA langsung ditodong senjata berupa sebilah parang oleh 4 pelaku menggunakan penutup wajah (Sebo). Lalu korban disuruh tiarap oleh para pelaku ini. Mendengar suara ribut itu, istri korban MA (47) kelur dari kamar, dan saat itu istrinya juga ditodong senjata lalu disuruh tiarap agar tidak melakukan perlawanan.

Sebagian pelaku memeriksa kamar yang lain, di sini pelaku melihat anak gadis SA berinisial JP (17 tahun) yang sedang tertidur pulas. Melihat paras cantik sang anak, para pelaku melampiaskan nafsu bejatnya dengan memperkosa JP secara bergiliran di hadapan kedua orangtuanya.

Tak ayal SA sebagai ayah tak mampu melawan dan menyelamatkan kesucian anak gadisnya lantaran dia dan istrinya juga di bawah ancaman senjata tajam. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, para pelaku menggiring JP ke ruang tengah dan menyuruh tiarap bersama kedua orangtuanya.

Melihat korbannya sudah dapat dikendalikan, keempat pelaku ini selanjutnya memulai aksinya dengan mengobrak-abrik seisi rumah dan mengambil 1 buah mesin sainsaw, 1 buah ketam, 1 buah dompet berisi uang Rp 100 ribu, dan 1 buah Handphone.

“Pelaku di perkirakan berjumlah 4 orang, dengan 2 orang di antaranya mengenakan Sebo penutup wajah. Korban sudah dimintai keterangannya, dan saat ini petugas tengah melakukan pencarian terhadap pelaku,” pungkas Guntur.

Abdul Aziz Gorok Istri Tetangga Yang Ditinggal Sumai Keluar Kota Karena Sang Istri Tidak Rela Diperkosa

Devita Sari (32) warga Pajarakan, Probolinggo, Jawa Timur yang sedang ditinggal suaminya keluar kota harus mengalami nasib buruk lantaran rumahnya didatangi pencuri yang tidak lain adalah tetangganya sendiri Abdul Aziz (24). Menurut Kapolsek Pajarakan AKP Sugeng Wikhanto kejadian pencurian ini terjadi pada hari Sabtu (7/6) malam. Pelaku berhasil menggasak uang tunai sejumlah Rp 600 ribu dan juga STNK motor milik korban.

“Benar ada kejadiannya, pencurian itu dilakukan Abdul Aziz yang merupakan tetangga korban sendiri Devita Sari. Pelaku mencuri uang tunai Rp 600 ribu dan STNK korban,” Ujar Sugeng saat dikonfirmasi, Senin (9/6).

Sugeng mengatakan adanya kasus ini lantaran adanya laporan dari warga yang mendatangi TKP karena mendengar teriakan korban saat kejadian. Setelah dapat laporan tersebut polisi langsung kesana dan menangkap pelaku yang sedang berusaha melarikan diri. “Setelah dapat laporan warga adanya kasus pencurian tersebut polisi langsung ke TKP dan mengusut kasus tersebut, namun korban tidak bisa dimintai keterangan lantaran dalam keadaan kritis. Kami sudah tangkap pelakunya dan sekaligus meminta laporan dari warga,” ujar Sugeng.

Sugeng mengungkapkan, kronologi kejadian berawal dari pencurian yang dilakukan Abdul Aziz, seusai mencuri pelaku melihat korban yang sedang tertidur. Saat melihat korban yang tertidur, dia tergoda dan berniat untuk memperkosa korban. “Setelah menjalani aksinya menurut keterangan dari pelaku dia tergoda melihat keindahaan tubuh korban yang sedang tertidur dan akan memperkosanya,” ujar Sugeng.

Saat akan diperkosa, menurut Sugeng, korban terbangun dan kaget bahwa Abdul Aziz menodongnya dengan pisau lipat. Pelaku mengancam korban akan dibunuh apabila berteriak saat akan diperkosa olehnya, namun nahas korban tetap berteriak sehingga warga mendatangi rumah korban.

“Korban yang mau diperkosa digorok pakai pisau lipat karena dia teriak minta tolong pada warga,” ujar Sugeng. Setelah kejadian itu pelaku tidak bisa melarikan diri karena dikepung oleh warga. Setelah polisi tiba di TKP, polisi langsung melumpuhkan pelaku lantaran saat akan ditangkap dia memberikan perlawanan. “Kami terpaksa lumpuhkan karena dia melawan saat akan ditangkap,” ujar Sugeng.

Kini korban sedang menjalani pemeriksaan di rumah sakit Waluyo Jati Kraksaan sekaligus menjalani proses visum untuk mengetahui adanya dugaan pemerkosaan atau tidak. Sedangkan pelaku kini mendekam di tahanan untuk menjalani proses penyidikkan.

Gadis ABG Diperkosa Kakek Setelah Kemaluannya Diolesi Minyak Goreng

Nasib miris dialami RS (11) setelah menjadi korban perkosaan yang dilakukan tetangganya sendiri, Sa (55). Kasus itu pun dilaporkannya ke SPKT Polresta Palembang, Rabu (28/5). Di hadapan petugas, RS yang tinggal di Jalan Gubernur HA Bastari, Lorong Baru, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, menuturkan, peristiwa itu dia alami saat bermain dengan anak pelaku berinisial Rk (11) di sekitar rumah pelaku yang tak jauh dari rumahnya, Selasa (27/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Ketika sedang asyik bermain, korban dipanggil pelaku untuk ke rumahnya. Tiba di rumahnya, korban diberikan makanan. Kemudian, pelaku mengajaknya ke kamar. Korban kaget. Sebab, dia diancam dengan pisau oleh pelaku. Pelaku pun melucuti pakaiannya hingga bugil. Korban yang terpojok, hanya pasrah terhadap nasib yang dialami.

Begitu korban sudah di bawah tekanan, pelaku mengambil minyak sayur. Lalu dia oleskan ke kemaluan korban dan di bagian belakang. “Saya tidak bisa apa-apa. Kakek Sa langsung ‘gitukan’ saya setelah dioleskan minyak sayur. Tapi masih sakit. Habis itu saya disuruh pulang,” ungkap RS didampingi bibinya saat melapor.

Perbuatan bejat kakek empat cucu itu baru diketahui ketika bibi korban heran keponakannya mengeluh kesakitan saat buang air kecil. “Saat itu RS mau pipis, dia mengeluh sakit. Lalu saya tanya, RS kemudian bercerita jujur bahwa sudah diperlakukan cabul oleh dia (pelaku),” ungkap MS, bibi korban.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang Ipda Imelda mengungkapkan, berdasarkan hasil laporan dan visum, terlihat ada kekerasan seksual terhadap korban. Atas laporan itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan pelaku dan saksi lainnya.

“Pelaku akan segera kita panggil untuk diperiksa. Jika tidak bersedia, akan kita jemput di kediamannya” tukasnya.

Gadis SMA Situbondo Diperkosa Beramai Ramai Selama Dua Hari Oleh 9 Orang dan Disyuting Video

Pelaku kejahatan seksual yang menimpa siswi SMA di Situbondo bertambah jadi 9 orang. Mereka memperkosa gadis 17 tahun itu secara bergiliran dalam 2 hari. Hari pertama, siswi berparas manis itu digilir 6 pemuda setelah dicekoki miras, di sebuah rumah di Kecamatan Panarukan. Hari berikutnya, ada empat pelaku yang menggilir korban di rumah Desa Paowan Kecamatan Panarukan. Aksi bejat hari kedua itu melibatkan tiga pelaku baru, dan satu pelaku yang ikut menggilir korban di hari pertama.

“Jadi pelakunya ada 9 orang. Sebanyak 5 orang berstatus pelajar, 3 orang nelayan, dan 1 pekerja bengkel,” kata AKP Wahyudi, Sabtu (24/5/2014). Kasubbag Humas Polres Situbondo itu menambahkan, hingga kini baru satu orang pelaku yang sudah diamankan. Pelaku ini berstatus pelajar dan ikut menggagahi korban di hari kedua. Sementara 8 pelaku lainnya masih buron.

“Hari pertama itu dilakukan 2 pelaku berstatus pelajar, 3 nelayan dan 1 pekerja bengkel. Hari kedua dilakukan 3 pelajar yang berbeda dengan hari pertama, dan 1 nelayan yang ikut melakukan di hari pertama,” terang AKP Wahyudi. Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, aksi kejahatan seksual 9 pemuda itu terjadi dalam satu rangkaian. Setelah puas melampiaskan aksi bejatnya di hari pertama, salah satu pelaku berinisial JN, profesi nelayan, bercerita ke tiga rekannya berstatus pelajar.

Ketiganya pun sontak tertarik untuk ikut melakukannya terhadap korban. Hanya saja, modus di hari kedua itu berbeda dengan yang dilakukan dengan hari pertama, yakni mencekoki korban dengan miras. Di hari kedua, pelaku mengancam korban akan menyebarkan rekaman video kejadian hari pertama ke rekan-rekannya

Takut dengan ancaman itu, korban pun akhirnya menurut saja saat salah satu pelaku menjemputnya ke terminal Situbondo. Korban langsung dibawa ke sebuah rumah di Desa Paowan Kecamatan Panarukan. Di tempat itulah korban kembali digilir oleh empat orang pelaku.

“Semua identitas pelaku sudah kami kantongi. Kami mengimbau sebaiknya mereka menyerah saja. Jika tidak, anggota kami akan terus memburunya,” tegas AKP Wahyudi. Sebelumnya, seorang pelajar setingkat SMA di Situbondo ditangkap polisi di sekolahnya, Sabtu (24/5). Pelajar kelas X itu terindikasi terlibat kasus perkosaan terhadap seorang siswi SMA di Situbondo.

Saat beraksi, pelaku tidak sendirian. Tetapi menggilir korban bersama 3 orang temannya yang hingga kini masih buron. Dua di antara pelaku yang kabur itu juga berstatus pelajar. Sementara satu pelaku lagi berprofesi nelayan.

Albino Bunuh WNA Wanita Asal Korea Selatan Karena Ditagih Hutang

Albino tersangka pembunuhan WNA asal Korea Selatan, bernama Mis Lim (51) yang mayatnya ditemukan tanpa kepala di RT 1/2 Kampung Sela, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Minggu (16/3/2014), diketahui pembunuhan terjadi karena masalah utang.

Hal itu diutarakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Selasa (25/3/2014) di Mapolda Metro Jaya.
“Yang jelas ALB (Albino) dia mengakui terakhir bertemu korban dan dia melakukan pembunuhan. Saat ini informasi belum sempurna, pelaku dalam perjalanan ke rumah korban di Bekasi,” ungkap Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan pada penyidik, Albino mengaku ia melakukan pembunuhan pada korban di rumah korban, Kemang Pratama 2, Kota Bekasi pada Sabtu 15 maret 2014 pukul 20.00 WIB. “Motif masih digali, pengakuan pelaku dia punya utang pada korban. Dan pelaku ini tidak suka ditagih. Pelaku dengan korban sudah kenal lama”. Informasi yang dihimpun, pasca identitas korban terungkap bernama Mis Lim yang memiliki tato tulisan bahasa asing di bagian lengan kiri. Penyidikan menemukan titik terang.

Pihak kepolisian menetapkan satu tersangka terkait kasus pembunuhan WNA asal Korea Selatan, yang diketahui bernama Mis Lim (sebelumnya diberitakan Mis K) berusia 51, yang mayatnya ditemukan tanpa kepala di RT 1/2 Kampung Sela, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Minggu (16/3/2014).

Potongan kepala yang hilang selama satu minggu itu akhirnya ditemukan tim penyidik gabungan dari Polres Cianjur, Polda Jawa Barat (Jabar) dan Mabes Polri, Senin (24/3/2014) malam di tempat sampah di pinggir jalan di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Tersangka ALB (Albino) sedang dibawa dari Polres Cianjur ke lokasi eksekusi di rumah korban di Kemang Pratama 2 Kota Bekasi,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Selasa (25/3/2014) di Mapolda Metro Jaya. Rikwanto mengatakan Albino ditangkap oleh Polres Cianjur di sebuah wilayah di Cianjur, Jawa Barat. Diutarakan Rikwanto, dari penyelidikan kepolisian ditemukan Albino merupakan orang terakhir yang bersama dengan korban.

“Polres Cianjur melakukan pengembangan dan didapatkan siapa yang terakhir bersama korban, yaitu ALB,” kata Rikwanto.
Rikwanto manambahkan pada penyidik, Albino juga mengakui dirinya yang terakhir bersama korban dan dia yang melakukan pembunuhan pada korban.

Informasi yang dihimpun, pasca identitas korban terungkap bernama Mis Lim yang memiliki tato tulisan bahasa asing di bagian lengan kiri. Penyidikan menemukan titik terang. Senin (24/3/2014) malam penyidik gabungan dari Polres Cianjur dan Polda Metro bergerak ke rumah korban di kawasan elit di Bekasi untuk melakukan penyelidikan. Mis K tinggal di Indonesia selama 10 tahun dan bekerja. Mis K diketahui tinggal di kawasan Kota Bekasi. Mis K masih berstatus single.
Atas penemuan Mis K, Polres Cianjur melakukan kordinasi dengan Kedutaan Korea Selatan dan Korean Nasional Police (KNP).

Kapolres Cianjur, AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, pihaknya sudah memeriksa delapan saksi, yakni empat WNA yang mengenali korban dengan melihat ciri-ciri korban, seorang yang diduga sebagai pembantu korban, seorang sekuriti, seorang rekan kerja, dan penemu mayat untuk pertama kali. “Untuk sementara kasus temuan mayat ini jika dilihat dari olah tempat kejadian perkara, pembunuhan diduga kuat tidak dilakukan di lokasi penemuan mayat (Cikalongkulon). Lokasi penemuan mayat diduga hanya merupakan tempat pembuangan,” ujar Dedy.

Sebelum dibunuh, Kim Jeung Sim (51), sempat meminta Juju (45), pembantu rumah tangganya untuk mencium tangan. Juju sempat heran dengan permintaan majikannya itu. Warga Kelurahan Bojongmenteng, Rawalumbu, Kota Bekasi itu terakhir ketemu dengan majikannya, Kamis (13/3/2014) lalu. Majikannya itu pamit hendak pergi ke Korea.

“Tumben dia minta saya cium tangan. Nggak biasanya majikan saya begitu. Waktu tanggal 13 Maret itu, dia pamit rencananya mau ke Korea,” tuturnya, Selasa (25/3). Juju mengaku baru sekitar 1,5 tahun lalu bekerja sebagai pembantu freelance Kim Jeung Sim. “Saya bekerja cuma dua jam, bersih-bersih rumah antara jam 7-9 pagi. Jam 4 sore saya balik lagi untuk nyalain lampu, sama nutup hordeng,” tutur Nyonya Juju.

Tanggal 15 Maret, Juju sengaja balik lagi ke rumah majikannya untuk menutup korden. Saat mengetok-pintu rumah, dia mendengar suara musik, namun pintu tak dibukakan. Juju pun balik kanan pulang ke rumahnya. Besoknya tanggal 16 Maret, dia mendapat kabar majikannya meninggal. Dia pun dipanggil polisi tanggal 17 Maret 2014. Kim telah belasan tahun tinggal di Indonesia dan baru sekitar dua tahun tinggal di Jalan Anggrek V Blok AP-23 RT2/12 Kelurahan Bojongmenteng, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Juju mengenal majikannya itu orang yang baik. Setiap bulannya, Juju mendapat gaji Rp700.000 dari majikannya itu. “Biasanya sebelum tanggal 25, uang gajian saya sudah disiapkan di meja,” tuturnya. Tersangka Albeno Sion Parulian Sarumpaet (31) menghabisi nyawa Miss Kim Jung Sim di rumah korban di Perumahan Kemang Pratama 2, Jalan Anggrek V Blok AP-23 RT2/12, Bojongmenteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu (15/3/2014) malam.

Namun tidak ada darah berceceran di rumah kontrakan itu. Lalu dimana pelaku memutilasi kepala korban sebelum membuangnya di Cikalongkulon, Cianjur? Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti usai olah TKP di Perumahan Kemang Pratama 2, Jalan Anggrek V Blok AP-23 RT2/12 Kelurahan Bojongmenteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (25/3/2014) mengatakan bahwa korban dibawa pelaku dalam kondisi masih utuh.

Korban dimutilasi menggunakan pisau lipat di dalam mobil korban yang dibawa kabur pelaku. Sebelumnya, pelaku yang tersinggung karena perkataan korban, menarik dan mencekik korban menggunakan kabel mesin cuci di dekat kamar mandi lantai satu rumah kontrakan itu. “Korban dimutilasi di lokasi pembuangan. Mutilasi itu dilakukan setelah semalaman korban dibawa pelaku di dalam mobil korban. Pelaku juga yang menunjukkan dimana kepala korban dibuang, dia kami bawa untuk memberi tahu lokasi,” terang Kapolres.

Kepala korban baru ditemukan Senin (24/3/2014) malam sekitar pukul 22.00 di tempat sampah, dekat perempatan Cileungsi, Bogor. Sementara mobil toyota Avanza warna hitam milik korban sudah ditemukan di wilayah Citeureup, Bogor.