Arsip Kategori: pemerkosaan

Seorang Istri Merasa Diri Sial Karena Suaminya Tertangkap Sehabis Memperkosa Dua Wanita Sekaligus

Seorang sopir taksi di Inggris divonis 12 tahun penjara karena memperkosa dua penumpangnya. Parahnya, istri sopir taksi tersebut mengetahui perbuatan suaminya dan justru menyuap korban agar mencabut laporannya ke polisi.

Asif Iqbal dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Cardiff pada Kamis (3/5) waktu setempat atas tindak pemerkosaan terhadap 2 wanita di wilayah Newport, South Wales.

Hakim David Wynn Morgan pun menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada Asif. “Pengadilan tidak akan merasa kasihan kepada Anda,” tutur Hakim Morgan dalam persidangan seperti dilansir oleh Daily Mail, Jumat (4/5/2012).

Sedangkan istri Asif dijatuhi vonis 6 bulan penjara. Wanita itu mengaku bersalah atas upaya memutarbalikkan hukum dengan menyuap salah satu korban agar mencabut laporannya.

“Kesialan Anda adalah menikah dengan pria yang sangat-sangat jahat ini bukan karena suami anda tertangkap,” ucap Hakim Morgan kepada istri Asif.

Dalam persidangan terungkap, Asif sering mengincar korbannya di luar kelab malam. Hal tersebut dilakukan Asif dengan sengaja karena dia mengincar korban yang mabuk.

Setelah mendapat korban, Asif akan mengunci pintu taksinya. Kemudian dia mengemudikan taksinya ke wilayah-wilayah sepi dan terpencil. Setelah mendapat lokasi yang cocok, Asif akan melakukan aksi bejatnya tersebut di dalam taksi.

“Dia mulai meraba paha korbannya dan kemudian mengemudikan taksi ke wilayah terpencil. Korban hanya bisa terisak dan ketakutan saat aksi tersebut berlangsung,” tutur jaksa penuntut Caroline Rees.

Meskipun Asif telah divonis, namun polisi masih mencurigai bahwa korban kebejatan Asif tidak hanya 2 wanita tersebut. Polisi pun mengimbau para wanita yang pernah menjadi korban dalam kasus serupa untuk melapor.

Seorang Wanita Muda Berhasil Menebas Penis Pemuda Yang Akan Memperkosanya

Kejadian ini mungkin akan membuat perampok ini kapok. Seorang perampok mencoba memperkosa seorang wanita muda di Malaysia. Namun perampok itu malah harus mengaduh kesakitan karena alat kelaminnya terkena sabetan parang!

Saat kejadian pada Kamis, 26 April sore waktu setempat, wanita berumur 20 tahun itu sedang berjalan menuju toko kelontong dekat rumahnya di Ampang, Kuala Lumpur. Ketika itulah, seorang pria mencegat dia dan menempelkan parang ke lehernya.

Pria tak dikenal itu pun menarik wanita muda itu ke tempat yang gelap dan sepi. Tubuhnya kemudian didorong ke tanah. Pria itu lalu meminta uang dan perhiasan yang dikenakan wanita tersebut.

Dikatakan sumber kepolisian kepada harian lokal Malaysia, Harian Metro dan dilansir The Star, Sabtu (28/4/2012), ketika wanita itu menolak, penjahat tersebut merogoh saku celananya dan mengambil uang 100 ringgit serta telepon genggamnya.

Wanita tersebut terus memohon agar dirinya tidak dilukai. Namun perampok tersebut tetap menginjak tubuh korban dan bahkan memerintahkannya untuk melepas pakaiannya.

Ketika wanita itu menolak, perampok tersebut mencoba membuka celana si wanita. “Wanita itu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menendangnya. Dia pun kehilangan keseimbangan dan parangnya lepas dari tangannya,” kata sumber kepolisian.

“Si wanita dengan cepat merebut parang dan menebas alat kelaminnya,” imbuh sumber kepolisian tersebut.

Akibat kejadian itu, perampok tersebut mengalami luka pada penisnya. Dia pun harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Izzun Nahdiyah Mahasiswi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Diperkosa Ramai Ramai Sebelum Dibunuh Hanya Karena Minta Laptopnya Dikembalikan

Polisi menangkap lima tersangka yang diduga terlibat kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Izzun Nahdiyah, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat. Namun polisi masih merahasiakan identitas para tersangka. “Mereka ditangkap di Desa Ranca Buaya, Kecamatan Jambe, dinihari tadi,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang Komisaris Besar Bambang Priyo Andogo, Selasa 24 April 2102.

Menurut Bambang, polisi masih mengejar satu tersangka lagi yang diduga sebagai dalang pembunuhan. Dia adalah Muhammad Sholeh alias Oleng, 33 tahun. Oleng dikenal sebagai pemuda penganggur yang tinggal di Desa Jambe. Sejumlah saksi mengatakan, lelaki itu menjalin hubungan asmara dengan korban selama tiga bulan terakhir.

Mayat Izzun ditemukan di Jalan Pemda DKI, Ciangir, Legok, 7 April 2012. Ada luka sayatan di lehernya. Pakaian yang ia kenakan masih lengkap, termasuk jilbab putih di kepala. Identitas Izzun terungkap sepekan kemudian. Gadis 24 tahun itu berasal dari Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Dia duduk di semester 12 Fakultas Hubungan Internasional UIN.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga mengatakan korban memiliki laptop bermerek HP yang dipinjam oleh Oleng. Diam-diam Sholeh menjual laptop itu seharga Rp 600 ribu. Kepada korban, Sholeh mengatakan laptop itu rusak dan dibawa ke tempat servis komputer untuk didandani. Biaya perbaikan sebesar Rp 600 ribu.

Pada 6 April 2012, korban datang ke Desa Jambe untuk mengambil laptop. Izzun membawa uang Rp 600 ribu untuk membayar biaya perbaikan. Oleng tentu saja tidak bisa memberikan laptop itu. Dia menjadi kebingungan. Apalagi korban terus mendesak.

Sikap korban itu membuat Oleng kesal. Dia mengunci korban di dalam kamar dan meninggalkannya begitu saja selama beberapa jam. Saat itulah terlintas di kepala Oleng untuk menghabisi nyawa korban. Dia memanggil lima temannya yang tinggal di sekitar tempat itu. Rencana pembunuhan pun disusun. Namun, sebelum dibunuh, korban diperkosa oleh empat tersangka. “Dua tersangka memang tidak ikut memperkosa, tetapi mengetahui perbuatan itu,” kata Shinto. Mayat korban kemudian dibuang di Jalan Pemda DKI, Desa Ciangir.

Ketika mayat Izzun ditemukan, polisi sempat kebingungan mengungkap jati diri gadis itu. Identitas Izzun baru diketahui sepuluh hari kemudian setelah keluarganya datang dari Lamongan. Polisi pun bergerak mengumpulkan keterangan dari kawan-kawan korban. Dari sanalah muncul nama Oleng, pria yang baru tiga bulan menjadi kekasih korban.

Kemarin, sekitar pukul 03.00, polisi menangkap lima tersangka di kediaman masing-masing. “Para pelaku tinggal saling bertetangga,” kata Shinto. Karena itu, penangkapan bisa dilakukan secara serentak. Hanya, polisi tidak menemukan Oleng di rumah orang tuanya. Diduga, lelaki itu melarikan diri karena tahu tengah diincar polisi. Menurut Shinto, para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Empat dari enam tersangka pembunuh Izzun Nahdiyah, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, melakukan tindakan biadab sebelum membunuh korban. Mereka menyekap dan memperkosa korban secara bergantian.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, Izzun mendatangi rumah Muhammad Soleh alias Oleng, pacar korban, di Desa Ranca Buaya, Jambe, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 6 April 2012. Izzun mau mengambil laptopnya yang dipinjam Oleng, preman di desa tersebut yang berpacaran dengan Izzun dalam tiga bulan terakhir.

Sebelum datang ke rumah pelaku, korban telah menghubungi pelaku dan meminta laptopnya dikembalikan. Tapi Oleng mengatakan laptop tersebut sedang direparasi. ”Korban membawa uang Rp 600 ribu untuk menebus biaya reparasi laptop itu,” kata Shinto, Selasa, 24 April 2012. Ternyata laptop itu tidak pernah direparasi, tapi telah dijual oleh Oleng.

Di rumah tersangka, korban mendesak agar laptopnya segera dikembalikan. Tapi Oleng justru menahan Izzun dan menyekapnya di dalam kamar selama beberapa jam. Selama penyekapan, Oleng merencanakan pembunuhan pacarnya itu dengan lima temannya. Sebelum dibunuh, empat dari enam pelaku, termasuk Oleng, memperkosa Izzun secara bergantian. Setelah itu, korban langsung dibunuh dengan menggorok lehernya. “Para pelaku tinggal saling bertetangga,” kata Shinto.

Kemudian mayat gadis berkerudung putih itu dibuang ke Jalan Pemda DKI, Desa Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang. Esok harinya, Sabtu, 7 April 2012, warga Ciangir digemparkan dengan penemuan mayat gadis tersebut.

Polisi mencokok kelima tersangka di Desa Ranca Buaya pada Selasa dinihari, 24 April 2012. Adapun Oleng hingga kini masih buron. Motif pembunuhan Izzun Nahdiyah, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, terungkap. Izzun ternyata dibunuh hanya gara-gara meminta laptopnya dikembalikan. “Korban menuntut agar laptop yang dipinjam pelaku dikembalikan,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, Selasa, 24 April 2012.

Menurut Shinto, Muhammad Soleh alias Oleng, yang diduga pelaku utama, meminjam laptop merek HP berwarna pink milik korban, kemudian menjualnya. Muhammad Soleh dikenal sebagai preman di Desa Ranca Buaya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, dan berpacaran dengan korban dalam tiga bulan terakhir ini.

Pada 6 April 2012, Izzun mendatangi rumah Oleng di Desa Ranca Buaya untuk mengambil laptop tersebut. Kepada korban, Oleng mengatakan laptop itu sedang direparasi. ”Korban membawa uang Rp 600 ribu untuk menebus biaya reparasi laptop itu,” kata Shinto.

Ketika sampai di rumah pelaku, korban mendesak agar laptopnya segera dikembalikan. Tapi Oleng justru menahan Izzun dan menyekapnya di dalam kamar selama beberapa jam. Selama disekap itu, Oleng merencanakan pembunuhan kekasihnya dengan lima temannya. Sebelum dibunuh, empat dari enam pelaku, termasuk Oleng, memperkosa Izzun secara bergantian. Setelah itu, korban langsung dibunuh dengan menggorok lehernya. “Para pelaku tinggal saling bertetangga,” kata Shinto.

Mayat gadis berkerudung putih itu kemudian dibuang ke Jalan Pemda DKI, Desa Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang. Keesokan harinya, 7 April 2012, warga Ciangir digemparkan oleh penemuan mayat Izzun.

Setelah hampir dua pekan menyelidiki kasus itu, Selasa dinihari, 24 April 2012, polisi mencokok lima tersangka pembunuh Izzun di Desa Ranca Buaya. Sedangkan Muhammad Soleh masih buron.

Menurut Shinto, para pelaku dijerat Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Pembina Pramuka Perkosa Siswinya Sendiri Sebanyak 8 Kali Setelah Diancam Foto Telanjangnya Akan Disebarkan Ke Siswa Lain

Polres Tabanan Bali menangkap seorang pembina pramuka berinisial IM (40) yang memperkosa siswinya. Komisi Nasional Perlindugan Anak (Komnas PA) yang telah menemui siswi itu menyatakan kondisi korban saat ini masih trauma.

“Saat ini masih trauma dan harus mendapatkan pendampingan,” kata Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, saat dihubungi detikcom, Senin (23/4/2012).

Arist mengatakan Komnas PA sudah bertemu dengan korban pemerkosaan itu pada pagi tadi. Pertemuan ini dilakukan di Polres Tabanan, Bali.

“Siswa ini mendapatkan dukungan dari guru-guru sekolahnya,” sambungnya.

Kepada petugas kepolisian dari Polres Tabanan, Arist meminta agar kasus pemerkosaan ini bisa dikembangkan dan terus diselidiki. “Murid perempuan yang ikut Pramuka cukup banyak, jadi harus diselidiki lagi,” lanjutnya.

Arist membantah pernyataan pelaku yang menyatakan hubungan yang dilakukan dengan siswinya atas dasar suka sama suka. Menurut Arist, siswi tersebut dipaksa dengan acaman foto telanjangya disebarkan ke sekolah.

“Karena itu kita minta polisi menjerat tersangka dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara,” tuturnya.

Sebelumnya, seorang siswi mengaku diperkosa dan diancam oleh IM. Karena tidak tahan, ia melapor ke polisi, Kamis (19/4/2012). Polisi pun langsung menangkap IM sekitar pukul 14.00 Wita.

Informasi yang dihimpun, korban sudah delapan kali ditiduri oleh pelaku. Kejadiannya berlangsung dari bulan November 2011 hingga Januari 2012. Masih dikroscek, apakah ada korban lain dalam kejahatan asusila ini.

“Selain pengakuan, kita mendasarkan pada nomor-nomor ponsel yang terdapat di ponsel pelaku,” kata Kapolres Tabanan, AKBP Dekananta Eko Purwono

Sering Dihina Bujang Lapuk Oleh Satu Keluarga Tetangga Dibalas Dengan Memperkosa Anak Perempuan Mereka

Sakit hati dihina tidak punya pacar membuat seorang pemuda, Susanto, 44, warga Rulung Helok, Natar, Lampung Selatan, memperkosa tetangganya, gadis 16 tahun, di areal perkebunan kelapa sawit di Natar, Lampung Selatan. Pelaku meluapkan rasa sakit hatinya dengan memerkosa korban hingga 2 kali di bawah ancaman golok, pada Selasa (3/4) sekitar pukul 07.00 WIB.

Korban yang kondisinya sempoyongan dengan pakaian yang robek hampir di sekujur tubuhnya berhasil pulang ke rumah dan membuat kedua orang tuanya kaget bukan kepalang. Terlebih setelah tahu yang melakukan perbuatan bejat tersebut adalah tetangga mereka sendiri yang seringkali mereka ejek karena belum juga punya istri padahal sudah berusia tua.

Korban ditemani kedua orang tuanya langsung melapor ke Polsek Natar dan pada sore sekitar pukul 15.00 WIB., tersangka langsung dikejar yang berusaha kabur menuju ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Di hadapan penyidik tersangka mengaku sakit hati dengan korban dan keluarganya yang selalu menghinanya tidak juga punya istri sampai tua. “Saya sakit hati dihina tidak laku dan tidak juga kawin samapai sekarang. Saya ancam dengan golok, lalu saya perkosa sampai 2 kali,” aku tersangka.

Kapolsek Natar, Kompol. Sastra Budi membenarkan menangkap tersangka yang memperkosa gadis di bawah umur dan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

Polisi Perkosa Tahanan ABG Kemudian Dibebaskan Sebagai Imbalannya

Aparat Kepolisian Resor Timor Tengah Utara menyelidiki kasus pemerkosaan terhadap tahanan yang dilakukan oleh anggota polres setempat, Bripda DT. Setelah diperkosa, tahanan itu dibiarkan kabur dari sel markas polres.

“Awalnya kami menduga korban melarikan diri dengan cara merusak plafon ruang tahanan,” kata Kepala Polres Timor Tengah Utara Ajun Komisaris Besar I Gede Made Suparwitha, yang dihubungi Tempo dari Kupang, Jumat 23 Maret 2012.

Dugaan itu muncul karena plafon di ruang tahanan rusak. Namun, setelah dilakukan dicek ulang, ternyata korban dilepas anggota polisi, DT, yang sedang bertugas malam itu. Polisi pun memeriksa memeriksa korban, YM, yang ditangkap kembali pada 20 Maret 2012, pelaku, dan keluarga korban.

DT diduga memerkosa YM, perempuan berusia 16 tahun yang ditahan di sel polres akibat kasus pencurian. YM mengisahkan saat itu dia sedang tidur di dalam ruang tahanan. Tiba-tiba ia dibangunkan oleh DT, yang saat itu sedang piket, Jumat malam lalu.

DT pun menyuruh korban merusak plafon ruangan tahanan itu. Karena tidak berhasil, DT kemudian masuk ke dalam sel dan merusak plafon tersebut. Lalu DT mengajak korban kabur melalui pintu sel. “Dia (DT) mengajak saya keluar. Katanya akan mengantar saya pulang ke rumah,” kata YM.

Keduanya lalu berjalan melewati belakang kantor polres dan asrama polisi. Di sekitar lokasi itulah DT memerkosa YM. “Kami kemudian pulang ke rumah. Di tengah jalan, saya disuruh pulang sendiri. Akhirnya saya pulang dengan menumpang ojek,” ujar YM.

Kangen Bermesraan … Mantan Istri Disekap dan Diperkosa Tiga Hari Tiga Malam Di Tiga Tempat Berbeda

Kangen bermesraan setelah cerai tujuh bulan silam, seorang tenaga honorer Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cirebon, nekat memperkosa mantan istrinya di hotel kelas melati. Selama 3 hari tersangka “menyandera” mantan istrinya itu, dan selama itupula tersangka berulang kali melampiaskan rasa kangennya tersebut.

Perbuatan berawal ketika tersangka Nawi, 23, warga Mundu Kabupaten Cirebon ini, bertemu dengan mantan istrinya, Ev, 18 bersama keponakannya dengan mengendarai sepeda motor. Ev saat itu sebenarnya mau membeli susu untuk anaknya yang masih berumur 2 bulan.

Melihat mantan istrinya, muncul rasa kangen. Tersangka lalu meminta Ev untuk ikut dirinya dengan alasan ada yang perlu dibicarakan. Berangkatlah tersangka bersama Ev dan menyuruh keponakan mantan istrinya itu untuk pulang. Tersangka membonceng mantan istrinya berkeliling dan menikmati udara malam di kota udang.

Setengah jam muter-muter, tersangka mengarahkan sepeda motornya ke hotel di Jalan Moh Toha. Keduanya menuju kamar dan tersangka memaksa korban melakukan hubungan badan. Korban jelas menolak, namun penolakan itu sia-sia karena tenaga jauh kalah dibanding tersangka. Hingga akhirnya, dibawah paksaan, korban pun digarap tersangka.

Keesokan harinya, korban dibawa ke rumah keponakan tersangka. Di rumah itupula lagi-lagi korban dipaksa melayani nafsu mantan suaminya itu. Tanpa berdaya perbuatan itupun terulang kembali. Dikala berbuat dengan korban, kondisi rumah memang sepi karena penghuninya lagi berada di luar.

Menjelang sore, tersangka kembali membawa korban dengan alasan mau diantar pulang. Namun sebelumnya, korban sempat membawa senjata tajam (jenis kujang). Tapi rupanya tidak diantar pulang, korban malah dibawa ke hotel sebelumnya. Dan lagi-lagi korban digarap tersangka,kali ini tersangka mengancam korban dengan senjata tajam kalau tidak mau melayani. Malam itu korban kembali meladeni tersangka untuk kali ketiga.

Karena merasa tak terima dengan perlakuan itu, korban melaporkan mantan suaminya itu ke kantor polisi. Tak butuh lama, polisi pun membekuk tersangka tanpa ada perlawanan. “Tersangka sudah ditangkap dan saat ini dalam proses penyidikan,” kata Kapolres Cirebon Kota AKBP Asep Edi Suheri didampingi Kasat Reskrim AKP Didik Purwanto.

Dijelaskan, terkait dengan itu penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya senjata tajam dan celana dalam berwarna pink

Pemain Sriwijaya FC Hilton Moreira Bersama Pramugara Lion Air Ditangkap Polisi Karena Percobaan Pemerkosaan Terhadap Pramugari Lion Air

Pemain Sriwijaya FC Hilton Moreira ditangkap petugas Polres Metro Kota Tangerang. Hilton ditangkap atas dugaan pelecehan seksual terhadap pramugari Lion Air.

“Iya benar dia ditangkap karena aduan tersebut,” ujar salah satu pejabat di Polres Metro Kota Tangerang yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/02/2012).

Pejabat kepolisian itu tidak merinci lokasi penangkapan. Namun Moreira ditangka pada Minggu (26/2) pukul 20.00 WIB. Moreira pada Rabu (22/2) dilaporkan seorang pramugari karena nyaris memperkosa di Apartemen THe Colour, Modernland, Cikokol, Tangerang.

Sang pramugari itu, khawatir kasus ancaman pemerkosaan itu akan terulang. Dia pun melaporkan ke polisi.

Informasi yang dikumpulkan, peristiwa itu bermula saat sang pramugari yang sedang tidak enak badan dikunjungi beberapa temannya yaitu MG (20), VA (21), dan AZ (19) di apartemen tempat dirinya tinggal. Ketika dikunjungi itu, dirinya sempat tidur karena sedang sakit.

Namun, begitu terbangun, di ruang tamu apartemennya sudah ramai dengan WNA yang berjumlah 3 orang. Satu orang berkulit putih, dua orang hitam.

Meski terkejut, dirinya berusaha tidak mengambil pusing, dan akhirnya ikut bergabung dengan teman-temannya yaitu VA, AZ dan ketiga WNA itu, sementara itu MG sudah pergi. Namun, tiba-tiba salah dua orang berkulit hitam tersebut melecehkannya, dengan menggerayangi tubuh LS. Korban lalu pindah ke dalam kamarnya, tapi pria berkulit gelap tersebut tetap mengikutinya.

Korban yang sempat meminta pertolongan AZ tidak bisa bebuat apa-apa karena AZ malah memegangi tangan LS. Kedua pria berkulit hitam itu pun justru semakin nekat, dengan mencoba membuka baju dan celana korban. Sang pramugari pun berteriak. Teriakan itu membuat para tamu tersebut pergi sambil tertawa-tawa.

Kasat Reskrim Polres Metro Kota Tangerang, AKBP Rahmat menjelaskan, korban merasa dirugikan dan melaporkan kejadian ini ke Polres Kota Tangerang pada Kamis (23/2) 01.00 WIB lalu.

“Kami masih melakukan penyelidikan. Kami fokuskan pada teman korban yang juga seorang pramugara Lion Air berinisial AZ,” ujar Rahmat.

Siswi SMP Di Garut Lolos Dari Pemerkosaan Karena Pelaku Sudah Ejakulasi Dini Sebelum Sempat Menelanjangi Korban

Ejakulasi dini bisa jadi petaka bagi kaum Adam, tapi bagi siswi SMP ini merupakan berkah. Remaja itu lolos dari pemerkosaan gara-gara pelaku tindakan amoral itu ejakulasi dini.

Siswi SMP di Garut itu semula diberitakan menjadi korban pemerkosaan Y alias R. Setelah mendapat pemeriksaan medis, kegadisan siswi SMP itu masih utuh. Itu karena pelaku ejakulasi dini.

Gagal memperkosa korban, tersangka meninggalkan korban begitu saja di gubuk di persawahan 500 meter dari rumah korban, Selasa (21/2). Sebelumnya pelaku meminta uang kepada korban sebesar Rp 2.000.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Yusuf Hamdani menyatakan bahwa selain dimintai uang, pada bagian telinga korban terdapat luka, diduga tersangka akan menjambret anting yang dikenakan korban.

“Kami bersyukur, ternyata hasil visum dokter, kegadisan korban masih utuh, hanya terdapat luka di bagian telinga korban,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/2/2012).

Walaupun selamat, kondisi kejiwaan korban sangat terguncang. Hingga saat ini aparat kepolisian masih kesulitan memintai keterangan korban.

“Kemungkinan korban sangat terguncang akibat perlakuan terangka yang nyaris memperkosanya,” ungkap Yusuf.

Sementara itu, tersangka Y atau R, menjelaskan, dia berangkat dari rumah kedua orang tuanya di Kampung Galemo, Wado Sumedang, dengan naik angkutan umum, menuju rumah neneknya di Malangbong, tidak jauh dari rumah korban.

“Saat beristirahat saya lihat korban dan tiba-tiba ada hasrat untuk memperkosa. Selain itu tempatnya sepi,” ucapnya saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Garut.

Y mengaku bahwa ia tinggal di Kampung Kebon Coklat, Kelurahan , Pasar Atas, Kota Cimahi, bekerja sebagai tukang cuci mobil. Bersama teman-temannya, Y sering menonton blue film.

“Saya memang sering terangsang kalau melihat wanita. Atas kejadian kemarin saya menyesal,” katanya.

Siswi SD 12 Tahun Di Garut Diperkosa Remaja 18 Tahun Serta Di Tonton Teman Temanya

Malang menimpa NT (12), warga Kampung Cirawa Jati, Desa Mekar Asih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Siswi SMPN 1 Malangbong itu diperkosa sepulang sekolah di saung yang tak jauh dari rumahnya oleh YE (18).

Gilanya, aksi perkosaan tersebut disaksikan oleh dua orang teman YE yang hingga saat ini masih dalam pengejaran jajaran Polsek Malangbong.

Kapolsek Malangbong, Kompol Edison Harepa, mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat NT pulang sekolah, Selasa sore tadi sekitar pukul 14.30 WIB. Di jalan sepi sekitar 500 meter dari rumah NT, tersangka YE membekap korban dari belakang dan menggusur ke sebuah gubuk di persawahan, lalu korban diperkosa hingga jatuh pingsan.

“Baru saja korban tersadar. Memang dia diperkosa seorang diri oleh YE yang disaksikan oleh dua orang temannya,” ujar Edison kepada wartawan, Selasa (21/2/2012).

Pihak Polsek Malangbong hingga malam ini berhasil menangkap tersangka YE, warga Kampung Kebon Coklat, Kelurahan Pasar Atas, Kecamatan Cimahi, Kota Cimahi. Kini tersangka masih dalam pemeriksaan petugas.

“Sementara dua orang teman tersangka masih kita kejar karena diduga turut membantu tindak kejahatan pemerkosaan,” ungkap Edison.

Sementara itu, korban NT saat ini masih menjalani visum dokter di Puskesmas Malangbong. Kondisi kejiwaan korban sangat terguncang dan masih syok.

“Kita menunggu pengembangan kasus ini setelah kondisi kejiwaan korban mulai stabil,” pungkas Edison.